You are on page 1of 25

Anatomi manusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa

Gambar gabungan anatomi lelaki dan wanita yang disediakan atas izin www.3dscience.com
Anatomi manusia atau antropotomi adalah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang
mempelajari struktur tubuh manusia, sedangkan jaringan dipelajari di histologi dan sel di
sitologi.
Tubuh manusia, seperti tubuh hewan, terdiri atas sistem, yang terdiri atas organ-organ, yang
terdiri atas jaringan, yang terdiri atas sel.
Lihat sejarah anatomi untuk sejarah anatomi, termasuk anatomi manusia.

Daftar isi

1 Sistem tubuh manusia

2 Diagram anatomi manusia

3 Organ dalam

4 Anatomi otak

5 Belajar anatomi manusia

6 Lihat pula

7 Pranala luar

Sistem tubuh manusia

Sistem kardiovaskular: memompa darah ke seluruh tubuh

Sistem pencernaan: pemrosesan makanan yang terjadi di dalam mulut, perut, dan usus

Sistem endokrin: komunikasi dalam tubuh dengan hormon

Sistem kekebalan: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang menyebabkan


penyakit

Sistem integumen: kulit, rambut

Sistem limfatik: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran
darah

Sistem otot: menggerakkan tubuh

Sistem saraf: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan
saraf

Sistem reproduksi: organ seks

Sistem pernapasan: organ yang digunakan bernafas, paru-paru

Sistem rangka: sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang

Sistem urin: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin

Diagram anatomi manusia

Diagram anatomi
manusia
1. Kepala
2. Wajah:Dahi, Mata, Telinga,
Hidung, Mulut, Lidah, Gigi,
Rahang, Pipi, Dagu
3. Leher, Tenggorokan, Jakun
4. Bahu
5. Dada, Buah dada, Tulang rusuk
6. Pusar
7. Perut, Pinggul
8. Organ seks
9. Penis/Skrotum atau
Vagina/Klitoris

Kaki:

10. Paha
11. Lutut
12. Betis, tulang kering
13. Pergelangan kaki
14. Telapak kaki, Tumit, Jari kaki
(Ibu jari, telunjuk, tengah, manis,
kelingking)

Tangan:

15. Lengan
16. Siku/sikut
17. Pergelangan tangan
18. Telapak tangan, Jari tangan (Ibu
jari, telunjuk, tengah, manis,
kelingking)

Tidak bernomor: Tulang


belakang, Kulit, Rektum,
Anus, Pantat

Organ dalam
Nama-nama umum organ dalam (secara alfabetis) :
Appendiks - Duodenum - Esofagus - Ginjal - Hati - Jantung - Kandung empedu
- Kandung kemih - Kulit - Kunci paha - Limpa - Mata - Otak - Ovarium Pankreas - Paratiroid - Paru-paru - Lambung - Pituitari - Prostat - Rahim Thymus - Tiroid - Usus - Vena - Zakar

labia mayora

Anatomi otak

Amigdala Batang otak Otak kecil Korteks otak besar Hipotalamus


Otak Besar;- Sistem limbik medulla otak tengah Kelenjar pituitari pons
Lihat juga: Otak manusia, Daftar regio dalam otak manusia

Belajar anatomi manusia


Beberapa profesi, khususnya kedokteran dan fisioterapi, memerlukan studi anatomi manusia
secara mendalam. Buku teks biasanya membagi tubuh ke dalam kelompok regio berikut ini:

Kepala dan Leher termasuk segala sesuatu di atas cerukan dada

Ekstremitas atas termasuk tangan, lengan bawah, lengan atas, bahu, aksilla, regio
pektoral dan skapula.

Thoraks memuat regio dada dari cerukan dada ke diafragma thoraks.

Abdomen segala sesuatu dari diafragma thoraks ke pinggir panggul atau cerukan
panggul.

Bagian belakang sekitar tulang belakang dan komponen-komponennya, cakram


dan badan intervertebral

Pelvis dan Perineum pelvis terdiri atas segala sesuatu dari cerukan panggul ke
diafragma panggul. Perineum ialah regio antara area genital dan anus.

Ekstremitas bawah biasanya segala sesuatu di bawah ligamen inguinal, termasuk


paha, persendian tulang paha, kaki, dan telapak kaki.

Lihat pula

Anatomi

Lubang tubuh

Kematian akibat fisik kematian

Manusia

Biologi manusia

Istilah lokasi anatomi

Daftar ciri anatomi manusia

Istilah bagian anatomi yang berasal dari nama orang

Dalam regio dalam otak manusia

Daftar tulang kerangka manusia

Daftar otot tubuh manusia

Daftar jenis sel yang berbeda dalam badan orang dewasa

2
Anatomi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Rangkaian dari

Sains
Sains formal[tampilkan]
Sains fisik[tampilkan]
Sains kehidupan[tampilkan]
Ilmu sosial[tampilkan]
Ilmu terapan[tampilkan]
Interdisipliner[tampilkan]

Portal
Kategori

Gambaran anatomis dari otot manusia.


Anatomi (berasal dari bahasa Yunani anatomia, dari anatemnein,
yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan
organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi
tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan,
histologi, dan anatomi manusia.

Daftar isi

1 Anatomi hewan

2 Anatomi manusia

3 Lihat pula

4 Pranala luar

Anatomi hewan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Anatomi hewan
Anatomi hewan juga disebut sebagai anatomi perbandingan atau morfologi hewan jika
mempelajari struktur berbagai hewan, dan disebut anatomi khusus jika hanya mempelajari
satu jenis hewan saja.

Anatomi manusia

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Anatomi manusia

Gambaran anatomi dari tahun 1728


Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang
mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda. Dari sudut
medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak, ukuran, dan
hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering disebut sebagai anatomi
deskriptif atau topografis. Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada sedikit ahli
anatomi manusia profesional yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar
memiliki spesialisasi di bagian tertentu seperti otak atau bagian dalam.
Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang kali pada
tubuh manusia yang telah meninggal (kadaver) Anatomi bukan sekedar ilmu biasa, namun
harus benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena dapat digunakan dalam situasi
yang darurat. Patologi anatomi adalah ilmu mengenai organ yang memiliki kelainan dan
dalam keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk berbagai tujuan seperti bedah dan ginekologi.

Lihat pula

Istilah lokasi anatomi

Istilah gerakan anatomi

Sejarah anatomi

Istilah bagian anatomi yang berasal dari nama orang

Anatomi manusia

Organ (anatomi)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:


Anatomi

(Inggris) Neuroanatomy adalah situs jurnal tahunan mengenai neuroanatomi klinis.

(Inggris) Atlas Otak Primata dengan Resolusi Tinggi

(Inggris) Atlas anatomi online gratis

(Inggris) NPAC Visible Human Viewer

(Inggris) Kamus kedokteran online

(Inggris) Anatomy of the Human Body oleh Henry Gray

(Inggris) Sumber Online Radiologi Anatomi

(Inggris) Gray's Anatomy wiki

(Inggris) http://immunity-info.net

(Inggris) Anatomy Atlases - Perpustakaan anatomi digital

(Inggris) Instant Anatomy - Website anatomi online

[sembunyikan]

Anatomi
Sistem sirkulasi Sistem pencernaan Sistem endokrin Sistem ekskresi Sistem
Sistem
imun Sistem integumen Sistem limfatik Sistem otot Sistem saraf Sistem
utama
reproduksi Sistem pernafasan Sistem skeletal
Anus Diafragma Faring Ginjal Hati Hidung Jantung Kelenjar adrenal
Kelenjar prostat Kelenjar tiroid Kulit Lambung Laring Lidah Limpa
Organ Mata Otot Ovarium Pankreas Paru-paru Payudara Penis Plasenta Rahim
Rektum Telinga Testis Umbai cacing Usus besar Usus halus Vagina
Vulva Vesikula seminalis
Tulang Tulang selangka (clavicula) Tulang paha (femur) Tulang lengan atas (humerus)

Tulang rahang (mandibula) Tulang lutut (patella) Tulang pengumpil (radius)


Tengkorak (cranium) Tulang kering (tibia) Tulang hasta (ulna) Tulang rusuk
(costae) Tulang punggung (vertebra) Tulang pinggul (pelvis) Tulang dada
(sternum)
Jaringa
Jaringan penyambung Jaringan otot Jaringan epitel Jaringan saraf Kelenjar
n
Kelenjar

Kelenjar payudara Kelenjar liur Kelenjar tiroid Kelenjar paratiroid Kelenjar


adrenal Kelenjar pituitari Kelenjar pineal

Badan Bokong Dada Gigi Ketiak Kemaluan Kepala Rambut Kulit


Bagian
Leher Lidah Mata Mulut Bibir Punggung Sendi Telinga Tungkai Ubuntubuh
ubun Wajah Sikut Tumit Pergelangan tangan Pergelangan kaki
Rambut

Rambut kepala Rambut kaki Rambut tangan Rambut mata Rambut kemaluan
Rambut ketiak Jenggot Kumis Alis Rambut badan Bulu mata

Istilah
Arteri Diafragma Perineum Peritoneum Saraf Vena
lainnya
Kategori:

Anatomi

3
Sistem pencernaan

Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestin, adalah sistem organ dalam


hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energy dan
nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara
satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya
sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian,
yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga
lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi
di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.

Mulut

Mulut adalah suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air
padahewan. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian
awal dari system pencernaan lengkap yang berakhir di anus.
Bagian-bagian yang terdapat dalam mulut:

Gigi (dens)

Lidah (lingua) adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat
membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Berfungsi untuk:

1. sebagai indera pengecap/perasa


2. mengaduk makanan di dalam rongga mulut
3. membantu proses penelanan
4. membantu membersihkan mulut
5. membantu bersuara/berbicara

Ludah (saliva) dihasilkan oleh kelenjar ludah.

Esofagus
Esofagus atau kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata
yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung.
Makanan berjalan melalui esofagus dengan menggunakan proses peristaltik.
Esofagus bertemu dengan faring yang menghubungkan esofagus dengan
rongga mulut pada ruas ke-6 tulang belakang. Menurut histologi, esofagus dibagi
menjadi tiga bagian: bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka),
bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus), serta bagian inferior
(terutama terdiri dari otot halus).
Lambung
Lambung atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat
rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia,
fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari
kerongkongan . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus
adalah bagianbawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari
(duodenum).
Di dalam lambung, makanan dicerna secara kmiawi. Dinding lambung tersusun
dari tiga lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang dan menyerong.
Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak
peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di
dalam lambung diaduk-aduk.

Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang


menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap
makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah
lambung mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan renin. Asam
lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim
pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah
protein menjadi molekul yang lebih kecil. Musin merupakan mukosa protein yang
melicinkan makanan. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada
mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh
Ca+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. Tanpa adanya reninm sus
yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usu tanpa
sempat dicerna.
Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi
lembut seperti bubur, disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung
bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum.
Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur)
jika tersentuk kim yang bersifat asam.Sebaliknya, oto pilorus yang mengarah ke
duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentu kim. Jadi, misalnya kim
yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga
makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus
menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun. Makanan
yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka.
Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian
seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi
segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. Seteleah 2 sampai 5
jam, lambung kosong kembali.
Pankreas
Potongan depan perut, menunjukkan pankreas dan duodenum.
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi
utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti
insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat
dengan duodenum (usus dua belas jari).
Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut
sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga
termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal
dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan
anomia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.
Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai liter setiap hari.
Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu
merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong
empedut . Empedu mengandung kolestrol, garam mineral, garam empedu,
pigmen bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk
mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus,
dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.
Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemglobin yang terkandung di
dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur
ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna
hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi
urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.
Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah
sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan
menderita penyakit kuning.
Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi
ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH dan CO yang
bersifat racun.
Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk
dikeluarkan dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil dari
darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak
kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai
respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh.
Usus halus
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang
terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian
yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus
penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu
dari pankreas dan kantung empedu.
Di dalam usus dua belas jari, dihasilkan enzim dari dinding usus. Enzim tersebut
diperlukan untuk mencerna makanan secara kimiawi:

Enterokinase, untuk mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas;

Erepsin atau dipeptidase, untuk mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam
amino;

Laktase, mengubah laktosa menjadi glukosa;

Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa;

Disakarase, mengubah disakarida menjadi monosakarida;

Peptidase, mengubah polipeptida menjadi asam amino;

Lipase, mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak;

Sukrase, mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.

Di dalam usus penyerapan (iluem) terdapat banyak lipatan atau lekukan yang
disebut jonjot-jonjot usus (vili). Vili berfungsi memperluas permukaan penerapan,
sehingga makanan dapat terserap sempurna.
Makanan yang berupa glukosa, asam amino, vitamin, mineral, air akan diserap
pembuluh darah kapiler di vili, dan diangkut ke hati ke vena porta. Di dalam hati,
beberapa zat akan diubah ke bentuk lain dan bebrapa lainnya akan diedarkan ke
seluruh tubuh.
Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh limfa.
Usus besar
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu
dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada
mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang
(transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian
kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut
dengan "kolon kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon
kiri".
Usus buntu
Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam istilah anatomi
adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon
menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan
beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar,
sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau
seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.
Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, Organ ini
ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada
awalnya Organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai
fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ
imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu
kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid.
Penyakit Usus Buntu

Appendicitis merupakan nama penyakit yang menyerang usus buntu.


Appendicitis terjadi ketika appendix, nama lain dari usus buntu, meradang,
membuatnya rentan pecah, yang termasuk darurat medis serius.
Gejala

Sakit perut, terutama dimulai di sekitar pusar dan bergerak kesamping kanan bawah.

Nafsu makan menurun.

Mual dan muntah.

Diare, konstipasi (sembelit), atau sering buang angin.

Demam rendah setelah gejala lain muncul.

Perut bengkak.

Umbai cacing
Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi
pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang
parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam
rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform
appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang
menyambung dengan caecum.
Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa,
Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20
cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa
berbeda - bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak
di peritoneum.
Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan),
sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam sistem
limfatik.
Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.
Penyakit apendiks biasa bagi manusia adalah:

Apendisitis

Karkinoid

Rektum

Rektum (Bahasa Latin: regere, "meluruskan, mengatur") adalah organ terakhir


dari usus besar pada beberapa jenis mamalia yang berakhir di anus. Organ ini
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Mengembangnya
dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu
sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika
defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di
mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk
periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
Anus
Dalam anatomi, anus atau lubang bokong (Latin: nus) adalah sebuah bukaan
dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Pembukaan dan penutupan anus diatur
oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air
besar - BAB), yang merupakan fungsi utama anus.
Anus sering dianggap sebagai bagian yang tabu oleh berbagai kelompok
masyarakat.
Anus manusia terletak di bagian tengah bokong, bagian posterior dari
peritoneum. Terdapat dua otot sphinkter anal (di sebelah dalam dan luar). Otot
ini membantu menahan feses saat defekasi. Salah satu dari otot sphinkter
merupakan otot polos yang bekerja tanpa perintah, sedangkan lainnya
merupakan otot rangka.
Ketika rektum penuh akan terjadi peningkatan tekanan di dalamnya dan
memaksa dinding dari saluran anus. Paksaan ini menyebabkan feses masuk ke
saluran anus. Pengeluaran feses diatur oleh otot sphinkter.
Untuk mencegah penyakit pada anus dan dalam rangka hidup sehat, manusia
selalu membersihkan anus setelah defekasi. Biasanya anus dibersihkan dengan
membilasnya dengan air atau kertas tisu toilet.
3 comments:
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Tags: Sistem Pencernaan
Otot
Untuk menggerakkan anggota tubuh kita, diperlukan sistem otot. Sistem otot
terdiri dari beberapa bagian yang saling terpisah yang disebut otot-otot.
Sebagian besar otot kita melekat pada kerangka tubuh. Otot dapat mengerut
dan dapat juga menegang. Oleh karena itu, susunan otot adalah suatu sistem
alat untuk menguasai gerak aktif dan posisi tubuh kita. Pada setiap otot terlihat
beberapa empal yang merupakan bagian yang aktif mengerut. Otot adalah
sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi
otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam

tubuh.
Otot itu beraneka ragam, ada yang ceper, ada yang berbentuk kumparan dan
ada
pula
yang
berbentuk
kipas.
Menurut

susunannya,
Otot

otot
berserabut
Otot

terdiri
sejajar

atas

:
dan
bersirip.

Sedangkan menurut letaknya, otot dibedakan menjadi otot-otot batang badan,


otot-otot anggota gerak dan otot-otot kepala. Otot-otot batang badan terdiri dari
otot-otot perut, otot-otot punggung, otot-otot dada dan otot-otot leher. Otot
punggung tidak terlihat dari permukaan tubuh. Otot punggung berfungsi untuk
gerak-gerik tulang belakang. Otot perut terentang antara gelang panggul dan
rangka
dada.
Otot-otot
tersebut
dapat
memendek
secara
aktif.
Sedangkan
Menurut
jenis
dasarnya
otot
terdiri
dari
:
Otot
Licin
(Otot
Polos)
Bergaris-garis tak beraturan. Otot yang ditemukan dalam intestinum dan
pembuluh darah bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf bawah sadar.
Otot
Kardia
(Otot
Jantung)
Otot yang ditemukan dalam jantung ini bekerja secara terus-menerus tanpa
henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal syaraf pusat, tetapi lebih karena
pengaruh
hormon.
Otot
Rangka
(otot
lurik)
Bergaris-garis teratur. Otot ini berfungsi menggerakkan rangka. Memiliki desain
yang efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar.
Pergerakannya diatur sinyal dari sel syaraf motorik. Otot ini menempel pada
kerangka dan digunakan untuk pergerakan
1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Tags: sistem gerak
Rangka
Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka
ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh.

Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tumbu
tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).

a. Rangka Aksial
Rangka aksral terdiri dari tulang belakang (vertebra), tulang tengkorak, dan tulang rusuk.

1) Tengkorak

Tengkorak berfungsi melindungi otak. Hubungan tulang yang terdapat pada tempurung
kepala bersifat suture, yaitu tidak dapat digerakkan.
2) Tulang Belakang

Pada tulang belakang terjadi pelengkungan - pelengkungan yang berfungsi untuk menyangga
berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi dan gerakar misalnya
berdiri, duduk, atau berlari.
3) Hioid

Hioid merupakan tulang yang berbentuk huruf U, terdapat di antara laring dan mandibula.
Hioid berfungsi sebagai tempat pelekatan beberapa otot mulut dan lidah.
4) Tulang dada dan tulang rusuk

Tulang dada dan tulang rusuk bersamaan membentuk perisai pelindung bagi organ organ
penting yang terdapat di dada, yaitu paru paru dan jantung. Tulang rusuk juga berhubungan
dengan tulang belakang.

b. Rangka Apendikuler
Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai,
dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, yaitu tangan dan
kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian bawah. Tulang rangka
apendikuler bagian atas terdiri atas beberapa tulang sebagai berikut:
1) Tulang Selangka
Tulang selangka atau tulang leher membentuk bagian depan bahu.
2) Tulang Belikat
Tulang belikat terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu.
3) Tulang Pangkal Lengan, Pengumpil, Hasta
Tulang pangkal lengan bersama dengan tulang pengumpil dan tulang hasta menyusun alat
gerak, yaitu tangan.
4) Tangan
Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari
tangan. Tangan disusun oleh karpal skafoid, lunate, triquetrum, pisiform, trapesium,
trapesoid, kapitatum, hamate. Telapak tangan (metakarpal) terdiri dari bagian dasar, batang,
dan kepala. Jari tangan terdiri dari tiga ruas, kecuali ibu jari yang mempunyai dua ruas.

5) Kaki

Tulang apendikuler bagian bawah terdiri atas beberapa tulang yang menyusun kaki (alat
gerak
bagian
bawah).
Kaki terdiri atas tulang kaki dan telapak kaki. Tulang kaki disusun oleh tulang paha ,
tempurung lutut, tulang kering dan tulang betis. Pergelangan kaki disusun oleh tulang tumit,
kalkaneus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari jari.

Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat digerakkan tanpa adanya otot. Akan
tetapi tulang tetap mempunyai peranan penting karena gerak tidak akan terjadi tanpa tulang.

Jenis jenis tulang


a. Tulang rawan (kartilago)
Bersifat bingkas dan lentur serta terdiri atas sel- sel rawan yang dapat menghasilkan matriks
berupa kondrin. Pada anak anak jaringan tulang rawan banyak mengandung matriks. Pada
orang dewasa tulang rawan hanya terdapat pada beberapa tempat , misalnya daun telinga,
hidung, antara tulang rusuk dan tulang dada, sendi- sendi tulang, antar ruas tulang belakang,
pada cakra epifis.
Matriks tulang rawan merupakan campuran protein dengan polisakarida yang disebut
kondrin.
Tulang rawan ada tiga jenis yaitu: hialin, elastik dan serat.
1) Tulang Rawan Hialin

Matriksnya memiiki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat.
Terdapat pada saluran pernapasan dan ujung tulang rusuk. Tulang rawan hialin bening seperti
kaca.

2) Tulang Rawan Elastik

Susunan polikandrium, matriks , sel dan lacuna tulang rawan elastic sama dengan tulang
rawan hialin. Akan tetapi serat kolagen tulang rawan elastic tidak tersebar dan nyata seperti
pada tulang rawan hialin. Bentuk serat serat elastic bergelombang . tulang rawan elastic
terdapat pada epiglottis dan bagian luar telinga.

3) Tulang Rawan Fibrosa (Fibrokartilago) / Serat

Matriksnya mengandung serabut kolagen kasar dan tidak teratur; terletak di perlekatan
ligamen, sambungan tulang belakang, dan simfisis pubis. Sifat khas dari tulang rawan ini
adalah lakuna lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel sel (kondrosit).

b. Tulang (osteon)
Bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai sistem rangka.tersusun dari bagian bagian
sebagai berikut:
1. Ostreoprogenator, merupakan sel khusus yaitu derivate mesenkima yang memiliki potensi
mitosis yang mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas terdapat dibagian luar membrane
(periosteum).
2. Osteoblas merupakan sel tulang muda yang akan membentuk osteosit.
3. Osteosit merupakan sel sel tulang dewasa.
4. Osteoklas merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat disekitar permukaan
tulang . fungsi osteoklas untuk perkembangan, pemeliharaan , perawatan dan perbaikan
tulang.

Pembentukan Tulang
Pembentukan tulang terjadi segera setelah terbentuk tulang rawan (kartilago). Kartilago
dihasilkan dari sel-sel mensenkima. Setelah kartilago terbentuk, bagian dalamnya akan
berongga dan terisi osteoblas. Osteoblas juga menempati jaringan seluruhnya dan membentuk
sel-sel tulang.
Sel-sel tulang dibentuk dari arah dalam ke luar atau proses pembentukannya konsentris.
Setiap satuan sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu
sistem
yang
disebut
Sistem
Havers.
Berdasarkan matriksnya , jaringan tulang dibedakan sebagai berikut:
1. Tulang Kompak, merupakan tulang dengan matrik yang padat dan rapat, misalnya tulang
pipa.
2. Tulang Spons merupakan tulang yang matriksnya berongga misalnya tulang tulang pipih
dan tulang tulang pendek.
Berdasarkan bentuknya terdapat tiga macam bentuk tulang yang menyusun rangka tubuh,
yaitu tulang pipa , tulang pipih, dan tulang pendek, selain itu ada pula tulang tak terbentuk.

a) Tulang pipa (tulang panjang)


Berbentuk tabung dan biasanya berongga. Diujung tulang terjadi perluasan yang berfungsi
untuk berhubungan dengan tulang lain, contohnya adalah tulang betis, tulang kering, tulang
hasta,
dan
tulang
pengupil.
Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian , yaitu bagian tengah disebut diafisis , kedua ujung
disebut epifisis, dan antara epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis.

Pada anak anak cakra epifisis berupa karti;ago yang mengandung osteoblas, sedangkan
pada orang dewasa yang sudah tidak bertambah lagi tingginya cakra epifisis sudah sudah
menulang. Osteoblas menempati rongga yang disebut rongga sumsum tulang.
b) Tulang pipih
Tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, didalamnya terdapat sumsum.
Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga sehingga tulang pipih ini sering
berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat , contohnya adalah tulang rusuk, tulang
belikat, dan tulang tengkorak.
c) Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk kubus dan hanya ditemukan pada pangkal kaki, pangkal lengan dan
ruas ruas tulang belakang.
d) Tulang tak berbentuk
Memiliki bentuk yang tertentu . tulang ini terdapat diwajah dan tulang belakang.

Fungsi Tulang
Tulang tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi lain, yaitu:
a. Memberi bentuk tubuh
b. Melindungi alat tubuh yang vital,
c. Menahan dan menegakkan tubuh
d. Tempat perlekatan otot
e. Tempat menyimpan mineral terutama kalsium dan posfor
f. Tempat pembentukan sel darah
g. Tempat penyimpan energy, yaitu berupa lemak yang ada di sumsum kuning

Hubungan Antar Tulang


Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Untuk dapat bergerak dibutuhkan struktur khusus
yang terdapat pada artikulasi, Struktur khusus tersebut dinamakan sendi.terbentuknya sendi
dimulai dari kartilago didaerah sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago didaerah
sendi. Mula mula kartilago akan membesar lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat.

Kemudian kedua ujung kartilago akan membentuk sel sel tulang , keduanya diselaputi oleh
selaput sendi (membrane sinoval) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang
disebut sinoval.

a. Sinartrosis
Adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi, hubungan antar tukang ini
dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga sam sekali tidak bisa digerakkan.
Ada dua tipe utama sinartrosis , yaitu suture dan sinkrondosis. Suture adalah hubungan antar
tulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak.
Sikondrosis adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin, contohnya
hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa ; hubungan antar tulang ini tidak
dapat digerakkan.

b. Amfiartrosis
Adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit
gerakan. Dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis.
Pada simfisis sendi dihubungkanoleh kartilago serabut yang pipih, contohnya pada sendi
antar tulang belakang , dan pada tulang kemaluan. Pada sindesmosis , sendi dihubungkan
oleh jaringan ikat serabut dan ligament . contohnya sendi anatar tulang betis dan tulang
kering.

c. Diartosis
Adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungka oleh jaringan sehingga
tulang dapat digerakkan , disebut juga sendi. Diartosis disebut juga hubungan synovial yang
dicirikan dengan keleluasaan bergerak dan fleksibel.
Diatrosis dicirikan sebagai berikut:
1. Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous,
2. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membrane jaringan ikat yang disebut membrane
synovial yang menghasilkan cairan pelumas untuk mengurangi gesekan,
3. Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligament dan ada yang tidak,
4. Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.

Hubungan tulang yang bersifat diartrosis contohnya adalah sebagai berikut:

1) Sendi Peluru
Pada sendi ini kedua ujung berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan
yang bebas dan dapat berporos tiga. Misalnya sendi pada gelang bahu dan gelang panggul.

2) Sendi Engsel
Pada sendi engsel kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu , misalnya pada
siku, lutut, nata kaki, dan ruas antar jari.

3) Sendi Putar
Pada sendi ini ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini
memungkinkan untuk gerakan rotasi untuk satu poros , misalnya antar tulang hasta dan
pengumpil, dan antar tulang atlas dengan tulang tengkorak.

4) Sendi Ovoid
Sendi ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan kekiri dan kekanan , maju
mundur dan muka belakang. Misalnya antar tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.

5) Sendi Pelana atau Sela


Pada sendi ini kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua,
tetapi dapat bergerak lebih bebas, seperti gerakan orang naik kuda. Misalnya sendi antar
tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan dan ibu jari.

6) Sendi luncur
Kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos,
contohnya sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan kaki, antar tulang
selangka dan tulang belikat.

Kelainan dan Gangguan pada Tulang


Kelainan dan ganguan pada tulang dapat mengganggu proses gerakan yang normal. Kelainan
dan gangguan pada tulang dapat terjadi karena kekurangan vitamin D, penyakit, kecelakaan
atau karena kebiasaan yang salah dalam waktu lama.

a) Kekurangan Vitamin D

Vitamin D (kalsiferol) adalah vitamin yang diperlukan untuk kalsif ikasi (penulangan) pada
tulang. Pada mamalia, vitamin D dapat disintesis oleh tubuh dari pro vitamin D dengan
bantuan
ultraviolet.
Kekurangan
vitamin
D dapat terjadi jika tubuh tidak menerima sinar matahari yang cukup. Kekurangan vitamin D
pada anak-anak menyebabkan rakitis, biasanva terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu
dan kaki berbentuk O atau X. pada orang dewasa kekurangan viramin D dan zat kapur
menyebabkan penyakit yang disebut osteomalasi.

b) Kecelakaan
Gangguan pada tulang dapat berupa memar dan fraktura seperti berikut ini:
1. Memar
Gangguan ini merupakan robeknya selaput sendi. Bila sobeknya selaput sendi diikuti
lepasnya ujung tulang dari sendi disebut urai sendi.
2. Fraktura atau patah tulang dibedakan sebagai berikut:
a. Patah tulang tertutup bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
b. Patah tulang terbuka , bila tulang yang patah merobek kulit dan mencuat keluar.
c. Fisura , bila tulang hanya retak.

c) kebiasaan yang salah


Kebiasaan duduk yang salah atau kebiasaan membawa beban disatu sisi tubuh saja dapat
menyebabkan kelainan pada tulang seperti berikut ini:
1) Lordosis
Adalah jika tulang leher dan panggul terlalu bengkok kedepan.
2) Kifosis
Adalah jika tulang punggung dan tungging terlalu bengkok kebelakang. Kelainan ini
dapat terjadi karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk yang dilakukan selama
bertahun tahun.
3) Skoliosis
Skoliosis adalah jika ruas-ruas tulang belakang bengkok ke samping. Kelainan ini dapat
terjadi
jika
seseorang
sering
membebani
salah satu sisi tulang belakang, dan kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun.

d) Nekrosa
Nekrosa terjadi bila selaput tulang (periosteum) rusak sehingga bagian tulang tidak
memperoleh makanan, lalu mati dan mengering.

e) Gangguan persendian
Macam gangguan pada persendian antara lain dislokasi, ankilosis, artritis, dan terkilir.
1) Dislokasi
Dislokasi disebabkan bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan gantungnya
(ligamentum) sobek.
2) Ankilosis
Ankilosis adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan karena seolah - olah
menyatu.
3) Terkilir
Terkilir adalah tertariknya ligamentum ke posisi yang tidak sesuai, tetapi sendi tidak bergeser.
Terkilir dapat terjadi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang jarang dan sulit dilakukan.
4) Artritis
Artrisis adalah peradangan yang_terjadi pada sendi. Artrisis dapat dibedakan menjadi empat
sebagai berikut:
a. Artritis Gout
Gout terjadi karena adanya timbunan asam urat pada sendi-sendi kecil terutama jari - jari
tangan. Sebagai akibatnya ruas jari-jari membesar.
b. Osteoartritis
Osteoartritis adalah menipisnya tulang rawan sehingga mengalami degenerasi. Akibatnya,
terjadi gangguan pada saat sendi digerakkan.
c. Artritis eskudatif
Artrisis eskudatif adalah terisinya rongga sendi oleh cairan yang disebut getah radang.
Penyakit ini terjadi karena serangan kuman.

d. Artritis sika
Artrisis sika adalah berkurangnya minyak sendi yang menyebabkan rasa nyeri saat tulang
digerakkan.

f ) Serangan Kuman pada Sendi


1) Infeksi gonorhoe dan sifilis dapat menyerang persendian sehingga sendi menjadi kaku.
2) Layuh sendi adalah keadaan tidak bertenaga pada sendi yang disebabkan layuhnya tulang
akibat infeksi sifilis ketika bayi dalam kandungan.