You are on page 1of 5

ABSTRAK DAN DIKTUM JUDUL

EKSPLORASI MOTIF BULU HAYAM DENGAN TEKNIK


SULAM PADA APLIKASI PRODUK FASHION

Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Seminar


Kriya
pada Semester II Tahun Akademik 2015-2016

Oleh :
Maghfira Izzani Maulania (17213040)

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN


PROGRAM STUDI KRIYA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016
DIKTUM

eksplorasi/eksplorasi/ /ksplorasi/
1 n penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan
lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam
yang terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan: -- sumber
minyak di daerah lepas pantai sedang giat dilakukan; 2 Dikkegiatan
untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru;
motif/motif/ n
1 pola; corak: ia menyukai kain batik dengan -- parang; 2 salah satu
dari antara gagasan yang dominan di dalam karya sastra, yang
dapat berupa peran, citra yang berulang, atau pola pemakaian
kata;
-- hiasan corak hiasan yang indah pada kain, bagian rumah, dan
sebagainya;
bulu/bulu/ n
1 rambut pendek dan lembut pada tubuh manusia (bukan di kepala)
atau binatang: -- kaki; -- kucing; 2 struktur lapisan luar kulit yang
membentuk penutup tubuh bangsa unggas; kumpulan rambut
banyak dan bertangkai seperti pada unggas: -- ayam;
hayam/ha.yam/ merupakan bahasa sunda dari kata "Ayam"
dengan1/dengan/ p
1 beserta; bersama-sama: ia pergi -- anak istrinya
teknik/teknik/ /tknik/ n
1 pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan
dengan hasil industri (bangunan, mesin): sekolah --; ahli --;2 cara
(kepandaian dan sebagainya) membuat atau melakukan sesuatu
yang berhubungan dengan seni; 3 metode atau sistem mengerjakan
sesuatu;
sulam1/sulam/ n bordir; suji; tekat;
menyulam/menyulam/ v membordir; menyuji: - taplak meja;
pada1/pada/ p
1 kata depan yang dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di
dalam hubungan dengan, searti dengan di (dipakai di depan kata
benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau ke: -- dasarnya;
ada -- nya (ku, mu); -- keesokan harinya;
aplikasi/aplikasi/ n
1 karya hias dalam seni jahit-menjahit dengan menempelkan
(menjahitkan) guntingan-guntingan kain yang dibentuk seperti
bunga (buah, binatang, dan sebagainya) pada kain lain sebagai
hiasan;

produk/produk/ n
1 barang atau jasa yang dibuat dan ditambah gunanya atau nilainya
dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi
itu;
mode atau fesyen (Inggris: fashion) adalah gaya berpakaian yang
populer dalam suatu budaya. Secara umum, fesyen termasuk
masakan, bahasa, seni, dan arsitektur.

ABSTRAK
Jawa Barat memiliki warisan batik yang tidak kalah menarik
dan indah dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Batik dari garut disebut
dengan batik Garutan yang motif batik tulis tradisionalnya mencapai
kurang lebih 40 motif. Beberapa contoh motif tersebut antara lain
Lereng Perahu, Bulu Hayam, Merak Ngibing dan Sido Mukti ataupun
motif hasil modifikasi seperti Tanjung Anom dan Tumpal. Motif yang
banyak digemari adalah motif-motif lama seperti Merak Ngibing,
Sido Mukti, dan Bulu Hayam.
Motif Bulu Hayam mengambil inspirasi dari ekor ayam jantan
yang panjang dan dilengkungkan setengah lingkaran. Lengkungan
tersebut disusun berjajar horizontal dengan jajaran digeser dan
dimulai dari tengah lengkungan dibawah barisan sebelumnya.
Bidang lengkungan di sisi dengan berbagai motif yang ditempatkan
secara acak sehingga membentuk sebuah komposisi ritmik. Bentuk
bulu ayam biasa dibuat dengan warna cokelat tua dengan kesan
'kuno'. Namun Bulu Hayam dibeberapa daerah lain memiliki variasi
warna yang lebih beragam.
Keterampilan ragam hias sulam atau bordir merupakan teknik
pengolahan reka latar pada tekstil yang sudah ada di Indonesia
sejak lama. Teknik sulam di Indonesia diperkirakan ada sejak abad
ke-18 M, bahkan sudah mulai dikembangkan dalam bentuk
tradisional pada abad ke-16 M. Saat itu sulam diperkenalkan hampir
ke seluruh pelosok di Nusantara. Dulunya sulam diperuntukkan bagi
inisial kerajaan dan untuk menghias busana para kaum ningrat.
Dalam masyarakat Melayu sendiri, seni sulaman juga banyak
mempengaruhi kegiatan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi
kaum wanita.
Zaman pada saat ini telah menuntut desainer maupun
seniman untuk melakukan banyak kebaruan terhadap karya atau
produk yang diciptakan. Bulu hayam adalah motif batik yang hampir
selalu diaplikasikan pada permukaan kain dengan teknik batik tulis.

Kebaruan pada eksplorasi ini adalah dengan menggunakan teknik


sulam sebagai teknik utama menciptakan motif bulu hayam yang
akan diaplikasikan pada produk fashion.
Pelestarian budaya bukanlah hanya meletakkan warisan
budaya dibalik kotak kaca melainkan terus memproduksi warisan
tersebut dengan segala kebaruannya. Kriya merupakan keilmuan
dengan kekayaan warisan nusantara yang paling berlimpah. Maka
dengan adanya eksplorasi ini akan menambahkan sedikit sejarah
kebaruan dari waktu ke waktu dan memperkaya titisan Kriya yang
telah diturunkan oleh sejarah para empu.

1.1 Latar Belakang


Sebuah teknik pewarnaan kain yang kuno dengan teknik
perintang warna menggunakan malam di Indonesia telah
berkembang pesat dari ribuan tahun silam yang dikenal dengan
nama batik. Batik yang adalah ihwal kriya tekstil tidak asing bagi
seluruh bangsa Indonesia. Batik yang merupakan peninggalan
berharga dari para empu terdahulu telah mencetak ribuan motif dan
ragam hias dengan filosofi-filosofi tersendiri. Lembaran maupun
bahan sandang yang turun temurun telah digunakan secara
menyeluruh oleh bangsa Indonesia terutama di Jawa ini diolah
dengan kepiawaian dan keunikan cara dari masing-masing daerah di
Indonesia. Hal yang paling menarik dari batik ialah konsep yang
tidak sederhana bahkan sampai pada etimologinya.
Penjajahan moral dan budaya yang tidak lagi memiliki batas
memberikan dampak besar atas kehilangannya kebanggaan bagi
masyarakat Indonesia akan peninggalan budaya dan tradisi.
Menghadapi tantangan global yang sedemikian rupa membutuhkan
keteguhan yang tinggi. Namun ketidaksiapan yang terjadi
menciptakan banyak pengorbanan seperti hilangnya semangat
berkebangsaan, hukum yang tidak lagi ditegakkan sempurna,
moralitas yang mulai memadam, sampai daya saing bangsa yang
semakin lemah.
Didalam masa yang berkembang dengan pesat dimana era
globalisasi menguasai dunia ini, disitulah seharusnya pemuda
pemudi Nusantara melihat peluang besar untuk melakukan
pengembangan kebudayaan atau menciptakan asimilasi
kebudayaan namun tetap menjunjung dan mengungkap makna
kebudayaan Nusantara sesungguhnya dibalik karya. Telah terbukti
bahwa generasi baru pembangun bangsa ini telah mulai berlomba

lomba mengemas peninggalan budaya tersebut dengan varian


bentuk serta media yang berbeda didalam industri kreatif yang saat
ini sedang memuncak-muncaknya.
Dalam tugas akhir ini, saya akan memaparkan kajian dan
proses pengembangan pada sebuah teknik yang menjadi fokus
tugas akhir ini yakni teknik sulam pada kain. Metode yang akan
saya gunakan yakni melakukan kajian literatur, kuesioner, serta
wawancara dan observasi pada figure atau tokoh yang dapat
mendukung tema besar yang saya angkat. Selain hasil riset, saya
juga akan membuat karya produk akhir terapan dari riset yang telah
dilakukan berupa aplikasinya pada desain busana.
Saya memilih produk yakni elemen-elemen interior karena
rencana pasar yang disasar adalah kalangan orang-orang yang
cukup mapan dan senang mendekor rumahnya atau bekerja sama
dengan interior design companies. Selain itu dengan produk akhir
wall dcor juga menyasar pasar kalangan remaja yang pada era
masa kini mulai tertarik kembali pada barang yang berbau kerajinan
tangan tekstil.
Walaupun industri tekstil semakin berkembang dengan pesat
dan stabil, namun karya yang lahir dari kerajinan tangan memiliki
nilai jual yang lebih tinggi. Dengan adanya ketertarikan pada kedua
kalangan yang menjadi taget pemasaran, makna kebudayaan
didalam batik serta teknik sulam pun bisa mudah tersebar luas
mulai dari ketertarikan yang sama pada kerajinan tangan terutama
kerajinan tangan tekstil dengan re-branding kedua hal ini yakni
batik dan sulam dengan desain yang baik dan memiliki kebaruan.
Harta warisan kebudayaan yang lahir dari Nusantara bukan
hanya membawa kebanggaan dan moral yang kuat atau memberi
kepentingan pada nilai jual yang juga dapat menjadi tinggi.
Termasuk didalamnya warisan yang berupa teknik pengolahan
tekstil yang sudah ada sejak dulu. Harta warisan kebudayaan yang
kelak kembali menjadi peringkat utama gaya dalam masyarakat
akan memberikan kepuasan tersendiri saat kesadaraan akan
berbudaya menjadi sorotan utama masyarakan pada masa kini yang
sangat membutuhkan identitasnya kembali namun tetap berlari
mengikuti konteks zaman yang tidak pernah diam.

skripsi yag dibutuhkan pada beberapa kalangan tertentu.