You are on page 1of 12

Makalah

Pendidikan Kesehatan Sekolah


Kelompok 3
Kelas C ( Pagi )

Nama :

Muhammad Abizar Haryawan


Febri Darmawanto
Yosua Yonathan Kristanto
Andi Muhammad Irfand
Wahyu Firdaus
Rizky Zulfikar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan


Universitas Mulawarman
Samarinda

2015
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah fisiologi ini
dapat terselesaikan. Dalam menyusun makalah fisiologi ini tidak terlepas dari
bimbingan dan bantuan berbagai pihak yang telah meluangkan waktu dan
tenaganya demi terselesaikannya makalah ini.
Dengan ini kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan
makalah ini, namun bagaimanapun makalah ini masih banyak kekurangan dan
jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat kami
butuhkan dan akan kami terima dengan senang hati.
Akhir kata semoga makalah ini berguna bagi kita semua, terutama bagi
adik-adik tingkat kami. Dan apabila ada kesalahan dan kata kata yang kurang
berkenan, kami selaku penyusun mohon maaf yang sebesar besarnya.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Berbicara kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh
meteologi Yunani yaitu Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita mitos
Yunani tersebut Asclepius disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang
tampan dan pandai meskipun tidak disebutkan sekolah atau pendidikan apa
yang telah ditempuhnya, tetapi diceritakan bahwa ia telah mengobati
penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur
tertentu dengan baik.
Menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat adalah ilmu
dan seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan
a.
b.
c.
d.

kesehatanm melalui Usaha-usaha Pengorganisasian masyarakat untuk :


Perbaikan sanitsi lingkungan
Pemberantasan penyakit-penyakit manular
Pendidikan untuk kebersihan perorangan
Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk

diagnosis dini dan pengobatan


e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi
kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya
Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat adlah
ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan
msyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.
Dari batasan kedua diatas, dapat disimpulkan bahwa kesehatan
masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik sanitasi, ilmu
kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial,
dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat. Untuk itu perlu adanya
pendidikan kesehatan agar kesehatan masyarakat dapat lebih ditingkatkan
dan dilaksanakan oleh masyarakat.

Keberhasilan program pendidikan kesehatan yang meliputi perilaku


kesehatan

dan

domain

kesehatan

sangat

besar

peranannya

guna

mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan kesehatan


yang meliputi perilaku kesehatan dan domain kesehatan ini harus didukung
oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka
tentang pentingnya kesehatan itu sendiri.
Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
pendidikan kesehatan. Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat,
maka perlu dilakukan pendidikan, khususnya pendidikan yang ditujukan
kepada masyarakat.
Maka dari itu penulis tertarik untuk mengambil judul makalah
Pendidikan Kesehatan yang Meliputi Perilaku Kesehatan dan Domain
Kesehatan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan judul makalah ini maka rumusan masalahnya adalah
pengertian pendidikan kesehatan, prinsip-prinsip pendidikan kesehatan,
ruang lingkup pendidikan kesehatan, pengertian perilaku kesehatan, domain
perilaku kesehatan.
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan kesehatan serta hal-hal
yang berkaitan dengan pendidikan dan perilaku kesehatan (prinsip-prinsip
pendidikan kesehatan, ruang lingkup pendidikan kesehatan, pengertian
perilaku kesehatan, domain perilaku kesehatan).
1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan ini adalah :
1. Agar masyarakat mengetahui tentang pendidikan kesehatan dan perilaku
kesehatan.
2. Agar masyarakat mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan
pendidikan kesehatan (prinsip-prinsip pendidikan kesehatan, ruang lingkup
pendidikan kesehatan, pengertian perilaku kesehatan, domain perilaku
kesehatan.

BAB II
ISI
2.1

Pengertian Pendidikan Kesehatan


Pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang mampu

meningkatkan kontrol dam memperbaiki kesehatan individu. Kesempatan


yang direncanakan untuk individu, kelompok atau masyarakat agar belajar
tentang kesehatan dan melakukan perubahan-perubahan secara suka rela
dalam tingkah laku individu (Entjang, 1991)
Wood dikutip dari Effendi (1997),

memberikan

pengertian

pendidikan kesehatan merupakan sejumlah pengalaman yang berpengaruh


menguntungkan secara kebiasaan, sikap dan pengetahuan ada hubungannya
dengan kesehatan perseorangan, masyarakat, dan bangsa. Kesemuanya ini,
dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara suka rela
perilaku yang akan meninhkatkan dna memelihara kesehatan.
Menurut Stewart dikutip dari Effendi (1997), unsur program
ksehatan dan kedoktern yang didalamnya terkandung rencana untuk
merubah perilaku perseorangan dan masyarakat dengan tujuan untuk
membantu tercapainya program pengobatan, rehabilitasi, pencegahan
penyakit dan peningkatan kesehatan.
Menurut Ottawwa Charter (1986) yang dikutip dari Notoatmodjo S,
memberikan pengertian pendidikan kesehatan adalah proses untuk
meningkatkan

kemampuan

masyarakat

dalam

memelihara

dan

meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan


yang sempurna, baik fisik, mental dan sosial, maka masyarakat harus
mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan
lingkungannya (lingkungan fisik, sosial, budaya, dan sebagainya).
Dapat dirumuskan bahwa pengertian pendidikan kesehatan adalah
upaya untuk memengaruhi, dan atau memengaruhi orang lain, baik
individu, kelompok, atau masyarakat, agar melaksanakan perilaku hidup
sehat. Sedangkan secara operasional, pendidikan kesehatan merupakan
suatu kegiatan untuk memberikan dn atau meningkatkan pengetahuan,

sikap, an praktik masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan


kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo, 2003)
2.2

Prinsip-prinsip Pendidikan Kesehatan


Pendidikan kesehatan sangat penting untuk menunjang program-

program kesehatan yang lain. Akan tetapi pernyatan ini tidak didukung
dengan kenyataan yang ada. karena program pelayanan kesehatan yang ada
kurang melibatkan pendidikan kesehatan. Pendidikan merupakan behavior
investment jangka panjang. Artinya pendidikan kesehatan baru dapat
dilihat beberapa tahun kemudian. Dalam waktu yang pendek, pendidikan
kesehatan hanya menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan
masyarakat. Sedangkan peningkatan pengetahuan saja belum akan
berpengaruh langsung terhadap indikator kesehatan.
Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh terhadap perilaku sebagai
hasil jangka menengah dari pendidikan kesehatan. Selanjutnya akan
berpengaruh pada peningkatan indikator kesehatan masyarakat sebagai
keluaran pendidikan kesehatan.
2.3

Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan


Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai

dimensi, antara lain

dimensi

sasaran

pendidikan, dimensi

tempat

pelaksanaan atau aplikasinya, dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan.


Dimensi sasaran pendidikan kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok :
1. Pendidikan kesehatan individual
2. Pendidikan kesehatan kelompok
3. Pendidikan kesehatan masyarakat
Dimensi tempat pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat
berlangsung di berbagai tempat, misal disekolah, rumah sakit, tempat kerja,
dll. Dimensi tingkat pelayanan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5
tingkat pencegahan :
1. Promosi kesehatan (health promotion)
2. Perlindungan khusus (specific protection)
3. Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt
treatment)
4. Pembatasan cacat (disability limitation)

5. Rehabilitasi (rehabilitation)

2.4 Pengertian Perilaku Kesehatan


Perilaku kesehatan adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus
yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanan kesehatan,
makanan,serta lingkungan. Bentuk dari perilaku tersebut ada dua yaitu
pasif dan aktif. Perilaku

pasif merupakan respon internal dan hanya

dapat dilihat oleh diri sendiri sedangkan perilaku aktif dapat dilihat oleh
orang lain. Masyarakat memiliki beberapa macam perilaku terhadap
kesehatan. Perilaku tersebut umumnya dibagi menjadi dua, yaitu perilaku
sehat dan perilaku sakit. Perilaku sehat yang dimaksud yaitu perilaku
seseorang yang sehat dan meningkatkan kesehatannya tersebut. Perilaku
sehat mencakup perilaku-perilaku dalam mencegah atau menghindari dari
penyakit dan penyebab penyakit atau masalah, atau penyebab masalah
(perilaku preventif). Contoh dari perilaku sehat ini antara lain makan
makanan dengan gizi seimbang, olah raga secara teratur, dan menggosok
gigi sebelum tidur.
Yang kedua adalah perilaku sakit. Perilaku sakit adalah perilaku
seseorang yang sakit atau telah terkena masalah kesehatan untuk
memperoleh penyembuhan atau pemecahan masalah kesehatannya. Perilaku
ini disebut perilaku pencarian pelayanan kesehatan (health seeking
behavior). Perilaku ini mencakup tindakan-tindakan yang diambil seseorang
bila terkena masalah kesehatan untuk memperoleh kesembuhan melalui
sarana pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Secara lebih detail, Becker (1979) membagi perilaku
masyarakat yang

berhubungan dengan kesehatan menjadi tiga, yaitu:

1. Perilaku kesehatan : hal yang berkaitan dengan tindakan seseorang dalam


memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Contoh : memilih makanan
yang sehat, tindakan-tindakan yang dapat mencegah penyakit.

2. Perilaku sakit : segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan seseorang


individuyang merasa sakit, untuk merasakan dan mengenal keadaan
kesehatannya atau rasa sakit. Contoh pengetahuan individu untuk
memperoleh keuntungan.
3. Perilaku peran sakit : segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh
individu yang sedang sakit untuk memperoleh kesehatan.
Terdapat dua paradigma dalam kesehatan yaitu paradigma
sakit dan paradigma sehat. Paradigma sakit adalah paradigma yang
beranggapan bahwa rumah sakit adalah tempatnya orang sakit. Hanya di
saat sakit, seseorang diantar masuk ke rumah sakit. Ini adalah paradigma
yang salah yang menitikberatkan kepada aspek kuratif danrehabilitatif.
Sedangkan paradigma sehat Menitikberatkan pada aspek

promotif dan

preventif, berpandangan bahwa tindakan pencegahan itu lebih baik dan


lebih murah dibandingkan pengobatan.
2.5

Domain Perilaku Kesehatan


Perilaku manusia itu sangat kompleks dan mempunyai ruang

lingkup yang sangat

luas. Benyamin Bloom (1908) seorang ahli

psikologis pendidikan membagi

perilaku manusia itu ke dalam 3 domain.

Pembagian ini dilakukan untuk tujuan

pendidikan. Bahwa dalam suatu

pendidikan adalah mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain


perilaku tersebut, yakni:
1. Kognitif
2. Afektif
3. Psikomotor
Dalam perkembangannya, Teori Bloom ini dimodifikasi untuk
pengukuran hasil pendidikan kesehatan yakni:
1. Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah seseorang
melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Tanpa pengetahuan
seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan dan
menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi.

Faktor yang memengaruhi pengetahuan seseorang :


1. Faktor internal : faktor dari dalam diri sendiri, misalnya intelegensia, minat,
kondisi fisik
2. Faktor eksternal : faktor dari luar diri, misalnya keluarga, masyarakat,
sarana
3. Faktor pendekatan belajar : faktor upaya belajar, misalnya strategi dan
metode dalam pembelajaran
Ada enam tingkatan domain pengetahuan, yaitu :
1. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat kembali (recall) terhadap suatu materi
yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Memahami (Comprehension)
Suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang
diketahui dan dapat diintepretasikan materi tersebut secara benar.
3. Aplikasi
Diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya.
4. Analisis
Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek
kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi
dan ada kaitannya dengan yang lain.
5. Sintesa
Sintesa menunjukkan suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan baru.
6. Evaluasi
Evalusi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melaksanakan justifikasi
atau penilaian terhadap suatu materi/objek.
2. Sikap (Attitude)
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang
terhadap suatu stimulus atau objek. Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap
mempunyai tiga komponen pokok :
1. Kepercayaan (keyakinan), ide konsep terhadap suatu objek
2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek
3. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave)

Seperti halnya pengetahuan, sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan :


1. Menerima (Receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memerhatikan stimulus
yang diberikan (objek).
2. Merespon (Responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan menyelesaikan
tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
3. Menghargai (Valuing)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah
adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.
4. Bertanggungjawab (Responsible)
Bertanggungjawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala
resiko merupakan sikap yang paling tinggi.
3. Praktik atau Tindakan (Practice)
Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior).
Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yang nyata diperlukan
faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain
adalah fasilitas dan faktor dukungan (support) praktik ini mempunyai
beberapa tingkatan :
1. Persepsi (Perception)
Mengenal dna memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang
akan diambil adalah merupakan praktik tingkat pertama.
2. Respon terpimpin (Guide response)
Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai
dengan contoh adalah merupakan praktik tingkat kedua.
3. Mekanisme (Mecanism)
Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara
otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia sudah
mencapai praktik tingkat tiga.
4. Adaptasi (Adaptation)
Adaptasi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang
dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasi tanpa mengurangi
kebenaran tindakan tersebut.

Pengukuran perilaku dapat dilakukan secara langsung yakni dengan


wawancara terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan beberapa jam,
hari atau bulan yang lalu. pengukuran juga dapat dilakukan secara
langsung, yakni dengan mengobservasi tindakan atau kegiatan responden.
Menurut penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang
mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses
berurutan yakni :
1. Kesadaran (Awareness)
Dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu
terhadap stimulus (objek).
2. Tertarik (Interest)
Dimana orang mulai tertarik pada stimulus,
3. Evaluasi (Evaluation)
Menimbang-nimbang terhadap baik an tidaknya stimulus tersebut bagi
dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.
4. Mencoba (Trial)
Dimana orang telah mulai mencoba perilaku baru.
5. Menerima (Adoption)
Dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan,
kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalh diatas adalah sebagai berikut :
1. Bahwa peranan pendidikan kesehatan adalah melakukan intervensi faktor
perilaku sehingga perilaku individu, kelompok atau masyarakat sesuai
dengan nilia-nilai kesehatan.
2. konsep pendidikan kesehatan adalah proses belajar pada individu, kelompok
stsu msdyarakat dari tidak tahu tentang nilai-nilai kesehatan menjadi tahu,
dari tidak mampu mengatasi masalah-masalah kesehatannya sendiri
menjadi mampu, dan lain sebagainya.
3. Bloom (1908) seorang ahli psikologi pendidikan membagi perilaku menjadi 3
a.
b.
c.
4.
a.
b.

domain yaitu :
Pengetahuan
Sikap atau tanggapan
Praktek
Bentuk perilaku kesehatan :
Pasif, artinya mengetahui namun belum melaksanakan
Aktif, artinya mengetahui dan melaksanakannya serta dapat diobservasi

3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan adalah bahwa pendidikan
kesehatan itu perlu untuk diterapkan dalam masyarakat Indonesia. Dengan
adanya pendidikan kesehatan, masyarakat Indonesia dapat bertindak sesuai
dengan ketentuan dalam kesehatan sehingga dapat mencegah terjadinya
penyakit-penyakit yang membahayakan diri sendiri.
Meskipun hasilnya akan terlihat dalam beberapa tahun kedepan,
namun pendidikan ini baik adanya untuk membantu masyarakat Indonesia
terlepas dari serangan penyakit serta terhindar dari tindakan pencegahan
yang membahayakan.