You are on page 1of 4

Abstrak Spilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang diakibatkan oleh infeksi Treponema pallidum, yang biasanya

mengenai manusia dan biasanya menginfeksi organ manusia. Infeksinya biasanya diikuti oleh infeksi PMS lainnya. Sejak satu decade yang lalu, telah dilaporkan adanya outbrake terjadinya sipilis paling banyak di eropa barat. Seperti PMS lainnya, sipilis adalah penyakit yang harus dilaporkan di eropa. Di spanyol, informasi epidemologi didapatkan melalui sistim pelaporan penyakit Negara. Dan sistim informasi mikrobiologi nasional, yang mencakup informasi dari jaringan 46 penjaga laboratorium di 12 area spanyol. PMS yang secara epidemologi terkontrol adalah gonore, sipilis dan sipilis congenital. Insiden dari penyakit tersebut dilaporkan tiap minggunya. Informasinya mencakup indikasi dari kenaikan kasus sipilis dan gonore di spanyol akir tahun ini.

Iktiar Sipilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum, bakteri spiroceta yang mengifeksi manusia dan dapat juga menyerang organ dalam. Infeksi nya biasanya diikuti oleh infeksi PMS lain. Diagnosis banding dari infeksi ini dapat ditegakkan dari gambaran klinisnya. Namun, beberapa pion harus ditanamkan terlebih dalhulu dalam pikiran. Pertama, dokter gigi yang bekerja saat ini kurang familiar dengan sipilis dibandingkan seniornya, yang saat itu bekerja saat prefalensi sipilis pada mulut masih tinggi; jadi mereka harus waspada pada lesi pada oral dan termasuk di dalamnya daftar dari differensial diagnose. Kedua, manifestasi klinis sipilis pada oral dan sistemik mungkin dapat disebabkan oleh sebab lain, dan yang ketiga, kedua manifestasi klinis tersebut dan diagnosis habitual mungkin ditutupi oleh munculnya koinfeksi dengan pathogen lain, seperti HIV. Sipilis memiliki dua manifestasi klinis : awal dan lanjut. Awal atau sifilis yang ifeksius (baru didapat atau durasi yang kurang dari 2 tahun) adalah fase yang paling menular, dan termasuk bentuk primer dan sekunder dan fase laten awal. Infeksi primer dari sipilis meuncul setelah masa inkubasi antara 1 sampai 4 minggu, biasanya ulkus berbetuk erosi, indurasi, dan tampa nyeribiasanya muncul satu-satu- dan biasanya diikuti dengan adenopati regional, multiple, membesar, kenyal, dan disecret. Terlebih lagi, sifilis primer biasanya simtomatis; lesi inisial yang muncul di genital biasanya antara 85% dari keseluruhan kasus, pada anal 10% kasus, dan orofarong 4% kasus. Setelah 4-6 minggu infeksi menyebar melalui aliran darah dan aliran limfa, memunculkan tanda dan gejala non-spesifik, mucocutaneus yang meluas dan lesi sistemik. Manifestasi klinis dari bentuk sekunder adalah polimorfi dan sifilis biasanya ditemukan lesi mucocutaneus. Plak mucosal adalah bentuk paling sering yang muncul pada sifilis oral pada fase ini; organ biasnya tidak terinfeksi. Sifilis tersier, dimana sangat jarang ditemukan, mungkin muncul 3 tahun atau

lebih setelah infeksi awal. Karakteristik dari lesi ini adalah gumma, yang muncul di rongga mulut biasanya muncul di palatum, lidah atau tonsil. Sebuah trobosan tang menentuka dalam pengobatan sifilis di buat pada yahun 1940an, dengan dikenalkanya penisilin dan sukses melakukan pencegahan yang dibawa oleh AS dan Eropa. Setelah penurunan angka yang spektakuler ini, penyakit sifilis kemballi muncul pada tahun 1960an karena kebiasaan yang di sebut three ps (permissiveness, promiscuity, dan pil) pada tahun 1970an, dengan aplikasi dari penghitungan perkiraan yang baru, prefalensi kembali turun. Sejak saat itu pada negar industry, pattern dari sifilis mendadak naik dengan jumlah penderita yang semakin banyak, diikuti dengan periode prefalensi turun pada 5-10 tahun kemudian. Pada tahun 1999, seperi yang pernah terjadi sebelumnya, rata2 yang rendah ditemukan di AS (2.5 kasus/100.000 penduduk), karena promosi pencegahan HIV. Saat ini, bagaimanapun juga, setelah control yang efektif AIDS di AS dan eropa, pengukuran pencegahan pada kebiasaan seksual menjadi lebih santai, dan akibat dari kesantaian ini, menyebabkan terjadinya outbreak dari sifilis dan PSM lainnya, terutama diantara kaum homoseksual, dimana porsi penyumbang angka penderita HIV lebih tinggi di antara yang lainnya, tanpa control yang tepat dari situasi ini, outbreak baru dari sifilis (dan HIV dan PMS lainnya) biasanya muncul di daerah industry. Usaha pencegahan yang adekuat sangat dibutuhkan. Situasi di spanyol Seperti PMS lainnya, sifilis adalah penyakit yang sangat diperhatikan di eropa. Di spanyol, didapatkan dari EDO dan SIM, dimana mencakup informasi melalui jaringan dari 46 penjaga laboratorium di 12 negara pada tiap area. PMS yang secara epidemologi di control adalah gonore, sifilis dan sifilis congenital, jumlah dari kasus di catat tiap minggunya. Informasinya termasuk menunjukkan pada beberapa tahun belakangan terdapat kenaikan kasus infeksi gonore dan sifilis yang terdapat di spanyol. Pada kenyataannya menurut catatan EDO menunjukkan bahwa kenaikan sifilis naik dari 1,69 per 100.000 kasusu pada tahun 1999 menjadi 4,38 per 100.000 kasus pada tahun 2007. Bagaimanapun juga, sejak pencatatan angka, tidak menyediakan data dari karakteristik dari kasusu yang baru, pada may 2005, sebuah lembaga yang bekerja di bidang penanggulangan PMS, membandingkan 14 pusat diagnosa dari 7 daerah di spanyol. Di California, rata2 sifilis 3.7 kasus/ 100.000 penduduk pada 2005 dan 5.2 kasus/ 100.000 penduduk pada 2006 Situasi di negara2 eropa Di daerah eropa, Di Uni Eropa, pusat-pusat referensi untuk epidemiologi surveilans penyakit menular seksual yang relatif memberikan informasi menyeluruh dan akurat tentang keadaan saat ini sifilis. Konstan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sistem pemberitahuan

Sebagai respon terhadap wabah di Eropa, ESSTI (Para Pengawasan Eropa Menular Seksual Infeksi) membentuk sebuah kelompok kerja untuk mempelajaripencegahan langkah-langkah yang digunakan melawan HIV / sifilis di MSM(laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) menunjukkan kasus sifilis menular di Uni Eropa. Kami membandingkan data epidemiologi di beberapadaerah perkotaan dengan tingkat kejadian yang tinggi di delapanEropa negara: Spanyol (Barcelona), Denmark (Kopenhagen), Belgia (Antwerpen dan Brussel), Prancis (le de Prancis dan Paris), Jerman (Frankfurt, Cologne, Berlin dan Hamburg), Republik Irlandia (Dublin), Republik Cekodan Inggris (London). Kasus sifilis didefinisikan sesuai dengan rekomendasi dari WHO dan pemerintah Eropa (20). Ini termasuk dugaan klinis diagnosis dan visualisasi langsung dari spirochetes di klinis sampel (atau lebih sering dalam tes serologi, karena Treponema pallidum tidak dapat dibudidayakan secara in vitro) (6-8,21)