You are on page 1of 8

Awalan

Pelompat junior dan anak-anak sekolah biasanya menggunakan suatu awalan


yang lebih pendek. Pada saat si pelompat bergerak maju lintasan awalan lari, frekuensi
langkah dan panjang langkah lari harus meningkat, sedangkan tubuh dari sedikit
ditegakkan sampai tiba saatnya untuk bersiap melakukan gerakan menolak dibalok
tumpu. Pada 3-5 langkah terakhir dalam awalan lari si pelompat bersiap meroboh
kecepatan horizontal menjadi kecepatan vertikal pada saat menumpu. Yang di
perhatikan adalah lutut harus diangkat sedikit lebih tinggi dari pada dalam suatu
langkah lari sprint yang normal guna menjamin atau mempertahankan tubuh si pelompat
ada dalam posisi tegak yang baik.
Dalam tiga langkah lari terakhir panajang langkah dan irama langkah harus
diatur menjadi pendek-panjang pendek. Semakin panjang langkah kedua dari akhir akan
menurunkan titik pusat massa tubuh dan sedikit memberikan impuls vertikal untuk
diterapkan pada saat menumpu sehingga membuat jalur gerak percepatan yang lebih
panjang.
Tolakan
Pelompat-pelompat supaya menumbukkan kaki tumpunya sekuat-kuatnya
pada balok tumpu untuk memperoleh tumpuan yang seintesif-intesifnya. Pendapat
yang lain mengatakan jangan menubukkan dengan kaki tumpu, melainkan
menginjaknya seperti pada waktu melangkah biasa, sebab menumbukkan kaki tumpu
pada balok tumpuan, berarti mengganggu irama yang akan melemahkan dan mematikan
tenaga untuk pelompat. Pelompat itu seolah-olah berlari naik turun keudara dari balok
tumpuan, dalam mana impuls permulaan diperoleh dengan mengeper dan meluruskan
kaki tumpu selurus-lurusnya. Pada waktu menumpu, seharusnya badan sudah condong
ke depan, titik berat badan terletak agak di muka sumber tenaga, yaitu kaki tumpu pada
saat pelompat menumpu.
Letak titik berat badan, ditentukan oleh panjang langkah terakhir sebelum
melompat. Kalau langkah itu terlalu panjang, titik berak badan akan terletak di
sumber tenaga, yaitu kaki tumpu. Kalau demikian adanya, pelompat akan gagal
usahanya mencapai ketinggian yang tepat di ats kaki tumpu, melompat itu hanya akan
melompat tinggi atas, sedangkan yang dibutuhkan adalah lompatan yang merata karena
pelompat terlalu cepat melampui tungkai tumpunya, sehingga pelompat seolah-olah
tidak naik dari tanah.
Bagi pelompat jauh, ketinggian lompatan sangat penting. Kesalahan- kesalahan
utama dari para pelompat jauh, adalah tidak diperolehnya ketinggian dalam melompat.
Melayang
Setelah pelompat menumpu pada balok tumpuan, amaka melayanglah pelompat
itu. Naiknya badan setelah tumpuan itu (melayang), adalah salah satu dari faktorfaktor yang sering dilalaikan banyak pelompat. Setelah menumpu dengan kaki tumpu,
pelompat sering tidak memberi waktu lagi untuk memperoleh tenaga lompatan
ketinggian. Biasanya tungkai tumpunyadengan tergesa-gesa di gerakan untuk

mempersiapkan pendaratan dengan tidak meluruskan kaki tumpu selurus-lurusnya


memperoleh yang sebesar-besarnya.
Penting sekali meluruskan kaki tumpu itu secepat-cepatnya untuk meperoleh
ketinggian sehingga dapat melayang lebih tinggi. Pada waktu naik, badan harus dapat
ditahan dalam keadaan sikap tidak kaku (rilex), kemudian melakukan gerakan-gerakan
sikap tubuh untuk menjaga keseimbangan dan untuk memungkinkan pendaran lebh
sempurna. Gerakan sikap tubuh di udara (waktu melayang) inilah yang biasa disebut
gaya lompatan dalam lompat jauh. Waktu melayang di udara dapat dilakukan berbagai
gaya lompatan sesui dengan ketrampilan masing-masing.
Mendarat
Pada waktu mendarat, pelompat harus berusaha menjulurkan kedua belah
tangannya sejauh-jauhnya kemuka dengan tidak kehilangan keseimbangan badannya.
Pada saaat ini biasanya timbul perasaan badan akan jatuh kebelakang. Untuk
mencegahnya, titik berat badan harus dibawa kemuka dengan jalan membungkukkan
badan, hingga badan dan lutut hamper merapat, dibantu dengan juluran tangan
kemuka. Pada waktu pendaratan, lutut dibengkokkan sehingga memungkinkan suatu
pelompat membawa badan ke depan di atas kaki.
Lompat jauh gaya jongkok dianggap mudah karena tidak banyak gerakan yang harus
dilakukan pada saat melayang di udara, jika dibandingkan dengan gaya lainnya.

A. Pengertian
Lompat jauh adalah cabang dari atletik dan sebagai bagian dari mata rantai
pendidikan jasmani yang berarti merupakan bagian dari materi pendidikan jasmani
secara keseluruhan, tapi bila dikelompokkan maka lompat jauh termasuk dalam cabang
olahraga yang bercirikan perlombaan.
Menurut Abdul Gafur (1983:89) pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari
pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara
organik, noeromuskuler, intelektual, dan emosional melalui aktivitas fisik. Secara
eksplisit istilah pendidikan jasmani di bedakan dengan olahraga. Dalam arti sempit
olahraga dapat diartikan sebagai segala kegiatan atau usaha untuk mendorong,
membangkitkan, mengembangkan, dan membina kekuatan-kekuatan jasmaniah maupun
rohaniah

pada

setiap

manusia.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang


bermanfaat aktifitas jasmani dan direncanakan siswa secara sistematik bertujuan untuk
meningkatkan individu secara organik, neoromuskuler, perseptual, kognitif, sosial dan
emosional.

B.

Hakekat

Lompat

Jauh

Gaya

Jongkok

Atletik mempunyai peranan penting terhadap cabang-cabang olahraga karena gerakangerakannya merupakan gerakan dari seluruh gerakan olahraga. Dalam cabang olahraga
atletik ada empat nomor lompat, yaitu nomor lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi
dan lompat galah.
Menurut Dep P dan K (1989:531) Lompat jauh yaitu melompat kedepan
dengan bertolak pada satu kaki untuk mencapai suatu kejauhan yang dapat dijangkau.
Sementara itu menurut Achmad (2008:01) Lompat jauh adalah sejenis acara olahraga di
mana seseorang atlet mencoba mendarat sejauh yang boleh dari tempat yang dituju.
Pendapat lain menyebutkan bahwa tujuan dari lompat jauh adalah mencapai jarak
lompatan yang sejauh-jauhnya, Kusyanto (1996:104) berdasarkan hal tersebut diatas
maka dapat disimpulkan bahwa lompat jauh adalah suatu bentuk gerakan yang
merupakan rangkaian urutan gerakan yang dilakukan untuk mencapai jarak sejauhjauhnya yang merupakan hasil dari kecepatan horizontal yang dibuat sewaktu awalan,
dengan daya vertikal yang dihasilkan oleh daya ledak.
Lompat yaitu bergerak dengan mengangkat kaki kedepan, kebawah atau keatas
dan dengan cepat menurunkannya lagi keseberang (Dep P dan K 1989:531). Menurut
Nugroho (1996:09) lompat jauh yang benar perlu memperhatikan unsur-unsur awalan,
tolakan, sikap badan di udara dan sikap badan pada waktu mendarat. Keempat unsur ini
merupakan suatu kesatuan yaitu urutan gerakan lompat yang tidak terputus-putus.
C. Nilai yang Terkandung dalam Lompat Jauh
Sebagaimana karakteristiknya lompat jauh mengandung unsur ketrampilan gerak
yaitu berupa teknik-teknik lari (awalan), take obb (tolakan), melayang di udara, dan
mendarat (landing).
Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan dalam waktu
yang sesingkat-singkatnya. Power adalah kekuatan fisik yang maksimal dalam
melakukan gerakan, kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk merubah arah dalam
keadaan bergerak orang yang lincah suatu posisi berbeda dengan kecepatan tinggi dan
koordinasi gerak yang baik. Ketepatan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan

gerakan tepat dan bisa menempatkan suatu sasaran yang ia inginkan. Daya ledak adalah
kekuatan otot kaki pada saat melakukan lompatan, kekuatan otot kaki sangat berpengaruh
terhadap

hasil

lompat

jauh.

D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lompat Jauh


Untuk mencapai hasil lompat jauh yang maksimal serta sempurna, menurut
Harsono (1983:36) terdapat dua aspek yang harus di perhatikan dan dilatih oleh atlet itu
yaitu:
E.

Latihan

Fisik

(physical

training)

Yang dimaksud dengan latihan fisik adalah latihan yang di tunjukkan untuk
mengembangkan dan meningkatkan kondisi seseorang. Latihan ini mencakup semua
komponen fisik, antara lain: kekuatan otot, daya tahan, kardioraskuler, daya tahan otot,
kelincahan,

kecepatan,

power,

stamina,

dan

kekuatan.

F. Latihan Teknik (techinacal training)


2. Latihan teknik adalah latihan yang dilakukan pada upaya penyempurnaan
teknik-teknik dasar gerakan yang di perlukan dalam cabang olahraga tertentu yang
diperlukan seorang atlet. Latihan teknik ini diperlukan untuk mengembangkan kebiasaan,
motorik dan perkembangan. Neutromuskuler. Latihan ini sudah mengarah kepada
kekhususan untuk memikirkan teknik gerakan cabang olahraga tertentu, contohnya
latihan teknik dalam nomor lompat jauh seperti lari (awalan), take aff (tolakan),
melayang di udara dan landing (mendarat).
1.
a.

Gerakan

dalam

Tahap

Lompat
Lari

Jauh
(awalan)

Tahap lari merupakan tahap pertama dari serangkaian gerak dalam cabang lompat jauh
yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan harizontal secara maksimal tanpa
menimbulkan

hambatan

sewaktu

take

aff

(tolakan).

Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam latihan lari sebelum melompat pada cabang
lompat

jauh

antara

lain:

1. Jarak lari yang harus cukup panjang, sehingga memungkinkan peningkatan kecepatan

sedemikian

rupa

sesuai

dengan

kebutuhan

pada

saat

take

off

(tolakan).

2. Dalam keadaan lari, siswa harus tetap mampu mengontrol posisi tubuhnya sehingga
dapat

melakukan

take

off

(tolakan)

yang

efektif.

3. Gerakan lari harus dilakukan secara konsisten dan uniform (serangan) sehingga siswa
dapat

mencapai

titik

take

off

dengan

tepat.

4. Untuk seorang pemula, sebaiknya jarak lari cukup 20 30 meter saja, sedangkan untuk
yang sudah perpengalaman maka jarak lari tersebut dapat di tingkatkan sehingga sejauh
30 45 meter tergantung pada kemampuan yang bersangkutan dalam menambah
kecepatannya.
b. Tahap Mendarat (landing)
Tahap mendarat (landing) merupakan tahap terakhir dari serangkaian gerakan
dalam cabang lompat jauh yang bertujuan untuk mendapatkan suatu posisi dengan kedua
kaki menyentuh posisi sejauh mungkin di depan pusat gaya, berat tubuh pelompat, dan
mencegah

(jangan

sampai)

tubuh

pelompat

jauh

ke

belakang).

Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam melakukan pendaratan (landing) pada
cabang lompat jauh antara lain:
1. Posisi landing yang terbaik hendaknya merupakan lanjutan dari pola melayangkan
pusat gaya berat tubuh, tentunya harus terletak sejauh mungkin, yaitu pada jarak
horizontal

terbesar

antara

tumit

dan

pusat

gaya

berat

tubuh.

2. Tubuh bagian atas harus setegak mungkin dengan tungkai terjulur lurus kedepan.
3. Tangan yang terletak di belakang tubuh landing, harus segera di lempar ke muka begitu
kaki

menyentuh

pasir.

4. Gerakan segera dari tangan akan membantu tubuh untuk bertumpu di atas kaki.
5. Posisi landing yang efisien tergantung pada teknik yang digunakan pada waktu
melayang.
G. Hakikat Latihan Beban
a.

Pengertian

Latihan

Beban

Latihan beban adalah sebuah metode latihan yang diakui untuk mengembangkan otot dan
kekuatan kaki, tetapi ini harus dilakukan dengan pengawas dan perencanaan khusus.

Program latihan harus disusun secara ilmiah agar menghasilkan manfaat yang terbaik
setiap

pribadi.

Pelatihan yang cerdik akan merancang program latihannya secara bevariasi agar siswa
tetap senang dalam berlatih dengan baik. Konsep ini dipegang teguh agar selama
mengikuti latihan siswa merasa senang, sehingga dapat berkonsentrasi mengikuti latihan
dengan baik.
b.

Tujuan

Tujuan

Latihan

latihan

1.

beban

Melatih

Beban
antara

kekuatan

lain:

otot

tungkai

Untuk menciptakan lompatan yang lebih sempurna dan terarah maka perlu di latih
kekuatan otot tungkai merupakan pondasi kekuatan dalam melakukan lompatan.
2.

Agar

tidak

membosankan

Seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran di harapkan banyak melakukan


bermacam-macam latihan yang bertujuan supaya setiap siswa yang menerima materi
pelajaran yang diterima tidak merasa jenuh dan tidak membosankan sehingga siswa
meningkatkan
D.

Latihan
1.

Bentuk

latihannya.
Loncat
Latihan

Kodok
Lompat

Menggunakan
Kodok

Beban

Menggunakan

Deker

Beban

Deker

Beban di buat di bentuk seperti pembalut luka akan tetapi diberi kantong yang berisikan
pasir setelah itu di beri tali pengikat supaya posisi pemberat betul-betul aman dan tidak
ada gangguan, beban yang di berikan yaitu kedua buah deker dengan bentuk yang sama.
2. Berat BebanBerat beban deker dibagi dua yaitu betis kanan dan betis kiri, jadi betis
kanan

seberat

0.75

kg

dan

betis

kiri

seberat

0,75

kg.

3. Latihan Lompat Kodok Dalam latihan melompat gerakan sama dan menyerupai seekor
kodok
4.

melompat.
Kegunaannya

Latihan beban menggunakan beban deker juga berguna untuk melatih kekuatan otot kaki
untuk menahan beban yang dilakukan sewaktu melakukan lompatan. Hal ini dilakukan
dengan latihan yang rutin dan secara berulang-ulang supaya otot kaki betul-betul terlatih

sewaktu

melakukan

lompataN

Hakekat Latihan Loncat Kodok Menggunakan Beban Deker


Loncat yaitu dengan kedua atau keempat kaki bersama-sama seperti kodok atau
kelinci. Loncat kodok yaitu lompat dengan kedua kaki bersama-sama seperti kodok (Dep
P dan K 1989:531). Menurut Syaifuddin (1992:101) untuk latihan gerakan lompat dapat
dilakukan dengan menirukan gerakan melompat berbagai binatang seperti kodok,
kanguru, kelinci.
Latihan loncat kodok menggunakan beban bertujuan untuk meningkatkan lompatan
siswa, agar lompatan yang dihasilkan dapat dilakukan dengan maksimal atau lebih jauh
dari biasanya. Loncat kodok (frog leaps) merupakan salah satu bentuk latihan pliometrik
untuk power tungkai (KONI, 2000:28).
Dalam penelitian ini peneliti mengambil latihan loncat kodok menggunakan beban
deker untuk melatih kekuatan tungkai. Latihan loncat kodok menggunakan beban deker
bermanfaat untuk meningkatkan power otot tungkai siswa agar lompatan yang dihasilkan
dapat dilakukan dengan sejauh-jauhnya.
Loncat kodok dapat dilakukan dengan mempersiapkan kedua kaki bersama-sama.
Adapun

uraiannya

adalah

sebagai

berikut:

1. Sikap awal dapat dilakukan dengan berdiri rileks, kemudian jongkok menggunakan
beban deker dengan dua kaki, lutut ditekuk dan kedua tangan kedepan lutut untuk
keseimbangan

pada

saat

meloncat.

2. Gerakan dari sikap awal, yaitu jongkok menggunakan beban kemudian kedua kaki
meloncat kedepan secara bersama-sama, layaknya kodok yang sedang meloncat. Gerakan
meloncat ke depan dilakukan secara berulang-ulang (repetisi) sesuai dengan yang
diharapkan.
3. Pendaratan dari sikap meloncat ke depan daat pendaratan dilakukan dengan kedua kaki
secara bersama-sama dengan posisi jongkok agar pada saat meloncat dan mendarat tidak
terjatuh

maka

perlu

menggunakan

tangan

sebagai

keseimbangan.

4. Beban dalam latihan loncat kodok ini penambahan beban secara meningkat sesuai
dengan program latihan. Pelaksanaannya memperhatikan repetisi, set dan interval
diantara set. Irama gerakan loncatan adalah 1 detik. Untuk lebih jelasnya lihat gambar
dibawah ini!

Analisis gerak loncat kodok diatas perlu dianalisis guna mendukung hipotesis yang
nantinya perlu diuji kebenarannya. Dari gerakan loncat kodok maka otot-otot yang
terlatih adalah sebagai berikut:
Otot tungkai pada waktu menekuk fleksi dan pada saat menolak secara serentak atau
meluruskan ekstensi. Bila kita analisis dari gerakan loncat kodok kita melihat adanya
kerja otot dua tungkai dalam satu set.
Gerak lompat dan loncat sebenarnya mempunyai kesamaan arti yang sama.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1989:531) Lompat yaitu bergerak dengan
mengangkat kaki kedepan, kebawah atau keatas dan dengan cepat mengangkat kaki
kedepan, kebawah atau keatas dan dengan cepat menurunkannya lagi keseberang,
sedangkan loncat yaitu lompat dengan kedua atau keempat kaki bersama-sama (seperti
kodok, kelinci).
Penggunaan kata lompat lebih cenderung bersifat secara umum atau menyeluruh,
bisa digunakan untuk Manusia atau Binatang. Sedangkan kata Loncat lebih cenderung
bersifat secara khusus (untuk binatang).
Jadi, loncat kodok yaitu lompat dengan kedua kaki bersama-sama seperti katak (Dep
P dan K 1989:531). Dengan latihan diharapkan pelompat setelah bertumpu akan
menghasilkan lompatan yang maksimal sehingga diarahkan menghasilkan lompatan yang
jauh