You are on page 1of 14

Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT

RSIJ CempakaPutih Jakarta


periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

1
ANATOMI DAN FISIOLOGI KESEIMBANGAN

Terdapat tiga sistem yang mengelola pengaturan keseimbangan tubuh yaitu : sistem
vestibular, sistem proprioseptik, dan sistem optik. Sistem vestibular meliputi labirin
(aparatusvestibularis), nervus vestibularis dan vestibular sentral. Labirin terletak dalam pars
petrosa ostemporalis dan dibagi atas koklea (alat pendengaran) dan aparatus vestibularis
(alatkeseimbangan). Labirin yang merupakan seri saluran, terdiri atas labirin membran yang
berisi endolimfe dan labirin tulang berisi perilimfe, dimana kedua cairan ini mempunyai
komposisikimia berbeda dan tidak saling berhubungan.

Aparatus vestibularis terdiri atas satu pasang organ otolith dan tiga pasang
kanalissemisirkularis. Otolith terbagi atas sepasang kantong yang disebut sakulus dan
utrikulus.Sakulus dan utrikulus masing-masing mempunyai suatu penebalan atau makula
sebagai mekanoreseptor khusus. Makula terdiri dari sel-sel rambut dan sel penyokong.
Kanalissemisirkularis adalah saluran labirin tulang yang berisi perilimfe, sedang duktus
semisirkularis adalah saluran labirin selaput berisi endolimfe. Ketiga duktus semisirkularis
terletak saling tegak lurus.

Sistem vestibular terdiri dari labirin, bagian vestibular nervus kranialis kedelapan
(yaitu, nervus vestibularis, bagian nervus vestibulo kokhlearis), dan nuklei vestibularis dibagian
otak, dengan koneksi sentralnya. Labirin terletak di dalam bagian petrosus ostempolaris dan
terdiri dari utrikulus, sakulus, dan tigan kanalis semisirkularis. Labirin membranosa terpisah
dari labirin tulang oleh rongga kecil yang terisi dengan perilimfe organ membranosa itu
sendiri berisi endolimf. Urtikulus, sakulus, dan bagian kanalis semisirkularis yang melebar
(ampula) mengandung organ reseptor yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan.


Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

2

Gambar 1. Organ pendengaran dan keseimbangan

Tiga kanalis semisirkularis terletak di bidang yang berbeda. Kanalis semisirkularis
lateral terletak di bidang horizontal, dan dua kanalis semisirkularis lainnya tegak lurus
dengannya dan satu sama lain. Kanalis semisirkularis posterior sejajar dengan aksis os
petrosus, sedangkan kanalis semisirkularis anterior tegak lurus dengannya. Karena aksis os
petrosus terletak pada sudut 450 terhadap garis tengah, kanalis semisirkularis anterior satu
telinga pararel dengan kanalis semisirkularis posterior telinga sisi lainnya, dan kebalikannya.
Kedua kanalis semisirkularis lateralis terletak di bidang yang sama (bidang horizontal).
Masing-masing dari ketiga kanalis semisirkularis berhubungan dengan utrikulus.
Setiap kanalis semisirkularis melebar pada salah satu ujungnya untuk membentuk ampula,
yang berisi organ reseptor sistem vestibular, krista ampularis. Rambut-rambut sensorik krista
tertanam pada salah satu ujung massa gelatinosa yangmemanjang yang disebut kupula, yang
Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

3
tidak mengandung otolit. Pergerakan endolimf di kanalis semisirkularis menstimulasi rambut-
rambut sensorik krista, yang dengan demikian, merupakan reseptor kinetik (reseptor
pergerakan).


Gambar 2. Krista ampularis

Utrikulus dan sakulus mengandung organ resptor lainnya, makula utrikularis dan
makula sakularis. Makula utrikulus terletak di dasar utrikulus paralel dengan dasar tengkorak,
dan makula sakularis terletak secara vertikal di dinding medial sakulus. Sel-sel rambut
makula tertanam di membrana gelatinosa yang mengandung kristal kalsium karbonat, disebut
statolit. Kristal tersebut ditopang oleh sel-sel penunjang.
Reseptor ini menghantarkan implus statik, yang menunjukkan posisi kepala terhadap
ruangan, ke batang otak. Struktur ini juga memberikan pengaruh pada tonus otot. Implus
yang berasal dari reseptor labirin membentuk bagian aferen lengkung refleks yang berfungsi
untuk mengkoordinasikan otot ekstraokular, leher, dan tubuh sehingga keseimbangan tetap
terjaga pada setiap posisi dan setiap jenis pergerakan kepala.
Stasiun berikutnya untuk transmisi implus di sistem vestibular adalah nervus
vestibulokokhlearis. Ganglion vestibulare terletak di kanalis auditorius internus; mengandung
sel-sel bipolar yang prosesus perifernya menerima input dari sel resptor di organ vestibular,
Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

4
dan yang proseus sentral membentuk nervus vestibularis. Nervus ini bergabung dengan
nervus kokhlearis, yang kemudian melintasi kanalis auditorius internus, menmbus ruang
subarakhnoid di cerebellopontine angle, dan masuk ke batang otak di taut pontomedularis.
Serabut-serabutnya kemudian melanjutkan ke nukleus vestibularis, yang terletak di dasar
ventrikel keempat.


Gambar 3. Makula Statika


Kompleks nuklear vestibularis terbentuk oleh :

Nukleus vestibularis superior (Bekhterev)
Nukleus vestibularis lateralis (Deiters)
Nukleus vestibularis medialis (Schwalbe)
Nukleus vestibularis inferior (Roller)


Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

5

Gambar 4. Kompleks nuklear vestibularis dan hubungan sentralnya. A. Komponen
nulkeus vestibularis. B. Hubungan sentral masing-masing komponen nukleus vestibularis.

Serabut-serabut nervus vestibularis terpisah menjadi beberapa cabang sebelum
memasuki masing-masing kelompok sel di kompleks nuklear vestibularis, tempat mereka
membentuk relay sinaptik dengan neuron kedua.
Anatomi hubungan aferen dan eferen nuklei vestibularis saat ini belum diketahui
secara pasti. Teori yang berlaku saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagian serabut yang berasal dari nervus vestibularis menghantarkan impuls
langsung ke lobus flokulonodularis serebeli (arkhiserebelum) melalui traktus
juxtarestiformis, yang terletak di dekat pedunkulus serebelaris inferior. Kemudian,
lobus flokulonodularis berproyeksi ke nukleus fastigialis dan melalui fasikulus
unsinatus (Russell), kembali ke nukleus vestibularis; beberapa serabut kembali
melalui nervus vstibularis ke sel-sel rambut labirin, tempat mereka mengeluarkan efek
regulasi inhibitorik utama. Selain itu, arkhi serebelum mengandung serabut-serabut
ordo kedua dari nukleus vestibularis superior, medialis, dan inferior dan mengirimkan
Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

6
serabut eferen langsung kembali ke kompleks nuklear vestibularis, serta ke neuron
motorik medula spinalis, melalui jaras serebeloretikularis dan retikulospinalis.
2. Traktus vestibulospinalis lateralis yang penting berasal dari nukleus vestibularis
lateralis (Deiters) dan berjalan turun pada sisi ipsilateral di dalam fasikulus anterior ke
motor neuron dan medula spinalis, turun hingga ke level sakral. Impuls yang
dibawa di traktus vestibularis lateralis berfungsi untuk memfasilitasi refleks ekstensor
dan mempertahankan tingkat tonus otot seluruh tubuh yang diperlukan untuk
keseimbangan.
3. Serabut nukleus vestibularis medialis memasuki fasikulus longitudinalis medialis
bilateral dan berjalan turun di dalamnya ke sel-sel kornu anterius medula spinalis
servikalis, atau sebagai traktus vestibulospinalis medialis ke medula spinalis torasika
bagian atas. Serabut-serabut ini berjalan turun di bagian anterior medula spinalis
servikalis, di dekat fisura mediana anterior, sebagai fasikulus sulkomarginalis, dan
mendistribusikan dirinya ke sel-sel kornu anterior setinggi servikal dan torakal bagian
atas. Serabut ini mempengaruhi tonus otot leher sebagai respon terhadap posisi kepala
dan kemungkinan juga berpapartisipasi dalam refleks yang menjaga ekuilibrium
dengan gerakan lengan untuk keseimbangan.
4. Semua nukleus vestibularis berproyeksi ke nuklei yang mempersarafi otot-otot
ekstraokular melalui fasikulus longitudinalis medialis.




Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

7

Gambar 5. Hubungan sentral nervus vestibularis

Neurofisiologi Alat Keseimbangan Tubuh
Alur perjalanan informasi berkaitan dengan fungsi AKT melewati tahapan sebagai berikut.
1. Tahap Transduksi.
Rangsangan gerakan diubah reseptor (R) vestibuler (hair ceel), R. visus (rod dan cone cells)
dan R proprioseptik, menjadi impuls saraf. Dari ketiga R tersebut, R vestibuler menyumbang
informasi terbesar disbanding dua R lainnya, yaitu lebih dari 55%.
Mekanisme transduksi hari cells vestibulum berlangsung ketika rangsangan gerakan
membangkitkan gelombang pada endolyimf yang mengandung ion K (kalium). Gelombang
endolimf akan menekuk rambut sel (stereocilia) yang kemudian membuka/menutup kanal ion
K bila tekukan stereocilia mengarah ke kinocilia (rambut sel terbesar) maka timbul influks
ion K dari endolymf ke dalam hari cells yang selanjutnya akan mengembangkan potensial
aksi. Akibatnya kanal ion Ca (kalsium) akan terbuka dan timbul ion masuk ke dalam hair
Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

8
cells. Influks ion Ca bersama potensial aksi merangsangn pelepasan neurotransmitter (NT) ke
celah sinaps untuk menghantarkan (transmisi) impuls ke neuron berikutnya, yaitu saraf aferen
vestibularis dan selanjutnya menuju ke pusat AKT.

2. Tahap Transmisi
Impuls yang dikirim dari haircells dihantarkan oleh saraf aferen vestibularis menuju ke otak
dengan NT-nya glutamate
A. Normal synoptic transmition
B. Iduktion of longtem potentiation

3. Tahap Modulasi

Modulasi dilakukan oleh beberapa struktur di otak yang diduga pusat AKT, antara lain
- Inti vestibularis
- Vestibulo-serebelum
- Inti okulo motorius
- Hiptotalamus
- Formasio retikularis
- Korteks prefrontal dan imbik

Struktur tersebut mengolah informasi yang masuk dan memberi respons yang sesuai.
Manakala rangsangan yang masuk sifatnya berbahaya maka akan disensitisasi. Sebaliknya,
bila bersifat biasa saja maka responsnya adalah habituasi (1).

4. Tahap Persepsi
Tahap ini belum diketahui lokasinya





Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

9
FISIOLOGI
Informasi yang berguna untuk alat keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh respetor
vestibuler, visual dan propioseptik. Dan ketiga jenis reseptor tersebut, reseptor vestibuler
yang punya kontribusi paling besar, yaitu lebih dari 50% disusul kemudian reseptor visual
dan yang paling kecil konstibusinya adalah propioseptik.
Arus informasi berlangusng intensif bila ada gerakan atau perubahan gerakan dari
kepala atau tubuh, akibat gerakan ini menimbulkan perpindahan cairan endolimfe di labirin
dan selanjutnya bulu (cilia) dari sel rambut ( hair cells) akan menekuk. Tekukan bulu
menyebabkan permeabilitas membran sel berubah sehingga ion Kalsium menerobos masuk
kedalam sel (influx). Influx Ca akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan juga
merangsang pelepasan NT eksitator (dalam hal ini glutamat) yang selanjutnya akan
meneruskan impul sensoris ini lewat saraf aferen (vestibularis) ke pusat-pusat alat
keseimbangan tubuh di otak.
Pusat Integrasi alat keseimbangan tubuh pertama diduga di inti vertibularis menerima
impuls aferen dari propioseptik, visual dan vestibuler. Serebellum selain merupakan pusat
integrasi kedua juga diduga merupakan pusat komparasi informasi yang sedang berlangsung
dengan informasi gerakan yang sudah lewat, oleh karena memori gerakan yang pernah
dialami masa lalu diduga tersimpan di vestibuloserebeli. Selain serebellum, informasi tentang
gerakan juga tersimpan di pusat memori prefrontal korteks serebri.

Pemeriksaan Keseimbangan
Pemeriksaan fungsi keseimbangan dapat dilakukan mulai dari pemeriksaan yang sederhana,
yaitu :
- Uji romberg
Berdiri, lengan dilipat di dada, mata ditutup, dapat dipertajam (sharp romberg) dengan
memposisikan kaki tandem depam belakang, lengan dilipat di dada mata tertutup.
Pada orang normal dapat berdiri lebih dari 30 detik.
- Uji berjalan (stepping test)
Berjalan ditempat 50 langkah, bila tempat berubah melebihi jarak 1 meter dan badan
berputar lebih dari 30 derajat berarti sudah terdapat gangguan keseimbangan
- Pemeriksaan fungsi serembelum
Seperti : past pointing test, dilakukan dengan merentangkan tangan diangkat tinggi,
kemudian telunjuk menyentuk telunjuk yang lain dengan mata tertutup. Tes jari
Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

10
hidung dilakukan dalam posisi duduk pasien diminta menunjuk hidung dengan jari
dalam keadaan mata terbuka dan tertutup.

VERTIGO

Vertigo adalah perasaan berputar. Sesuai kejadiannya vertigo ada beberapa macamnya
yaitu vertigo spontan, vertigo posisi dan vertigo kalori. Dikatakan vertigo spontan bila vertigo
timbul tanpa pemberian rangsangan. Rangsangan timbul dari penyakitnya sendiri, misaknya
pada penyakit meniere oleh sebab tekanan endolimfa yang meninggi. Dalam vertigo posisi,
vertigo timbul disebabkan oleh perubahan posisi kepala. Vertigo timbul karena perangsangan
pada kupula kanalis semi-sirkularis oleh debris atau pada kelainan servikal. Yang dimaksud
dengan debris adalah kotoran yang menempel pada kupula kanalis semisirkularis. Vertigo
kalori ini penting ditanyakan pada pasien sewaktu tes kalori, supaya ia dapat membandingkan
perasaan vertigo ini dengan serangan yang pernah dialaminya. Bila sama maka keluhan
vertigonya adalah betul sedangkan bila ternyata berbeda maka keluhan vertigo sebelumnya
patut diragukan.

NISTAGMUS
Nistagmus adalah gerak bola mata kian kemari yang terdiri dari dua fase, yaitu fase
lambat dan fase cepat. Fase lambat merupakan reaksi sistem sistem vestibuler terhdap
rangsangan, sedangkan fase cepat merupakan reaksi kompensasinya.
Nistagmus merupakan parameter yang akuran unruk menentukan aktifitas sistem
vestibuler. Nistagmus dan vertigo adalah gejala yang berasala dari satu sumber, meskipun
nistagmus dan vertigo tidak selalu timbul bersama. Dalam keadaan terlatih baik, vertigo bisa
tidak diraakan, meskipun nistagmus ada. Pada kelainan vestibuker perifer, gejala vertigo
dapat dihilangkan dengan latihan yang baik.
Nistagmus juga diberi nama sesuai dengan arah komponen cepatnya , sehingga ada
yang dinamakan nistagmus horizontal, nistagmus vertikal dan nistagmus rotatoar.
Nistagmus merupakan parameter penting dalam tes kalori. Ia dapat menentukan normal
tidaknya sistem vestibuler, dan dapat juga menduga adanya kelainan vestibuler sentral.
Nistagmus yang juga penting sebagai pegangan dalam menetukan diagnosis adalah dengan
tes nistagmus posisi.

Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

11
Cara pemeriksaan :
Dalam anamnesis perlu ditekankan mengenai keluhan vertigo, kpan mulai serangan pertama,
dan sudah berapa kali serangan sampai sekarang ini. Ditnayakan pula intensitas beratnya
serangan, apakah tetap, makin berat atau malahan menurun. Pada setiap serangan harus juga
ditanyakan kemungkinan adanya fluktuasi pendengaran yaitu bila terdapaat serangan
pendengaran berkurang akan tetapi bila tidak ada serangn penengaran baik kembali.

Untuk melakukan pemeriksaan fungsi vestibuler dilakukan tes kalori cara kobrak, tes kalori
bitermal, dan tes nistagmus posisi.
1. Tes kobrak
Possi pasien tidur terlentang dengan kepala fleksi 30 derajat atau duduk dengan
kepala ekstensi 60 derajat. Digunakan semprit 5 atau 10 ml, ujung jarum disambung
dengan kateter. Perangsangan dilakukan dengan mengalirkan air es (0 derajat
C),sebanya 5 ml selama 20 detik. Nilai dihitung dengan mengukur lama nistagmus,
dihitung sejak muai air dialirkan sampai nistagmus berhenti. Normal 120-150 detik,
bila kurang dari 120 detik disebut paresis kaanal.
2. Tes kalori bitermal
Tes kalori ini dianjurkan oleh Dick dan Hallpike. Pada cara ini di pakai 2 macam air,
dingin dan pansa. Suhu air dingin adalah 40 derajat C, sedangkan suhu air panas
adalah 44 derajat C. Volume air yang dialirkan ke dalam liang telinga masing-masing
250 ml, dalam waktu 40 detik. Setelah air dialirkan, dicatat lama nistagmus yang
timbul. Setelah telinga kiri diperiksa dengan air dingin, diperiksa telinga kanan
dengan air dingin juga. Pada tiap selesai pemeriksaan pasien diistirahatkan selama 5
menit untuk menghilangkan pusingnya. Dalam rumus ini dihitung selisih waktu
nistagmus kiri dan kanan. Bila selisih ini kurang dari 40 detik maka berarti kedua
fungsi vestibuler dalam keadaan seimbanh, tetapi bila lebih besar 40 detik berarti
mempunyai eaktu nistagmus lebih kecil mengalami paresis kanal.
3. Tes nistagmus posisi
Tes ini dianjurkan oleh hallpike dan cara ini disebut Perasat Hallpike. Caranya adalah
mula-mula pasien duduk, kemudian tidur terlentang sampai kepala menggantung
dipinggir meja periksa, lalu kepal diputar kekiri dan setelah itu kepala diputar
kekanan. Pada setiap posisi nistagmus diperhatikan terutama pada posisi akhir.
Dengan tes ini dapat dikeetahui kelainan sentral atau perifer. Pada kelainan perifer
Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

12
akan ditemukan masa laten dan terdapat kelelahan dan vertigo biasanya terasa berat.
Pada kelainan sentral sebaliknya yaitu tidak ada masa laten, tidak ada kelelahan dan
vertigo ringan saja.

Pemeriksaan keseimbangan secara obyektif dapat dilakukan dengan posturografi dan ENG,
Posturografi
Posturografi adalah pemeriksaan keseimbangan yang dapat menilai secara obyektif
dan kuantitatif kemampuan keseimbangan postural seseorang. Untuk mendapatkan gambaran
yang benar tentang gangguan keseimbangan karena gangguan vestibuler, maka input visual
diganggu dengan menutup mata dan input proprioseptif dihilangkan dengan berdiridi atas
alas tumpuan yang tidak stabil. Dikatakan terdapt gangguan keseimbangan bila terlihat ayun
tubuh berlebihan, melangkah atau sampai jatuh sehinngga perlu berpegangan.
Pemeriksaan posturografi dilakukan dengan menggunakan alat yang terdiri dari alas
sebagai dasar tumpuan yang di sebut Force platform, komputer graficoder, busa dengan
ketebalan 10 cm, untuk mengganggu input proprioseptif, disket data digunakan untuk
menyimpan data hasil pengukuran.
Teknik pemeriksaan posturografi :
Pasien diminta berdiri tenang drngan tumit sejajar di atas alat mata memandang ke satu
titik muka, kemudian dilakukan perekaman pada empat kondisi, masing-masing selama 60
detik.
1. Berdiri di atas alas dengan mata tebuka memandang titik tertentu dalam pemeriksaan
ini ketiga input sensori bekerjasama.
2. Berdiri di atas alas dengan mata tertutup dalam keadaan ini input visual diganggu.
3. Berdiri diatas alas busa 10 cm dengan mata terbuka, memandang titik tertentu, dalam
keadaan ini input proprioseptif diganggu
4. Berdiri tenang diatas alas busa 10 cm dengan mata tertutup, dalam keadaan ini input
visual dan proprioseptif diganggu,
Jadi hanya organ vestibuler saja yang bekerja, bila terdapat pemanjangn ayun tubuh
berarti terjadi gangguan keseimbangan.

Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

13


Elektronistagmografi (ENG)

ENG gunanya untuk memonitor gerakan bola mata. Yaitu bahwa kornea mata itu
bermuatan positif. Muatan positif ini sama dengan muatan positif listrik atau magnet yang
selalu menghimbas daerah sekitarnya. Begitu pula muatan positif kornea ini mengimbas kulit
sekitar bola mata. Dengan meletakan elektroda pada kulit kantus lateral mata kanan dan kiri
bisa direkam. Rekaman muatan ini disalurkan pada sebuah galvanometer.
Bila muatan kornea mata kanan dan mata kiri sama, maka galvanometer akan
menunjukan angka nol (di tengah). Bila mata bergerak ke kanan, maka elektroda kanan akan
bertambah muatannya, sedangkan elektroda kiri akan berkurang, jarum galvanometer akan
bergerak ke satu arah. Jadi kesimpulannya, jarum galvanometer akan bergerak sesuai gerak
bola mata.
Dalam grafik ENG dapat mudah dikenal gerakan nistagmus fase lambat dan fase
cepat, arah nistagmus serta frekuensi dan bentuk grafiknya.











Tugas Anatomi Fisiologi Keseimbangan | Stase THT
RSIJ CempakaPutih Jakarta
periode : 7 Juli-10 Agustus 2014

14
Daftar Pustaka

Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia. Edisi Keenam. Jakarta: EGC; 2011. BAB 6.
Sistem Saraf Perifer; h 234-241
Soepardi E., Iskandar N. Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Edisi ke ketujuh.
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: 2012.
Anatomi Telinga dan keseimbangan. [internet] 2014. [cited 2014 Juli 9] Available
from: http://www.scribd.com/doc/82646507/Anatomi-Telinga
Adams G., Boies L., Higler P. Buku Ajar Penyakit THT. Edisi ke enam. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta: 1997.