You are on page 1of 14

MODUL

ANATOMI DAN FISIOLOGI


SISTEM HEMATOLOGI SEMESTER II

MUHAMMAD SALEH NUWA, S.Kep., NS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MARANATHA


KUPANG
2014

ANATOMI DAN FISIOLOGI


SISTEM HEMATOLOGI
A. Pengertian
Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ
pembentuk darah dan penyakitnya. Asal katanya dari bahasa Yunani haima artinya darah.
Darah adalah suatu suspensi partikel dalam suatu larutan kolid cair yang mengandung
elektrolit dan merupakan suatu medium pertukaran antar sel yang terfikasi dalam tubuh dan
lingkungan luar (Silvia A. Price dan Lorraine M. Wilson : 2005 ). Jumlahnya mencapai 6 8
% dari berat badan total tau sekitar 5 liter. Darah berbentuk cairan yang berwarna merah dan
agak kental.
Sistem hematologi terdiri dari semu sel-sel darah, sumsum tulang tempat sel-sel
tumbuh matang dan jaringan limfoid tempat sel darah disimpan jika tidak bersirkulasi.
sistem hematologi dirancang untuk membawa oksigen dan nutrisi, mengangkut hormon,
membuang produk sampah, menghantarkan sel-sel untuk mencegah infeksi, menghentikan
perdarahan dan memfasilitasi proses pnyembuhan. darah juga memungkinkan tubuh
memberi makanan dan menyembuhkan dirinya serta menghubungkan antara bagian-bagian
tubuh (Elisabet. C. 2009).
B. Fungsi Darah
1. Mengangkut O2 dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paru-paru.
2. Mengangkut sari makanan yang diserap dari usus halus ke seluruh tubuh.
3. Mengangkut sisa metabolisme menuju alat ekskresi.
4. Berhubungan dengan kekebalan tubuh karena didalamnya terkandung lekosit, antibody
dan substansi protektif lainnya.
5. Mengangkut ekskresi hormon dari organ yang satu ke organ lainnya.
6. Mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
7. Mengatur suhu tubuh.
8. Mengatur keseimbangan tekanan osmotik.
9. Mengatur keseimbangan asam basa tubuh.
10. Mengatur keseimbangan ion-ion dalam tubuh
C. Komponen/komposisi Darah
Darah terdiri dari sekitar 45% komponen sel dan 55 % plasma. komponen sel tersebut
adalah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit). sel
darah merah 99% dari total komponen sel dan sisanya 1 % adalah leukosit platelet. plasma
terdiri dari air 90 %dan sisanya 10 % adalah protein plasma, elektrolit, gas terlarut, berbagai
produk sampah metabolism, nutrient, vitamin, dan kolesterol.
1.

Plasma
2

Plasma adalah suatu caiaran kompleks yang berfungsi sebagai medium


transportasi untuk zat-zat yang diangkut dalam darah. (Lauralee Sherwood : 2001).
Sebanyak 90% terdiri dari air yang bertugas sebagai sebagai medium untuk mengangkut
berbagai bahan dalam tubuh, menyerap dan mendistribusikan banyak panas yang
dihasilkan oleh metabolisme di dalanm jaringan dan tempat larutnya sejumlah besar zat
organik dan anorganik. sisanya 10 % adalah protein plasma. protein plasma terdiri dari
albumin, globulin dan fibrinogen .
Fungsi protein plasma adalah untuk menghambat pengeluaran berlebihan plasma
dari

kapiler

ke

dalam

cairan

intertisium

dan

dengan

demikian

membantu

mempertahankan volume plasma, menyangga perubahan pH darah, menentukan


viskositas darah dan menghasilkan energi bagi sel.
a.

Albumin
Albumin merupakan protein plasma paling banyak dan membantu
mempertahankan tekanan osmotik plasma dan volume darah.Albumin darah di
hasilkan oleh hati, albumin plasma merupakan molekul protein besar yang berada
dalam pembuluh darah. Cairan albumin biasanya digunakan untuk mengatasi
hipovolemik. Albumin plasma berfungsi untuk memelihara volume cairan dalam
system vaskuler yang mengikat berbagai zat dalam plasma. bila kadar albumin darah
rendah, maka cairan akan keluar dari pembuluh darah dan pindah ke ruang intertisial.

b.

Globulin
globulin berfungsi mengikat hormon yang tidak larut dan sisa plasma lainnya agar
dapat larut. proses ini memungkinkan zat-zat tersebut dapat diangkut dari tempat
asalnya menju tempat targetnya. zat-zat tersebut misalnya hormone tiroid, besi,
fosfolipid, bilirubin, hormone steroid dan kolesterol. globulin terdiri dari globulin ,
dan . Globulin , spesifik mengikat dan mengankut sejumlah zat dalam plasma
dan sebagai faktor pembekuan darah sedangkan Globulin (gama) berperan sebagi
anti bodi.

c.

Fibrinogen ( faktor pembeku darah/ Prokoagullan )


Proses pembekuan darah dapat terjadi karna terjadi interaksi enzimatik antara
prokoagullan,fosfolipid,dan ion Cl.

Prokoagulan berada dalam sirkualasi darah

dengan bentuk isi aktif dan aktifasinya, biasanya di awali oleh luka pada pembuluh
3

darah ada 15 prokoagulan dimana yang 13 diantaranya telah diberi simbol angka
romawi I sampai dengan XIII.
1) Faktor I disebut dgn fibrinogen. Disintesis di hati pada mekanisme pembekuan
darah factor ini terlibat pada jalur intrinsic dan jalur ekstrinsik
2) Faktor II (Prothrombin): sebuah faktor koagulasi yang merupakan protein plasma
dan diubah menjadi bentuk aktif trombin (faktor IIa) oleh pembelahan dengan
mengaktifkan faktor X (Xa) di jalur umum dari pembekuan. Fibrinogen trombin
kemudian memotong ke bentuk aktif fibrin. Kekurangan faktor menyebabkan
hypoprothrombinemia.
3) Faktor III disebut dengan trombopiastine jaringan. Disintesis di jaringan
(otak,paru-paru,plasenta) disebut juga faktor jaringan.
4) Faktor IV disebut dengan ion kalsium (Ca). Berasal dari makanan,terlibat pada
jalur intrinsic dan ekstrinsik
5) Faktor V disebut dengan Proaccelerin (factor labil). Disintesis dihati jalur yang
terlibat intrinsic dan ekstrinsik
6) Faktor VI tidak pernah diguna kan bentuk aktif dari intrinsic (accselerasi)
7) Faktor VII yang disebut dengan SPCA (serum protombine conversion acceleratif).
Disebut factor stabil,disintesis dihati termasuk prokogualin vit k dependen,terlibat
pada jalur ekstrinsik
8) Faktor VIII
Antihemophilic faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang

relatif labil

dan berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak (dalam konser
dengan faktor von Willebrand) sebagai kofaktor dalam aktivasi faktor X.
Defisiensi, sebuah resesif terkait-X sifat, penyebab hemofilia A. Disebut juga
antihemophilic globulin dan faktor antihemophilic A.
9) Faktor IX disebut dengan chismas. Disintesis dihati terlibat pada intrinsic dan vit
k dependen
10) Faktor X
Stuart faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan
berpartisipasi dalam baik intrinsik dan ekstrinsik jalur koagulasi, menyatukan
mereka untuk memulai jalur umum dari pembekuan. Setelah diaktifkan,
4

membentuk kompleks dengan kalsium, fosfolipid, dan faktor V, yang disebut


prothrombinase; hal ini dapat membelah dan mengaktifkan prothrombin untuk
trombin. Kekurangan faktor ini dapat menyebabkan gangguan koagulasi sistemik.
Disebut juga Prower Stuart-faktor. Bentuk yang diaktifkan disebut juga
thrombokinase.
11) Faktor XI disebut PTA(plasma thromboplastiarik acenden). Disintesis di hati
terlibat unsure intrinsic
12) Faktor XII disebut Hageman. Disintesis dihati dan terlibat unsure ektrinsik dan
intrinsic
13) Faktor XIII : Fibrin stabilizing factor (FSF). Disintesis di hati dan megakarosit
14) Faktor XIV (belum dapat angka romawi). Disebut dengan prekalikreisi atau factor
fletcher pada intrinsic
15) Faktor XV (High molecular weigh kininogen=HMWIK). Kininogen berat molekul
tinggi. Disebut factor fitgerait=factor Williams=Washington factor disintesis di
hati terlibat dalam jalur intrinsic, 20% terdapat dalam plasma.
Mekanisme pembekuan darah (Koagulasi)
a.

Jalur intrinsik
Jalur instrinsik dimulai dengan aktivasi faktor koagulasi dalam darah, faktor XII
diakatifkan jika faktor ini bertemu dengan jaringan vaskuler yang rusak. pada akhirya
aktivasi faktor XII memicu perubahan protrombin menjadi thrombin. faktor XI dan
IX merupakan langkah intermediet yang penting dalam kaskade koagulasi, dan faktor
V dan VIII merupakan kofaktor yang penting. kekurangan faktor ini dapat
mengganggu proses koagulasi.

b.

Jalur ekstrinsik
jalur ekstrinsik merupakan proses yang menstimulasi terjadinya koagulasi, dimulai
denga pelepasan faktor III ke sirkulasi, yang juga disebut faktor jaringan atau
tromboplastin, dari sel endothelial vaskuler yang cedera. Ketika faktor jaingan
bertemu degan faktor koagulasi lainnyayang bersirkulasi didalam plasma, faktor VII
(disebut faktor pengonversi protrombin serum), kaskade ekstrinsik distimulasi yang
akhirnya menghasilkan faktor X. jalur ekstrinsik juga dapat mengkatifasi jalur
instrinsik melalui faktor IX. Penggabungan jalur instrinsik dan ekstrinsik pada faktor
5

X disebut jalur akhir. faktor X berfungsi untuk mengubah protrombin protein plasma
menjadi trombin. Trombin adalah katalis kunci yang berperan dalam mengubah
fibrinogen menjadi fibrin dan menyebabkan koagulasi.
JALUR INSTRINSIK

JALUR EKSTRINSIK

sel endotel
yang rusak

sel endotel
yang rusak

Aktivasi faktor XII

XI inaktif

Faktor III (faktor jaringan)

XI a aktif

VII a aktif

VII a inaktif

VII inaktif

VIII a aktif
IX inaktif

IX a aktif
X inaktif

IX inaktif
X a aktif

protrombin

trombin

Fibrinogen

fibrin

X inaktif

Gambar : diagram sderhana untuk menunjukan jalur instrinsik dan ekstrinsik pada
proses koagulasi
2.

Komponen Sel
a.

Sel Darah Merah ( RBC )


Sel darah merah (SDM) atau eritrosit adalah sel yang tidak berinti yang
berumur kurang lebih 120 hari dengan proses pematangan sel darah merah 1 minggu
dan tidak mempunyai organel. dan ribosom. Normal SDM :4-5 juta sel/ml darah.
Bentuk eritrosit adalah lempeng berkonkraf ,fungsinya adalah menghasilkan luas
permukaan yang lebih besar bagi difusi O2 menembus membrane dari pada yang
dihasilkan oleh sel bulat denagn volume yang sama. Tebalnya 1 cm bagian tengah
dan tepi luar 2 cm fungsinya memeungkin O2 berdifusi lebih cepat antara bagian
paling dalam sel dengan ekteriumnya.
6

Garis depannya 8cm. Fungsinya agar mampu mengalami deformasi saat


mereka menyelinap satu persatu melalui kapiler. Hematokritnya 36 %- 48 % untuk
untuk wanita dan 42%-52% untuk pria. sel darah merah mempunyai Hemoglobin.
Hemoglobin adalah suatu pigmen (yaitu secara alamiah berwarna. Karena kandungan
besinya , hemoglobin tampak kemerahan apabila berikatan dengan O2 dan kebiruan
apabila mengalami deoksigenasi. Dengan demikian ,darah arteri yang teroksigenasi
sempurna tampak merah dan darah vena yang telah kehilangan sebagian O2 nya di
jaringan memperlihatkan rona kebiruan.Selain mengangkut O2,hemoglobin juga
dapat berikatan dengan zat-zat berikut:
1) Karbondioksida,Dengan demikian , hemoglobin ikut berperan mengangkut zat
ini dari jaringan kembali ke paru.
2) Bagian ion hydrogen asam (H+) dari asam karbonat yang terionisasi ,yang
dibentuk dari CO2 pada tingkat jarigan. Hemoglobin ,dengan demikian
,menyangga asam ini, sehingga pH tidak terlalu terpengaruh.
3) Karbon monoksida(CO).Gas ini dalm keadaan normal tidak terdapat dalam darah
tetapi ,jika terhirup ,menempati tempat pengikatan O2 di hemoglobim ,sehingga
terjadi keracunan karbon monoksida
Molekul hemoglobin terdiri dari 2 bagian yaitu bagian Globin,suatu protein
yang terbentu dari empat rantai polipeptida yang sangat berlipat-lipat dan gugus
nitrogenosa nonprotein mengandung besi yang dikenal sebagai gugus hem (heme)
,yang masing-masing terikat ke satu polipeptida.
Eritrotrosit matang mempunyai enzim yaitu enzim glikolitik untuk
menghasilkan yang dibutuhkan dalam menjalankan meknisme tranformasi aktif yang
terlibat dalam pemeliharaan. Dan enzim Karbonat Hidrase, berperan untuk
pengangkutan CO2.Enzim ini mengkatalis sebuah reaksi kunci yang akhirnya
menyebabkan perubahan CO2 hasil metabolisme menjadi ion karbonat yaitu bentuk
utama tranportasi CO2 di dalam darah.

gambar : sel darah merah


Pembentukan sel darah merah
Proses pembentukan sel darah merah disebut dengan eritropoesis melalui sum
sum tulamg belakang, jaringan lunak seluler yang mengisi rongga internal tulang
.Sum sum tulang belakng dapat memproduksi sel darah merah dengan kecepatan 2
3 juta x / detik .
Pembentukan eritrosi pada usia prenatal yaitu selama masa perkembangan
janin , eritosit di produksi di kantong kuning ( yolk suc )---Usia janin 3 10 minggu ,
kemudian akan dilanjutkan di hati pada usia janin 6 minggu sampai janin berusia 3-4
bulan dan masih berlansung beberapa minggu sebelum janin lahir .Setelah itu limfa
di mulai pada usia janin 10 minggu mencapai puncaknya usia 4 bulan dan menurun
sesudah usia 6 bulan . kemudian akan di ambil alih oleh sum sum tulang belakang
sampai seumur hidup .
Eritropoesis dikontrol oleh eritropoetin dari ginjal ,terjadinya penurunan
oksigen ke ginjal akan merangsang pengeluaran hormone eritropoitein yang masuk
ke dalam darah dan kemudian akan meransang sum sum tulang belakang untuk
menghasilkan sel darah merah .
Sel darah merah mengakhiri hidupnya di limfa (terletak di bagian kiri abdomen
,jarinagn kapiler yang sempit dan berbelit-belit).Fungsinya karena bentuk jarinagn
kapilernya yang sempit dan berbelit-belit akan membuat sel-sel manjadi rapuh dan
terjepit dan hancur,fungsi lainnya yaitu dapat menyimpan trombosit dan limfosit.
b.

Sel darah putih ( RBW )


Mempunyai nukeus dan tidak mempunyai hemoglobin dan merupakn unit yang
mobiler dalam sistem pertahanan tubuh (imunitas) yang mengacu pada kemampuan
tubuh untuk menghancurkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Nilai normal leukosit
Neonatus =10.000-25.000
8

10-7 tahun = 6.000-18.000


8-12 tahun = 4.500-13.500
Dewasa =5.000-10.000
Fungsi leukosit adalah memakan invasi oleh patogen melalui prosesfagositosis,
mengidentifikasi dan menghancurkan selsek kanker yang muncul dalam tubuh dan
berperan sebagai petugas pembersih sampah tubuh dari debris yang berasal dari sel
yang cidera atau mati.
Macam-macam Sel Darah Putih (Leukosit)
Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam sitoplasmanya, leukosit
dibagi menjadi leukosit tidak bergranula (agranulosit) dan leukosit bergranula
(granulosit).
1) Agranulosit
Agranulosit merupakan leukosit yang tidak memiliki granula pada
sitoplasmanya. Terdapat dua jenis agranulosit, yaitu limfosit dan monosit.
Limfosit adalah leukosit yang tidak dapat bergerak dan memiliki satu inti sel.
Limfosit berfungsi dalam membentuk antibodi. Limfosit berukuran antara 814
mikrometer. Monosit berukuran lebih besar daripada limfosit, yaitu 1419
mikrometer. Monosit memiliki inti berbentuk menyerupai ginjal.
perkembangan limfoslt dalam proses immunadalah sebagai berikut
Seperti kita ketahui bahwa limfosit yang bersikulasi terutama berasal dari timus
dan organ limfoid perifer, limpa, limfonodus, tonsil dan sebagainya. Akan tetapi
mungkin semua sel pregenitor limfosit berasal dari sum-sum tulang, beberapa
diantara limfositnya yang secara relatif tidak mengalami diferensiasi ini
bermigrasi ke timus, lalu memperbanyak diri, disini sel limfosit ini memperoleh
sifat limfosit T, kemudian dapat masuk kembali kedalam aliran darah, kembali
kedalam sum-sum tulang atau ke organ limfoid perifer dan dapat hidup beberapa
bulan atau tahun.
Sel-sel T bertanggung jawab terhadap reaksi immune seluler dan
mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing.
Limfosit lain tetap diam disum-sum tulang berdiferensiasi menjadi limfosit B
9

berdiam dan berkembang didalam kompertemenya sendiri. Sel B bertugas untuk


memproduksi antibody humoral antibody response yang beredar dalam peredaran
darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan
antigen asing tersalut antibody, kompleks ini mempertinggi fagositosis, lisis sel
dan sel pembunuh (killer sel atau sel K) dari organisme yang menyerang. Sel T
dan sel B secara marfologis hanya dapat dibedakan ketika diaktifkan oleh antigen.
Tahap akhir dari diferensiasi sel-sel B yang diaktifkan berwujud sebagai sel
plasma. Sel plasma mempunyai retikulum endoplasma kasar yang luas yang
penuh dengan molekul-molekul antibody, sel T yang diaktifkan mempunyai
sedikit endoplasma yang kasar tapi penuh dengan ribosom bebas.
2) Granulosit
Granulosit merupakan leukosit yang memiliki granula pada sitoplasmanya.
Berdasarkan sifat-sifat granul yang dimilikinya, granulosit dibedakan menjadi
tiga, yaitu neutrofil, basofil, eosinofil. Neutrofil memiliki granul-granul yang
dapat menyerap zat warna netral. Basofil memiliki granul-granul yang dapat
menyerap zat warna bersifat basa. Adapun granul-granul pada eosinofil dapat
menyerap zat warna yang bersifat asam. Jumlah leukosit pada manusia sekitar
5.00010.000 dalam setiap milimeter kubik darah. Jumlah tersebut lebih kecil
dibandingkan jumlah eritrosit. Limfosit biasa diproduksi di jaringan limfa dan di
sumsum tulang. Leukosit hanya berumur beberapa hari saja, bahkan beberapa jam.
Granulosit juga mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang
memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan, dan membuangnya.
Dengan cara ini jaringan yang rusak atau terluka dapat dibuang dan
memungkinkan untuk penyembuhan. Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah
putih, yaitu peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatan sel darah
putih tersebut tidak berhasil dengan baik, maka dapat terbentuk nanah. Nanah
berisi kuman-kuman yang sudah mati.
Tabel Macam Sel Darah Putih Agranulosit
No
1

Agranulosit
Monosit

Keterangan
Bersifat fagosit dan motil dengan inti bulat
panjang.
10

Limfosit

Tidak motil, inti satu, berfungsi untuk


kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari
seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk
di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum
tulang. Selain itu dibagi lagi menjadi limfosit T
dan B

Tabel Macam Sel Darah Putih Granulosit


No
1

Granulosit
Netrofil

Keterangan
Bersifat fagosit, intinya bermacam-macam, dengan
bentuk bermacam-macam pula antara lain batang,
bengkok, dan bercabang-cabang. Sel-sel netrofil
paling banyak dijumpai pada sel darah putih. Sel
golongan ini mewarnai dirinya dengan pewarna
netral atau campuran pewarna asam dan basa
beserta tampak berwarna ungu.

Basofil

Bersifat fagosit dan cenderung berwarna biri.


Warna biru ini disebabkan karena sel basofil
menyerap pewarna basa

Eosinofil

Bersifat fagosit dan cenderung berwarna merah. Sel


eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah
putih. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam
(eosin) dan kelihatan merah.

(a) limfosit,
(b) monosit,
(c) neutrofil,
(d) basofil,
(e) eosinofil

gambar: sel darah putih


c.

Trombosit ( platelet ).
Trombosit dalah fragmen sel sel yang berasal dari megakariosit besar di
sumsum tulang.trombosit berperan penting dalam hemostasis,penghentian peredaran

11

dari pembuluh yang cidera. Nilai normal dari tombosit adalah 150 .000450.000.mm3. Fungsi dari tombosit adalah :
1) Memelihara perdarahan agar tetap utuh setelah mikrotrauma yang terjadi sehari
hari pada endotel
2) Mengawali penyumbatan pembuluh darah yang terkena trauma
3) Menjaga stabilitas fibrin
Peran trombosit dalam hemostasis
pengendalian proses perdarahan disebut hemostasis. trombosit berperan
penting dalam kedua proses hemostasis. trombosit secara normal beredar dalam
vaskuler tanpa melekat di sel-sel endotel vaskuler. akan tetapi jika terjadi kerusakan
pembuluh darah maka trombosit aka tertarik kedaerah tersebut sebagai respon
terhadap kolagen yang terpajan dilapisan sub endotel pembuluh darah.
Spasme vaskuler mengurangi aliran darah melalui pembuluh yang cedera,
sementara agregasi trombosit di tempat cidera pembuluh dengan cepat menambal
defek yang terjadi.Trombosit mulai berkumpul apabila berkontrak dengan kolagen di
dinding pembuluh yang rusak.Pembentukan pembekuan memperkuat sumbat
trombosit yang mengubah darah di sekitar tempat yang cedera menjadi suatu gel
yang tidak mengalir. Sebagian besar faktor yang diperlukan untuk pembekuan darah
selalu terdapat dalam plasma dalam bentuk prekusor inaktif. Sewaktu pembuluh
mengalami cidera,kolagen yang terdapat kemudian mengalami reaksi berjenjang
yang melibatkan pengaktifan suksesif faktor faktor pembekuan tersebut yang
akhirnya mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin suatu molekul berbentuk
benang yang tidak larut membentuk jaringan bekuan. Jaringan ini kemudian
menangkap sel sel darah dan menyempurnakan pembentukan pembekuan

12

DAFTAR PUSTAKA
Aman, Adi Kusuma. 2003. Klasifikasi etiologi dan aspek laboratorik pada anemi
hematolik. Digitized by USU digital library. Diakses 25 Maret 2007)
Corwin E. 2009. Buku Saku Patofisiologi Edisi 3.Jakarta : EGC
Doenges, Marilynn E., Moorhouse, Mary Frances & Geissler, Alice C. 2000. Rencana
Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan
Pasien. Jakarta: EGC.
Kosasih, E.N. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi ketiga. Jakarta: Balai
Penerbit FKUI.
Mansjoer, Arif dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga. Jilid 1. Jakarta:
Media Aesculapius.
Price, Sylvia A & Lorraine M Wilson. 1995. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit. Buku 1. Edisi 4. Jakarta: EGC.
Speer, Kathleen Morgan.2007.Rencana Asuhan Keperawatan Pediatrik Edisi 3.Jakarta :
EGC
Smeltzer, Suzanne C. & Bare, Brenda G. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah
Brunner & Suddarth. Edisi 8. Volume 2. Jakarta: EGC.
13

Staf Pengajar IKA FK-UI. 2002. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jilid 1. Jakarta:
Bagian Ilmu Kesehatan Anak.
Muttaqin, Arif.2009.Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskular dan Hematologi.Jakarta : Salemba Merdeka.

14