You are on page 1of 2

ABSTRACT

Inflammation is the response of the body in case of a wound on the tissues caused by bacteria, chemicals, heat, or other phenomena. Guava is rich in vitamin C. The contents of vitamin c in guavas is four times the contents of vitamin C in oranges. In addition to vitamin C, in the fruit and leaf of the guava also contained flavonoid compounds. This compound participate in the healing process, antiinflammatory and hemostatic agent. Utilisation of guava fruit is expected to improve the healing process of wounds in gingiva, therefore need a research to find out the difference of guava fruit ectracts with guava leaf extracts (Psidium guajava Linn.) against wound healing process of the gingiva in male white rats (Ratstus norvegicus). The design of this research is experimental laboratsoris in vivo on 30 male white rats (Ratstus norvegicus), its divided into 3 groups, consists of a control groups, leaf groups and fruit groups. Instrument that are used in this research is consist of the tools and materials used in the research. The data then divided into groups and processed by using a particular table according to the caracteristic and category. Data analysis used in this research is the One way Anova (parametric test). The number of samples used in this reseach less than 50(30), so the normality test using Shapiro-Wilk. The result of One Way Anova test shown that the value (p) = 0.000 (p<0.005) so that it can be concluded that there is a significant difference between treatment groupss. The result in Post Hoc Test can be concluded that there is no significant difference in the number of fibroblasts production between negative control groups with leaf treatment groups because it shown the value (p) = 0.737 (p>0.05), while between the negative control groups and fruit treatment groups shown there is a significant difference in the number of fibroblasts production value (p) = 0.000 (p<0.05). There is a difference of the number of fibroblast between the leaf treatment groups with fruit treatment groups, the value (p) = 0.000 (p<0.05). The conclusions of this research are guava fruit extract (Psidium guajava Linn.) had better gingival wound healing effectiveness compared to guava leaf extract (Psidium guajava Linn.) in the wound healing process in the gingiva of white male rats (Ratstus norvegicus).

Keyword: Psidium guajava Linn., Gingival Wound

INTISARI

Inflamasi merupakan respon dari tubuh apabila terjadi luka pada jaringan yang disebabkan oleh bakteri, bahan kimia, panas, atau fenomena lainnya. Jambu biji kaya akan vitamin C. Kandungan vitamin C buah jambu biji empat kali jumlah kandungan vitamin C dalam buah jeruk. Selain vitamin C, di dalam buah dan daun jambu biji juga terkandung senyawa flavonoid. Senyawa ini berperan dalam proses pengobatan, antiinflamasi dan agen hemostasis. Pemanfaatan buah jambu biji diharapkan dapat meningkatkan proses penyembuhan luka gingiva, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan ekstrak buah dengan daun jambu biji (Psidium guajava Linn.) terhadap proses penyembuhan luka gingiva pada tikus putih (Ratstus norvegicus) jantan. Desain penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan eksperimental laboratsoris in vivo pada tikus (Ratstus norvegicus) jantan sejumlah 30 ekor, yang terbagi menjadi 3 kelompok, dan terdiri dari kelompok kontrol, kelompok daun dan kelompok buah. Instrument penelitian yang digunakan adalah berupa alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan dan diproses dengan menggunakan tabel tertentu menurut sifat dan kategorinya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah One way Anova (uji parametrik) satu jalur. Jumlah sampel penelitian kurang dari 50 (30), jadi uji normalitas data dengan menggunakan Shapiro Wilk. Hasil analisis uji One Way Anova dapat dilihat bahwa nilai (p)= 0.000 (p<0.005) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Hasil uji Post Hoc Test disimpulkan tidak ada perbedaan jumlah fibroblas yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan dengan daun karena menunjukkan nilai (p)= 0.737 (p>0.05) sedangkan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan dengan buah menunjukkan terdapat perbedaan jumlah fibroblas yang signifikan nilai (p)= 0.000 (p<0.05). Ada perbedaan jumlah fibroblast antara kelompok perlakuan dengan daun dan kelompok perlakuan dengan buah menunjukkan nilai (p)= 0.000 (p<0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak jambu biji (Psidium guajava Linn.) memiliki efektivitas penyembuhan luka gingiva lebih baik dibandingkan dengan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn.) pada proses penyembuhan luka gingiva pada tikus putih jantan (Ratstus norvegicus).

Kata kunci: Psidium guajava Linn., Luka Gingiva