You are on page 1of 1

ABSTRAK

Industri susu merupakan salah satu jenis dari industri makanan dan minuman yang berpotensi
besar untuk dikembangkan di Indonesia. Dalam setiap kegiatan proses produksi yang
dilakukan, pasti akan dihasilkan limbah sebagai produk samping dari proses pengolahan.
Limbah cair merupakan jenis limbah terbesar yang dihasilkan oleh proses kegiatan
pengolahan susu di PT. Greenfields Indonesia dengan debit rata-rata 200 m 3/hari. Limbah cair
ini harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan oleh
Pemerintah sehingga aman ketika dibuang ke lingkungan. Parameter yang ada dalam
peraturan pemerintah terkait baku mutu limbah cair industri susu menurut Peraturan
Gubernur Jawa Timur No. 72 tahun 2013 meliputi pH, BOD (Biochemical Oxygen Demand),
COD (Chemical Oxygen Demand), dan TSS (Total Suspended Solids). Pengolahan limbah
cair utama yang dilakukan oleh perusahaan yaitu melalui proses anaerobik, proses aerobik,
dan Membrane Bioreactor (MBR). Evaluasi pengolahan limbah cair hasil proses produksi
susu ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas pengolahan dalam menyisihkan polutan
biodegradable yang terkandung pada limbah cair. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan
metode tersebut, PT. Greenfields Indonesia berhasil menyisihkan polutan biodegradable
dalam limbah cair hasil proses produksi susu dengan rata-rata efisiensi 98,9% untuk BOD,
95,8% untuk TSS dan 99% untuk COD, sehingga kualitas effluent hasil pengolahan limbah
cair telah memenuhi baku mutu yang berlaku.
Kata kunci : limbah cair susu, membrane bioreactor, proses anaerobik, proses aerobik

ABSTRACT
Milk Industry is one kind of food and beverage industries that has high potency to develop
fast in Indonesia. In every activities of production process, there will be produced waste as
unwanted product from the manufacture process. Wastewater is one of the biggest waste
produced in milk production process in PT. Greenfields Indonesia with flowrate 200 m3/day .
This wastewater must be treated so can fulfill the governments quality standard for milk
industry and safe for the environment when disposed . The parameter in government
regulation in line with quality standard of the wastewater from milk production process based
on Governor Regulation No. 72 year 2013 include pH, BOD (Biochemical Oxygen Demand),
COD (Chemical Oxygen Demand), and TSS (Total Suspended Solids). The main wastewaste
treatment in the company are using anaerobic process, aerobic process and membrane
bioreactor (MBR). Evaluation of wastewater treatment from milk production process is done
with the goal to know the effectifity of the treatment in removing the biodegradable pollutant
cotain in wastewater. The results of evaluation show that with those three methods,
PT.Greenfields Indonesia is success in removing the biodegradable pollutant with effeciency
98,9% for BOD, 95,8% for TSS dan 99% for COD, and the effluent quality have fullfiled the
quality standar regulated by the government.
Key words : milk wastewater, membrane bioreactor, anaerobic process, aerobic process