You are on page 1of 4

PERTANYAAN 1. Dyastri : Ada seorang anak yang sakit dan sudah tidak tahan hidup.

Lalu menyuruh ibunya untuk membunuh ia. Apakah itu termasuk bunuh diri atau pembunuhan?bagaimana hukumnya? 2. Dyastri : Ada seorang anak yang asyik main game, ketika mendengar adzan ia tidak menyegerakan untuk sholat tapi malah mementingkan gamenya. Apakah itu termasuk syirik atau tidak? 3. Ulama : Kita sebagai remaja sering mengalami perdebatan dengan orang tua, ketika membela kita diri kita sering menggunakan nada yang tinggi. Padahal ada dalam surat Al Isra ayat 23 yang menjelaskan bahwa kita harus menggunakan perkataan yang mulia. Apakah itu termasuk ke dalam durhaka kepada orang tua atau tidak? 4. Ilham : Di Indonesia banyak terdapat aliran Islam termasuk islam kejawen yang memasukkan kebudayaan setempat dengan ajaran islam. Apakah aliran islam ini termasuk ke dalam syirik atau tidak? 5. Fadli : Apakah yang dimaksud qisas? Bagamainakah hukum mati di dalam Islam? 6. Robi : Bagaimana hukum bagi tentara yang membunuh musuhnya atas perintah komandannya? Padahal Islam melarang kita untuk membunuh. Dosa atau tidak? 7. Faustina : Bila kita percaya pada fengshui dan ramalan tangan apakah kita termasuk orang yang musyrik? 8. Faris : Ibu mendengar adzan subuh, tetapi ia tidak membangunkan anaknya untuk sholat subuh karena tidak tega menbangukannya melihat anaknya tidur dengan nyenyak. Apakah ini termasuk ke dalam syirik? Bagaimana pendapatmu?

1. Jangan Membunuh Anak Sesudah Islam melindungi masalah nasab dengan cara demikian, kemudian Islam juga menetapkan untuk anak dan orang tua, masing-masing mempunyai hak, sesuai dengan kedudukannya sebagai orang tua dan anak. Di samping itu Islam juga mengharamkan beberapa hal kepada mereka masing-masing, demi melindungi dan menjaga hak-hak tersebut. Anak mempunyai hak hidup. Ayah dan ibu tidak boleh merenggut hidupnya si anak, baik dengan membunuh ataupun dengan menanam hidup-hidup, sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang Arab di zaman jahiliah. Ketentuan ini berlaku untuk anak laki-laki maupun wanita. Firman Allah: "Jangan kamu membunuh anak-anakmu lantaran takut kelaparan, Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka maupun kepadamu; sesungguhnya membunuh mereka suatu dosa besar." (al-Isra': 31) "Dan apabila diperiksa anak perempuan yang ditanam hidup-hidup. Sebab dosa apakah dia dibunuh?" (at-Takwir: 8-9) Karena dorongan untuk berbuat yang mungkar ini ada kalanya soal ekonomi, misainya karena takut kelaparan dan kemiskinan, atau alasan non-ekonomis, misalnya kaiena takut tercela kalau si anak itu kebetulan perempuan, maka Islam mengharamkan perbuatan biadab ini dengan sangat keras sekali. Sebab perbuatan seperti itu dapat memutuskan kekeluargaan dan menyebabkan permusuhan. Untuk masalah ini Rasulullah s.a.w. pernah ditanya: dosa apakah yang teramat besar? Jawab Nabi: yaitu engkau menyekutukan Allah padahal Dialah yang menjadikan kamu. Kemudian apa lagi? Maka jawabnya: yaitu engkau bunuh anakmu lantaran kamu takut dia makan bersamamu. (Riwayat Bukhari dan Muslim). Rasulullah s.a.w. pernah juga membai'at orang-orang perempuan sebagaimana halnya ia membai'at orang laki-laki; yaitu dengan melarangnya perbuatan jahat tersebut dan supaya dihentikan. Bai'at tersebut berbunyi demikian: "Hendaknya mereka (perempuan) tidak menyekutukan Allah sedikitpun dan tidak mencuri dan tidak berzina dan tidak membunuh anak-anak mereka." (al-Mumtahinah: 12) Dan di antara hak anak yang harus ditunaikan oleh ayahnya, ialah memberikan nama yang baik. Seorang ayah tidak boleh memberi nama anaknya dengan nama yang dapat mengganggu perasaan anak apabila dia sudah cukup dewasa. Dan diharamkan memberi nama anaknya dengan Hamba Lain Allah misalnya: Abdun Nabi, (hamba Nabi), Abdul Masih (hamba Isa al-Masih) dan sebagainya.

Di samping itu anak juga mempunyai hak perlindungan, pendidikan dan nafkah yang samasekali tidak boleh diabaikan. Sabda Nabi: "Tiap-tiap kamu adalah pemimpin, dan tiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang yang dipimpinnya itu." (Riwayat Bukhari dan Muslim) "Cukup berdosa seseorang yang mengabaikan orang yang menjadi tanggungannya." (Riwayat Abu Daud, Nasa'i dan Hakim) "Sesungguhnya Allah akan minta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin terhadap yang dipimpinnya, apakah dia itu memperhatikan, ataukah mengabaikan, sampai pun Ia akan minta pertanggungjawaban kepada seorang laki-laki tentang keluarga rumahnya." (Riwayat Ibnu Hibban)

2. Tidak termasuk syirik karena game yang sedang dimainkan tidak dipuja-puja oleh anak tersebut, ini hanya sekedar hawa nafsu yang sulit dikontrol, tapi termasuk dosa juga karena kita cuek akan ajakan untuk melaksanakan shalat. Sesungguhnya di dunia ini tiada yang penting kecuali beramal dan beribadah dengan baik dan patut. Seringkali Manusia melewatkan semua hal - hal itu. 3. Tidak termasuk durhaka selama debatnya itu tidak berlebihan. Berikut cara berdebat yang dianjurkan dengan orang tua : - Pilih kapan harus berdebat. Seperti kata pepatah, memilih pertempuran Anda dengan bijaksana. Tahu kapan Anda harus berdebat dengan orang tua Anda atau tidak. Hal ini paling tidak bijaksana untuk masuk ke perdebatan panas ketika Anda tahu apa yang Anda katakan sama sekali tidak benar. Jika Anda terus berdebat meskipun tahu bahwa Anda salah, maka orangtua Anda mungkin tidak membawa Anda serius setiap kali Anda berbicara kepada mereka bahkan jika Anda benar. Jangan berdebat demi berdebat. - Akui bahwa Anda memahami apa yang orang tua Anda merasa. Ketika dalam diskusi dengan orang-orang Anda, pastikan bahwa Anda membiarkan mereka tahu bahwa Anda benar-benar memahami di mana mereka berasal. Hal ini penting untuk setiap orang, terutama bagi orang tua untuk tahu bahwa orang lain mengenali titik mereka mengemudi di. Dalam kasus ketika Anda tidak mendapatkan apa yang mereka coba katakan, kemudian bertanya dan menjelaskan lebih lanjut apa yang ibu atau ayahmu sedang mencoba untuk memberitahu Anda. - Sabar menunggu jawaban orang tua Anda. Tidak menunjukkan ketidaksabaran Anda atau memberitahu orang tua Anda untuk buru-buru dalam memberikan Anda sebuah tanggapan terhadap poin yang Anda buat. Jangan membuat wajah atau roll mata Anda saat Anda menunggu jawaban. Luangkan waktu untuk memikirkan apa langkah berikutnya Anda akan dalam kasus respon orang tua Anda bukanlah apa yang Anda inginkan. - Bicarakan dengan orangtua Anda cara Anda berbicara dengan guru Anda atau atasan. Pastikan bahwa semua fakta yang benar dan akurat. Anda harus terdengar cerdas dan dewasa. Jangan biarkan emosi Anda mengatasi salah Anda. Kadang-

kadang, hanya karena Anda tidak mau menerima ide orang tua Anda, Anda memiliki kecenderungan atau berteriak berteriak pada wajah mereka. Ini hanya akan menyebabkan kesalahpahaman. 4. Jelas ini merupakan syirik, karena mereka telah memuja benda lain selain Allah. Padahal sudah jelas di dalam Al-Quran bahwa Rabb kita ini hanya Allah swt.. Seperti yang sudah dijelaskan di surat Al-Ikhlas ayat 1 :

Artinya : Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.