You are on page 1of 1

Desain Produk Berbahan Baku Alternatif Sebagai Sebuah Usulan Menyikapi Isu Berwawasan Lingkungan Pada Industri Kecil

Industri kecil merupakan sektor ekonomi yang secara kuantitas dilakukan oleh sebagian besar masyarakat sektor industri. Tidak seperti apa yang dilakukan oleh industri besar, kecenderungan aktifitas industri kecil menengah masih banyak yang mengandalkan pada kegiatan-kegiatan keseharian yang tidak terlalu mempertimbangkan akibat jangka panjang. Pemilihan bahan baku adalah salah satu kegiatan utama dari aktifitas yang harus dilakukan oleh sebuah industri. Keterbatasan terhadap jenis pendekatan yang dilakukan menyebabkan tidak terbukanya alternatif pemilihan bahan baku alternatif. Penggunaan kayu, rotan, kulit dan bahan baku konvensional lainnya cenderung dipilih karena pendekatan kreasi yang dilakukan mengandalkan tradisi, sehingga terbatasnya ketersediaan kayu dan bahan baku konvensional lainnya justru mengarah pada terhentinya kegiatan industri. Pendekatan eksplorasi material adalah salah satu pendekatan desain yang dinilai mampu menawarkan solusi terhadap permasalahan ini. Melalui pendekatan tersebut, maka penggunaan material yang selama ini tidak dikenal sebagai bahan baku sebuah produk dapat dilakukan. Hal ini dikarenakan pendekatan ini lebih menekankan pada penggalian potensi setiap karakteristik khas dari material yang digunakan, sehingga mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada pola dan tuntutan bahan baku konvensional. Melalui pendekatan material, dapat diperoleh bukti bahwa dengan menggunakan biji-bijian, bonggol buah, kulit buahbuahan, bahkan rerumputan dapat dihasilkan produk-produk pakai yang memiliki nilai originalitas dan keunikan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan demikian, jika industri kecil dapat diarahkan untuk dapat menggunakan pendekatan ini, maka khususnya penggunaan kayu, rotan, dan bahan baku konvensional lainnya dapat dikurangi secara signifikan. Penggunaan bahan baku tidak akan menuntut penebangan atau upaya pelestarian yang tinggi, karena bahan baku yang digunakan adalah sesuatu yang sudah ada, bersifat sisa. Disamping ketersediaannya yang tinggi, penggunaan bahan baku non konvensional, seperti bonggol, biji, kulit buah, dan rumput mampu memunculkan keunikan dan originalitas yang akan mendorong industri yang ini berkembang dengan baik, dan dengan demikian akan mampu secara langsung berkontribusi untuk menjaga kelestarian alam, khususnya hutan kayu dan rotan. Makalah ini akan memaparkan bukti dari hasil pendekatan ekplorasi material pada pendekatan desain produk berbahan baku bonggol buah buahan dan sayuran, biji-bijian, kulit buah-buahan, rumput liar, yang selama ini tidak dapat dimanfaatkan sebagai sesuatu yang berguna ( sampah/sisa ). Dalam paparan akan dapat dilihat, penggunaan teknologi yang sangat sederhana, pemanfaatan sinar matahari, dapat menghasilkan produk-produk yang dapat menjadi sebuah komoditas. Kata kunci : eksplorasi material, bahan baku non konvensional, industri kecil menengah.