You are on page 1of 2

PADA PERCOBAAN KALI INI KAMI MELAKUKAN EKSTRAKSI NIKOTIN DALAM

TEMBAKAU. Nikotin adalah jenis zat dalam rokok yang paling populer dalam
mengakibatkan gangguan kesehatan. Nikotin dengan rumus molekul C10H14N2 atau
C5H4NC4H7NCH3 mempunyai berat 162,26 g/mol. Berbentuk cairan seperti minyak,
bersifat higroskopis, tidak berwarna hingga berwarna kuning muda, dapat berubah warna
menjadi cokelat bila kontak dengan udara dan cahaya (Strecher, 1968).nikotin termasuk
golongan alkaloida. Alkaloida merupakan suatu zat aktif yang memiliki gugus
nitrogen heterosiklis. Senyawa kimia alkaloid ini memiliki efek kuat dan bersifat
stimulant terhadap tubuh manusia. Biosintesis nikotin terjadi di akar kemudian ditransloka-
sikan ke seluruh jaringan tanaman terutama di daun (Tso, 1990) Di alam, nikotin dalam
tumbuhan berfungsi untuk mengusir serangga atau bisa dikatan nikotin merupakan insektisida
alami.
PADA PERCOBAAN KALI INI,kami menggunakan sampel rokok batangan yang banyak
beredar dipasaran.pada percobaan ini langkah pertama yang kami lakukan adalah
menambahkan aquadest pada tembakau di dalam gelas kimia.didapatkan larutan berwarna
coklat.penambahan air ini dilakuakan agar zat-zat yang terkandung dalam tembakau seperti
nikotin larut dalam air sehingga lebih mudah untuk diukur kadar nikotinnya.nikotin ini larut
dalam air karena bersifat higroskopis.lalu,kami menambahkan CaCO3 (KALSIUM
KARBONAT).Penambahan kalsium karbonat yang bersifat basa ini bertujuan menggaramkan
asam yang tergabung dengan nikotin yang terdapat dalam tembakau karena nikotin umumnya
tergabung dengan asam yang terdapat dalam tumbuhan.pada penambahan CaCO3 ini terjadi
perubahn warna menjadi coklat susu.selanjutnya larutan dipanaskan pada hot plate dgn suhu
50c.Pemanasan dilakukan pada suhu ini karena nikotin dapat bercampur dgn air pada suhu
dibawah 60c(tassew 2007).Langkah selanjutnya yaitu menyaring filtrat dari ampasnya
menggunakan vakum agar lebih cepat dan efektif.setelah disaring didapatkan larutan
berwarna coklat kehitaman.
Setelah didapat kan filtrat ,lalu filtrat tersebut dipanaskan hingga sepertiga volume
awalnya.saat dipanaskan terlihat seperti ada 3 lapisan warna pada larutan,dimana larutan atas
terlihat berwarna bening kekuningan lapisan ini sangat tipis sehingga seperti tidak
terlihat,lpsn tengah berwarna coklat dan pada lapisan bawah berwarna coklat
kehitaman.Setelah menguap dan tersisa samapai sepertiga volumnya didapatkan warna
larutan coklat kehitaman (pekat).Kemudian filtrat didinginkan sampai suhu kamar
menggunakan es batu ini dilakukan untuk mempercepat proses pendinginan
.Setelah suhu filtrat sesuai dengan suhu kamar filtrat dimasukkan dalam separator funnel atau
corong pemisah.di dalam corong pemisah terlihat filtrat membentuk 2 lapisan warna yaitu
pada lapisan atas berwarna coklat kehitaman dan pada lapisan bawah berwarna coklat
muda.Selanjutnya mengeluarkan larutan bagian bawah dari corong pisah ,lalu larutan atas
yang mengandung nikotin diekstraksi dengan penambahan kloroform dan dikocok.ekstraksi
seperti yang kita tahu yaitu pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau
cairan dengan bantuan pelarut.. Ekstraksi dengan penambahan kloroform bertujuan untuk
memutuskan ikatan antara asam tannin dan alkaloid yang terikat secara ionic dimana atom N
dari alkaloid berikatan saling stabil dengan gugus hidroksil genolik dari asam tannin. Dengan
terputusnya ikatan ini alkaloid akan bebas, sedangkan asam tannin akan terikat oleh
kloroform. Sedangkan Pengocokkan ini bertujuan untuk meningkatkan energi kinetik reaksi
sehingga proses ekstraksi dapat berjalan maksimal. Hal ini memungkinkan ikatan antara asam
tannin dan alkaloid semakin banyak sehingga alkaloid bebas semakin banyak yang
terekstraksi.
Dari percobaan tersebut pada corong pisah setelah dikocok dan didiamkan didapatkan dua
lapisan yang berbeda warna dimana lapisan atas berwarna coklat kehitaman dan pada lapisan
bawah berwarna putih agak kental.pada lapisan atas itu merupakan fasa air dan pada lapisan
bawah adalah fasa kloroform . Karena nikotin larut lebih baik dalam kloroform dan tannin
tidak larut di dalmnya, maka fasa yang diambil adalah fasa kloroform. Pada fasa ini terdapat
nikotin,dimana nikotin yg didapat sedikit kental karena ketika ditambahkan kloroform,Yang
masuk kedalam kloroform disamping alkaloida(nikotin) juga zat lain seperti lemak-lemak, harsa
dan minyak atsiri. Maka setelah alkaloida diekstraksi dengan kloroform sebenarnya harus
dimurnikan lagi dengan pereaksi tertentu. Diekstraksi lagi dengan kloroform. Diuapkan, lalu
didapatkan sisa alkaloid (crude).
Berdasarkan percobaan ini berlaku Prinsip pengerjaan dengan azas Keller yaitu
alkaloida(nikotin) yang terdapat dalam suatu bakal sebagai bentuk garam, dibebaskan dari
ikatan garam tersebut menjadi alkaloida yang bebas. Untuk itu ditambahkan basa lain yang
lebih kuat daripada basa alkaloida tadi dalam percobaan ini digunakan CACO3 . Alkaloida
yang bebas tadi diekstraksi dengan menggunakan pelarut pelarut organic .nikotin larut
dalam pelararut organik seperti alkohol, kloroform, eter, kerosin, dan sejenisnya (Tassew
2007).dimana dalam percobaan ini digunakan kloroform.
Setelah percobaan dilakukan analisa kualitatif dimana tembakau pada rokok mengandung
nikotin sedangkan analisa kuantitatif didapatkan nikotin sebanyak 0,9 gr atau 90 mg dari 9
batang rokok yang beratnya 10 gram, berarti kadar nikotin sebesar 9% dari 10 gr tembakau
dan untuk tiap batang rokok terdapat kandungan nikotin sebesar 10 mg.dari hasil ini dapat
diketahui kandungan nikotin dalam tembakau ini lumayan tinggi dimana biasanya
Kandungan nikotin pada tembakau sekitar 0,5-8% dari berat kering tembakau (Murdiyati et
al., 1999).Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam rokok yang dijadikan sampel mengandung
kandungan nikotin yang cukup besar.
Sebatang rokok biasanya mengandung 8-20 mg Nikotin, walaupun tentu saja, sangat
bergantung pada merk rokok tersebut. nikotin dapat terserap melalui kulit,hidung paru2 dsb.
nikotin dapat terserap melalui kulit,hidung paru2 dsb.Dibutuhkan 5-15 detik setelah setelah
hisapan pertama bagi Nikotin untuk bereaksi dalam tubuh (otak) kita.perlu diketahui tubuh
kita menyerap 1mg Nikotin untuk satu batang rokok yang dihisap.memang rokok dilengkapi
dengan filter untuk mengurangi nikotin dan zat berbahaya lain .Namun,tetap saja nikotin itu
berbahaya bagi tubuh manusia.
Nikotin berbahaya bagi tubuh manusia ,dimana kandungan nikotin paling besar terdapat pada
tembakau dan tembakau terdapat pada rokok.oleh karena itu sebaiknya kita tidak merokok
karena merokok memiliki lebih banyak sisi negatifnya, seperti dapat menimbulkan kanker
paru-paru dan emphysema Emphysema adalah kerusakan kronis pada kantung udara di paru-
paru (alveolus), dimana kantung-kantung tersebut membesar dari ukuran normal sehingga
menjadi kurang fleksibel. Akibatnya, menarik nafas menjadi lebih sulit dan paru-paru pun
rentan terhadap infeksi. Satu puntung rokok, mengandung puluhan zat berbahaya. Dan
Nikotin bersama zat-zat lainnya tersebut, sangatlah bersifat karsinogenik.