You are on page 1of 5

Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Thyroid

I. PENDAHULUAN
Kelenjar thyroid berperan dalam mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan
agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Hormon thyroid merangsang konsumsi O2
pada sebagian besar sel tubuh, membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, dan
penting untuk pertumbuhan dan pematangan normal. Kelenjar thyroid tidak esensial bagi
kehidupan, tetapi ketiadaannya menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental,
berkurangnya daya tahan terhadap dingin, serta pada anak-anak timbul retardasi mental dan
kecebolan (dwarfisme). Sebaliknya, sekresi thyroid yang berlebihan menyebabkan badan
menjadi kurus, gelisah, takhikardi, tremor dan kelebihan pembentukan panas. Pada
mammalia, kelenjar thyroid juga mensekresi kalsitonin, yaitu suatu hormon yang berfungsi
menurunkan kadar kalsium dalam darah.
II. EMBRIOLOGI KELENJAR THYROID
Kelenjar thyroid berkembang mulai pada minggu keempat kehidupan fetal dengan
membentuk endoderm di medial, tumbuh ke bawah dari pangkal lidah. Proses tumbuh ke
bawah ini dengan cepat membentuk saluran yang disebut ductus thyroglossus. Saluran ini
bermuara pada lidah berhubungan dengan foramen secum. Ujung bawah terbelah menjadi
dua lobus dan akhirnya terletak berhubungan dengan trachea pada sekitar minggu ketujuh.
Ductus thyroglossus kemudian menghilang, tetapi bagian terbawah sering tetap ada dalam
bentuk lobus piramidalis. Melalui pertumbuhan ke dalam dari mesenkim vaskular yang
mengelilinginya, sel-sel endodermal dipisahkan menjadi kelompokan sel kecil, yang dengan
cepat membentuk suatu lumen yang dikelilingi oleh selapis sel-sel. Koloid tampak dalam
lumen pada sekitar minggu kesebelas dan strukturnya sekarang disebut folikel. Tiroksin
tampak ada dalam kelenjar pada perkembangan saat ini. Bersamaan dengan pembentukan
lobus thyroid, berkembang pula badan ultimobranchial dari kantong insang keempat. Badan
ini terdiri atas sel-sel yang berasal dari krista neuralis. Badan ultimobranchial menjadi satu
dengan primordium thyroid dan sel-selnya menyebar menjadi sel-sel C.
III. ANATOMI KELENJAR THYROID
Thyroid adalah suatu kelenjar endokrin yang sangat vaskular, berwarna merah kecoklatan
dengan konsistensi yang lunak. Kelenjar thyroid terdiri dari dua buah lobus yang simetris.
Berbentuk konus dengan ujung cranial yang kecil dan ujung caudal yang besar. Antara kedua
lobus dihubungkan oleh isthmus, dan dari tepi superiornya terdapat lobus piramidalis yang

bertumbuh ke cranial, dapat mencapai os hyoideum. Pada umumnya lobus piramidalis berada
di sebelah kiri linea mediana. Setiap lobus kelenjar thyroid mempunyai ukuran kira-kira 5
cm, dibungkus oleh fascia propria yang disebut true capsule, dan di sebelah superficialnya
terdapat fascia pretrachealis yang membentuk false capsule.

Topografi Kelenjar Thyroid Kelenjar thyroid berada di bagian anterior leher, di sebelah
ventral bagian caudal larynx dan bagian cranial trachea, terletak berhadapan dengan vertebra
C 5-7 dan vertebra Th 1. Kedua lobus bersama-sama dengan isthmus memberi bentuk huruf
U. Ditutupi oleh m. sternohyoideus dan m.sternothyroideus. Ujung cranial lobus mencapai
linea obliqua cartilaginis thyreoideae, ujung inferior meluas sampai cincin trachea 5-6.
Isthmus difiksasi pada cincin trachea 2,3 dan 4. Kelenjar thyroid juga difiksasi pada trachea
dan pada tepi cranial cartilago cricoidea oleh penebalan fascia pretrachealis yang dinamakan
ligament of Berry. Fiksasi-fiksasi tersebut menyebabkan kelenjar thyroid ikut bergerak pada
saat proses menelan berlangsung. Topografi kelenjar thyroid adalah sebagai berikut:
Di sebelah anterior terdapat m. infrahyoideus, yaitu m. sternohyoideus, m.
sternothyroideus, m. thyrohyoideus dan m. omohyoideus.
Di sebelah medial terdapat larynx, pharynx, trachea dan oesophagus, lebih ke bagian
profunda terdapat nervus laryngeus superior ramus externus dan di antara oesophagus
dan trachea berjalan nervus laryngeus recurrens. Nervus laryngeus superior dan
nervus laryngeus recurrens merupakan percabangan dari nervus vagus. Pada regio
colli, nervus vagus mempercabangkan ramus meningealis, ramus auricularis, ramus

pharyngealis, nervus laryngeus superior, ramus cardiacus superior, ramus cardiacus


inferior, nervus laryngeus reccurens dan ramus untuk sinus caroticus dan carotid body.
Di sebelah postero-lateral terletak carotid sheath yang membungkus a. caroticus
communis, a. caroticus internus, vena jugularis interna dan nervus vagus. Carotid
sheath terbentuk dari fascia colli media, berbentuk lembaran pada sisi arteri dan
menjadi tipis pada sisi vena jugularis interna. Carotid sheath mengadakan perlekatan
pada tepi foramen caroticum, meluas ke caudal mencapai arcus aortae. Fascia colli
media juga membentuk fascia pretrachealis yang berada di bagian profunda otot-otot
infrahyoideus. Pada tepi kelenjar thyroid, fascia itu terbelah dua dan membungkus
kelenjar thyroid tetapi tidak melekat pada kelenjar tersebut, kecuali pada bagian di
antara isthmus dan cincin trachea
Vaskularisasi Kelenjar Thyroid
Kelenjar thyroid memperoleh darah dari arteri thyroidea superior, arteri thyroidea inferior dan
kadang-kadang arteri thyroidea ima (kira-kira 3 %). Pembuluh darah tersebut terletak antara
kapsula fibrosa dan fascia pretrachealis.
Arteri thyroidea superior merupakan cabang pertama arteri caroticus eksterna, melintas turun
ke kutub atas masing-masing lobus kelenjar thyroid, menembus fascia pretrachealis dan
membentuk ramus glandularis anterior dan ramus glandularis posterior. Arteri thyroidea
inferior merupakan cabang truncus thyrocervicalis, melintas ke superomedial di belakang
caroted sheath dan mencapai aspek posterior kelenjar thyroid. Truncus thyrocervicalis
merupakan salah satu percabangan dari arteri subclavia. Arteri thyroidea inferior terpecah
menjadi cabang-cabang yang menembus fascia pretrachealis dan memasok darah ke kutub
bawah kelenjar thyroid.
Arteri thyroidea ima biasanya dipercabangkan oleh truncus brachiocephalicus atau langsung
dipercabangkan dari arcus aortae. Tiga pasang vena thyroidea menyalurkan darah dari
pleksus vena pada permukaan anterior kelenjar thyroid dan trachea. Vena thyroidea superior
menyalurkan darah dari kutub atas, vena thyroidea media menyalurkan darah dari bagian
tengah kedua lobus dan vena thyroidea inferior menyalurkan darah dari kutub bawah. Vena
thyroidea superior dan vena thyroidea media bermuara ke dalam vena jugularis interna, dan
vena thyroidea inferior bermuara ke dalam vena brachiocephalica.8

Innervasi Kelenjar Thyroid


Persarafan simpatis diperoleh dari ganglion cervicalis superior dan ganglion cervicalis media
yang mencapai kelenjar thyroid dengan mengikuti arteri thyroidea superior dan arteri
thyroidea inferior atau mengikuti perjalanan nervus laryngeus superior ramus eksternus dan
nervus laryngeus recurrens. Serat-serat saraf simpatis mempunyai efek perangsangan pada
aktifitas sekresi kelenjar thyroid.
Nervus laryngeus superior mengandung komponen motoris untuk m. cricothyroidea, dan
komponen sensoris untuk dinding larynx di sebelah cranial plica vocalis. Nervus laryngeus
recurrens mengandung komponen motoris untuk semua otot intrinsik laryngeus dan
komponen sensoris untuk dinding larynx di sebelah caudal dari plica vocalis.
Nervus laryngeus superior mempercabangkan ramus internus dan ramus eksternus. Ramus
internus berjalan menembus membrana thyrohyoidea, dinding anterior fossa piriformis dan
mencapai otot-otot lateral serta membawa komponen sensoris untuk dinding larynx di cranial
plica vocalis dan aditus laryngeus. Sedangkan ramus eksternus mempersarafi m.
cricothyroidea. Kerusakan pada nervus laryngeus superior menyebabkan perubahan suara
yang khas dan hilangnya sensasi dalam larynx di cranial plica vocalis. Nervus laryngeus
recurrens yang terletak dalam sulkus tracheoesophagus memasuki pharynx dengan melewati

bagian profunda tepi inferior m. constrictor pharyngeus inferior dan berada pada bagian
dorsal articulatio cricothyroidea. Kerusakan pada nervus recurrens menyebabkan paralisis
plica vocalis.8
Aliran Limfe Kelenjar Thyroid
Pembuluh limfe kelenjar thyroid melintas di dalam jaringan ikat antar lobulus dan
berhubungan dengan anyaman pembuluh limfe kapsular. Dari sini pembuluh limfe menuju ke
lymphonodus cervicalis anterior profunda prelaryngealis, lymphonodus cervicalis anterior
profunda pretrachealis dan lymphonodus cervicalis anterior profunda paratrachealis.8
Di sebelah lateral, pembuluh limfe mengikuti vena thyroidea superior dan melintas ke
lymphonodus cervicalis profunda.
Struktur Histologis Kelenjar Thyroid
Kelenjar thyroid hampir seluruhnya terdiri atas kista-kista bulat yang disebut folikel. Folikel
adalah unit struktural dan unit fungsional, terdiri atas epitel selapis kubis yang mengelilingi
suatu ruangan yang berisi koloid. Folikel-folikel bervariasi ukurannya dari diameter sekitar
50 m sampai 1 mm dan yang terbesar tampak secara makroskopis. Folikel dikelilingi oleh
membrana basalis yang tipis dan jaringan ikat interstisial membentuk jala-jala retikulin
sekeliling membrana basalis. Sel-sel folikular biasanya berbentuk kubis, tetapi tingginya
berbeda-beda, tergantung pada keadaan fungsional kelenjar itu. Jika thyroid secara relatif
tidak aktif, sel-selnya hampir gepeng. Sedangkan dalam keadaan kelenjar sangat aktif, sel-sel
akan berbentuk kolumnar. Namun keadaan fungsional kelenjar tidaklah harus secara ekslusif
berdasarkan pada tingginya epitel.
Sel-sel folikular semuanya membatasi lumen dan mempunyai inti bulat dengan warna agak
pucat. Di ruang interfolikular, terdapat fibroblast yang tersebar dan serat-serat kolagen yang
tipis. Selain itu, terdapat sejumlah besar kapilar tipe fenestrata yang sering berhubungan
langsung dengan lamina basalis folikel.
Ultrastruktur sel-sel folikular memperlihatkan semua ciri-ciri sel yang pada saat yang sama
membuat, mengekskresikan, menyerap dan mencerna protein. Bagian basal sel-sel ini penuh
dengan retikulum endoplasma kasar. Inti umumnya bulat dan terletak di pusat sel. Kompleks
Golgi terdapat pada kutub apikal. Di daerah ini terdapat banyak lisosom dan beberapa
fagosom besar. Membran sel kutub apikal memiliki mikrovili. Mitokondria, retikulum
endoplasma kasar dan ribosom tersebar di seluruh sitoplasma. Sel-sel C terletak di antara
membrana basalis dan sel-sel folikular. Berbentuk lonjong, lebih besar dan lebih pucat
daripada sel folikular dan juga berisi inti lebih besar dan lebih pucat.