You are on page 1of 35

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Umum Pompa air adalah suatu alat pemindah air dari suatu tempat ke tempat yang lain. Untuk menggerakan pompa dibutuhkan kontrol motor baik motor AC mupun motor DC untuk mengatur kecepatan dari motor tersebut. 2.2 Motor-Motor Listrik Motor-motor listrik terdiri 2 jenis motor yaitu motor AC dan motor DC. Dimana kedua motor ini mempunyai suatu pengertian yang sama yaitu untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, tenaga gerak berupa putaran pada rotor. 2.2.1 Jenis-jenis motor DC erdasarkan sumber arus searah kemagnetan !arus penguat" kutub magnet buatan, motor DC dapat dibedakan menjadi# a. Motor en!an "en!uat ter"isa# Motor dengan penguat terpisah, yaitu bila arus medan magnet diperoleh melalui sumber tegangan listrik arus searah diluar motor tersebut. $. Motor en!an "en!uat sen iri Motor dengan penguat sendiri, yaitu apabila arus medan magnet untuk kutub medan magnet berasal dari motor itu sendiri. c. Motor DC S#unt Motor DC $hunt yaitu motor dengan penguat sendiri yang lilitan penguat magnetnya dihubungkan parallel dengan lilitan jangkar dan tegangan jala-jala.

. Motor DC seri Motor DC seri adalah motor dengan penguat sendiri yang lilitan penguat sendirinya dihubungkan seri dengan lilitan jangkar. e. Motor Com"oun Motor DC compound adalah motor arus searah yang kuat medannya terdiri dari lilitan penguat shunt dan penguat seri yang dikombinasikan. 2.2.2 Motor AC Motor 1. AC erdasarkan bermacam-macam tinjauan dapat

dibedakan atas beberapa jenis# %u$un!an Putaran Motor en!an &rekuensi ila ditinjau dari hubungan putaran dan &rekuensi'putaran &luks magnet stator, maka motor AC dapat dibedakan atas# a. Motor sinkron 'motor serem"ak( Disebut motor sinkron karena putaran motor sama dengan putaran &luks magnet stator, sesuai dengan persamaan. n( Di mana# n & p # # # jumlah putaran tiap menit !r.p.m" &rekuensi jala-jala jumlah kutub
%2) . f **********.2.% p

Pada motor sinkron, motor tidak dapat berputar sendiri +alaupun lilitan-lilitan stator telah dihubungkan dengan tegangan luar !dialiri arus". Agar motor sinkron dapat berputar, diperlukan penggerak permulaan. $ebagai penggerak permulaan umumnya dikerjakan oleh mesin lain. !$umber#Motor Arus Bolak-balik,Drs Sumanto,1993:hal 1)

$.

Motor asinkron Disebut motor asinkron dikarenakan putaran motor

tidak sama dengan putaran &luks magnet stator. Dengan perkata lain, bah+a antara pada motor dan &luks magnet stator terdapat selisih perputaran yang disebut dengan slip. ,adi pada motor asinkron jumlah putaran motor dapat ditulis dengan persamaan. n%2) . f ************.2.2 p

!$umber#Motor Arus Bolak-balik,Drs Sumanto,1993:ha.2) 2. Jum)a# *ase te!an!an +an! i!unakan Ditinjau dari jumlah &ase tegangan yang digunakan dapat dikenal 2 jenis motor, yaitu# a. Motor satu *ase '1,( Disebut motor satu &ase karena untuk menghasilkan tenaga mekanik, pada motor tersebut dimasukan tegangan satu &ase. $. Motor ti!a *ase'-,( Disebut motor . &ase karena untuk menghasilkan energi mekanik diperlukan tegangan yang dimasukkan pada rotor tersebut adalah tegangan . &ase. 1.2.-.1 A)at Ukur Peralatan listrik ini memakai sumber tegangan DC atau baterai dan pada praktek ini peralatan elektris yang digunakan adalah sebagai berikut# Pera)atan )istrik

Mu)timeter Alat ukur ini ber&ungsi sebagai alat pengukuran tegangan, arus dan tahanan. Untuk mengetahui terminal-terminal terhubung atau tidak. /ita dapat mengeceknya dengan menggunakan multimeter pada posisi ohmmeter pada posisi yang benar. 2.-.2 Bus#er usher ber&ungsi untuk mengecek hubungan terminal dengan terminal lainnya. Disamping itu juga dapat untuk mengecek phasa netral. usher ini akan berbunyi apabila terhubung dan untuk mengecek hubungan yang terhubung atau tidak busher akan berbunyi. $elain dari pada itu busher ini sangat sensiti0e karena sejauh apapun bunyinya akan ada asalkan terhubung. 2.-.Pera)atan Bantu 1espen adalah alat praktis yang ber&ungsi untuk mengetahui apakah penghantar dan terminal bertegangan atau tidak dan juga dapat ber&ungsi sebagai obeng !-". !$umber#2nstalasi arus kuat %,0an harten,%34)#hal %%)" 2.-.. Pera)atan /)ektris 2.-...1 T01 'T#erma) 02er)oa 1e)a+( 5elay thermal ini banyak sekali digunakan untuk perlindungan motor-motor. 5elay ini bekerja berdasarkan panas yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen-elemen pemanas bimetal. Dari si&at perlengkungan bimetal akibat panas yang ditimbulkan, bimetal ini akan menggerakkan kontak-kontak mekanis pemutus rangkaian listrik. Perlengkapan lain dari 1675 !1hermal 60erload 5elay" yaitu reset mekanis, yang &ungsinya untuk mengembalikan kedudukan kontak pada posisi semula, pengaturan batas arus listrik

Adapun peralatan elektris yang dipakai yaitu sebagai berikut#

bila terjadi beban lebih. Arus setting !batas arus" ber&ungsi sehingga harga arus pada pemanasnya. 2.-...2 Miniature Cir3uit Breaker 'MCB( MC adalah suatu alat pengaman pemutus rangkaian ber&ungsi

kelistrikan yang dapat berkerja secara outomatis. MC

sebagai pengaman arus beban labih atau arus hubung singkat atau sebagai saklar yang berkemampuan untuk mengatasi kenaikan beban saklar. MC juga salah satu macam C yang dilengkapi

pengaman thermis !bimetal" sebagai pengaman beban lebih dan juga dilengkapi pengaman magnetic untuk arus lebih atau arus hubung singkat. 1erdapat bermacam-macam MC yang satu sama lain mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan pemakaiannya. A a"un karakteristik ari MCB a a)a# se$a!ai $erikut 4 /arakteristik arus +aktu untuk jenis MC dengan pengaman lebur, karena seringkali MC arus MC hampir sama dan pengaman

lebur digunakan secara bersamaan. Perlu diketahui pula kapasitas tidak dapat dibandingkan dengan kapasitas pengaman lebur. $esuai dengan peraturan yang berlaku bah+a setiap beban di ba+ah %))A harus dilengkapi pengaman lebur mikro. imetal yang terdapat pada pengaman arus lebih biasanya alat ini berkerja pada suhu 2)) s'd 29)C. Apabila temperatur ruang naik, maka salah satu cara untuk mengatasi adalah dengan menurunkan beban. Untuk pengaman elektromagnetik digunakan sebuah kumparan yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak. Umumnya pemutusan secara elektromagnetik berlangsung tanpa kelambatan +aktu.

Arus hubung singkat yang dapat merusak pengaman otomatisnya, sebelum arus dapat diputuskan bimetalnya akan menjadi lebur atau kontak-kontaknya akan menjadi lengket, sehingga otomatnya tidak dapat dipergunakan lagi. Pengaman penga+alnya harus dipilih sedemikian rupa sehingga otomatnya tidak menjadi rusak kalau terjadi hubung singkat dan patronnya tidak putus kalau terjadi beban lebih. /ontak-kontak hubung otomat ini dibuat dari bahan yang sudah menjadi lengket, +alaupun arus hubung singkat besar dan otomat jenis ini tidak dipergunakan pengaman penga+al.

5am$ar 2..6 Karakteristik MCB

5am$ar 2.7 Sim$o) MCB

2.-.8

Pen!#antar /abel adalah suatu penghantar yang berbentuk ka+at berisolasi

maupun serabut yang masing-masing diberi isolasi sendiri, penggabungan satu atau lebih inti tersebut pada umumnya dilengkapi dengan selubung atau pelindung. %. Penghantar Merupakan media untuk menghantarkan arus listrik. 2. lingkungan. .. Pelindung luar ;ang memberikan perlindungan terhadap suatu kerusakan mekanis, pengaruh terhadap bahan, api, dan pengaruhpengaruh dari luar yang lain. Jenis-jenis ka$e) "en!#antar antara )ain 4 a. /abel 2nstalasi Adalah kabel yang dimaksudkan untuk suatu instalasi tetap. Contoh# <;A, <;A=, <>A, <;M, <P7 !$<U5" b. /abel =leksibel 2solasi Merupakan bahan dielektrik untuk mengisolir dari yang satu terhadap yang lain dan juga terhadap

Adalah kabel yang si&at penghantar, isolasi dan selubungnya &leksibel dimaksudkan untuk dihubungkan dengan peralatan listrik yang dapat dipindah-pindahkan atau bergerak. Contoh# <;2@, <;@, <;D, <;MA;, <7A. c. /abel 1anah Adalah semua jenis hantaran berisolasi dan berselubung yang karena si&at isolasinya yang selubung boleh dipasang di dalam air. Contoh# <;;, <A;;, <;5>b;, <;=>b;.

d. selubung.

Aantaran 1elanjang Adalah suatu hantaran yang tidak memerlukan isolasi ataupun

Contoh# CC, ACC, AAAC, AC$5. <omenkelatur penghantar ,enis penandaan pada suatu penghantar# %. Auru& pertama menyatakan jenis atau bahan kabel, misalnya /abel <;A standart. /abel <A;; # <A adalah merupakan kabel standart yang hantaranya Aluminium 2. Auru& kedua adalah menyatakan bahan isoalsi, misalnya /abel <;A /abel <>A .. # ; adalah isolasi yang terbuat dari bahan PBC # > adalah isolasi yang berbahan dari karet # < adalah untuk hantaran tembaga yang merupakan kabel

Auru& ketiga menyatakan jenis perlindungan dari suatu penghantar, misalnya

/abel <;>b; # 5 merupakan perlindungan kabel yang jenisnya perisai ka+at baja pipih 8. Auru& terakhir menyatakan jenis selubung luarnya. Untuk selubung luar yang ber+arna hitam dan merah dintandai dengan hutu& ; dan +arna putih dintandai dengan huru& M. Contoh# <;M, <;;, <;=>b;. Penan aan ka$e) $yarat penandaan kabel menurut ketentuan PU27 %34? dan standart 2CC untuk masing-masing jenis kabel dilihat diba+ah ini.

P n!hantar "#A$ %. /ode pengenal Auru& kode < ; A = 5e 5m /omponen kabel standart, tembaga sebagai penghantar isolasi PBC ka+at berisolasi ka+at baja pipih penghantar padat bulat penghantar bulat berka+at banyak

2. 1anda kabel 2solasi harus diberi +arna kuning-hijau atau biru muda atau hitam atau kuning dan merah. 1anda menurut standart $22 dibuat dengan jarak tidak melebihi 2) cm.

5am$ar 2.19 Pen!#antar N:A& M n ntukan p nampan!an kab l: $etiap penghantar dimana besarnya tahanan tersebut tergantung pada beban antara lain l, tahanan jenis, diameter, dan panjang penghantar tersebut.
&=

% l
A

!ohm"*************..2.%2

Dimana# 5 E 7 A # esar tahanan penghantar !D"

# 1ahanan jenis !Dmm2'm" # Panjang penghantar !m" # Penampang penghantar !mm2""

$emua kabel mempunyai kemampuan hantar arus /AA terus menerus diperkenankan untuk kabel berisolasi PBC. Arus yang mengalir pada kabel tidak boleh lebih besar dari /AA kabel tersebut. Arus yang mengalir ditentukan oleh beban. /ebutuhan maksimum beban rangkaian utama, dan cabang ditentukan dengan cara# %. 2. .. Perhitungan# menghitung beban terpasang Penaksiran pengukuran atau pembatasan Pengukuran# pengukur %) menentukan pemakaian daya dengan alat

Pembatasan# ditentukan oleh arus nominal pemutus tenaga 5umus yang dipakai untuk menentukan panjang penghantar yang

digunakan adalah sebagai berikut# a.


S=

Untuk arus searah !DC"


2 ( ! amp r " 'r

b.

Untuk arus bolak balik % &asa


2 ) ( cos S= ! amp r " 'r

c.

Untuk arus bolak balik . &asa


. ) ( % S= ! amp r " 'r

Dimana# $ 7 P 2 # Penampang kabel !mm2" # Panjang penghantar !m" # 1ahanan jenis penghantar !Dmm2'm"!tembaga ),))%?9" # Arus yang mengalir !A"

Cos F # &actor kerja Br # 5ugi tegangan yang diperkenankan *Sumb r:)nstalasi arus kuat 1,+an hart n,19,-:hal .--.,)

2.-.;

Sak)ar $aklar adalah suatu peralatan listrik yang mempunyai &ungsi

memutuskan dan menghubungkan rangkaian listrik. Dalam keadaan menutup mempunyai resistansi yang sangat kecil, sehingga arus maksimum dapat mengalir menuju beban. Pada saat saklar terbuka maka resistansinya tak terhingga sehingga tidak ada arus yang mengalir menuju beban. %%

Macam-macam saklar, yaitu# 2.-.;.1 Sak)ar Tun!!a) $aklar tunggal adalah saklar yang memiliki dua terminal, satu untuk penghantar pasa dan satu keluaran untuk penghantar keluaran saklar. ;ang mana saklar ini digunakan untuk saklar pengatur penerangan pada suatu ruangan dari satu arah. mengoperasikan dari satu tempat. eberapa beban dari beberapa tempat dapat dilayani saklar tunggal yang

Gambar 2.11 a. Dagram lokasi b. Pengawatan saklar tunggal

2.-.;.2 Sak)ar Im"u)s $aklar impuls adalah saklar yang bekerja dipengaruhi oleh magnet, dimana posisi saklarnya akan berubah pada setiap impuls yang diberikan. 7ama pengoperasian dari tombol tekan tidak mempengaruhi sistem kerjanya. $aklar impuls mempunyai dua buah posisi kontak yaitu 6< pada impuls pertama dan 6== pada impuls kedua. Pada saklar impuls ini terdapat terminal % dan terminal 2 sebagai terminal dari kontak bantu 6< dan terminal a dan b sebagai terminal kumparan. 1erminal % langsung mendapat arus dari terminal netral, sedangkan terminal dihubungkan ke beban sebagai penghubung line dari kontak bantu. 1erminal b dihubungkan kesalah satu saklar tekan 6< sehingga kumparan bekerja menarik kontak bantu dengan menggunakan hantaran terminal % dan 2 yang akan

%2

terhubung sehingga beban akan langsung bekerja.

Gambar 2.12 a. Diagram lokasi b. Pengawatan saklar impuls

2.-.;.- Se)ektor atau Sak)ar Putar $aklar sandung merupakan salah satu jenis saklar putar. $aklar ini umumnya dilengkapi dengan alat penahan pada setiap kedudukan saklar poros dan piring-piringannya akan selalu kembali kedudukan semula, yaitu kedudukan nol. Alat pelayanannya dapat berupa knop atau sebuah kunci tusuk yang dapat diputar dengan tangan, kadang-kadang juga digunakan motor listrik atau cara lain menggerakkannya. $aklar putar terdiri dari sebuah poros yang dapat berputar satu atau lebih dari satu piringan. Pada poros terdapat alat penggerak yang dilengkapi dengan alat penahan pada setiap kedudukan. Pada rangkaian kontrol, saklar putar digunakan sebagai saklar utama dari sumber tegangan ke rangkaian kontrol atau pada posisi otomatis atau manual ataupun posisi yang sesuai dengan keinginan.

2.-.;.. Sak)ar Pe)am"un! ' &)o< S<it3# (

%.

$aklar apung ini pada dasarnya bekerja berdasarkan batas le0el dari permukaan air. Apabila pelampung berada dalam keadaan tergantung berarti saklar pada posisi <C dan apabila pelampung berada pada posisi terapung berarti berarti saklar berada pada keadaan <6. =ungsi dari saklar ini pada kontrol mesin pompa air adalah untuk menghidupkan dan mematikan kontaktor.

Gambar 2.13 (a) Konstruksi saklar pelampung (b) Kontak NO dan NC pada saklar pelampung) 2.-.;.8 Sak)ar Tekan '"us# $utton( $aklar tekan batas pada dasarnya juga merupakan saklar yang bekerja bila mendapat tekanan, bedanya dengan tombol tekan adalah hanya pada pelayanan dari saklar tersebut. Pemakaiannya adalah sebagai alat bantu kontrol dari pengontrol mesin-mesin yang memerlukan saklar yang akti& dengan mesin tersebut. $aklar ini juga mempunyai kontak normal <6 ! normally open " dan <C !normally closeed ". *Sumb r:P ran/an!an )nstalasi (istrik 2,M."o r,2--0:hal. .)

%8

5am$ar 2.1. Tom$o) tekan a. Norma))+ C)ose=NC 2.-.> Kontaktor /ontaktor adalah sebuah peralatan listrik yang dipergunakan untuk mengoperasikan penggeraknya. Penggerak magnet adalah sebuah kumparan yang bekerja apabila mendapat sumber tegangan yang akan menimbulkan magnet untuk menarik tuas dari anak kontak. $ebuah kontaktor dari kumparan magnet dapat dirancang untuk arus bolak balik atau arus searah. /ontaktor magnet akan bekerja normal bila tegangan mencapai 49G dari tegangan kerjanya. ila tegangan kerja turun maka kontaktor akan bergerak. /ontaktor ini mempunyai dua jenis anak kontak yaitu <6 dan <C pada saat kontaktor mulai bekerja, anak kontak <6 akan terhubung dan anak kontak <C akan terbuka secara konstruksinya kontaktor mempunyai dua bagian anak kontak yaitu kontak utama dan kontak bantu. &un!si masin!-masin! anak kontak Kontak utama digunakan untuk mengoperasikan beban besar. /emampuan hantar arus besar karena mempunyai penampang yang besar. Anak kontaknya hanya terdapat kontak <6 !normally open" saja. Kontak $antu? mempunyai penampang yang lebih kecil karena hanya digunakan untuk beban sistem pengontrolan yang arusnya relati& kecil. Pada anak kontaknya terdapat kontak <6 dan <C. Penandaan pada terminal-terminal kontaktor menurut standar 2CC adalah sbb# beban dengan menggunakan magnet sebagai $. Norma))+ 0"en=N0

%, . dan 9 2, 8 dan : %. H %8'2. - 28

# kontak utama yang dihubungkan ke sumber # kontak utama yang dihubungkan ke beban # /ontak bantu <6 !normally open" %9

2% H 22' 8% - 82 a,b

# /ontak bantu <C !normally closed" # 1erminal kumparan magnet

/ontaktor dapat dioperasikan dengan pengontrolan menggunaka sebuah saklar magnet !a,b" diatur oleh bekerjanya saklar, bila saklar pada posisi 6< kontaktor akan bekerja sebaliknya pada posisi 6== kontaktor akan terlepas. Untuk pengaturan kontaktor dengan sistem sentuh bisa digunakan saklar tombol tekan. Aanya dengan sekali menekan tombol dari tombol tekan !push button" kontaktor akan bekerja terus menerus dan bekerja atau mematikan setelah sumber terputus. $ebagai tombol 6< digunakan tombol <6 dari tombol tekan dan untuk tombol 6== digunakan <C. Agar kontaktor dapat bekerja terus menerus harus ada penguncinya yaitu anak kontak bantu <6 dari dari kontaktor yang dioperasikan, yang dihubungkan paralel dengan kontak <C dari tombol tekan. *Sumb r:P ran/an!an )nstalasi (istrik 2,M."o r,2--0:hal. 3)

A%

%.

2%

2.

8%

A2

%8

22

28

82

Gambar 2.1 !nak Kontak dari Kontaktor

2.-.6

1e)a+ 5elay adalah sebuah alat yang bekerja dengan secara otomatis

mengatur atau memasukkan suatu rangkaian listrik rangkaian trip'alarm %:

akan masuk apabila tekanan dalam ruangannya mencapai nilai tertentu akibat adanya perubahan dari rangkaian hidrolik. =ungsi dari suatu relay adalah untuk mengamankan peralatan dari kemungkinan yang terjadi# Adapun macam-macam dari relay yaitu# 2.-.6.1 1e)a+ $e$an )e$i# Pemasangan rele beban lebih ini bertujuan untuk mengamankan atau memberikan perlindungan terhadap motor dari kerusakan atau memberikan pencegahan terhadap terjadinya kerusakan akibat dari pembebanan lebih. eberapa penyebab terjadinya beban lebih dari motor , antara lain # mendadak 1erjadinya arus hubung singkat 1erbukanya salah satu &asa dari motor Arus yang terlalu besar yang timbul pada belitan motor akan menyebabkan kerusakan dan terbakarnya belitan motor. Untuk menghindari maka dipasanglah alat perlindungan ! protection relay " pada alat pengontrol. 2.-.6.2 1e)a+ Terma) Be$an Le$i# 5elay termal banyak sekali digunakan untuk melindungi motor arus searah atau arus bolak-balik dari ukuran kecil sampai menengah. 5elay ini bekerja berdasarkan panas yang ditimbulkan, ketika bimetal akan melakukan penggerakan kontak mekanis pemutus rangkaian listrik. Adapun &ungsi dari reset mekanis adalah untuk mengembalikan kontak keposisi semula serta pengaturan arus trip bila terjadi beban lebih sedang arus setting ber&ungsi sebagai arus pemanasnya. 1erlalu besarnya beban mekanik dari motor $tart yang terlalu besar atau motor berhenti

%?

5am$ar 2.1; S+m$o) T#erma) 02er)oa 1e)a+ 2.-.6.- Timer= e)a+ 5elay pengatur +aktu secara umum disebut timer, namun melihat karakteristik dari input !sebut saja aksi dan reaksi dari relay" dan output !sebut saja reaksi dari aksi relay" yang beragam, maka ada timer jenis delay. Delay dari prinsi& kerja aksi !belitannya" dan reaksinya !anak kontak <6 dan <C" dapat dibagi 2 yaitu# %. 6< Delay atau disebut delay perlambatan. Prinsipnya bila input atau aksinya diberi sinyal listrik maka output !kontak <6 dan <C" atau reaksinya belum ada yang berubah sampai masa setting +aktunya tercapai baru berubah, kontak output yang tadinya <6 menjadi <C dan yang tadinya <C menjadi <6. 2. 6== Delay atau delay percepatan. Prinsipnya bila input atau aksinya diberikan sinyal listrik maka output !kontak <6 dan <C" atau reaksinya akan langsung berubah, kembali normal setelah setting +aktunya tercapai.

%4

5am$ar 2.1> Sim$o) 0N an 0&& e)a+ 2.-.7 NTC 1hermistor <1C merupakan resistor dengan koe&isien temperatur negati& yang sangat tinggi. 1hermistor jenis ini dibuat dari oksida dari kelompok elemen transisi besi misalnya !=C2)., <i6, Co) dan lain-lain". 6ksida-oksida ini mempunyai resisti0itas yang sangat tinggi dalam Iat murni, tetapi bisa ditrans&ormasikan kedalam semikonduktor dengan jalan menambahkan sedikit ion-ion lain yang 0alensinya berbeda. Aarga nominal biasanya ditentukan pada temperatur 29)C. Perubahan resistansinya yang didapatkan oleh non linieritasnya ditunjukkan dalam bentuk diagram resistansi dengan temperatur.

5am$ar 2.16 Sim$o) an konstruksi NTC

%3

Gambar 2.1" Gra#ik N$C *Sumb r:Dasar-1asar 2l ktronika,)r.Bamban! 3untoro,2--0:hal. 21) 2.-.19 Lam"u Tan a 7ampu tanda atau indikator digunakan pada peralatan kontrol untuk menandai bekerja atau tidaknya suatu peralatan ' rangkaian dan dapat juga sebagai kondisi' keadaan beban. ,ika lampu tanda dipergunakan untuk menandai suatu peralatan sedang bekerja, maka lampu tanda dipasang seri kontak <6, sedangkan apabila lampu tanda dipergunakan untuk menandai tidak bekerjanya suatu peralatan, maka lampu tanda dipasang paralel dengan kontak <C pada rangkaian yang mengontrol peralatan tersebut. ,ika lampu tanda dipergunakan untuk menandai keadaan suatu peralatan beban, maka lampu tanda mempergunakan +arna-+arna yang berbeda-beda bergantung pada kondisi peralatan 'beban yang ditandainya. 1abel diba+ah ini ditunjukan +arna-+arna untuk menunjukan &ungsi +arna-+arna dari lampu tanda. Ta$e) 2.. *un!si <arna )am"u tan a A. . C. D. /ondisi Peralatan' eban Jarna 7ampu /ondisi tidak normal, beban lebih, Merah bahaya atau emergency Aati-hati, perhatian Posisi siap' mulai berkerja /uning Aijau Putih

eroperasi normal *Sumb r:P ran/an!an )nstalasi (istrik 2,M."o r,2--0:hal. .-0) 2)

7ampu tanda tidak jauh dengan lampu penerangan biasa, biasanya lampu ini mempunyai tahanan dalam yang besar sehingga rata-rata kecil. 2.-.11 Dio a Dioda merupakan suatu komponen semi konduktor yang menggunakan teknologi saluran P dan <. dioda adalah komponen kutub dua, yang kutub-kutubnya dinamakan anoda dan katoda. $ymbol untuk sebuah dioda ideal dapat dilihat pada.

5am$ar 2.21 Sim$o) io a a. karakteristik Dio a Dengan melihat karakteristik dari dioda kita dapat menentukan anoda lebih positi& dari katoda hal ini mengakibatkan dioda ber&ungsi sebagai s+itch yang tertutup. Dalam keadaan ini tegangan jatuh pada dioda sama dengan nol untuk setiap arus keadaan ini disebut for4ar1 bias 1 atau for4ar1 /on1u/tin!. Pada kondisi ini berarti bah+a # 1egangan anoda lebih besar daripada katoda !BAKB/" Arus akan mengalir dari anoda ke katoda yang biasa disebut sebagai arus maju !2& ( &or+ard biased" 5esistansi dioda !5d" kecil sekali !idealnya ) D" dan akan turun dengan naiknya temperatur. 1egangan anoda-katoda !BA/" sekitar ),? Bolt.

2%

Dan jika anoda lebih negati0e dari kotoda, dioda ber&ungsi sebagai s+itch yang terbuka dan akibatnya tidak ada arus yang mengalir melalui dioda untuk setiap harga tegangan. /eadaan ini disebut r + rs bias. Pada kondisi ini berarti bah+a # 1egangan anoda labih kecil dari tegangan katoda !BAKB/" 1idak ada aliran arus balik !2k ( re0erse current" idealnya nol, akan tetapi seandainya ada arus bocor, harganya kecil sekali !dalam orde mikro-amper" 1egangan baliknya !re0erse 0oltage" ( B$ Dioda dapat dianggap suatu s+itch yang sensiti0e terhadap tegangan, dimana dia menutup atau on jika anoda lebih positi& dari katoda, dan terbuka atau o&& jika sebaliknya. Pada kenyataannya ada terdapat bermacam-macam dioda, yang paling terkenal adalah dioda hubungan tersebut P-< tunggal. /arakteristik dari dioda-dioda pada umumnya

mempunyai bentuk yang sama, hanya saja berbeda pada tegangan jatuhnya dan arus bocor yang mengalir pada saat re0erse biased. Pada kondisi transisi !dari &or+ard ke re0erse", arus 2& akan berkurang hingga nol dan seharusnya dioda o&&, akan tetapi kenyataannya dioda masih carieri yang masih tersisa pada lapisan depletion !depletion layer" dan pengaruh dari ukuran bahan semi konduktor itu sendiri. Untuk menetralisir minority tersebut diperlukan +aktu yang disebut re0erse reco0ery time !115" karakteristik dioda dapat dilihat pada gambar diba+ah ini.

22

5am$ar 2.22 Karakteristik Dio a

-.1 1an!kaian Kontro) Pom"a Pen3e!a# Air Me)im"a# Dalam Praktek 2nstalasi 1egangan 5endah rangkaian kontrol sangat berperan penting dalam memudahkan untuk mencari trouble atau masalah yang terjadi pada saat rangkaian diujikan. 5angkaian kontrol juga dapat memudahkan dalam merangkai rangkaian yang dalam hal ini adalah rangkaian Pompa Pencegah Air Melimpah. Untuk lebih jelasnya gambar rangkaian /ontrol Pompa Pencegah Air Melimpah dapat dilihat pada halaman lampiran. 1erlampir % 1erlampir 2 1erlampir . ! Pintu Panel " ! Panel " ! $imulator" !5angkaian /ontrol"

1erlampir 8,9,:,?,4,3,%),%%,%2,%.

2.

-.2 Deskri"si Kerja 1an!kaian Kontro) Pom"a Pen3e!a# Air me)im"a# Pada rangkaian control pompa pencegah air melimpah, saklar yang mendeteksi air naik adalah saklar %% dan %: dimana peralatan yang sebenarnya adalah &loating s+itch namun kali ini diganti dengan sakar tekan, yang diletakan pada pintu panel. /edua saklar tekan ini harus kita tekan terlebih dahulu baru akan bisa bekerja, ini dikarenakan kita hanya membuat simulatornya saja. Dan ini hanya diperkirakan saja, setelah sampai pada batas le0el 2 maka kita akan menekan %% dan pada saat ini hanya ada satu motor yang bekerja dimana motor ini ditandai oleh lampu pijar. Apabila air telah naik lagi maka saklar tekan lagi dan ini akan membuat motor berkerja saling bergantian. Pada kondisi air naik saklar %% menutup menggerakan motor 2 sehingga pada le0el 2 tadi motor dapat berkerja bergantian. Pada saat motor 2 bekerja, dimana batas air mencapai le0el .. ini berarti bah+a air masukan lebih besar dari pada air yang dikeluarkan. Maka kita tekan %)i sehingga motor bekerja bersamaan. /arena jumlah air semakin meningkat dan mencapai le0el 8 maka kita akan melihat pada panel ada tanda dari lampu yang menandakan air telah penuh seperti serine, alarm, dan sebagainya. Dimana ini dihidupkan dengan menekan .? dan untuk mematikan lampu tanda bahaya tadi maka kita harus menekan kembali .? lalu menekan tombol tekan b.4. Pada keadaan otomatis ini pengaturan dilakukan selanjutnya dikendalikan oleh saklar %% dan %:. misalnya pada keadaan pertama d %: terhubung pada %% menutup maka motor yang berkerja adalah posisi %-8 dan :-9. Apabila %% kita

mototr %. /eadaan kedua anggap %% menutup dengan kemampuan relay impuls dapat memindahkan d%% ke posisi %-. dan :-? maka motor yang berkerja adalah motor 2. Untuk lebih jelas lihat pada halaman lampiran. -.- Da*tar Materia) an Da*tar Pera)atan -.-.1 Da*tar Materia) Adapun da&tar material yang digunakan pada praktek maintenance dan repair antara lain sebagai berikut # Ta$e) -.1 28

Ta$e) Da*tar Materia) Pa a Simu)asi Pom"a Pen3e!a# Air Me)im"a#. <o. % 2 . 8 8 9 : ? 4 3 %) %% %2 %. %8 Da&tar Material 7ampu Pijar 1erminal $aklar Putar'$elektor $aklar 1unggal 1ombol 1ekan 7ampu 1anda /abel Po+er supply 2mpuls /ontaktor Daya L 67 1imer 6< Delai <1C Dioda 5elay 5elay 1imer ,umlah 2 $ecukupnya 2 9 . ? $ecukupnya % % 2 % 2 ? 3 .

-.-.2 Da*tar Pera)atan Adapun peralatan yang digunakan pada praktek simulator pompa pencegah air melimpah ini dapat dilihat pada tabel ..2 di ba+ah ini. Ta$e) -.2 Da*tar "era)atan +an! i!unakan a)am "raktek simu)ator "om"a "en3e!a# air me)im"a# <o. % 2 . 8 8 9 ? 4 3 %) %% <ama Peralatan 6beng !L" besar 6beng !-" besar 6beng !L" kecil 6beng !-" kecil 1espen 1ang /ombinasi 1ang Potong 1ang /upas 1ang uaya Multitester Jater pass ,umlah % % % % % % % % % % %

29

BAB I@ P/MBA%ASAN
..1 Umum $alah satu tujuan dari merangkai suatu rangkaian, baik rangakaian kontrol maupun rangkaian instalasi ialah agar kita mengetahui secara langsung bagaimana cara-cara pemasangan pada suatu peralatan, &ungsinya dan cara kerjanya. Untuk mendapatkan itu semua maka kita harus dapat menganalisa rangkaian dengan baik. Melakukan perhitungan adalah salah satu bentuk analisa, perhitungan juga termasuk rencana sebelum melakukan pemasangan pada suatu rangkaian. ..2 Per#itun!an Adapun deskripsi rangkaian pada praktek di lab. mekanik listrik adalah # %. Motor dimana hanya menggunakan lampu pijar dengan daya 8) J. Di mana besar daya digunakan dalam daya semu yaitu ( 9) BA. ..2.1 Menentukan tin!kat "en!aman +an! 3o3ok erdasarkan persamaan 2.9, maka # 2 ( 22) . ),4 2 ( ),23 A erdasarkan peraturan yang ada pada tabel untuk arus ),23 maka pengaman yang digunakan 2 A. Dan pengaman antara kedua motor sama karena sama-sama di+akili oleh lampu pijar dengan P ( 8) J ( 9) BA. ..2.2 Menentukan "anjan! "en!#antar
9)

2:

Untuk motor % dan 2 dimana# 2 ( ),23 A $ ( 2,9 mm E ( ),))%?9 Dmm2'm erdasarkan persamaan 2. maka panjang penghantar# 7 ( 2. ) . . cos 7 ( 2 . ),23 . ).))%?9 . ),4 7 ( .)4:, 8% m. ..2.-. Menentukan besar putaran sinkron !<o" erdasarkan motor berkatup ganda dan motor berkatub empat dengan &rekuensi nominal 9) AI, bila slipnya :)G perputaran beban penuh !<" dapat dihitung dengan keluaran nominal 9,9. erdasarkan persamaan 2., maka untuk putaran ganda# <o (
%2) . 9) 2
2,9 S

<o ( .))) rpm < ( <o ! % S :) " ( <o ! % " ( .))) M ).8 %)) %))

( %2)) rpm /alau untuk yang berkatub empat, maka# <o (


%2) . 9) 8

( %9)) rpm < ( <o ! %S :) " ( <o ! %" ( %9)) M ),8 %)) %))

( :)) rpm Untuk 2 katup kopel beban penuh ( p rputaran b ban p nuh 3?8 ..................................8.%
k luaran no min al

2?

9,9 3?8 %2))

( 8,8: /gm Untuk 8 katup kopel beban penuh ( p rputaran b ban p nuh 3?8 (
9,9 3?8 :))
k luaran no min al

( 4,32 /gm ..2... Perhitungan kemampuan pompa erdasarkan apa yang dipraktekan di mana air dinaikkan secara kontinyu dari tingkat yang rendah ketingkat yang lebih tinggi. Permukaan air dengan motor memperhatikan berat massa jenis air yaitu % m . adalah %))) /g dan gra0itasi spesi&ikasi air sama dengan % ! pada 8 )C". Untuk menggangkat objek, yaitu air pada kecepatan N !m." persekon mela+an ketinggian A !m" !jika 0ertikal dari permukaan air terendah kepermukaan air teratas"., dengan mengubah persamaan daya diperlukan# Pm ( /M 3,4 M %))) M NA M %). M !/J" .........................8.2 Atau# Pm ( / M
%))) 56 %)) M !/J" ................................................8.. %) 2
%))

Bolume !m.'s" jumlah hulu !m" dasar perputaran spesi&ikasi !<s" untuk menempatkan air pada kecepatan % m.'s terhadap hulu % meter.

<s (

" 5 6
.' 8

..............................................................................8.8

Di mana# A # jumlah hulu !m" N # 0olume motor !m." Perhitungan daya pompa

24

Pm (

7 %))) 56 %)) M .....................................................8.9 %) 2


%,2 % %))) % %) % 8 % %)) :) %) 2 % ?:

Pm (

Pm ( %),.2 /J ..-. Pen!aman Pengaman yang digunakan hanya pengaman rangakaian untuk tegangan 22) yang hanya berupa o0erload. .... Ana)isa Pada rangkaian control pompa pencegah air melimpah ini dapat dioperasikan secara otomatis dan manual. 6perasi otomatis digunakan untuk kerja pompa sesuai dengan urutan kerjanya. Pengoperasian otomatis ini dilakukan apabila semua peralatan control dalam kondisi normal dan siap untuk bekerja. Pada operasi manual, biasanya digunakan untuk hal yang bersi&at darurat !sementara", antara lain # a. Untuk melihat kondisi kerja rangkaian, apakah sudah layak untuk dioperasikan secara kontinyu dan dalam +aktu yang cukup lama. b. Untuk pengecekan rangkaian setelah perbaikan apabila terjadi gangguan. ....1. Ana)isa kerja ran!kaian otomatis $aat saklar utama $)) diputar pada posisi %, sehingga rangkaian kontrol akan tersuplai tegangan. $aklar b%) dan saklar b%9 diputar pada posisi !A" automatis maka antara sumber tegangan dan rangkaian kontrol akan terhubung. Pada saat air telah mencapai le0el 2 maka pully saklar pelampung akan terangkat, dengan terangkatnya pully maka kontak b%% akan terhubung, dengan terhubungnya saklar b%% maka impuls d%8 akan tersuplai tegangan dan anak kontak <6 nya menutup dan rele d%9 akan 23

tersuplai tegangan, lalu semua kontak <6 d%9 akan menutup dan semua kontak <C nya akan membuka, dengan menutupnya kontak <6 d%9 maka rele d%: akan tersuplai tegangan sehingga semua kontak <6 rele nya akan menutup dan kontak <C nya akan membuka. Dengan menutupnya kontak <6 relenya maka C2. akan tersuplai tegangan maka motor !pompa 2" akan bekerja. /arena ada aliran air pengontrol aliran b%9.% maka kontak b%9.% akan terhubung, pompa P2 tetap bekerja +alau timer d%: telah habis +aktunya. Air pada bak penampungan terus naik dan pada saat air telah mencapai le0el . maka pully saklar pelampung b%: akan terangkat, dengan terangkatnya pully maka kontak b%: akan terhubung, dengan menutupnya saklar b%: maka rele d%% akan tersuplai tegangan sehingga semua kontak <6 rele nya akan menutup dan semua kontak <C nya akan membuka, dengan menutupnya kontak <6 rele maka C2% akan tersuplai tegangan lalu motor !pompa P%" akan bekerja. /arena ada aliran air pada pengontrol aliran b%).% maka kontak b%).% akan terhubung, pompa P2 tetap bekerja +alau timer d%2 telah habis +aktunya. Pada le0el ini kedua pompa !P% dan P2" bekerja secara bersamaan. Untuk pengetesan seluruh lampu tanda !A%., A%4, A29, A2:, A24, A23 dan A.3" maka tombol b.% ditekan sedang untuk pengetesan pada saat pompa beroperasi b.2 ditekan maka timmer d.2 akan tersuplai tegangan dan kontak <6 nya akan menutup kemudian lampu A29 dan A24 akan menyala menandakan pompa P% dan pompa P2 bekerja. Pada saat ketinggian air telah mencapai le0el 8 maka air akan mengangkat pully saklar pelampung b.?, maka kontaknya akan terhubung !menutup". Dengan menutupnya b.? maka rele d.? akan tersuplai tegangan, kontak <6 d.? menutup maka A.3 menyala menandakan bah+a air berada pada le0el tertinggi. ,ika terjadi beban lebih pada pompa maka o0erload akan bekerja, kontak <6 o0erload akan menutup dan <C akan membuka, dengan bekerjanya o0erload maka rele d2? dan d.) akan tersuplai tegangan .)

sehingga semua kontak <6 menutup dan kontak <C membuka dengan bekerjanya o0erload maka lampu A2: dan A23 menyala menandakan terjadi beban lebih. ....2. Ana)isa Kerja 1an!kaian Manua) Pada posisi manual ini kerja rangkaian tidak dipengaruhi oleh saklar pelampung b%% dan b%:, pengoperasian secara manual dilakukan pada saat perbaikan atau pada saat saklar pelampung b%% dan b%: tidak dapat ber&ungsi atau mengalami gangguan. $aat saklar utama $)) diputar pada posisi %, sehingga rangkaian kontrol akan tersuplai tegangan. $aklar b%) diputar pada posisi !M" manual, d%% dan kontak relenya akan 6< sehingga semua kontak <6 relenya akan menutup dan semua kontak <C relenya akan membuka. $etelah kontak <6 nya menutup maka C2% akan tersuplai tegangan maka pompa P% akan bekerja. ,ika tidak ada aliran air pada pengontrol aliran b%).% dan timer d%% +aktunya habis maka kontaknya akan berpindah menjadi <6 sehingga pompa P% akan mati dan rele d%2 akan tersuplai tegangan lalu kontak <6 nya akan menutup, dengan menutupnya kontak <6 d%2 maka A%. menyala menandakan pompa P% tidak ada aliran air pada pengontrol aliran b%).% maka b%).% akan terhubung, pompa P% bekerja +alau timer d%% telah habis +aktumya. $aat saklar b%9 diputar pada posisi !M" manual, d%: dan kontak relenya 6< sehingga semua kontak <6 nya akan menutup dan semua kontak <C nya akan membuka, setelah kontak <6 nya menutup maka C2. akan tersuplai tegangan dan semua kontak <6 C2. akan menutup dan kontak <C nya akan membuka, dengan bekerjanya C2. maka pompa P2 akan bekerja. ,ika tidak ada aliran air pada pengontrol aliran b%9.% dan timer d%: +aktunya habis maka kontaknya akan berpindah menjadi <6 sehingga pompa P2 akan mati dan rele d%? tersuplai tegangan lalu semua kontak <6 nya akan menutup dengan menutupnya kontak <6 d%? maka A%4 akan menandakan pompa P2 tidak ada aliran. ,ika ada aliran air pada

.%

pengontrol aliran b%9.% maka kontak b%9.% akan terhubung, pompa P2 tetap bekerja +alau timer d%: +aktunya telah habis. Untuk pengetesan seluruh lampu tanda !A%., A%4, A29, A2:, A24, A23 dan A.3" maka tombol b.% ditekan sedang untuk pengetesan pada saat pompa beroperasi b.2 ditekan maka timmer d.2 akan tersuplai tegangan dan kontak <6 nya akan menutup kemudian lampu A29 dan A24 akan menyala menandakan pompa P% dan pompa P2 bekerja. Pada saat ketinggian air telah mencapai le0el 8 maka air akan mengangkat pully saklar pelampung b.?, maka kontaknya akan terhubung !menutup". Dengan menutupnya b.? maka rele d.? akan tersuplai tegangan, kontak <6 d.? menutup maka A.3 menyala menandakan bah+a air berada pada le0el tertinggi. ,ika terjadi beban lebih pada pompa maka o0erload akan bekerja, kontak <6 o0erload akan menutup dan <C akan membuka, dengan bekerjanya o0erload maka rele d2? dan d.) akan tersuplai tegangan sehingga semua kontak <6 menutup dan kontak <C membuka dengan bekerjanya o0erload maka lampu A2: dan A23 menyala menandakan terjadi beban lebih. ....Ana)isa Kesa)a#an Kerja Pa a Saat Praktek $aat melakukan praktek dibengkel listrik semester 9 ini ada beberapa hambatan yang membuat kerja rangkaian mengalami masalah antara lain yaitu# ahan praktek yang digunakan seperti dioda'<1C yang dipakai dalam keadaan tidak baik'rusak, sehingga ketika keadaan anoda lebih positi& dari katoda maka mengakibatkan dioda ber&ungsi sebagai s+itch yang terbuka bukan tertutup, sehingga arus tidak mengalir. Pada keadaan ini A29 dan A.3 secara bersamaan menyala. Pemasangan kabel pada 165 tidak sesuai dengan gambar penga+atan, bagian yang harusnya terpasang pada kontak <C justru dipasang pada kontak <6 .2

165 yang digunakan dalam kondisi kurang baik,sehingga pemasangan kabel harus benar-benar pas dan tidak boleh longgar agar tidak terjadi loss pada kabel-kabel penga+atan.

BAB @ P/NUTUP
8.1. Kesim"u)an Dari pembahasan maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut# %. /ontrol pompa pencegah air melimpah ini digunakan untuk mengendalikan pengisian bak penampungan air yang bekerja secara otomatis dan manual. 2. /ontrol ini bekerja apabila permukaan air pada bak penampungan telah menyentuh dan mengangkat pully dari saklar apung !&loating ..

s+itch" b%% dan b%: dan akan mati apabila air telah habis atau pully dari saklar apung kembali ke posisi a+al. .. /ontrol ini berguna untuk mempermudah pemakai dalam pengoperasian pompa untuk pengisian bak penampungan

8.2 Saran Dalam merangkai sebuah panel kontrol Pompa Air melimpah hal yang perlu diperhatikan yaitu penga+atan dari masing-masing saklar pengontrol. Dikarenakan dalam panel terdapat banyak kabel yang saling berhubungan satu sama lain maka ketelitian dalam merangkai sangat diperlukan.$elain itu hubungan pada komponen seperti 165,5elai,dan /ontaktor juga harus diperhatikan. /esalahan dalam menggunakan kontak pada komponen !terbalik antara <6 dan <C" akan menyebabkan rangkaian tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

DA&TA1 PUSTAKA
%. 7atihan engkel 7istrik $emester 9 2. $ugono,A.si O8 knik 8 na!a (istrik9. C.B. A<C/A , $olo,2))) .. Diktat,P1asar instalasi listrik9,Politeknik <egeri $ri+ijaya 8. Aarten P. Bandan dan 2r C. $etia+an,P2nstalasi 7istrik Arus /uat %dan 2, ina Cipta,,akarta,%34%dan %349. 9. Diktat 2l ktronika Analo! 1an Di!ital s m st r 1 1an 2, teknik listrik, Politeknik <egeri $ri+ijaya :. Sur:atmo $ Oteknik 7istrik 2nstalasi PeneranganP5eneka Cipta,,akarta %34.. .8

.9