You are on page 1of 2

ABSTRAK

Arifin,Syaiful. 2015. Pemetaan Angka Kejadian Kecacingan Dihubungkan Dengan Tingkat


Higiene dan Tingkat Pencemaran Tanah Sekolah Di SD Kecamatan Kedungkandang
Kota Malang Tahun 2014 . Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya. Pembimbing : (1) Prof. DR. dr. Teguh Wahyu Sardjono,
DTM&H. M.Sc. Sp.Park. (2) dr Harun Al Rasyid, MPH.

Tingginya prevalensi kecacingan (35,3%) masih menjadi salah satu masalah


kesehatan di Indonesia pada semua kelompok umur. Anak usia sekolah dasar merupakan
golongan yang rentan terhadap infeksi cacingan dengan prevalensi sebesar 60-80%. Faktor
resiko kecacingan adalah perilaku higiene yang kurang.Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara tingkat higiene dan tingkat pencemaran tanah sekolah dengan
angka kejadian kecacingan pada siswa sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah
siswa kelas 3,4 dan 5 dari 12 Sekolah Dasar di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Sampel penelitian adalah seluruh anggota populasi sejumlah 757 siswa dan 12 sekolah.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuisioner, pemeriksaan feses menggunakan
metode Kato Thick Smear. dan pemeriksaan tanah menggunakan metode Floatation
Suzuki. Analisis statistik dilakukan dengan uji Korelasi Pearson dan Spearman.Hasil
penelitian menunjukkan prevalensi penyakit cacingan siswa sekolah dasar di Kecamatan
Kedungkandang sebesar 4,6%. Jenis cacing yang paling banyak adalah Ascaris
lumbricoides (80%). Tingkat higiene sekolah pada Kecamatan Kedungkandang kurang baik.
Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat higiene
sekolah (p=0,977) dan pencemaran tanah sekolah (p=0,790) dengan angka kecacingan
pada siswa sekolah dasar di Kedungkandang Kota Malang tahun 2014. Disarankan
mengaktikan kegiatan di sekolah, seperti UKS dan edukasi kesehatan yang bertujuan
membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa untuk mencegah kecacingan.

Kata kunci : kecacingan, higiene, tanah, sekolah

ABSTRACT
Arifin, Syaiful. 2015. The Infection Mapping of Intestinal Worm Related to Schools Hygiene
Level and Soil Pollution Level with in primary school students in Kedungkandang
Subdistrict Malang city 2014. Final Project, Medical Doctor, Faculty of Medicine
Brawijaya University. Supervisor : (1) Prof. DR. dr. Teguh Wahyu Sardjono, DTM&H.
M.Sc. Sp.Park. (2) dr Harun Al Rasyid, MPH.

The high prevalence of intestinal worm infection (35,3%) was still being a health
problem in Indonesia for all of the age groups. Elementary school students are vulnerable
toward the intestinal worm infection with a prevalence of 60-80%, and poor hygiene habit is
one of the risk factors.The purpose of this study is to examine the correlation between
schools hygiene, soil pollution level and the intestinal worm infection in elementary school
students. The populations of this study are 3th to 5th grade students from 12 schools in
Kedungkandang Subdistrict. Total samples of this study are 757 students. The data was
collected through hygiene questionnaire, soil examination using Suzuki Floatation method,
and feces examination using Kato Thick smear method. Statistical analysis was carried out
by using Pearson and Spearman's correlation test.This study reveals that the prevalence
rate of intestinal worm infection among elementary school students in Kedungkandang
Subdistrict is 4,6%. The most common infective worm is Ascaris lumbricoides (80%). The
analysis results showed that there is no significant correlation between schools higiene
level and intestinal worm infection (p=0,977), no significant correlation between soil pollution
level (p=0,790) and intestinal worm infection. Promoting school activities such as Unit
Kesehatan Sekolah (UKS) and health education to improve health behaviour is essential to
prevent the intestinal worm infection.

Keywords:

worm infection, hygiene, soil, school