You are on page 1of 2

SARI Secara geografis daerah penelitian terletak antara garis bujur 109o 00' 13" - 109o 05' 39"

BT dan garis lintang 07 o 23' 35" - 07 o 28' 59" LS, yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Secara fisiografi terletak pada jalur Pegunungan Serayu Utara. Daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan geomorfologi yaitu satuan geomorfologi perbukitan sedimen struktural dengan pola pengaliran sub-paralel hingga paralel, satuan geomorfologi pedataran sedimen struktural dengan pola pengaliran subdendritik hingga dendritik, satuan geomorfologi perbukitan vulkanik gunungapi dengan pola pengaliran paralel, satuan geomorfologi perbukitan rendah vulkanik gunungapi dengan pola pengaliran rektangular, satuan geomorfologi perbukitan sedimen struktural dengan pola pengaliran paralel subdendritik. Stratigrafi daerah penelitian tersusun atas lima satuan batuan, berurutan dari satuan batuan yang berumur yang lebih tua adalah satuan batupasir yang berumur Miosen, satuan breksi vulkanik berumur Miosen, satuan batugamping berumur Pliosen, satuan batupasir karbonatan berumur Pliosen dan satuan lava basaltis berumur Kuarter. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian adalah kekar, struktur lipatan dan sesar mendatar. Struktur lipatan yang terbentuk adalah sinklin Wlahar, antiklin Gunung Putri, sinklin Karangamal, antiklin Sawangan, sinklin Cirahab, antiklin Cidondong, sinklin Ajibarang dan antiklin Darmakradenan. Struktur sesar yang terbentuk adalah sesar mendatar Cirahab dan Karangbawang. Struktur- struktur geologi ini terbentuk berkaitan dengan adanya aktivitas tektonik pada priode Miosen dan Plio Plistosen. Sejarah geologi di daerah penelitian dimulai pada kala Miosen Akhir. Pada saat itu daerah penelitian merupakan sebuah cekungan depan busur. Adanya tektonik yang besar mengakibatkan pergerakan pada sesar- sesar, kemudian menyebabkan terjadinya arus turbidit. Proses pengendapan ini menghasilkan satuan batupasir yang diendapkan dilaut. Pada saat yang hampir bersamaan terbentuklah endapan breksi vulkanik yang disebabkan oleh letusan gunungapi bawah laut. Pada periode Miosen, terjadi aktivitas tektonik dengan arah relatif baratlaut-tenggara sehingga mengakibatkan terbentuknya lipatan dan sesar pada bagian selatan daerah penelitian. Pada kala Miosen Akhir hingga kala Pliosen terjadi fase regresi sehingga terendapkanlah satuan batugamping pada kala Pliosen Awal di daerah batial atas hingga batial tengah diikuti dengan pengendapan satuan batupasir karbonatan pada kala Pliosen Awal didaerah neritik tengah hingga batial atas. Pada kala Pliosen Atas terjadi kegiatan tektonik yang disebabkan oleh gaya secara regional dengan arah relatif utara selatan. Kegiatan tektonik ini mempengaruhi keadaan geologi daerah penelitian. Akibatnya muncul struktur struktur geologi dalam bentuk sesar dari arah utara ke selatan, perlipatan dan pengangkatan pada endapan endapan yang telah terendapkan terlebih dahulu. Aktivitas tektonik yang terjadi pada kala Pliosen Plistosen mengakibatkan daerah penelitian mengalami pengangkatan hingga menjadi sebuah daratan. Pada zaman kuarter kala Plistosen terjadi aktivitas vulkanisme dimana aliran lava basaltis membeku dan menutupi sebagian batuan sedimen berumur tersier didalam daerah penelitian. Pada kala Holosen proses erosi terjadi hingga sekarang, sehingga diendapkan aluvium, namun tidak dominan didalam daerah penelitian. Sumberdaya geologi yang terdapat pada daerah penelitian antara lain batugamping, batuan beku dan pasir diolah menjadi campuran bahan bangunan, adanya kemungkinan potensi mineral logam emas serta adanya mineral yang diduga sebagai kalkopirit di sebuah daerah yang termasuk kedalam daerah penelitian.

ABSTRACT The research area is located geographically at 109o 00' 13" - 109o 05' 39" East Longitude and 07 o 23' 35" - 07 o 28' 59" South Latitude, which administratively located in Ajibarang District, Banyumas Region, Central Java Province. Physiographically it is located in Mountains Range of North Serayu. The research area is divided into five units of geomorphology, namely structural sedimentary hills geomorphology units with sub-parallel to parallel drainage patterns, structural flat sedimentary geomorphology units with sub-dendritic to dendritic drainage patterns, volcanic hills geomorphology unit with parallel drainage patterns, low hills volcanic geomorphology units with rectangular drainage patterns, structural sedimentary hills geomorphology unit with parallel to sub-dendritic drainage pattern. Stratigraphy of the study area is composed of five rock units, a sequence of lithologies (ordered from older to younger) are the Miocene sandstone unit, Miocene volcanic breccia unit, Pliocene limestones unit, Pliocene sandstone containing carbonate unit and Quaternary age basaltic lava unit. Geological structures that developed in the study area were joint, folds and faults structure. The fold structures are syncline Wlahar, anticline Gunung Putri, syncline Karangamal, anticline Sawangan, syncline Cirahab, anticline Cidondong syncline Ajibarang and anticline Darmakradenan. Fault structures formed are Karangbawang dextral transform fault and Cirahab dextral transform fault. Geological structures are formed related to the tectonic activity in the Miocene and PlioPleistocene period. History of geology in the study area began in the Late Miocene time. At the time the study area is a fore arc basin. The existence of a large tectonic movements resulting in fault movement, and then caused the turbidite flows in the basin. Deposition process which produced sandstone units were depositd at sea. At almost the same time volcanic breccia was formed caused by the eruption of volcanoes under the sea. At Miocene period, tectonic activity occured with northwest-southeast relative direction so that caused folds and fault emerged on the southern part of study location. At the Late Miocene until Pliocene, phase of regression occurred, it caused limestone unit was depositd in the Early Pliocene in upper bathyal middle bathyal. It was followed by the deposition of sandstone containing carbonate units in the Early Pliocene in middle neritic area up to upper bathyal. In the late Pliocene tectonic activity was occurred. It was caused by a regional force with the relative direction of north south. This tectonic activity affecting the state geological study area. As a result, geological structures were emerged as fault with north-south direction, folds and uplifting of early deposit. Tectonic activity that occurred in Pliocene- Pleistocene caused the study area uplifted into a land. At the Quaternery period volcanism was occured where basaltic lava flowed and covered several part of Tertiary age sedimentary rocks in the study area. Process of erosion was occured in Holocene to the present time, so that alluvium was deposited, but not dominant in the study area. Geological resources contained in research areas such as limestone, igneous rock and sand is processed into building materials mixture, the possibility of metallic gold and mineral potential of the mineral chalcopyrite suspected in an area that is included into the study area. ii