You are on page 1of 10

Al-mu'min secara bahasa berasal dari kata amina yang berarti

pembenaran, ketenangan hati, dan aman. Allah SWT al-mu'min artinya


Dia Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluknya, terutama
manusia. Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari
kekuasaan Allah. Ketenangan hati hanya didapat bila kita dekat dengan
Allah, rajin membaca Al - Qur'an, rajin sholat, dan lain - lain. Ketidak
nyamanan bukan hanya akibat ulah manusia tapi bisa juga karena
binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor
dan lain - lain. Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya
aman dan tentram. Sebaliknya ada orang yang merasa, tenang, tidak
gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau. Allah adalah almumin yang muthlaq, karena hanya kepada-Nyalah keamanan dapat diraih dan Dia
adalah pencipta keamanan, baik didunia maupun di akhirat. Allah juga Maha tepercayadalam
menepati janji-Nya.
Allah SWT bernama Al-Mumin yang artinya Yang Maha Memberikan
Keamanan atau Yang maha Terpercaya karena dalam mencantumkan
wadun/janji-janjinya pasti tidak mungkin diingkari, pasti ditepati.
DALIL NAQLI : Al-An'am ayat 82


Artinya : Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman
mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
DALIL AQLI :
Dalam hidup ini kita pasti menginginkan rasa aman dari bencana alam
ataupun dari kejahatan manusia yang ada di dunia ini, dimana lagi kita
meminta kecuali kepada Allah atau Allah SWT pasti memiliki sifat maha
terpercaya tidak mungkin Allah SWT bersifat khianat.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI :
Kita sebagai seorang muslim hendaknya selalu berusaha menjadi orang
yang dipercaya dengan selalu bersifat jujur, tidak berdusta, selalu
menjaga amanah, tidak berkhianat. Selain itu kita kita berusaha untuk
memberikan rasa aman, membina kehidupan yang tenang dengan tidak
membuat onar, perkelahian, pertengkaran, tawuran, dan segala bentuk
perbuatan yang meresahkan masyarakat. ini merupakan pengaplikasian
dari sifat Allah Al-Mumin.
Surah Al-Mu'min (Arab: ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: )
adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surahsurah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu AlMu'min, Ghafir, dan At-Tawl

Surah ini memiliki 3 nama. Nama yang sering digunakan adalah Al-Mu'min. Sedangkan 2
nama lainnya adalah Ghafir dan At-Tawl atau Zit Tawl. Ketiga nama surah ini merupakan
nama resmi dan memiliki kaitan dengan surah ini.
Nama Al-Mu'min (Arab: ) diperoleh dari hadits nabi[1] yang menyebutnya sebagai surah
Ha Mim Al-Mu'min dengan diawali huruf Ha Mim. Hal ini digunakan untuk membedakannya
dengan surah lain yang dimulai dengan ayat Mutasyabihat Ha Mim yang sama seperti surah
As-Sajdah yang juga disebut Ha Mim As-Sadjah. Selain itu, kata Al-Mu'min yang berarti
"Laki-Laki Yang Beriman" merujuk pada kisah seorang laki-laki beriman yang terdapat
dalam ayat 28 surah ini. Ia merupakan pengikut Fir'aun dan seorang Qibti. Namun, ia
menyembunyikan keimanannya. Hingga suatu hari ia menerima dakwah Musa dan
membelanya. Orang ini dijelaskan Al-Quran sebagai orang yang membela dakwah. Ada
beberapa pendapat mengenai siapa nama orang ini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ia adalah
"Habib".[2] At-Tabari berpendapat bahwa ia adalah "Khair". Sedangkan Ibnu Abbas
berpendapat bahwa ia adalah "Hazbil" atau "Hazfil". Dan ada juga yang menyebutnya
"Syam'an"[3].
Nama Ghafir (Arab: )diambil dari ayat ke-3 surah ini yang di dalamnya terdapat kata
Ghafir. Kata Ghafir juga merupakan salah satu sifat Allah yang artinya "Mengampuni".
Sedangkan nama At-Tawl juga diambil dari ayat ke-3 dari kata Zit Tawl yang terdapat di akhir
ayat. At-Tawl memiliki arti "Mempunyai Karunia Yang Tidak Putus."

ALLAH AL-MUMIN (YANG MENGARUNIAKAN


KEAMANAN)
24 April 2014 pukul 15:37
Nama ini Al-Mumin disebutkan di bagian akhir dari surat al-Hasyr, Dialah Allah Yang
tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan
Keamanan... (QS. Al-Hasyr: 23)

Diantara maknanya adalah: Yang terpercaya, yang apabila berjanji Dia akan menepati janjiNya, ...Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Ali Imran: 9)
Allah memberi hamba-hamba-Nya rezeki, ampunan, dan keselamatan untuk hamba-hambaNya di dunia, dan kemudian menganugerahi mereka dengan pahala atas amal shaleh mereka
di akhirat kelak.

Dia yang menganugerahi keamanan kepada hambahamba-Nya, bahwa tidak akan ada
kezhaliman dak kesewenang-wenangan yang menimpa mereka di akhirat, sebagaimana
firman Allah, ...Tidak ada kezhaliman pada hari ini... (QS. Ghafir: 17)

Diantara makna lain dari Al-Mumin adalah: yang menyebarkan keamanan diantara
hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman Allah, ...dan mengamankan mereka dari
ketakutan. (QS. Quraiys: 4)

Dalam berbagi kesempatan Allah juga memberikan nikmat keamanan bagi hamba-hambaNya, serta menjanjikan kepada orang-orang mukmin yang jujur dengan keimanannya, dan
mereka berada dalam ketakutan, Allah berjanji akan mengubah rasa takut mereka itu menjadi
rasa aman, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam
ketakutan menjadi aman sentausa. (QS. An-Nur: 55)

Begitupula di akhirat, Allah meredakan rasa takut mereka dengan pemberian dan rahmat-Nya
serta kedamaian di dalam Surga, sebagaimana firman Allah tentang mereka, Mereka berkata:
...Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa
takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami
dari azab Neraka. (QS. Ath-Thur: 26-27)

Dan Allah juga berfirman mengenai penduduk Surga, Masuklah ke dalam syurga, tidak ada
kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati. (QS. Al-Araf: 49)

contoh lainnya adalah bahwa Allah menamakan Makkah sebagai al-Balad al-Amiin (Kota
yang aman); karena Allah telah menurunkan sejumlah syariat yang berkenaan dengannya,
sehingga menjadikan kedudukan Kabah begitu tinggi di hadapan makhluk; binatang
buruannya tidak boleh diburu, tumbuhannya tidak boleh dipotong, barang yang terjatuh tidak
boleh diambil kecuali untuk diumumkan, sehingga di kota itu manusia, hewan, dan burung
akan menjadi aman.

Dan makna lain dari Al-Mumin adalah: Yang memuji diri-Nya dengan sifat-sifat
kesempurnaan, kemuliaan, dan keindahan. Dan juga yang mengutus para rasul dan
menurunkan kitab dengan iman, serta menegakkan hujjah dan bukti yang menunjukkan
tentang kebenaran para rasul dan nabi-Nya mengenai apa yang mereka sampaikan.

Wahai Dzat yang memberi rasa aman kepada hamba-Nya pada setiap musibah
Dan Yang telah menyebarkan keadilan-Nya di setiap tempat
Dan Yang membentangkan keutamaan-Nya, di dunia dan akhirat

Serta Yang telah melindungi makhluk-Nya dari kejahatan orang-orang zhalim


Kami kembali kepada-Mu, maka berilah kami ampunan-Mu

Makna Al Mumin (Yang Maha Terpercaya )


1. Pengertian
Sifat Allah Al Mumin artinya "Allah Maha Pemberi Keamanan". Keamanan
merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Kehidupan akan terasa nyaman dan berjalan
semestinya karena adanya keamanan. Negara yang tidak aman sulit melaksanakan
pembangunan. Kehidupan masyarakat akan terancam bila tidak ada keamanan. Kita lihat
bagaimana negara yang sedang dalam peperangan.
Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah.
Ketenangan hati hanya didapat bila kita dekat denmgan Allah, rajin membaca Al - Qur'an,
rajin sholat, dan lain - lain. Ketidak nyamanan bukan hanya akibat ulah manusia tapi bisa
juga karena binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan lain lain. Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya aman dan tentram. Sebaliknya
ada orang yang merasa, tenang, tidak gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan
kacau.
2. Contoh dan bukti sederhana
Contoh dan bikti sederhana bahwa Allah bersifat Al Mumin dapat kita lihat dalam
diri kita sendiri. Seperti pada tubuh kita, Allah menciptakan alis di atas mata yang berfungsi
melindungi mata dari keringat yang jatuh, bulu mata melindungi mata dari debu dan binatang
- binatang kecil.
Bukti lain diluar tubuh kita seperti ketika Rasulullah ingin Hijrah dari Mekkah ke kota
Madinah. Pada malam keberangkatan Nabi Muhammad, sekeliling rumah Nabi telah di pagar
betis oleh orang - orang Quraisy yang ingin membunuh Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi
dengan sifat Al - Mukmin Allah telah memberi keselamatan kepada Rasulullah. Rasulullah
dengan aman dapat keluar dari rumah dan meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah.

Orang yang beriman kepada Allah Al Mumin akan selalu tenang dan tidak gegabah
dalam menghadapi setiap keadaan dan situasi yang genting dan kacau sekalipun.
3. Meneladani Sifat Al Mu'min

Menenangkan teman yang sedang merasa takut


Tidak mengganggu teman
Menjaga diri sendiri dari ancaman dan gangguan orang atau makhluk lain
Tidak takut kepada apapun, kecuali kepada Allah

4. Kesimpulan
Sifat Allah Al Mu'min ini menerangkan bahwa Allah memberi rasa aman dan
tenteram dalam hati hamba-Nya. Polisi, tentara, dan satpam mencoba meneladani sifat Al
Mu'min ini dengan menjaga keamanan lingkungan.Jadi jika kita ingin selalu aman dan
tentram, kita harus selalu ingat kepada Allah Swt. karena Allah memberi rasa aman dan
ketentraman dalam hati hambah-Nya.

Al-Mukmin
Jun 21, 2015 | Asy Syariah Edisi 098, Khazanah |

Al-Ustadz Qomar Suaidi


Al-Mukmin ( ) adalah salah satu dari asmaul husna. Allah azza wa jalla menyebutkan
nama ini dalam satu ayat dalam al- Quran, yaitu firman-Nya,
Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci,
Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang
Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Mahasuci Allah dari apa
yang mereka persekutukan. (al-Hasyr: 23)
Az-Zajjaji mengatakan bahwa al-Mukmin dalam sifat Allah ada dua macam:
1. Diambil dari kata al-aman (keamanan)
Dengan demikian, maknanya ialah mengamankan hamba-hamba-Nya yang beriman dari
siksa-Nya sehingga mereka merasa aman darinya. Hal ini seperti dikatakan (dalam bahasa
Arab),

Artinya, Fulan mengamankan Fulan, yakni memberikan kepadanya pengamanan sehingga dia
merasa tenteram dan merasa aman.
Demikian juga dikatakan bahwa Allah adalah al-Mukmin (Allah yang Maha Mengamankan),
yakni memberikan pengamanan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Maka dari itu,
tidak ada yang aman selain yang diberi pengamanan oleh-Nya.
2. Diambil dari kata al-iman yang berarti pembenaran.
Berdasarkan kata ini, al-Mukmin mempunyai dua pengertian:
1. Allah adalah al-Mukmin, yakni Maha Membenarkan hamba-hamba-Nya yang
beriman. Maksudnya, Allah azza wa jalla membenarkan/ memercayai keimanan
mereka. Jadi, pembenaran Allah terhadap mereka adalah penerimaan kejujuran
mereka dan keimanan mereka serta pemberianpahala atas hal itu.
2. Allah adalah al-Mukmin, yakni membenarkan atau membuktikan kebenaran apa yang
telah Dia janjikan kepada para hamba-Nya.
Hal ini seperti ungkapan bahasa Arab,

Fulan jujur dalam ucapannya dan membuktikan kejujurannya.


Kalimat di atas diungkapkan apabila dia mengulang-ulang ucapannya dan menekankannya.
Jadi, berdasarkan pengertian kedua ini, Allah azza wa jalla membenarkan apa yang Dia
janjikan kepada hamba-hamba-Nya dan membuktikannya.
Tiga makna al-Mukmin di atas boleh disandarkan kepada Allah azza wa jalla.

Ibnu Qutaibah mengatakan, Di antara sifat Allah adalah al-Mukmin, (dari kata al-iman,
-red.). Asal makna iman adalah pembenaran. Jadi, seorang hamba yang mukmin ialah yang
membenarkan dan membuktikan (keimanannya). Adapun Allah al-Mukmin artinya
membenarkan apa yang Dia janjikan dan membuktikannya atau Allah menerima
keimanannya. Bisa jadi pula, al-Mukmin diambil dari kata alaman, yakni tidak ada yang
aman selain yang diamankan oleh Allah.
Ibnu Manzhur mengatakan bahwa al-Mukmin adalah salah satu nama Allah azza wa jalla,
Dzat yang mengesakan diri-Nya dengan firman-Nya,
Dan Ilah kalian adalah Ilah Yang Esa. (al-Baqarah: 163)
dan firman-Nya,
Allah bersaksi bahwa tiada Ilah yang benar selain Dia. (Ali Imran: 18)
Dikatakan pula bahwa maknanya ialah yang memberi keamanan kepada para wali-Nya
dari siksa-Nya.
Ada pula yang mengatakan, bahwa al-Mukmin dalam sifat Allah artinya yang makhluk
merasa aman dari kezaliman-Nya.
Dikatakan pula bahwa maknanya ialah yang membuktikan janji-Nya kepada para hambaNya.
Semua hal di atas termasuk sifat-sifat Allah azza wa jalla. Sebab, Allah azza wa jalla telah
membenarkan dengan firman-Nya dakwah tauhid yang diserukan oleh hamba-hamba-Nya,
seolah-olah Dia mengamankan makhluk dari kezaliman-Nya. Demikian pula apa yang Allah
azza wa jalla janjikan, berupa kebangkitan, surga bagi yang beriman kepada-Nya, serta
ancaman neraka bagi yang kafir terhadap-Nya, maka Allah azza wa jalla pasti akan
membuktikannya. Tiada serikat bagi Allah azza wa jalla. (dikutip dari kitab Shifatullah alWaridah fil Kitab was Sunnah)
Adapun Ibnul Qayyim menjelaskan nama Allah al-Mukmin sebagai berikut. Di antara namaNya adalah al-Mukmin. Nama itu, menurut salah satu dari dua penafsirannya, bermakna Yang
Membenarkan. Dia mendukung kebenaran orang-orang yang jujur dengan bukti-bukti yang
Dia tegakkan guna mendukung kejujuran mereka. Allah azza wa jalla pula yang mendukung
kebenaran para rasul dan nabi-Nya dalam hal apa yang mereka sampaikan dari-Nya. Allah
azza wa jalla pun bersaksi bahwa mereka adalah orang-orang yang jujur.(Allah azza wa
jalla membuktikannya) dengan berbagai mukjizat yang menunjukkan kejujuran mereka, baik
dengan takdir- Nya maupun dengan ciptaan-Nya.
Sebab, sesungguhnya Allah azza wa jalla mengabarkandan kabar-Nya adalah benar,
ucapan-Nya pun benarbahwa manusia mesti melihat tanda-tanda al-ufuqiyah (kauniyah)
dan an-nafsiyah (yang ada pada jiwa manusia), yang menerangkan kepada mereka bahwa
wahyu yang disampaikan oleh para rasul mereka adalah benar. Allah azza wa jalla
berfirman,

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala


wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa al-Quran itu
adalah benar. (Fushshilat: 53)
Maksudnya, kebenaran al-Quran, karena al-Quranlah yang disebutkan terlebih dahulu
dalam firmannya,
Katakanlah, Bagaimana pendapatmu jika (al-Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian
kamu mengingkarinya? (Fushshilat: 51)
Lantas Dia mengatakan,
Tidakkah cukup bahwa sesungguhnya Rabbmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
(Fushshilat: 53)
Maka dari itu, Allah azza wa jalla bersaksi untuk rasul-Nya dengan firman-Nya bahwa yang
dibawa oleh rasul adalah benar. Allah azza wa jalla menjanjikan pula bahwa Dia akan
memperlihatkan kepada manusia sebagian ayat-ayat-Nya, baik yang filiyah maupun
khalqiyah, yang mendukung hal tersebut. (Madarijus Salikin, 3/466)

Buah Mengimani Nama Allah al-Mukmin
Berdasarkan makna yang pertama bahwa Allah yang memberikan keamanan, mengimani
nama ini membuat seseorang tidak putus asa dari rahmat Allah. Ia sadar, begitu pemurahnya
Allah dan begitu sayang-Nya terhadap hamba-Nya. Jiwa pun menjadi tenteram saat dekat
dengan-Nya. Ia yakin bahwa Allah akan melindunginya dari kedahysatan azab-Nya,
mengamankan dirinya darinya, dan menenteramkannya. Semua itu dengan mudah didapatkan
oleh seorang hamba dari-Nya, hanya dengan beriman secara benar dia akan memperoleh
pengamanan itu.
Berdasarkan makna kedua bahwa Allah membenarkan hamba-Nya, baik hamba-Nya yang
berkedudukan tinggiyaitu para rasul dan nabidengan memberikan mukjizat atau bukti
yang lain sebagai bukti kebenaran, maupun hamba-Nya yang kedudukannya lebih rendah
dengan Allah menerima pernyataan iman mereka lantas membalasi mereka atas pernyataan
iman mereka tersebut.
Jadi, mengimani nama tersebut membuahkan suatu keyakinan bahwa Allah azza wa jalla
tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya atau menelantarkan mereka. Allah azza wa jalla
pasti membantu dan mendukung mereka serta memberikan bukti kebenaran mereka yang
beriman.
Adapun menurut makna yang ketiga bahwa Allah akan membuktikan kebenaran janji-janjiNya, mengimani hal ini akan memberi kita harapan yang besar kepada janji-janji Allah. Kita
juga yakin bahwa Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya. Mahabenar Allah azza wa jalla
atas apa yang Dia janjikan dan Mahapemurah Allah dengan karunia yang Dia berikan.
Asmaul Husna : Al Mumin
( Yang Maha Terpercaya / Yang Maha Mengaruniakan Keamanan )

Definisi dan pengertian


Al Mumin dalam Al Quran definisinya yaitu Maha Mengaruniakan Keamanan, tersebut
dalam Surat Al Hasyr Ayat 23 sebagai berikut:
} }
}
}
} } }
{23} }} }
} } } } } } }
Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha
Sejahtera, Yang Maha Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha
Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa
yang mereka persekutukan.
Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah yang berkuasa atas segala keadaan yang ada di
bumi ini serta semesta alam, oleh karena itulah meminta pertolongan hanya kepada-Nya yang
berkuasa serta memberi rasa aman di dunia ini.
Ketenangan hati akan kita dapat dalam ketakwaan terhadap-Nya, dengan melaksanakan
perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Keteladanan
Dalam meneladani sifat Allah Al Mumin yang berarti Pemberi Rasa Aman, berarti kita harus
meminta rasa aman hanya kepada Allah Yang Maha Mengaruniakan Keamanan, serta
memelihara setiap sendi kehidupan kita, berarti kita harus dapat menjaga rasa aman ini
dengan tetap bersyukur atas nikmat-Nya serta menjalankan perintah-Nya. Tak sepatutnya kita
menjadi orang yang angkuh serta meninggalkan segala perintahnya untuk dapat berusaha
menjaga keamanan dalam kehidupan kita seperti menjag keamanan dalam keluarga,
lingkungan dan negara serta dunia ini.
Dalam keluarga memberi keamanan kepada anggota keluarga adalah keharusan pemimpin
keluarga, menciptakan rasa nyaman hidup dalam keluarga. Dalam lingkungan adalah penjaga
keamanan entah itu sekuriti atau hansip, dalam negara ada polisi dan tentara yang siap
menjaga keamanan dan kenyamanan tiap penduduk negeri, meraka itu adalah contoh kecil
keteladanan terhadap sifat Allah Al Mumin. Dan tentunya mereka menyifati sifat Allah
karena kewajiban yang mereka emban untuk menjaga keamanan setiap anggota dalam
lingkungan mereka. Dengan adanya penjaga keamanan dalam negara maupun lingkungan
kita, tentunya tidak melupakan kita untuk tetap ingat bahwa Allah yang telah menciptakan
semua elemen pada lingkungan dan negara kita.
Sebagai contoh Allah menciptakan kulit serta bulu-bulu halusnya untuk memberikan rasa
aman terhadap apa yang ada dibalik kulit tersebut seperti daging serta organ-organ lain di
tubuh kita dengan berlapis, selain kulit ada tulang yang berfungsi untuk melapisi dan menjaga
organ dalam kita. Subhanallah.... Allah telah menciptakan segala nikmat terhadap kita melalui
segala apa telah ia berikan, begitu banyak nikmat yang telah diberikan. Kita hanya
diperintahkan untuk dapat menjauhi dan meninggalkan larangan-Nya serta mematuhi segala
perintahnya.
Kesimpulan
Dalam kesempatan ini kita dapat menyimpulkan bahwa kita adalah mahluk yang diciptakan
oleh Allah yang dapat hidup layak di dunia ini dengan segala kenikmatan yang telah
diberikan-Nya, sepatutnyalah kita harus mensyukuri nikmatnya di dunia ini dengan berdzikir

dan selalu ingat terhadap Maha Pencipta Alam Semesta Allah Subhanallahu Wataala.
Dengan bertakwa terhadap-Nya