You are on page 1of 4

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEMA VESTIBULAR

Terdapat tiga sistem yang mengelola pengaturan keseimbangan tubuh yaitu: sistem vestibular, sistem propioseptik, dan sistem optik. Sistem vestibular meliputi labirin (aparatus vestibularis), nervus vestibularis dan vestibular sentral. Labirin terletak dalam pars petrosa os temporalis dan dibagi atas koklea (alat pendengaran) dan aparatus vetibularis (alat keseimbangan). Labirin secara umum adalah telinga dalam, tetapi secara khusus dapat diartikan sebagai alat keseimbangan. Labirin yang merupakan seri saluran, terdiri atas labirin membran yang berisi endolimfe (tinggi kalium rendah natrium) dan labirin tulang berisi perilimfe (tinggi natrium rendah kalium), dimana kedua cairan ini mempunyai komposisi kimia berbeda dan tidak saling berhubungan. Berat jenis cairan endolimfa lebih tinggi daripada cairan perilimfe. (Sakka L, 2004) Aparatus vestibularis terdiri atas satu pasang organ otolith dan tiga pasang kanalis semisirkularis. Otolith terbagi atas sepasang kantong yang disebut sakulus dan utrikulus. Keduanya masing-masing mempunyai suatu penebalan atau makula sebagai mekanoreseptor khusus. Kanalis semisirkularis adalah saluran labirin tulang yang berisi perilimfe, sedang duktus semisirkularis adalah saluran labirin selaput berisi endolimfe. Ketiga duktus semisirkularis terletak saling tegak lurus. Utrikulus dan sakulus mengandung makula yang diliputi oleh sel-sel rambut. Menutupi sel-sel rambut ini adalah suatu lapisan gelatinosa yang ditembus oleh silia dan pada lapisan ini terdapat pula otolith yang mengandung kalisum dan dengan berat jenis yang lebih besar daripada endolimfe. Karena pengaruh gravitasi, maka gaya dari otholith akan membengkokkan silia sel-sel rambut dan menimbulkan rangsangan pada reseptor. (Wall C, 2001)

Gambar 1. Sistem Vertibuler dengan canal semisirkularis dan organ otolith. (Wall C, 2001)

Sistem vestibulais memberi respon terhadap percepatan rotasional dan linear (termasuk gravitasi) serta input visuak dan propioseptif dalam menjaga keseimbangan dan orientasi tubuh dalma ruangan. Gerakan inersia endolimfe dalam kanalis semisirkularis selama percepatan rotasional akan memindah kupula, mengaktifkan silia dan transmisi potensial aksi ke divisi vestibuler nervus cranialis VIII. Percepatan linier dapat menghasilkan pemindahan otolith dalam utrikulus atau sakulus. Hal ini akan mengubah silia dan meningkatkan atau menurunkan frekuansi potensial aksi divisi vestibularis nervus VIII. (Sakka L, 2004)

Gambar 2. Jalur Vestibulospinalis. (Felten, 2009)

Neuron orde I dari nervus vestibularis melalui inforasi dari utrikulus, sakulus dan canalis semisirkularis ke nukleus vestibularis, melalui badan sel bipolar yang terletak dalam ganglion vestibularis (gannglion Scarpa). Divisi koklearis dan vestibularis ini berjalan bersama dalam tulang petrosus menuju ke meatus auditorius internus, menembus ruang subarachnoid di sudut cerebellopontin, masuk dan saling memisahkan diri di pontomedullary junction menuju nukleus vestibularis dekat dengan lantai ventrikel IV. Nukleus vestibularis tersusun atas: 1. Nukleus vestibularis superior (Bechterew) 2. Nukleus vestibularis lateral (Deiter) 3. Nukleus vestibularis medial (Schwalbe) 4. Nukleus vestibularis inferior (Roller) Serabut-serabut nervus vestibularis telah terbagi sebelum berakhir dalam kelompok sel nukleus vestibularis dimana akan menjadi neuron orde II. (Sakka L, 2004) Beberapa serabut nervus vestibularis membawa impuls secara langsung tanpa sinap lewat trakus juxtarestiformis menuju lobus flokulonodularis cerebellum. Keempat nukleus vestibularis, sebagian besar dari nukleus superior dan media mengirim serabutnya melalui fasikulus longitudinalis medialis. Jalur ini menghubungkan nukleus vestibularis dengan nukleus bervus III, IV, VI, XI dan nervi spinalis servikal atas, yang penting dalam mengatur gerakan mata, kepala dan leher dalam merespon stimulasi kanalis semisirkularis. Beberapa serabut berlanjut melewati nukleus interstitial Cajal dan Darkschewitsch di mesencephalon untuk berjalan ascenden menuju ke thalamus (regio ventral posterior dan korteks cerebri, namun jalur yang pasti sehingga sinyal vestibuler sampai korteks belum diketahui. Impuls dari nukleus superior dan medial secara tidak langsung menuju cerebellum melalui serabut vestibulocerebellaris. Dri nukleus lateral turun sebagai traktus vestibulospinalis yang penting dalam mengatur tonus otot dan postur. (Wall C, 2001) Neurofisiologi alat keseimbangan tubuh dipisahkan atas tahap, yaitu: 1. Tahap Transduksi Rangsangan gerakan (mekanis, cahaya, propioseptif) yang ditangkap oleh reseptor tubuh diubah menjadi impuls saraf (bioelektrokimia) yang selanjutnya diteruskan oleh sara aferen. 2. Tahap Transmisi Impuls saraf yang dikirim dari reseptor disalurkan oleh saraf aferennya menuju ke pusatpusat keseimbangan di otak. Saraf aferen tersebut adalah: n. Vestibularis, n. Opticus, n. Spinovestibulocerebellaris.

3. Tahap Modulasi Beberapa kelompok inti di otak berperan dalam mengiah informasi yang disalurkan oleh saraf aferen untuk dilakukan proses modulasi, komparasi, integrasi/koordinasi dan presepsi. Kelompok inti yang terkait antara lain: inti vestibularis, cerebellum (vestibulocerebellum), oculomotorius, hypothalamus (termasuk pusat muntah di batang otak), formasio retikularis, dan korteks cerebri (termasuk limbik dan prefrontal) Informasi yang ditangkap vestibulum, visus dan reseptor propioseptik tersebut diteruskan ke pusat keseimbangan di otak untuk dibandingkan, baik yang datang dari sisi kiri terhadap kanan, maupun sebaliknya, yang kemudian akan dijawab sebagai respon. Bila semuanya berfungsi normal, informasi dari berbagai sumber itu adalah sesuai atau harmonis, pusat akan memberi perintah kepada organ pelaksana/efektor dalam bentuk respon fisiologik. (Sakka L, 2004) Apabila salah satu sisi atau sistem dari ketiga tahap tersebut diatas tidka bekerja sempurna akan beakibat pada penyesuaian dengan munculnya respon yang patologik berupa tanda kegawatan dalam bentuk vertigo (korteks cerebri), mual, muntah, keringat dingin (otonom), nistagmus (otot penggerak mata) dan gangguan keseimbangan. (Beliz A, 2005)

DAFTAR PUSTAKA

Beliz, A. 2005. Brief Review of Vestibular System Anatomy and Its Higher Order Projection. Neuroanatomy 4: 24-27. Felten, Selty. 2009. Netters Atlas of Neuroscience, 2nd Edition. Elsevier Inc. Sakka L, Vitte E. 2004. Anatomy and Physiology of The Vestibular System: Review of The Literature. Morphologie 88: 117-128 Wall C, Vrebec JT. Vestibular Function and Anatomy. In: Head and Neck SurgeryOtolaryngolog. 2001: 1641-1650