You are on page 1of 3

ABSTRAK

Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa yang


disebabkan oleh virus hepatitis B. Ini adalah masalah kesehatan global utama dan
jenis yang paling serius dari hepatitis virus. Di seluruh dunia, dua miliar orang
diperkirakan telah terinfeksi dengan virus hepatitis B (HBV), dan lebih dari 350
juta memiliki infeksi hati kronis (jangka panjang). Hepatitis B endemik di China
dan bagian lain di Asia.
Hepatitis B adalah merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh infeksi
virus Hepatitis B (HBV). Infeksi dari HBV dapat menyebabkan peradangan hati
akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Hepatitis B telah menyebabkan hampir 600 000 orang mengalami kecacatan dan
sekitar 31 000 kematian setiap tahun di Asia tenggara. Hepatitis B tersebar
melalui sumber penularan secara vertikal maupun horizontal. Penularan secara
vertikal terjadi dari ibu yang mengidap Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan
yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan. Secara horizontal, dapat
terjadi akibat penggunaan alat suntik yang terkontaminasi, tindik telinga, tusuk
jarum, transfusi darah, perkongsian pisau cukur dan sikat gigi serta melakukan
hubungan seksual dengan penderita Hepatitis B.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi Hepatitis B dan
faktor risiko terjadinya Hepatitis B di Rumah Sakit Haji Medan. Penelitian ini
dilakukan dengan menelusuri rekam medis pasien yang mencakup bilangan
penderita yang didiagnosis menderita Hepatitis B dan faktor risiko terjadinya
Hepatitis B pada tahun 2015 2016 .

ABSTRACT

41

Hepatitis B is a potentially life-threatening liver infection caused by the


hepatitis B virus. It is a major global health problem and the most serious type of
viral hepatitis. Worldwide, an estimated two billion people have been infected
with the hepatitis B virus (HBV), and more than 350 million have chronic (longterm) liver infections. Hepatitis B is endemic in China and other parts of Asia.
Hepatitis B is a liver disease caused by infection with Hepatitis B Virus
(HBV). Infection from HBV can cause acute or chronic liver inflammation that
can progress to cirrhosis or liver cancer. Hepatitis B has caused nearly 600 000
people experiencing disability and around 31 000 deaths each year in Southeast
Asia. Hepatitis B is spread through the transmission source vertically or
horizontally. Vertical transmission occurs from mothers who suffered from
Hepatitis B to babies who are born during delivery or shortly after childbirth.
Horizontally, can occur due to the use of contaminated syringes, ear piercing,
blood transfusion, sharing razors and toothbrushes as well as having sexual
relations with people with Hepatitis B.
The purpose of this study was to determine the prevalence of Hepatitis B
and Hepatitis B risk factors in Hospital Hajj of Medan.

This research was

conducted by searching the medical records of patients that includes the number
of patients diagnosed with Hepatitis B and Hepatitis B risk factors in 2015 until
2016.

BAB VII

41

KESIMPULAN DAN SARAN


7.1 Kesimpulan
1. Ada hubungan antara usia dengan penyakit hepatitis B (p value = 0,038).
2. Ada hubungan antara jenis kelamin dengan penyakit hepatitis B (p value
= 0,02). Nilai odds ratio penelitian ini sebesar 1,97 artinya bahwa jenis
kelamin perempuan memiliki faktor risiko 2 kali lebih besar untuk
menderita penyakit hepatitis B dibanding dengan laki-laki.
3. Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan hepatitis B (p value =
0.045).
4. Ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan hepatitis B (p value =
0.029).
7.2 Saran
7.2.1

Bagi Penderita Hepatitis B


1. Bagi penderita Hepatitis B diharapkan teratur minum obat ARV, karna
meski penyakit ini belum bisa disembuhkan secara sempurna tetapi
dengan menggunakan obat ARV bisa memperpanjang masa hidup dan
memperkecil komplikasi yang ditimbulkan.
2. Karna virus ini bisa melewati palsenta janin, jadi penderita Hepatitis B
khususnya wanita diharapkan jangan hamil kecuali dengan syarat

anaknya harus diberikan penanganan khusus pada saat dia lahir nanti.
Bagi Rumah Sakit Haji Medan
1. Bagi rumah sakit, hasil penelitian ini dapat dijadikan data bahwa dari
persentase pasien menderita Hepatitis B banyak berobat ke Rumah Sakit
Haji Medan, jadi diharapkan khususnya petugas kesehatan berhati-hati
dalam melakukan tindakan terhadap semua pasien yang datang
7.2.3 Bagi Peneliti Lain
1. Bagi peneliti lain dapat dijadikan perbandingan jumlah apabila akan
7.2.2

melakukan penelitian selanjutnya di Rumah Sakit Haji Medan

41