You are on page 1of 3

Nama

NIM
Kelas

: Rizky Zulfikar
: 1405105099
: C (Pagi)

ANTROPOMETRI
Ilmu yang secara khusus mempelajari tentang pengukuran tubuh manusia guna
merumuskan perbedaan-perbedaan ukuran pada tiap individu atau kelompok.
Ukuran tubuh manusia bervariasi berdasarkan umur, jenis kelamin, suku
bangsa, bahkan kelompok pekerjaan
Interaksi antara ruang dengan manusia secara dimensional dapat menimbulkan
dampak antropometris, yaitu kesesuaian dimensi-dimensi ruang terhadap
dimensi tubuh manusia
secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses
perencanaan (design) produk maupun sistem kerja yang memerlukan interaksi
manusia.
Tujuan penggunaan antropometri pemakai :
untuk mengurangi tingkat kelelahan kerja,
meningkatkan performansi kerja
dan meminimasi potensi kecelakaan kerja ( Mustafa,Pulat, Industrial
ergonomics case studies, 1992)
Data antropometri digunakan untuk :
Perancangan areal kerja
Perancangan peralatan kerja seperti mesin, equipment, perkakas ( tools) dan
sebagainya.
Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian , kursi, meja, komputer
dan lain-lain.
Perancangan lingkungan kerja fisik.
Antropometri dibagi dalam dua bagian yaitu :
Antropometri statis, dimana pengukuran dilakukan pada saat tubuh dalam
keadaan diam/posisi diam/ tidak bergerak.
Antropometri dinamis, dimana dimensi tubuh diukur dalam berbagai posisi
tubuh yang sedang bergerak.
ALAT UKUR ANTROPOMETRI

Anthropolometer adalah suatu alat untuk mengukur jarak, ketinggian dan sudut
suatu titik dari suatu posisi acuan tertentu. Realisasinya, alat ini berguna sebagai
alat bantu untuk mendisain atau mengetahui posisi alat-alat atau instrumen
pengendali dari suatu mesin atau sistem kerja terhadap posisi operatornya.
Terdapat tiga kelas pengukuran antropometri dinamis, yaitu
(1) Pengukuran tingkat keterampilan sebagai pendekatan untuk mengerti
keadaan mekanis dari suatu aktifitas, contohnya mempelajari performasi
seseorang,
(2) Pengukuran jangkauan ruang yang dibutuhkan saat bekerja dan
(3) Pengukuran variabilitas kerja.
Tahapan perancangan sistem kerja menyangkut work space designdengan
memperhatikan faktor antropometri secara umum adalah( Roebuck, 1995):
Menentukan kebutuhan perancangan dan kebutuhannnya (establish
requirement).
Mendefinisikan dan mendeskripsikan populasi pemakai.
Pemilihan sampel yang akan diambil datanya.
Penentuan kebutuhan data (dimensi tubuh yang akan diambil).
Penentuan sumber data ( dimensi tubuh yang akan diambil) dan pemilihan
persentil yang akan dipakai.
Penyiapan alat ukur yang akan dipakai.
Pengambilan data.
Pengolahan data
Prinsip Penerapan Anthropometri dalam Ergonomika
Populasi manusia memiliki variasi bentuk dan ukuran tubuh yang tinggi.
Dengan menggunakan sebaran normal, persentil dalam data anthropometri
menunjukkan bila suatu ukuran adalah rata-rata, diatas atau dibawah rata-rata.
Jika kita membuat grafik tinggi tubuh (atau dimensi lainnya) dari sebuah
populasi.
AplikasiData Antropometri
Terdapat tiga tipe perancangan, yaitu :
Perancangan untuk pemakaian nilai ekstrem
Data dengan persentil ekstrim minimum 5% dan ekstrim maksimum 95%.
Perancangan untuk pemakaian rata-rata
Data dengan persentil 50 %.
Perancangan untuk pemakaian yang disesuaikan (adjustable)

AplikasiData Antropometri
Intinyauntukmerancangbagiukuranyang
kecilsepertitinggiorangpendekmakagunakanpersentil5, danuntukukuranyang
besarsepertitinggipintumakagunakanpersentil95.
Mungkingambardibawahinibisamemberikanilustrasilebihjelas.
BukuSumber:
EkoNurmianto, Ergonomi, KonsepDasardanAplikasinya, Jakarta. PT
CandimasMetropole.
Julius Paneroand Martin Zelnik(1979), Human Dimension and Interior
Space, Whitney Library of Design
Pheasant. S (1986), Body space, Anthopometri, Ergonomic and Design,
London; Taylor and Francis.