You are on page 1of 30

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA AN. P DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTROENTERITIS DI RUANG NUSA INDAH RUMAH SAKIT dr. SOEPRAOEN MALANG

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. P DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTROENTERITIS DI RUANG NUSA INDAH

PRODI KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN RUMAH SAKIT dr.SOEPRAOEN MALANG

2012

TUGAS KEPEERAWATAN ANAK

LP DAN ASKEP PADA AN. P DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTROENTERITIS DI RUANG NUSA INDAH RUMAH SAKIT dr. SOEPRAOEN MALANG

DISUSUN OLEH :

  • 1. DEVI AMELIA

(10.1.005)

  • 2. EKA INDRI P.

(10.1.008)

  • 3. IRA RETNO N.

(10.1.015)

  • 4. M. ALI MUSTOFA

(10.1.027)

  • 5. RISTIN WAHYUNI

(10.1.042)

PRODI KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN RUMAH SAKIT dr.SOEPRAOEN MALANG

2012

  • A. DEFINISI

DIARE

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair atau setengah padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya, yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501).

  • B. ETIOLOGI

    • 1. Faktor Infeksi :

      • - Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio Kholera)

      • - Virus (Enterovirus)

      • - Parasit (Cacing)

      • - Kandida (Candida Albicans)

  • 2. Faktor Parentral : Infeksi di bagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak-anak).

  • 3. Faktor Malabsorbsi : Karbohidrat, lemak, protein.

  • 4. Faktor Makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang.

  • 5. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas.

C.

PATOFISIOLOGI

Faktor infeksi

F malabsorbsi

 
KH,Lemak,Protein

KH,Lemak,Protein

 
C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo

Masuk dan ber kembang dlm usus

Masuk dan ber kembang dlm usus

meningk. Tek osmo tik

meningk. Tek osmo tik

Hipersekresi air dan elektrolit

pergeseran air dan elektrolit ke rongga

(
(

isi rongga usus)

usus

C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo

F makanan

F. Psikologi

C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo

cemas

toksin tak dapat diserap

C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo
C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo

hiperperistaltik

menurunya kesempatan usus menyerap makanan

C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo
D I A R E
D I A R E

Frek. BAB meningkat

C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo

distensi abdomen

Kehilangan cairan & elekt

integritas kulit

Kehilangan cairan & elekt integritas kulit

berlebihan

perianal

Kehilangan cairan & elekt integritas kulit berlebihan perianal gg. kes. cairan & elekt As. Metabl mual,
Kehilangan cairan & elekt integritas kulit berlebihan perianal gg. kes. cairan & elekt As. Metabl mual,

gg. kes. cairan & elekt

As. Metabl

mual, muntah

 
Kehilangan cairan & elekt integritas kulit berlebihan perianal gg. kes. cairan & elekt As. Metabl mual,
Kehilangan cairan & elekt integritas kulit berlebihan perianal gg. kes. cairan & elekt As. Metabl mual,
Kehilangan cairan & elekt integritas kulit berlebihan perianal gg. kes. cairan & elekt As. Metabl mual,

Resiko hipovolemi syok

sesak

nafsu makan

Resiko hipovolemi syok sesak nafsu makan
Kehilangan cairan & elekt integritas kulit berlebihan perianal gg. kes. cairan & elekt As. Metabl mual,
Kehilangan cairan & elekt integritas kulit berlebihan perianal gg. kes. cairan & elekt As. Metabl mual,

Gang. Oksigenasi

BB menurun

C. PATOFISIOLOGI Faktor infeksi F malabsorbsi KH,Lemak,Protein Masuk dan ber kembang dlm usus meningk. Tek osmo

Gangg. Tumbang

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

  • 1. Identitas Perlu diperhatikan adalah usia. Episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi adalah golongan umur 6-11 bulan. Kebanyakan kuman usus merangsang kekebalan terhadap infeksi, hal ini membantu menjelaskan penurunan insiden penyakit pada anak yang lebih besar. Pada umur 2 tahun atau lebih imunitas aktif mulai terbentuk. Kebanyakan kasus karena infeksi usus asimptomatik dan kuman enterik menyebar terutama klien tidak menyadari adanya infeksi. Status ekonomi juga berpengaruh terutama dilihat dari pola makan dan perawatannya .

  • 2. Keluhan Utama BAB lebih dari 3 x

  • 3. Riwayat Penyakit Sekarang BAB warna kuning kehijauan, bercampur lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu pengeluaran : 3- 5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari ( diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).

  • 4. Riwayat Penyakit Dahulu Pernah mengalami diare sebelumnya, pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit), alergi makanan, ISPA, ISK, OMA campak.

  • 5. Riwayat Nutrisi Pada anak usia toddler makanan yang diberikan seperti pada orang dewasa, porsi yang diberikan 3 kali setiap hari dengan tambahan buah dan susu. Kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan,. Cara pengelolahan makanan yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan, kebiasan cuci tangan.

  • 6. Riwayat Kesehatan Keluarga Ada salah satu keluarga yang mengalami diare.

  • 7. Riwayat Kesehatan Lingkungan Penyimpanan makanan pada suhu kamar, kurang menjaga kebersihan, lingkungan tempat tinggal.

8.

Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan

  • a. Pertumbuhan Kenaikan BB karena umur 1 –3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg), PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun. Kenaikan lingkar kepala : 12 cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya. Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 – 16 buah Erupsi gigi : geraham pertama menyusul gigi taring.

o

o

o

o

  • b. Perkembangan Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud.

o

Fase anal :

o

Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido, mulai menunjukan kelakuannya, cinta diri sendiri atau egoistik, mulai kenal dengan tubuhnya, tugas utamanya adalah latihan kebersihan, perkembangan bicara dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana, hubungan interpersonal, bermain). Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson.

Autonomy vs Shame and doundt

o

Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh dari kemampuannya untuk mandiri (tak tergantung). Melalui dorongan orang tua untuk makan, berpakaian, BAB sendiri, jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak. Gerakan kasar dan halus, bicara, bahasa dan kecerdasan, bergaul

dan mandiri : Umur 2-3 tahun :

1. Berdiri dengan satu kaki tampa berpegangan sedikitpun 2 hitungan (GK)

  • 2. Meniru membuat garis lurus (GH)

3.

Menyatakan keinginan

sedikitnya dengan dua kata (BBK)

  • 4. Melepas pakaian sendiri (BM)

  • 9. Pemeriksaan Fisik

    • a. Pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil, lingkar kepala, lingkar abdomen membesar.

    • b. Keadaan umum : klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.

    • c. Kepala : ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1 tahun lebih.

    • d. Mata : cekung, kering, sangat cekung

    • e. Sistem pencernaan : mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltik meningkat > 35 x/mnt, nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus, minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum

    • f. Sistem Pernafasan : dispnea, pernafasan cepat > 40 x/mnt karena asidosis metabolik (kontraksi otot pernafasan)

    • g. Sistem Kardiovaskuler : nadi cepat > 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang .

    • h. Sistem Integumen : warna kulit pucat, turgor menurun > 2 dt,

suhu meningkat > 37 5 0 C, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary refill time memajang > 2 dt, kemerahan pada daerah perianal.

  • i. Sistem perkemihan : urin produksi oliguria sampai anuria (200- 400 ml/ 24 jam ), frekuensi berkurang dari sebelum sakit.

  • j. Dampak hospitalisasi : semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian menerima.

10. Pemeriksaan Penunjang 1) Laboratorium :

Feses kultur : Bakteri, virus, parasit, candida

Serum elektrolit : Hiponatremi, Hipernatremi, hipokalemi

AGD : asidosis metabolic ( Ph menurun, pO2 meningkat,

pcO2 meningkat, HCO3 menurun ) Faal ginjal : UC meningkat (GGA)

2) Radiologi : mungkin ditemukan bronchopemoni

PENATALAKSANAAN DIARE

Rehidrasi

1.

Jenis cairan

 

1)

Cara rehidrasi oral Formula lengkap (NaCl, NaHCO 3 , KCl dan Glukosa) seperti

o

2)

oralit, pedyalit setiap kali diare. Formula sederhana ( NaCl dan sukrosa) Cara parenteral

o

 
 

o

Cairan I

: RL dan NS

 

o

Cairan II : D 5 ¼ salin,nabic. KCL

 

D5 : RL = 4 : 1

+ KCL

 

D5 + 6 cc NaCl 15 % + Nabic (7 mEq/lt) + KCL

 

o

HSD (half strengh darrow) D ½ diare usia > 3 bulan.

2,5 NS cairan khusus pada

  • 2. Jalan pemberian

 
 

1)

Oral (dehidrasi sedang, anak mau minum, kesadaran baik)

 

2)

Intra

gastric

(

bila

anak

tak

mau

minum,makan,

kesadran

 

menurun)

  • 3. Jumlah Cairan ; tergantung pada :

1)

Defisit ( derajat dehidrasi)

2)

Kehilangan sesaat (concurrent less)

3)

Rumatan (maintenance).

  • 4. Jadwal / kecepatan cairan

badanya kurang lebih 13 kg ,maka pemberianya adalah :

o

BB (kg) x 50 cc

o

BB (kg) x 10 – 20 = 130 – 260 cc setiap diare = 1 gls.

2)

Terapi standar pada anak dengan diare sedang :

+ 50 cc/kg/3 jam atau 5 tetes/kg/mnt

TERAPI

  • 1. Obat anti sekresi : Asetosal, 25 mg/hari dengan dosis minimal 30 mg klorpromazine 0,5 – 1 mg / kg BB/hari

  • 2. Obat anti spasmotik : Papaverin, opium, loperamide

  • 3. Antibiotik : bila penyebab jelas, ada penyakit penyerta

Dietetik

  • a. Umur > 1 tahun dengan BB>7 kg, makanan padat / makanan cair atau susu

  • b. Dalam keadaan malbasorbsi berat serta alergi protein susu sapi dapat diberi elemen atau semi elemental formula.

Supportif Vitamin A 200.000. IU/IM, usia 1 – 5 tahun

DIAGNOSA KEPERAWATAN

  • 1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang.

  • 2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare.

  • 3. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi sekunder terhadap diare.

  • 4. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare.

  • 5. Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus.

  • 6. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive

INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa 1:

Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare. Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam keseimbangan dan elektrolit dipertahankan secara maksimal

Kriteria hasil :

o

Tanda vital dalam batas normal (N: 120-60 x/mnt, S: 36-37,5 0 C,

RR : < 40 x/mnt ) o Turgor elastik , membran mukosa bibir basah, mata tidak cowong, UUB tidak cekung. Konsistensi BAB lembek, frekwensi 1 kali perhari. Intervensi :

o

1) Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit R/ Penurunan sisrkulasi volume cairan menyebabkan kekeringan mukosa dan pemekatan urin. Deteksi dini memungkinkan terapi

2)

pergantian cairan segera untuk memperbaiki defisit Pantau intake dan output

3)

R/ Dehidrasi dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus membuat keluaran tak aadekuat untuk membersihkan sisa metabolisme. Timbang berat badan setiap hari

4)

R/ Mendeteksi kehilangan cairan , penurunan 1 kg BB sama dengan kehilangan cairan 1 lt Anjurkan keluarga untuk memberi minum banyak pada kien, 2-3 lt/hr

5)

R/ Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang secara oral Kolaborasi :

  • - Pemeriksaan laboratorium serum elektrolit (Na, K,Ca, BUN) R/ koreksi keseimbangan cairan dan elektrolit, BUN untuk mengetahui faal ginjal (kompensasi).

  • - Cairan parenteral ( IV line ) sesuai dengan umur R/ Mengganti cairan dan elektrolit secara adekuat dan cepat.

  • - Obat-obatan : (antisekresin, antispasmolitik, antibiotik) R/ anti sekresi untuk menurunkan sekresi cairan dan elektrolit agar seimbang, antispasmolitik untuk proses absorbsi normal, antibiotik sebagai anti bakteri berspektrum luas untuk menghambat endotoksin.

Diagnosa 2 :

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya intake dan out put Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan perawatan selama di Rumah Sakit kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria :

  • - Nafsu makan meningkat

  • - BB meningkat atau normal sesuai umur

Intervensi :

1) Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat

tinggi, berlemak dan air terlalu panas atau dingin) R/ Serat tinggi, lemak,air terlalu panas atau dingin dapat merangsang mengiritasi lambung dan saluran usus.

2) Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau yang tak sedap atau sampah, sajikan makanan dalam keadaan hangat R/ situasi yang nyaman, rileks akan merangsang nafsu makan.

3)

Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan

4)

R/ Mengurangi pemakaian energi yang berlebihan Monitor intake dan out put dalam 24 jam

5)

R/ Mengetahui jumlah output dapat merencanakan jumlah makanan. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain :

  • a. Terapi gizi : Diet TKTP rendah serat, susu

  • b. Obat-obatan atau vitamin ( A) R/ Mengandung zat yang diperlukan , untuk proses pertumbuhan

Diagnosa 3 :

Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi dampak sekunder dari diare Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3x 24 jam tidak terjadi peningkatan suhu tubuh Kriteria hasil :

  • - Suhu tubuh dalam batas normal ( 36-37,5 C)

  • - Tidak terdapat tanda infeksi (rubor, dolor, kalor, tumor, fungtio leisa) Intervensi :

1)

Monitor suhu tubuh setiap 2 jam

2)

R/ Deteksi dini terjadinya perubahan abnormal fungsi tubuh ( adanya infeksi) Berikan kompres hangat

3)

R/ merangsang pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh Kolaborasi pemberian antipirektik

R/ Merangsang pusat pengatur panas di otak

Diagnosa 4 :

Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan peningkatan frekwensi BAB (diare)

Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama di rumah sakit integritas kulit tidak terganggu Kriteria hasil :

  • - Tidak terjadi iritasi : kemerahan, lecet, kebersihan terjaga

  • - Keluarga mampu mendemontrasikan perawatan perianal dengan baik dan benar Intervensi :

1)

Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur

R/ Kebersihan mencegah perkembang biakan kuman 2) Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila

3)

basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya) R/ Mencegah terjadinya iritasi kulit yang tak diharapkan oleh karena kelembaban dan keasaman feces Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam R/ Melancarkan vaskularisasi, mengurangi penekanan yang lama sehingga tak terjadi iskemi dan irirtasi .

Diagnosa 5 :

Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3 x 24 jam, klien mampu beradaptasi

Kriteria hasil :

Mau menerima tindakan perawatan, klien tampak tenang dan tidak rewel Intervensi :

1)

Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan perawatan

2)

R/ Pendekatan awal pada anak melalui ibu atau keluarga Hindari persepsi yang salah pada perawat dan RS

R/ mengurangi rasa takut anak terhadap perawat dan lingkungan RS 3) Berikan pujian jika klien mau diberikan tindakan perawatan dan pengobatan R/ menambah rasa percaya diri anak akan keberanian dan kemampuannya 4) Lakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal (sentuhan, belaian dll) R/ Kasih sayang serta pengenalan diri perawat akan menunbuhkan rasa aman pada klien.

5)

Berikan mainan sebagai rangsang sensori anak

DAFTAR PUSTAKA

Bates. B, 1995. Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan. Ed 2. EGC. Jakarta

Carpenitto.LJ. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Ed 6. EGC. Jakarta. Lab/ UPF IKA, 1994. Pedoman Diagnosa dan Terapi . RSUD Dr. Soetomo. Surabaya. Markum.AH. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak sakit. EGC. Jakarta Soetjiningsih, 1995. Tumbuh Kembang Anak. EGC. Jakarta Suryanah,2000. Keperawatan Anak. EGC. Jakarta Doengoes,2000. Asuhan Keperawatan Maternal/ Bayi. EGC. Jakarta

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. P DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTROENTERITIS DI RUANG NUSA INDAH RUMAH SAKIT dr. SOEPRAOEN MALANG

Tanggal dikaji

Tanggal MRS

No. Register

Dx. Medis

: 26 Maret 2012

: 25 Maret 2012

: 111193

: Gastroenteritis

A.

BIODATA

Nama

Jenis kelamin Tempat tanggal lahir: - Umur Anak ke Nama ayah Nama ibu Pekerjaan ayah Pekerjaan ibu Agama Suku bangsa

: An. P : Perempuan

: 2 tahun : 3 (tiga) : Tn. E : Ny. S : TNI AD : Ibu Rumah Tangga : Islam : Jawa

Alamat

: Bandulan Gg. 8 RT 1/RW 06 Malang Sumber rujukan / informasi : Ibu klien

B.

RIWAYAT SEKARANG

  • 1. Keluhan Utama

- Saat MRS

:

Ibu klien mengatakan bahwa klien mual, muntah 2x, diare encer lebih dari 3x

sehari disertai panas dan badan lemah.

  • - Saat Pengkajian

:

Ibu klien mengatakan bahwa klien masih diare, badan panas dan lemah, mual

tapi sudah tidak muntah.

  • 2. Riwayat Penyakit Sekarang : Ibu pasien mengatakan pada tanggal 25 Maret 2012, klien mengalami mual disertai muntah sebanyak 2x, diare lebih dari 3x sehari, badan pasien panas dan lemah dan raut wajah pucat, kemudian klien dibawa ke UGD Rumkit dr. Soepraoen untuk diperikasa dan di UGD disarankan untuk rawat inap di ruang Nusa Indah.

  • C. RIWAYAT KELAHIRAN

 

-

PRENATAL

  • 1. Usia kehamilan

 

:

 

9 bulan 15 hari

 
  • 2. Masalah selama hamil

:

 

Saat

kehamilan

ibu

klien

tidak

mengalami

muntah-muntah

pada

awal

 

kehamilan.

 

-

PERINATAL

  • 1. Proses kelahiran normal

 

:

  • 2. BB/PB lahir 3kg/50 cm

:

  • 3. Masalah/komplikasi kelahiran :

 
 

Saat kelahiran tidak ada masalah bayi langsung menangis setelah lahir

 

D.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

 
  • 1. Penyakit sebelumnya :

 
 

Ibu klien mengatakan tidak pernah sakit parah hingga masuk dirumah sakit, anaknya hanya sering sakit ringan seperti batuk, pilek, dan demam

  • 2. Obat-obatan

 

:

 

Ibu klien mengatakn klien belum mengonsumsi obat

 
  • 3. Tindakan operasi/riwayat cedera:

 
 

-

4.

Imunisasi Ibu mengatakan klien rutin mengikuti imunisasi dan imunisasi lengkap ( DPT,

:

BCG, POLIO, dan Campak ). Tapi ibu tidak dapat menunjukkan tanggal pelaksanaan imunisasi buku KIA,karena tidak dibawa ke RS

  • E. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA Ibu klien mengatakan bahwa di dalam keluarganya tidak ada yang mengalami

penyakit menular seperti hepatitis, TBC dan penyakit menurun Diabetes Melitus, Hipertensi

  • F. RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

1.

Pertumbuhan

BB/TB

: 10,5 kg/ 80 cm

-

LLA

:

Lkep

: 48 cm

-

LD

:

2.

Perkembangan

Personal social

:

Ibu klien mengatakan bahwa anak sudah dapat menyikat gigi, memakai dan

melepaskan pakaian Motorik halus

:

Ibu klien mengatakan klien sudah dapat berjalan, menumpuk 4 mainan Bahasa

:

Ibu klien mengatakan sudah bisa menunjuk gambar, kata, nenunjuk beberapa bagian tubuh Motorik kasar

:

menggabung beberapa

Ibu klien mengatakan bahwa klien sudah bisa menendang bola

GENOGRAM 4 42 1 17 11 2 Keterangan :
GENOGRAM
4
42
1
17
11
2
Keterangan :
  • : sudah meninggal

: perempuan : laki-laki
: perempuan
: laki-laki
  • : tinggal serumah

GENOGRAM 4 42 1 17 11 2 Keterangan : : sudah meninggal : perempuan : laki-laki
  • : klien

  • G. POLA KEBIASAN SEHARI-HARI DIRUMAH DAN DIRUMAH SAKIT

NO

KEBIASAAN

 

DI RUMAH

DI RUMAH SAKIT

   

Ibu

kx

mengatakan

Ibu kx mengatakan bahwa

bahwa kx makan 3x

selama dirawat kx tidak

sehari dengan

menu

4

mau makan sama sekali diet

1

Makan

sehat 5 sempurna dengan

yang disajikan di rumah

komposisi

nasi,

soto,

sakit dengan komposisi

sayur, ikan, tempe.

 

nasi, lauk, sayur, buah.

   

Ibu

kx mengatakan

Ibu kx mengatakan bahwa

bahwa kx

minum

air

kx minum teh manis dan air

putih 2 gelas per hari dan

putih dengan frekuensi

  • 2 Minum

ASI 6x per hari.

 

meningkat juga jumlah meningkat.

   

Ibu

kx

mengatakan

kx

Ibu kx mengatakan kx BAB

BAB 3x

sehari

dengan

lebih dari 3x dengan

konsistensi

lunak,

bau

konsistensi cair atau encer

  • 3 Eliminasi BAB

khas

feses,

warna

warna bening kesulitan sulit

kuning.

 

untuk menahan upaya menagani dengan obat dan oralit.

   

Ibu

kx mengatakan kx

Ibu kx mengatakan BAK

BAK 5x sehari warna

tidak

dapat

dievaluasi

  • 4 kuning bau

Eliminasi BAK

khas

urine

karena kx menggunakan

dan kesulitan tidak ada saat BAK.

pampers.

   

Ibu

kx

mengatakan

Ibu kx mengatakan bahwa

bahwa kx

biasa

tidur

kx tidak teratur tidurnya

  • 5 Istirahat/tidur

siang

3

jam/hari

dan

karena sering terbangun.

tidur malam 11 jam/hari.

   

Ibu

kx

mengatakan

Ibu kx mengatakan

bahwa

bahwa

kx dapat

aktifitas

mobilisasi kx

melakukan

aktifitas

mengalami penurunan.

 
  • 6 Aktifitas

berpakaian

mobilitas di

 

TT

berpindah

dan

berjalan dengan mandiri.

   

Ibu

kx

mengatakan

Ibu

kx

mengatakan kx

bahwa kx ke

toilet

jika

memakai pampers sehingga

ingin BAB dan BAK.

kx BAB

dan BAK di

7

Lain-lain

 

pampers.

H. PEMERIKSAAN FISIK

  • 1. Keadaan umum

 

Kesadaran

: Compos mentis

-

Status gizi

:

  • 2. Tanda vital

TD

: 90/60 mmHg

Nadi

: 100

x/mnt

RR

: 24

x/mnt

Suhu

: 37 º

C

  • 3. Sistem integument (kulit,rambut,kuku)

Kulit

: tugor kulit kembali < 3 detik

Rambut

: persebaran rambut merata,bersih,warna hitam

Kuku

: normal, keadaan kuku bersih

  • 4. Kepala dan leher

 

Kepala

: simetris, ubun-ubun tidak cekung

Mata

: bentuk simetris, konjungtiva tak anemis, mata cowong

Hidung

: bentuk simetris, tidak ada pernapasan cuping hidung,

hidung keadaan kotor

 

Telinga

: bentuk simetris, bersih, tidak ada lesi

Mulut

: tidak ada luka,mukosa bibir kering

Leher

: bentuk simetris,tidak ada peningkatan JVP

  • 5. Sistem Respirasi

Inpeksi: bentuk simetris, gerak pernapasan tidak teratur

Palpasi

: tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada krepitasi

Perkusi

: suara paru resonan (+/+)

Auskultasi

: tidak ada suara tambahan

6.

Sistem Kardiovaskuler

Inpeksi: tidak tampak pulsasi Palpasi : ictus cordis teraba pada ICS IV mid clavikula line sinistra Perkusi: batas jantung kanan ICS IV mid clavikula sinistra terdengar keredupan batas jantung atas ICS II mid clavikula sinistra terdengar keredupan Auskultasi : BJ I terdengar Lup pada ICS IV (trikuspid) BJ I terdengar Lup pada ICS V (mitral) BJ II terdengar Dup pada ICS II kanan (aorta) BJ II terdengar Dup pada ICS II kiri (pulmonal)

  • 7. Sistem Persyarafan GCS (Gaslow Coma Scale)

4/5/6

  • 1 : kx tidak membuka mata secara spontan

  • 1 : kx tidak dapat berorientasi dengan baik

  • 1 : kx tidak dapat mengikuti perintah dengan baik

  • 8. Sistem Pencernaan

Inspeksi : tidak terdapat benjolan, tidak ada lesi Auskultasi : bising usus 14x/menit Perkusi: bunyi abdomen hipertympani

Palpasi

: tidak terdapat massa, terdapat distensi abdomen

  • I. PEMERIKSAAN PENUNJANG

    • 1. Pemeriksaan laboratorium :

NO.

JENIS PEMERIKSAAN

NILAI NORMAL

HASIL

_

_

_

_

  • 2. Pemeriksaan lain (foto rontgent, usg, EEG, MRI, CT Sceaning, dsb) :
    -

J.

TERAPI

  • - Infus KAEN 3B

1000cc/24 jam

  • - Ceftriaxon

2x500gr

  • - Ondansenton

3x1 mg

  • - L bio

1x1 sachet

  • - Zink

2x20mg

  • - Paracetamol

k/p

ANALISA DATA

Nama

: An. P

Umur

: 2 th

No. Reg

: 111193

NO.

 

TGL/JAM

 

DATA

MASALAH

 

KEMUKINAN

PENUNJANG

 

PENYEBAB

1.

 
  • 26 Maret 2012/

DS

:

ibu

klien

Kekurangan volune

Kehilangan

09.00

mengatakan klien bab

cairan

volume

cairan

>3x

sehari

dengan

akibat diare

konsitensi encer

Klien

sering

minta

minum

 

DO : kx BAB >3x sehari,konstitensi

encer,

mata

cowong,

mukosa bibir kering

2.

  • 26 Maret 2012/

DS : ibu mengatakan

Ketidakseimbangan

Anoreksia

09.00

kx tidak mau makan

nutrisi

kurang

dari

sama sekali, kx hanya mau minum ASI DO : BB turun 1,5 kg Kx terlihat lemah Makanan dari RS tidak pernah dimakan.

kebutuhan tubuh

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama

: An. P

Umur

: 2 th

No. Reg

: 111193

NO.

TGL

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TGL

T.T

MUNCUL

TERATASI

1.

26

Maret

Kekurangan volume cairan

   

2012/

berhungan dengan Kehilangan

09.00

volume cairan akibat diare Ditandai dengan DS: ibu klien mengatakan klien bab >3x sehari dengan konsitensi encer Klien sering minta minum DO : kx BAB >3x sehari ,konstitensi encer, mata cowong, mukosa bibir kering

2.

26

Maret

Ketidakseimbangan nutrisi kurang

2012/

dari kebutuhan tubuh berhungan

09.00

dengan anoreksia DS : ibu mengatakan anak tidak mau makan sama sekali, kx hanya mau minum ASI DO : BB turun 1,5 kg Kx terlihat lemah Makanan dari RS tidak pernah dimakan

PERENCANAAN

Nama

: An. P

No. Reg : 111193

Umur

: 2th

Dx. Medis

: Gastroentitris

NO

 

DIAGNOSA

 

PERENCANAN

KEPERAWATAN

TUJUAN

 

INTERVENSI

RASIONAL

1

Kekurangan volume cairan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan

  • 1. Lakukan BHSP

  • 1. Klien kurang kooperatif

berhungan dengan Kehilangan volume cairan akibat diare

selama 24 jam defisit volume cairan teratasi dengan kriteria hasil :

  • 2. Kaji Frekuensi, Konsitensi, feces yang keluar

  • 2. Mengetahui tingkat dehidrasi

Mempertahankan

urine

output

sesuai

  • 3. Observasi TTV

  • 3. Memantau perkembangan klien

dengan usia dan BB

  • 4. Anjurkan klien untuk banyak minum

  • 4. Mengganti cairan yang hilang

TTV dalam keadaan normal

  • 5. Monitoring tanda-tanda dehidrasi

  • 5. Mengetahui tingkat dehidrasi

Tidak ada tanda dehidrasi Turgor kulit kembali dalam 3 dtk

  • 6. Anjurkan klien tidak makan makanan yang dapat menimbulkan diare

  • 6. Mencegah timbulkan diare

 
  • 7. Kolaborasi dengan tim medis

  • 7. Mendapatkan terapi yang sesuai

Ketidakseimbangan nutrisi

1. Klien kurang kooperatif

2.

kurang dari kebutuhan tubuh

Setelah dilakukan tindakan keperawatan

  • 1. BHSP

  • 2. Mengetahui tingkat nutrisi klien

berhubungan dengan anoreksia

selama 24 jam kebutuhan nutrisi klien teratasi dengan kriteria hasil :

  • 2. Kaji Pemenuhan Nutrisi

  • 3. Memotivasi untuk meningkatkan pemenuhan

BB klien seimbang dengan usianya

  • 3. Jelaskan pentingnya pemenuhan

nutrisi

Klien terlihat segar

nutrisi bagi klien

  • 4. Meningkatkan napsu makan

 
  • 5. Meningkatkan napsu makan

  • 4. Berikan makanan semenarik mungkin

  • 6. Meningkatkan napsu makan

  • 5. Berikan makan dalam keadaan hangat

  • 7. Mengetahui diit yang sesuai

  • 6. Beri makan sedikit tapi sering

  • 8. Mendapatkan terapi yang sesuai

  • 7. Kolaborasikan dengan tim gizi

  • 8. Kolaborasikan dengan dokter

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Nama

: An. P

 

No. Reg : 111193

Umur

: 2th

 

Dx. Medis

: Gastroentitris

 

NO

TGL.

NO. DX

JAM

TINDAKAN KEPERAWATAN

 

EVALUASI

T.T

1.

26

I

11.00

     

Maret

  • 1. Melakukan observasi TTV

1.

Hasil TTV

2012

TD : tidak terkaji

RR : 25x/menit

S

: 37,5 c

N

: 84x/ menit

11.15

  • 2. Melakukan observasi Status Dehidrasi

2.

Turgor kembali 3dtk,

mukosa bibir lembab

11.20

  • 3. Melakukan observasi input dan output cairan

3.

Klien minum air putih 500cc,

infuse selama MRS 3 flash

11.30

  • 4. Menganjurkan keluarga untuk memberikan asupan oral yang adekuat

4.

Klien tidak mau makan,hanya minum ASI

12.00

  • 5. Melakukan kolaborasi dengan tim medis

5.

Klien mendapat terapi L bio

2.

26

II

11.00

  • 1. Melakukan BHSP

  • 1. Klien kurang kooperatif

 

Maret

11.15

  • 2. Melakukan pengkajian input makan klien

  • 2. Klien sudah mau makan

2012

biskuit

11.20

  • 3. Memonitor mual muntah

  • 3. Klien tadi pagi muntah sebanyak 1x

11.30

  • 4. Menganjurkan makan sedikit tapi sering

  • 4. Klien tidak mau makan yang disediakan RS

11.30

  • 5. Menganjurkan makan makanan yang hangat

  • 5. Klien tidak mau makan yang disediakan RS

11.30

  • 6. Memberi makanan semenarik mungkin

  • 6. Klien tidak mau makan yang disediakan RS

12.00

  • 7. Melakukan kolaborasi dengan tim gizi

  • 7. Klien mendapatkan diit rendah serat

12.00

  • 8. Melakukan kolaborasi dengan tim medis

  • 8. Klien mendapatkan terapi

  • - 1000cc/24

Infus KAEN 3B jam

Ceftriaxon

  • - 2x500gr

Ondansenton

  • - 3x1 mg

  • - 1x1 sachet

L bio

Zink

  • - 2x20mg

  • - k/p

Paracetamol

CATATAN PERKEMBANGAN

Nama

: An. P

 

Umur

: 2 th

No. Reg

: 111193

NO. DX

TGL/JAM

CATATAN PERKEMBANGAN

TTD.

I

27

Maret

S : Ibu kx mengatakan bahwa BAB kx

 

2012/

sudah berkurang menjadi 2x dalam

13.00

sehari. O :

  • - Kx tampak BAB 2x sehari

  • - Mata kx tampak cowong, Mukosa bibir kering

  • - TTV :

TD = tidak terkaji, RR = 25x/menit, S

= 37,5 C, N = 84x/ menit A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi no. 2,3,4,5,6

II

27

Maret

S : Ibu kx mengatakan bahwa kx masih

2012/

tidak mau makan

13.00

O :

  • - Kx tampak lemah, tidak mau makan

  • - Mukosa bibir kering

  • - TTV :

TD = tidak terkaji, RR = 25x/menit, S = 37,5 C, N = 84x/ menit A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi no. 2,3,4,5,6,8