You are on page 1of 1

PENGEMBANGAN METODE DAN KOMUNIKASI PEMBELAJARAN

Yang perlu kita ingat dan sadari bersama adalah bahwa mahasiswa bukanlah anak kecil sebagaimana siswa SD,SMP atau SMA. Mereka adalah individu yang sudah berada dalam tataran dewasa,sehingga pembelajaranyang diperuntukkan bagi mereka juga harus berbeda dengan siswa SMA ke bawah. Prinsip umum yang harus dipegang oleh seorang pendidik tingkat apa pun,mendidik dapat diibaratkan seorang petani. Apabila petani harus mampu mengenal sifat lahan,mutu benih,waktu yang tepat kapan saat menabur benih,menyiangi rumput dan memanen,maka hal yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana cara melakukan semua itu,demikian pula seseorang pendidik juga perlu mengenal unsur-unsur pendidikan,serta mampu melaksanakannya dengan benar. Mahasiswa yang sudah menginjak dewasa mempunyai sifat-sifat khusus antara lain tidak suka digurui,tetapi juga tetap mempunyai sifat-sifat yang secara umum dimiliki manusia,seperti: memiliki harga diri yang perlu dijunjung, senang bercanda serta bergembira,ingin dipuji,mempunyai rasa capai sehingga perlu beristirahat,ingin

berteman,tidak mau ketinggalan,dan lain-lain sifat sebagaimana tertera dalam teori Abraham Maslow dengan lima (atau enam) kebutuhan dasar manusia. Bertitiktolak dari hal-hal itu,agar hasil pendidikannya menyenangkan,dosen juga perlu memahami ilmu jiwa dan teori mendidik. Strategi,cara atau metode yang digunakan adalah teori orang dewasa yang biasa dikenal dengan istilah andragogi. Apabila universitas sudah menentukan mata kuliah-mata kuliah apa saja yang termauk dalam kelompok MPK,langkah berikutnya adalah menyusun silabi masing-masing mata kuliah. Oleh Depdiknas dijelaskan bahwa pendidikan tinggi adalah kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi warga masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan,teknologi dan atau kesenian (Kepmendiknas RI No.232/U/2000).