You are on page 1of 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi dan juga diterapkannya standar emisi EURO 2 pada tahun 2007, produsen kendaraan berlomba lomba untuk mengembangkan teknologinya masing masing. Banyak usaha telah dilakukan untuk mendapatkan performa engine yang lebih baik serta emisi gas buang yang ramah terhadap lingkungan. Salah satunya adalah pengembangan dalam sistem pembakaran yang dimana engine pada kendaraan memiliki tingkat rasio kompresi yang tinggi sehingga memerlukan jenis bahan bakar yang handal agar menghasilkan performa yang maksimal. Pemilihan jenis bahan bakar yang tidak sesuai, akan mengakibatkan proses pembakaran tidak sempurna dan mengakibatkan engine dapat tidak bekerja pada kondisi yang seharusnya. Hal ini tentu saja mempunyai efek yang negatif baik terhadap kondisi engine dan emisi gas buang yang dihasilkan. Pertamina Premium adalah satu satunya bahan bakar motor bensin yang disubsidi oleh pemerintah. Harganya yang murah membuatnya diminati hampir semua kalangan pengguna kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun tentu saja kualitas yang didapatkan sesuai dengan harga yang diberikan. Premium mempunyai bilangan oktan terendah diantara bahan bakar lainnya. Oleh karena itu hal itu tentu saja mempunyai pengaruh yang negatif terhadap engine dengan teknologi terbaru dan juga berkompresi tinggi. Dewasa ini orang berupaya untuk meningkatkan kualitas dari bahan bakar premium yang digunakan. Dengan bahan bakar yang baik pembakaran akan berjalan dengan sempurna. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas bahan bakar premium adalah dengan menambah zat aditif. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif pada bahan bakar terhadap unjuk kerja engine bensin. Sehingga dari

pengujian yang dilakukan ini dapat diperoleh data-data mengenai perubahan unjuk kerja dari engine bensin dengan beberapa variasi penambahan zat aditif pada bahan bakar serta campuran yang ideal antara bahan bakar dan aditif sehingga didapatkan unjuk kerja maksimal. Tujuan dan manfaat penulisan proposal ini adalah : Untuk mendapatkan perbandingan antara penggunaan bensin murni dengan penggunaan bensin yang dicampur Zat Adiktif (Merek-X) Manfaat : a. hasil analisa pengaruh penambahan Zat Adiktif (Merek-X) b. sebagai bahan acuan atau pedoman pengembangan teknologi automotif

B.

Rumusan Masalah Adapun untuk rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : Bagaimana pengaruh penambahan Zat Adiktif (Merek-X) terhadap tordi, daya , efisiensi gas buang, emisi gas buang dibandingkan premium murni pada motor 4 langkah

C.

Batasan Masalah Permasalahan yang dibahas dalam proposal ini adalah : Bagaimana pengaruh penggunaan penambahan Zat Adiktif (Merek-X) terhadap tordi, daya ,efisiensi gas buang, emisi gas buang. a. b. Pengujian dilakukan pada motor bensin 4tak. Yang dihitung torsi, daya, emisi gas buang, efisiensi gas buang.

D.

Tujuan Penelitian Penelitian dalam penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk : Untuk megetahui pengaruh penambahan bio aditif dalam bahan bakar bensin terhadap unjuk kerja mesin 4tak.

E.

Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang dilakukan penulis dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Secara Teoritis Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam bidang IPTEK mengenai bahan aditif alternative yang ramah lingkungan sebagai campuran untuk bahan bakar bensin premium dengan memanfaatkan minyak atsiri menjadi bio aditif (herbal additive).

2. Secara Praktis Penelitian ini akan memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat luas dan juga kemajuan dalam dunia dirgantara dalam hal ini adalah dunia otomotif tentang sejauh mana pengaruh penambahan bio aditif berbahan dasar minyak atsiri ke dalam bensin premium terhadap unjuk kerja mesin 4tak.