You are on page 1of 1

Potensi Pemanfaatan Flavonoid Limbah Kulit Kakao (Theobroma cacao L.

) Sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Permen Antikariogenik

Dio Ariestanto L, Lutfan Muhammad, Yusnida Furoida Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Jember sebagai salah satu wilayah penghasil kakao di Indonesia yang memiliki potensi pengembangan produk berbahan kakao maupun limbah pengolahan kakao. Jumlah limbah kulit kakao akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya konsumsi kakao dunia. Kulit kakao adalah salah satu limbah dari pengolahan kakao yaitu 75% dari berat kakao secara keseluruhan yang didalamnya mengandung flavonoid. Kandungan flavonoid bermanfaat bagi kesehatan rongga mulut karena memiliki peran sebagai antibakteri penyebab karies gigi. Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dominan di negara Indonesia. Prevalensi Nasional karies aktif umur 12 tahun ke atas adalah 46,5%. Salah satu penyebab tingginya karies adalah kegemaran anak-anak mengkonsumsi makanan yang manis, terutama permen. Kajian ini merupakan studi literatur yang membahas tentang potensi pemanfaatan flavonoid limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) sebagai bahan tambahan pembuatan permen antikariogenik. Mekanisme kerjanya meliputi pengaktifan enzim tertentu, denaturasi protein, mengubah permeabilitas membran sel bakteri, interkalasi ke dalam DNA dan pembentukan kelat. Hasil dari mekanisme tersebut menyebabkan terganggunya fungsi fisiologis dari bakteri sehingga mengalami kematian. Pemanfaatan flavonoid pada kulit kakao sebagai bahan pembuatan produk olahan permen merupakan salah satu usaha alternatif yang tepat dalam mengembangkan teknologi pangan dan teknologi kedokteran gigi yang bermanfaat untuk pencegahan karies gigi.

Keyword: Kulit kakao, flavonoid, antikariogenik