You are on page 1of 3

Nama

: Dea Aulia Larasati

NIM

: 140341604082

Prodi/Off

:Pendidikan Biologi/A

Matakuliah

:Kemampuan Dasar Mengajar

HASIL ANALISIS METODE PEMBELAJARAN PAK RYO SUZUKI


A. Tujuan Pembelajaran
Berbeda dengan sebelumnya ketika mengamati cara mengajar
Pak Ryo Suzuki secara langsung, kali ini kami mengamati proses
pembelajaran dari tayangan video yang direkam oleh Bapak Ibrohim.
Topik pembelajaran kali ini yaitu mengenai listrik dinamis. Tujuan
pembelajaran kali ini yaitu agar siswa mampu memahami perbedaan arus
listrik dan tegangan pada rangkaian seri. Selain tujuan tersebut tujuan lain
yang ingin dicapai dari proses pembelajaran tersebut adalah meningkatkan
kemampuan siswa untuk berdiskusi dan bekerjasama.
B. Tahapan Pembelajaran
Tahap pada pembelajaran ini ada tiga yakni:
a. Tahap Pembukaan
Pada pertemuan sebelumnya siswa sudah dikenalkan tentang
listrik dan penggunakan alat praktikum. Hari ini siswa sudah belajar
konsep listrik dinamis dengan belajar membuat rangkaian listrik. Pak
Ryo membuat siswa duduk berkelompok dengan anggota 4 orang. Pak.
Ryo membuat gambar rangkaian listrik A, B, C, dan D. Kemudian siswa
membuat rangakian A seperti yang digambarkan oleh Pak Ryo.
b. Tahap Inti
Tahap berikutnya setelah terbentuk rangkaian

siswa

mengukur arus listrik dan teganganya. Pak Ryo mempersiapkan tabel


hasil untuk dianalisis bersama. Setelah itu siswa dibimbing untuk
memahami konsep arus listrik dan tegangan. Pak Ryo tidak selalu
menjelaskan didepan namun hanya memancing siswa berpikir dan
memberikan satu contoh kemudian dilanjutkan oleh siswa itu sendiri.
Disini Pak Ryo menganalogikan nasi kucing sebagai tegangan,

orang sebagai arus, dan Ibu yang memasak merupakan baterai.


Orang disimbolkan dengan kertas bulat bewarna kuning dan nasi kucing
disimbolkan dengan membuat bulatan dari spidol. Setiap orang awalnya
membawa 3 bungkus nasi kucing. 200mA disimbolkan 4 orang. Siswa
kemudian menyimbolkan data yang diperoleh.
c. Tahap Penutup
Setelah selesai memberi simbol dan memahaminya. Kemudian
siswa berdiskusi bersama dengan membuat cerita dari analogi yang ada.
Salah satu siswa menceritakan hasil analoginya kemudian tiga orang
lainnya mencermati sambil mengoreksi bila ada yang salah. Disini
pemahaman setiap siswa bisa diketahui oleh temannya, jika ada yang
salah setiap anggota akan membantu. Presentasi dilakukan secara
bergantian. Setelah berdiskusi Pak Ryo memberi Lembar Kerja Siswa
untuk didiskusikan. Di LKS ini siswa belajar menyimpulkan konsep
hubungan tengangan dan arus di setiap titik dalam rangkaian. Di akhir
lembar LKS juga ada kolom untuk menuliskan refleksi tentang hari itu.
LKS ini nantinya dikumpulkan dan akan dikoreksi oleh Pak Ryo.
Keesokan harinya akan dibagikan kepada anak-anak atau bisa juga
ditempelkan di papan agar antar teman bisa saling mengoreksi
kesalahannya dimana.
C. Hasil Pembelajaran
Dari tahapan pembelajaran diatas maka hasil pembelajaran yang diperoleh,
diantaranya yaitu:

Pembelajaran menyenangkan/tidak tegang, membuat peserta didik


seolah tidak menyadari bahwa ia juga belajar damun prosesnya

dibuat seperti bermain.


Semua siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran, karena
dalam kelompok itu sendiri siswa saling memberi pendapat dan

menganalogikan data yang diperoleh dengan anologi dari Pak Ryo.


Peserta didik lebih diberdayakan proses berpikirnya, karena guru
hanya menjadi fasilitator bukan menjelaskan hingga materi selesai.

Peserta didik belajar berdiskusi, mengungkapkan pendapat, dan

belajar bekerjasama dalam kelompok.


Peserta didik mampu menganolagikan sebuah konsep ke hal yang

lebih sederhana sehingga mereka mudah memahaminya.


Peserta didik mampu menyimpulkan hasil perhitungan arus dan
tegangan.

D. Komentar Observer
Dari video yang diputarkan oleh Bapak Ibrohim saya belajar
banyak hal dari metode pembelajaran Pak Ryo. Pak Ryo selalu membuat
proses pembelajaran tersebut menyenangkan, proses pembelajaran dibuat
seperti bermain namun tujuan pembelajan dapat tercapai dengan baik.
Disini saya belajar bahwa untuk membuat siswa paham tidak selalu harus
dengan menggunakan penjelasan dengan kalimat yang panjang, namun
dengan memberi suatu pertanyaan kita justru melatih anak untuk berpikir
kritis. Siswa tidak langsung diberi penjelasan namun kita bisa
membimbingnya agar siswa itu sendiri yang memperoleh suatu
kesimpulan atau pemahaman. Begitu juga ketika ada siswa yang berbuat
kesalahan atau kurang paham, kita tidak boleh begitu saja langsung
menyalahkannya namun kita bisa bertanya atau mendiskusikan sebaiknya
itu bagaimana. Pak Ryo juga memberi contoh bagaimana membimbing
siswa secara berkelompok, dengan berkelompok banyak manfaat yang bisa
diperoleh. Guru hanya menjadi fasilitator, peserta didik akan berproses
dengan sendirinya dengan bimbingan dari kita. Jika biasanya murid akan
bosen dengan metode pembelajaran yang monoton, dengan proses
pembelajaran yang menyenangkan, efektif, kreatif, aktif, dan inovatif
maka pembelajaran inilah yang akan ditunggu-tunggu oleh siswa. Oleh
karena itu sebagai seorangh pendidik kita harus semangat menciptkan
proses pembelajaran yang menarik.