You are on page 1of 2

Pengindonesiaan Kosa Kata Asing

Yohanes Fashya Karisma

Abstrak
Bahasa merupakan suatu identitas dan alat komunikasi dalam
sebuah negara, dimana Bahasa di suatu negara digunakan secara nasional oleh
seluruh warga negaranya. Bahasa lambat laun akan berkembang dan kini
Bahasa Indonesia yang digunakan masyarakat sadar atau tidak telah meluas
dan sedikit banyak dipengaruhi oleh kosakata dan bahasa - bahasa asing.
Dalam pengindonesiaan kosakata asing, pedoman yang harus digunakan
adalah Pedoman Umum Pembentukan Istilah dan Pedoman Pengindonesiaan
Nama dan Kata Asing. Dalam Pedoman Umum Pembentukan Istilah, Istilah
adalah kata atau frase yang dapat dipakai sebagai nama atau lambang yang
dengan cermat mengungkapkan makna konsep, lambang, proses, keadaan,
atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Pembentukan istilah melalui proses tata istilah tentunya mempunyai syarat,
diantaranya adalah Istilah yang dipilih adalah kata atau frase yang paling
tepat, yang bernilai rasa, yang paling singkat, yang sedap didengar, dan
bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia. Selain itu, pembentukan istilah
dibentuk melalui dua konsep, yaitu Konsep yang sudah ada maupun yang baru
dibagi menjadi dua lagi, yaitu konsep yang berasal dari Nusantara dan konsep
yang berasal dari mancanegara. Dalam pengindonesiaan sebuah kata, terdapat
pedoman yang harus memiliki dua dasar pemikiran, yaitu :
1. harus ada kesinambungan antara hakikat bahasa dulu dan sekarang;
artinya, bahasa nasional jangan kehilangan jati dirinya.
2. penyerapan unsur harus mempertajam daya ungkap pemakai bahasa
Indonesia (penyerapan harus bersifat selektif).
Pedoman ini bertujuan agar penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
serta rasa bangga makin menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dalam
pengindonesiaan kata kata asing, tidak semua kata asing dapat dipadankan
dengan bahasa Indonesia. Beberapa kata yang sudah lazim digunakan memang
diserap ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini menimbulkan problematika, karena
sebagian orang ada yang mempertahankan untuk menggunakan bentuk asli
sedangkan sebagian orang lagi menggunakan kata yang sudah diubah
pelafalannya ke bahasa Indonesia. Problematika dalam penyerapan bahasa
asing ke dalam bahasa Indonesia adalah sebagian orang ingin tetap
mempertahankan penggunaan kosakata asing karena dianggap lebih prestisius.
Beberapa problematika tersebut antara lain :
a) Nama asing atau badan usaha yang merupakan cabang luar negeri atau
nama asing merek dagang dan memiliki hak paten tetap dipakai, karena
sudah menjadi trademark dari perusahaan tersebut.
Contoh : Kentucky Fried Chicken, Citibank, Adidas, Honda, Samsung,
Toshiba.

b) Kosakata yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Untuk


kosakata asing yang sudah ada padannya, sebaiknya kita menggunakan
kata dalam bahasa Indonesia. Namun, dalam praktiknya beberapa orang
lebih suka menggunakan kosakata asing karena meyakini kosakata asing
tersebut lebih prestisius.
Contoh :
Laundry
~ binatu, dobi
Tower
~ menara
Garden
~ taman
c) Istilah istilah dalam ilmu pengetahuan yang sudah lazim digunakan.
Contoh : aljabar, oedipus complex, electra complex