You are on page 1of 2

Siklus Carnot

Mesin carnot merupakan mesin kalor yang dapat mengubah energi (kalor) menjadi bentuk
lainnya (usaha mekanik). Disamping mesin carnot, terdapat pula mesin-mesin lain yang
digolongkan dalam mesin kalor sperti mesin uap, mesin diesel dan bensin, mesin jet dan reactor
atom. Pada prinsipnya cara kerja mesin kalor ada tiga proses penting yaitu

1. Proses penyerapan kalor dari sumber panas yang sering disebut sebagai reservoir
(tandon) panas.

2. Usaha yang dilakukan oleh mesin.

3. Proses pembuangan kalor pada tempat yang bersuhu rendah, tempat ini sering disebut
reservoir (tandon) dingin.

Pada tahun 1824 seorang insinyur prancis Sadi Carnot (1796-1832) mengusulkan mesin ideal
yang dapat melakukan usaha secara maksimal dan efisien dibandingkan dengan mesin-mesin
kalor lainnya. Ia membuktikan secara teoritis bahwa tidak ada mesin yang lebih efisien dari
mesin ideal ini, walaupun pada kenyataannya mesin idealini tidak dapat dibuat.

Mesin carnot bekerja berdasarkan suatu siklus yang disebut siklus carnot. Siklus ini terjadi pada
sebuah silinder berisi gas yang dinding-dindingnya terisolasi secara temal ( panas tidak dapat
menembus dinding silinder). Bahan atau zat yang dilibatkan dalam msin kalor berdasarkan silkus
carnot adalah suatu gas ideal. Proses termodinamika yang terlibat dalam siklus carnot terdiri dari
dua proses isothermal dan dua proses adiabatic. Proses ini dapat dilihat pada grafik:

PA A Q

PB B

PD D

PC Q2 C

VA VD VB VC

A B : proses isothermal

B C : proses adiabatic

C D : proses isothermal

D A : proses adiabatik
1. Proses AB

Pada proses ini, gas dikontakkan dengan reservoir panas bersuhu T1 melalui dasar
silinder. Kemudian beban sedikit demi sedikit dikurangi sehingga piston (penghisap)
terangkat dan gas akan memuai (berekspansi) secara isothermal pada suhu T1. Selama
proses ini gas menyerap kalor sejumlah Q1 dan melakukan usaha (WAB) Dengan
menaikkan piston keatas.

2. Proses BC

Pada proses ini, dasar silinder yang semula dikontakkan pada reservoir panas sekarang
diberi dinding yang terisolasi terhadap lingkungan. Sedikit demi sedikit beban dikurangi
dan membiarkan gas memuai (mengembang = berekspansi) secara adiabatik. Selama
proses inisuhu gas turun dari T1 menjadi T2 dan gas melakukan usaha sebanyak WBC yang
ditunjukkan dengan naiknya piston.

3. Proses CD

Pada proses ini, gas dikontakkan dengan reservoir dingin bersuhu T2 melalui dasar
silinder. Kemudian beban ditambahkan sedikit demi sedikit sehingga piston turun dan
membiarkan gas termampatkan (terkompres) secara isothermal pada suhu T2. Selama
proses ini gas akan membuang kalor sebanyak Q2 dan menerima usaha (berarti usaha
negatif) dari luar sebesar WCD.

4. Proses DA

Pada proses ini, dasar silinder kembali di isolasikan terhadap lingkunagn. Sedikit demi
sedikit, beban ditambahkan dan biarkan gas termampatkan secara adiabatic. Selam proses
ini suhu gas naik dari T2 menjadi T1 dan gas menerima usaha dari luar sebanyak WDA
yang ditunjukkan dengan turunnya piston.