You are on page 1of 1

Title In English:

FINITE ELEMENT ANALYSIS RESULT FOR THE TUNNEL SUPPORT DESIGN:


COMPARISON WITH EMPIRICAL DESIGN METHOD (Q)
Judul Bahasa Indonesia:

Metode Elemen Hingga untuk disain penyangga Terowongan: Perbandingan dengan


Metoda Empiris (Q)
Wilham G. Louhenapessy 1*
1

Sr. Geotechnical Engineer, Royal HaskoningDHV - Jakarta 12430, Indonesia

Sari
Sistim Penyangga batuan dari Klasifikasi Institut Geoteknik Norwegia (NGI) atau Q memiliki kekurangan-kekurangan a/l sbb: (a) kurang
diperhitungkannya arah kekar terhadap permukaan galian terowongan; (b) tidak diperhatikan pengaruh waktu; dan (c) terlalu sederhana dalam
menganalisa pengaruh air didalam masa kekar batuan. Paper ini menawarkan suatu metode yang lebih rasional dengan mempertimbangkan
pengaruh-pengaruh tersebut diatas berdasarkan Metode Elemen Hingga Multilaminate untuk masa kekar batuan/joint rock (Zienkiewicz-Pande
1977). Akan ditampilkan diagram-diagram bunga (Rose Diagrams), tabel-tabel disain, Indeks Keruntuhan dan kurva-kurva yang berguna untuk
praktek rekayasa pembuatan terowongan, tanpa shotcrecte lining. Dalam hal ini dipostulasikan keruntuhan batuan disebabkan oleh dua pilihan
runtuh: (1) runtuhnya batuan intak (intact rock) atau, (2) runtuhnya batuan berkekar (joint rock). Studi numerik terfokus pada terowongan
lingkaran, dengan sebuah kedalaman, berbagai tekanan lateral, berbagai arah kekar dan dua kriteria runtuh: kriteria runtuh Mohr-Coulomb dan
Papaliangas (Brittle-Ductile).
Kata-kata kunci: model Multilaminate, penyangga terowongan, Diagram Bunga, Indeks Keruntuhan, Bobot Q, kriteria runtuh Papaliangas dan
Mohr-Coulomb
Abstract
The Q-system also called the NGI (Norwegian Geotechnical Institution) Classification system does not take into account (a) the orientation of rock
joints with respect to the exposed surface of the tunnel excavation and (b) the effect of the time in its tunnel support equation; includes (c) too
simple approach in the influence of water for joint rock. This paper propose a rational methodology by taking into consideration those parameters
by using the Element Method -Multilaminate Model- for jointed rock masses (Zienkiewicz-Pande 1977). The results will show Rose Diagrams,
design tables, failure indices and curves in the case of no 'shotcrecte lining'. In this case, the failure of rock are due to (1) intact rock or, (2) joint
rock. Numerical parametric studies focused on the circular tunnel, with a depth, insitu stress, the orientation of rock joints and two failure
criteria (Mohr-Coulomb criterion and Papaliangas/Brittle-Ductile).
Keywords: Multilaminate Model, tunnel support, Rose Diagrams, Failure Indices, Q-value, Mohr-Coulomb and Papaliangas criterion.
*Penulis untuk korespondensi (corresponding author):
E-mail: Wilham.Pessy@rhdhv.com or wilham.george@gmail.com
Tel: +62- 21-750 4605, Faksimil: +62- 21-750 4610

Sari
Sistim Penyangga batuan dari Klasifikasi Institut Geoteknik Norwegia (NGI) atau Q memiliki kekurangan-kekurangan a/l sbb: (a) kurang
diperhitungkannya arah kekar terhadap permukaan galian terowongan; (b) tidak diperhatikan pengaruh waktu; dan (c) terlalu sederhana
dalam menganalisa pengaruh air didalam masa kekar batuan. Paper ini menawarkan suatu metode yang lebih rasional dengan
mempertimbangkan pengaruh-pengaruh tersebut diatas berdasarkan Metode Elemen Hingga Multilaminate untuk masa kekar batuan/joint rock
(Zienkiewicz-Pande 1977). Akan ditampilkan diagram-diagram bunga (Rose Diagrams), tabel-tabel disain, Indeks Keruntuhan dan kurva-kurva
yang berguna untuk praktek rekayasa pembuatan terowongan, tanpa shotcrecte lining. Dalam hal ini dipostulasikan keruntuhan batuan
disebabkan oleh dua pilihan runtuh: (1) runtuhnya batuan intak (intact rock) atau, (2) runtuhnya batuan berkekar (joint rock). Studi numerik
terfokus pada terowongan lingkaran, dengan sebuah kedalaman, berbagai tekanan lateral, berbagai arah kekar dan dua kriteria runtuh:
kriteria runtuh Mohr-Coulomb dan Papaliangas (Brittle-Ductile).
Kata-kata kunci: model Multilaminate, penyangga terowongan, Diagram Bunga, Indeks Keruntuhan, Bobot Q, kriteria runtuh Papaliangas dan
Mohr-Coulomb
Abstract

The Q-system also called the NGI (Norwegian Geotechnical Institution) Classification system does not take into account (a) the
orientation of rock joints with respect to the exposed surface of the tunnel excavation and (b) the effect of the time in its tunnel
support equation; includes (c) too simple approach in the influence of water for joint rock. This paper propose a rational
methodology by taking into consideration those parameters by using the Element Method -Multilaminate Model- for jointed rock
masses (Zienkiewicz-Pande 1977). The results will show Rose Diagrams, design tables, failure indices and curves in the case of
no 'shotcrecte lining'. In this case, the failure of rock are due to (1) intact rock or, (2) joint rock. Numerical parametric studies
focused on the circular tunnel, with a depth, insitu stress, the orientation of rock joints and two failure criteria (Mohr-Coulomb
criterion and Papaliangas/Brittle-Ductile).
Keywords: Multilaminate Model, tunnel support, Rose Diagrams, Failure Indices, Q-value, Mohr-Coulomb and Papaliangas
criterion.