You are on page 1of 2

ABSTRAK

Pasien gagal jantung dengan literasi kesehatan yang inadekuat berisiko lebih
untuk melakukan perawatan diri yang buruk dan kesalahan dalam menjalani
pengobatan sehingga dapat menyebabkan outcomes kesehatan lebih buruk seperti
misalnya pasien gagal jantung yang harus kembali menjalani rawat inap dengan
waktu yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
gambaran literasi kesehatan (health literacy) pada pasien gagal jantung di Rumah
Sakit Al-Islam Bandung.
Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan penyajian hasil
menggunakan distribusi frekuensi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 42 orang,
dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data dilakukan
dengan menggunakan kuisioner Chinese Health Literacy for Chronic Care
(CHLCC).
Hasil penelitian menunjukan hampir seluruh responden memiliki tingkat
literasi kesehatan yang inadekuat dengan responden sebanyak 92.9%. Pada
subvariabel literasi kesehatan didapatkan hasil: sebanyak 50% memiliki skor
tinggi pada aspek remembering, sebanyak 66.7% memiliki skor tinggi pada aspek
understanding, sebanyak 45.2% memiliki skor tinggi pada aspek applying dan
sebanyak 31% memiliki skor tinggi pada aspek analyzing. Dapat disimpulkan
bahwa pasien gagal jantung di Rumah Sakit Al-Islam Bandung secara keseluruhan
memiliki literasi kesehatan yang inadekuat dengan kemampuan yang tinggi dalam
hal memahami (understanding) dan kemampuan yang rendah dalam hal
menganalisa (analyzing).
Penelitian ini menjadi masukan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat
untuk dapat mengenali tanda-tanda literasi kesehatan yang rendah pada pasien
gagal jantung. Metode teach-back dan penggunaan video dapat menjadi alternatif
dalam memberikan informasi kesehatan agar lebih mudah dipahami.
Kata Kunci : Literasi Kesehatan, Gagal Jantung, Chinese Health Literacy for
Chronic Care.

ABSTRACT
Heart failure patients with inadequate health literacy have a greater risk in
perform a poor self-care and errors in treatment that can lead to poor health
outcomes such as patients with heart failure have to re-admitted to hospital with a
longer time. The purpose of this research is to describe the health literacy in heart
failure patients at Al-Islam hospital Bandung.
The research method is descriptive quantitative, data analysis used
frequency distribution. Total sample in this research is 42 people, used purposive
sampling technique. Retrieval of the data used Chinese Health Literacy for
Chronic Care (CHLCC) questionnaire. The result shows that many of heart failure
patients have inadequate health literacy, that is 92.9%. In sub-variable of health
literacy, the result are: as much as 50% had a high score on the aspect of
remembering, as much as 66.7% had a high score on the aspect of understanding,
as much as 45.2% had a high score on the aspects of applying and 31% had a high
scores on analyzing aspects. It was concluded that patients with heart failure in the
hospital Al-Islam Bandung overall had inadequate health literacy with high ability
in terms of understanding and low ability in terms of analyzing.
This research suggested to health provider particulary nurses to be able to
recognize the signs of inadequate health literacy in health failure patients. Teachback method and the use of video can be an alternative in providing health
information to be more easily understood.
Keyword: Health literacy, Heart Failure, Chinese Health Literacy for Chronic
Care.