You are on page 1of 2

NAMA

: ANNISA FAHNI

NIM

: 140208026

MATA KULIAH

: STATISTIK PENDIDIKAN

Contoh skala pengukuran dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.


1. Contoh skala nominal
a. Dalam dunia pendidikan
Data jenis kelamin pada sampel penelitian Departemen Pendidikan, data siswa
dikategorikan menjadi laki-laki yang diwaliki angka 1 dan perempuan yang
diwakili angka 2. Konsekuensi dari data nominal adalah tidak mungkin seseorang
memiliki dua kategori sekaligus dan angka yang digunakan di sini hanya sebagai
kode/simbol saja sehingga tidak dapat dilakukan operasi matematika.
Skala nominal laki-laki dan perempuan (1:2)
b. Dalam kehidupan sehari-hari
Pengelompokan rumah-rumah dalam suatu perumahan, misal dari sebelah utara
komplek A, barat adalah komplek B, selatan adalah C dan arah timur adalah
komplek D.
2. Contoh Skala Ordinal
a. Dalam dunia pendidikan
Mengenai tingkat pendidikan yang dikategorikan menjadi SD yang diwakili
angka 1, SMP yang diwakili angka 2, SMA yang diwakili angka 3, Diploma yang
diwakili angka 4, dan Sarjana yang diwakili angka 5. Sama halnya dengan data
nominal, meskipun tingkatannya lebih tinggi, data ordinal tetap tidak dapat dilakukan
operasi matematika. Angka yang digunakan hanya sebagai kode/simbol saja, dalam
contoh tadi tingkat pendidikan tertinggi adalah Sarjana dan terendah adalah SD
(Sarjana > Diploma > SMA > SMP > SD).
b. Dalam kehidupan sehari-hari
Penghitungan suara dalam pemilu, misalkan total suara Demokrat 60%, PDI
30%, Golkar 20% berarti suara tertinggi di pegang oleh demokrat sebagai peringkat 1,
sehinnga menjadi pemenang dalam pemilu tersebut.

3. Contoh Skala Interval


a. Dalam dunia pendidikan
Interval nilai pelajaran matematika siswa SMAN 1 Langsa adalah antara 0 sampai
100. Bila siswa A dan B masing-masing mempunyai nilai 45 dan 90, bukan berarti
tingkat kecerdasan B dua kali A. Nilai 0 sampai 100 hanya merupakan rentang yang
dibuat berdasarkan kategori pelajaran matematika dan mungkin berbeda dengan mata
pelajaran lain.
b. Dalam kehidupan sehari-hari
Rata rata tinggi badan berdasarkan usia, untuk anak anak yang berusia 6
12 memiliki rata rata tinggi badan 130 145 cm, untuk remaja yang berusia 13 18
memilikirata rata tinggi badan 146 160 cm, dan untuk dewasa yang berusia 19
26 cm memiliki rata rata tinggi badan 161 199 cm.
4. Contoh Skala Rasio
a. Dalam dunia pendidikan
Nilai raport siswa SMAN 1 Langsa dimana masing masing siswa memiliki
nilaiyang berbeda yaitu Annisa mendapatkan nilai 100 (A), Aziz 80 (B), dan Fitri 60
(C) jika dilihat dariskala rasio nilai Annisa memiliki nilai lebih 20 dari pada nilai
Aziz, Aziz memiliki nilai lebih 20dari pada nilai Fitri, dan nilai Fitri kurang 40 untuk
sama dengan Annisa.
b. Dalam kehidupan sehari-hari
Berat bayi dimana bayi A beratnya adalah 3, B adalah 2, dan C adalah 1, jika
dilihat menggunakan skala rasio berat badan bayi A tiga kalilipat dari berat badan
bayi C, berat badan bayi B dua kalilipat dari C.