You are on page 1of 3

Anatomi dan Fisiologi Jaringan Okuler

Pendahuluan
Kosmetik dirancang bukan untuk berhubungan dengan jaringan kompleks yang
diperlukan untuk penglihatan. Di samping itu, dekorasi daerah orbital dan beberapa
komponen ektsterior pada mata dengan riasan pada mata secara luas dipraktekkan. Keamanan
dari preparat penggunaan sekitar mata adalah tanggung jawab formulator dan sebagian
diamanatkan oleh peraturan. Namun peggunaan tidak hati-hati dari riasan dan kosmetik ke
dalam mata sering dijumpai dan bahan tambahan sebaiknya lebih tidak asing lagi dengan
struktural komponen pada mata dan bagaimana hal itu mungkin dipengaruhi oleh kosmetik.
Pada bagian luar yang utama dijaringan mata dijelaskan pada gambar 4.1. Tanggapan
merugikan mata mungkin hasil dari setiap jenis kosmetik yang digunakan pada kulit yang
digunakan pada kulit kepala atau wajah. Sebagian besar pembaca lebih sering dengan
sengatan penggunaan shampo yang masuk ke dalam mata. Para pembaca juga telah belajar
tentang cerita sulitnya kerusakan mata karena busa sabun kuartener. Berikut ulasan singkat
dari fisiologis mata yang dimaksudkan untuk membantu formulator kosmetik pada
pembuatan produk yang aman untuk digunakan pada mata dan sekitar mata.

Fitur Anatomi Utama


Kelopak mata
Kelopak mata adalah wakil dari kulit ditempat lain dari tubuh. Fungsi utamanya
sebagai pelindung kornea dan jaringan vaskuler. Karena hal ini, permukaan dalam dari
kelopak dilapisi selaput lendir jaringan konjungtiva, yang mana membran secara alami dan
teerhubung dengan keduanya pada lapisan air mata perkorneal dan sel epitel pada kornea.
Mata memiliki superior dan inferior kelopak secara fungsional keduanya didefinisikan
dengan baik untuk memudahkan pergerakan dan pengaliran air mata selama berkedip.
Kelopak mata terdiri dari pelat tarsal dalam, serat otot, permukaan epitel dari posterior ke
anterior. Silia keluar dari bagian tengah garis batas dari kelopak inferior. Kelenjar keringat
apokrin, kelenjar sebakus pada zeis, dan folikel rambut dari rambut permukaan diwakili
kedua kelopak mata. Otot-otot dan persyarafan adalah superior kelopak bergerak secara
reflek dengan inferior sebagai air mata mulai mengulap. Maka, garis pada kelopak masuk
seperti genangan air mata, yang terletak pada garis kelopak dan menyebar bersamaan air
mata diatas kornea karena mengusap superior. Air mata ini akan tetap didalamnya antara
berkedip meskipun banyak kekuatan gravitasi yang bekerja. Kelopak inferior bergerak secara
primer dalam model lateralis, mengarahkan kolam air mata ke saluran nasokrimal terletak di
medial keduanya pada garis kelopak inferior dan superior. Pada jalur ini komponen utama
diproduksi oleh kelenjar meibom, sel goblet dan kelenjar lakrimal yang tersebar dan
dikeringkan oleh reaksi kelopak mata. Karena hal itulah kesamaan dengan bagian kulit lain,
kelopak mata memiliki masalah dernatologi yang sama. Perbedaan muncul dalam hal efek
penggunaan kosmetik setiap hari pada garis garis dikelopak. Pembuatan kosmetik dapat

menyebabkan masalah pada kelenjar terkait dengan garis kelopak dan mengakibatkan trauma
dalam kornea, toksisitas, dan hipersensitivitas. Efek samping tersebut secara klinis diamati
baik sebagai masalah kelopak atau kornea, tergantung pada etiologinya. Efek lain pada
permukaan kornea menampakkan diri sebagai akibat dari masalah pengeringan yang mungkin
terjadi pada kelopak, usia kelopak dengan keadaan normal dan ketidaksempurnaan berkedip,
blephantis dan endotoksin staphyloccocal mempengaruhi kornea.

Konjungtiva
Konjungtiva merupakan membran yang melapisi permukaan mata (jaringan sklera) dan
digambarkan untuk menutupi bagian dalam kelopak mata. Yang merupakan membran selaput
lendir yang fleksibel dan terus bergerak dengan aksi kelopak mata dan pergerakan dari bola.
Secara fungsional konjungtiva memberikan perlindungan dan pelumasan untuk berbagai
struktur okular. Konjungtiva juga berisi jaringan limfoid untuk perlindungan imunologi.
Sama dengan semua membran mukosa selaput lendir, konjungtiva memiliki lapisan sel epitel
dan propia submukosa lamina.
Secara morfologi, struktur sel dari epitelium berbeda menurut wilayah, pembagian epitel
skuamosa terdapat pada kelopak dan mengelilingi limbus, zona transisi antara kornea dan
sklera. Sebagai pengingat sel- sel basa cuboidal, sel-sel superfisial bentuk silinder dan sel-sel
polihedral diantaranya.
Sel-sel goblet sekretori ditemukan banyak diseluruh konjungtiva. Sel sel tersebut paling
banyak selama tarsic dan paling banyak dibagian bulbar interpalberal dari jaringan. Sel sel
goblet bentuk oval dengan inti pipih dekat pangkal dan koleksi antar besar mucin.
Permukaan sel sel epitel pada kongjungtiva ditutupi oleh makrovili dan lapisan tipis
glikokaliks dan mucin. Hal ini meningkatkan area permukaan sel dan membantu kepatuhan
dari air mata ke jaringan. Bahkan air mata dipertimbangkan menjadi bagian anatomis di
jaringan, karena setiap gangguan dalam hal ini menyebabkan patologi yang signifikan.
Sel sel epitel yang menempel pada membran basal yang spesifik oleh hemidesmosom, yang
pada gilirannya mempertahankan lampiran ke stroma konjungtiva . stroma konjungtiva terdiri
dari lapisan limfoid dan lapisan fibrosa. Lapisan limfoid terdiri dari kumpulan limfosit. Lebih
dalam dari lapisan ini adalah lapisan fibrosa dimana pembuluh dan syaraf berjalan mensuplai
ke jaringan.
Jaringan konjungtiva termasuk syaraf,arteri siliaris, limfatikbdan 2 jenis dari kelenjar
lakrimal aksesori. Syaraf sensorik berasal dari divisi optalmik dari syaraf kranial kelima,
mirip dengan kelopak hanya modalitas sensorik adalah rasa sakit.
Konjungtiva berasal dari suplai darah dari berbagai cabang dari arteri optalmik. Mereka
menyediakan seluruh konjungtiva selain daerah hanya diluar limbus. Kapiler konjungtiva
fenestrated. Dalam kondisi peradangan ini menyebabkan kebocoran pada tingkat yang

melebihi kemampuan cairan untuk menyerap konjungtiva ke permukaan okuler. Hal ini
menyebabkan akumulasi cairan dan tanda klinis dari kemosis konjungtiva.