You are on page 1of 2

ABSTRAK

Latar belakang : Indonesia merupakan sebuah negara yang dikelilingi oleh lautan dan perairan. Tak jarang kita mendengar ditemukannya korban mati tenggelam baik itu merupakan sebuah kecelakaan transportasi laut atau pada tempat wisata air. Untuk bisa mengetahui dan memperkirakan cara kematian yang terendam dalam air, diperlukan pemeriksaan autopsi luar dan dalam pada tubuh korban serta pemeriksaan penunjang lainnya. Untuk itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui tanda intravital pada kasus korban mati tenggelam. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah korban mati tenggelam yang di autopsi di Bagian departemen Kedokteran Forensik FK USU RSUP H. Adam Malik/ RSUD Pirngadi Medan pada bulan Januari 2007 sampai desember 2009 yang berjumlah 58 kasus. Sampel penelitian ini adalah seluruh populasi penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan data sekunder dari hasil visum dan diolah menggunakan program komputer SPSS for windows 17 untuk proses analisa data. Hasil : Dari hasil analisa data didapatkan tanda cadaveric spasme 39,7%, perdarahan pada liang telinga 17,2%, benda air pada saluran pernafasan dan pencernaan 48,2%, bercak paltouf 12,1%, diatome 1,7%, tanda asfiksia 65,5%, dan mushroom-like mass 17,2%. Diskusi : Tanda intravital tersebut ditemukan hampir pada seluruh kasus korban mati tenggelam yang di periksa oleh Bagian Departemen Kedokteran Forensik FK USU RSUP H. Adam Malik/ RSUD Pirngadi Medan. Namun terdapat faktorfaktor yang menghambat dilakukannya pemeriksaan secara keseluruhan sehingga terdapat tanda intravital yang tidak ditemukan sama sekali.

Kata kunci: Tanda Intravital, Tenggelam, Kedokteran Forensik

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

Introduction : Indonesia is a country that surrounded by many rivers and oceans. It is a common thing for Indonesia to hear some bad news because of many people are drowned caused of the water transportation accidents, and accidents that happened at water park. To identify and estimate the process and reason of the people that drowned in the water, we need to do external and internal autopsy following with another support inspection. Therefore, we require to have an observation to recognize intravital sign for the drowning victims. Methods : This survey uses descriptive way with design study that is called by cross sectional. The population of the respondents are the death victims that already autopsy at Forensic Department from Medicine Faculty of North Sumatera University RSUP H. Adam Malik/ RSUD Pirngadi Medan on January 2007 until December 2009 that counted 58 cases. The sample of this examination are all the observed population. The way to collect assured data for this

observation are using the secondary data from visum result and the data will be proccesed with SPSS for windows 17 at the end. Result : The examinated result shows cadaveric spasme sign 39,7%, bleeding at ear canal 17,2%, negative watery elements at airway and digestive area. The negative watery elements are mud, sand and some waterplants. Moreover, the result also shows paltouf plaque 12,1%, diatome 12,1%, asphyxia sign 65,5%, and mushroom-like mass 17,2%. Discussion :The intravital sign almost found in all the victims body that have been autopsy by Forensic Department from Medicine Faculty of North Sumatera University RSUP H. Adam Malik/ RSUD Pirngadi Medan. However, there were still barriers for responsible party to check the entire condition of the victims body that is caused undifined intraval sign at the deadth body.

Key words: Intravital Sign, Drowning, Forensic Medicine

Universitas Sumatera Utara