You are on page 1of 2

TUGAS SOFTSKILL ETIKA BISNIS

NAMA
NPM
KELAS

: DHEA AJENG CLARA P


: 12213317
: 4EA33

Contoh kasus pelanggaran Etika Bisnis; Ketidakadilan dalam pemberian upah pekerja

1. Tujuh Perusahaan Ini Melanggar UU Ketenagakerjaan,


Bayar Pekerja Dibawah Upah Minimum
(Senin, 21 November 2016 )

BANGKAPOS. COM, BANGKA -- Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, kembali akan


memanggil tujuh perusahaan masing-masing , Istana Agung, CV Bangka Jakarta Express, PT.
Wahana Jasa Bahtera, FA. Aziz Mahmud, RM Saung Kuring, PT. TELKOM akses , PT. Citra
Golden Tunggal (Produk VIZ) untuk memberikan klarifikasi soal adanya dugaan pelanggaran
UU ketenagakerjaan.
Pasalnya sejak diberikan nota hasil pemeriksaan oleh pelaksana pengawasan Dinsosnaker
beberapa waktu lalu, hingga saat ini, Senin (21/11/2016) belum ada jawaban sama sekali.
Kabid
hubungan
indsutrial
dan
pengawasan
ketenagakerjaan
Dinsosnaker
Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti kepada bangkapos.com mengatakan pihaknya akan
kembali memanggil ketujuh perusahaan tersebut.
" Kita akan panggil lagi ketujuh perusahaan itu. Apabila tidak ditindaklanjuti, maka akan
kami tingkatkan ke pemeriksaan khusus sebelum kita tingkatkan ke penindakan penegakan
hukumnya" ujarnya.
Diungkapkan Amrah Sakti, pelanggaran yang dilakukan ketujuh perusahaan ini, kebanyakan
pelanggaran yang sifatnya normatif. Pelanggaran normatif ini, merugikan pekerja, berkaitan
dengan upah dan status pekerja.
" Beberapa perusahaan juga ada masalah keselamatan pekerjaan, jika tidak dilaksanakan
akan menimbulkan rawan kecelakaan kerja. Bahkan ada perusahaan seperti PT Citra Golden
Tunggal yang bekerja di produk minuman (VIZ) standar upah pekerjanya jauh dibawah
standart upah minimum. Dihitung sebulan sekitar Rp 1.2 juta dimana pekerjanya hanya
diupah perminggu kurang lebih sekitar Rp 300 ribu, " Ungkap Amrah.
Sumber :
http://bangka.tribunnews.com/2016/11/21/tujuh-perusahaan-ini-melanggar-uuketenagakerjaan-bayar-pekerja-dibawah-upah-minimun

2. Karyawan PT Sarana Marindo Sudah Tidak


Digaji Tujuh Bulan
(Jumat, 20 Mei 2016 22:59)
Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para Karyawan PT Sarana Marindo meminta
perusahaan segera memberikan kejelasan soal penunggakan gaji yang hingga tujuh bulan,
sama sekali belum dibayarkan.
Hal itu, terungkap dalam rapat mediasi yang digelar di Kantor Dinsosnaker Kota
Pangkalpinang, antara perwakilan perusahaan dengan sejumlah karyawan yang didampingi
pengurus KSPSIBabel, Jumat (20/05/2016).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KSPSI Babel, Darusman mewakili karyawan, meminta
agar pihak perusahaan harus segera membayar hak para karyawan.
"Pihak perusahaan harus segera membuat keputusan. Sebab sampai sekarang, tidak ada
kejelasan atau dirumahkan atau tidak. Ini regulasinya tidak jelas, terkesan perusahaan sengaja
membiarkan hal seperti ini. Parahnya perusahaan hanya menyuruh karyawan boleh bekerja
diluar, sembari menunggu kondisi berjalan normal," ucapnya.
Selain belum dibayarnya gaji karyawan, lanjut Darusman, pelayanan BPJS dan ketenaga
kerjaan juga mandek. Bahkan sejumlah karyawan sudah tidak bisa lagi mendapat pelayanan
kesehatan.
"Perusahaan ini, sudah one prestasi sejak Oktober. Jangan hanya gara-gara salah manajemen,
karyawan yang menangung akibat kesalahan adiministrasi perusahaan atau apa namanya. Jadi
harus ada kejelasan. Teman-teman pekerja masih menahan diri, hingga sampai saat ini.
Parahnya lagi, yang ikut rapat selalu bukan orang yang dapat memberikan kebijakan"
ucapnya.
Manajer Operasional PT Sarana Marindo, Bistog Hutapea, mengakui pihak perusahaan
memang belum membayar gaji kayawan selama 6,5 bulan, karena masih menunggu income
dari penjualan logam timah.
"Iya memang belum dibayar sekitar 6,5 bulan, termasuk saya sendiri. Hasil rapat kali ini,
akan saya sampaikan ke pihak direksi, keputusannya seperti apa, akan saya laporkan ke
Dinsosnaker," ucapnya secara mengatakan tidak beroperasinya perusahaan karena ada
persoalan atau mediasi antara PT Timah dengan perusahaanya.
Kabid Hubungan Industrial, Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti menegaskan dari
hasil mediasi ini, pihaknya memberi waktu kepada pihak perusahaan agar dapat memberikan
keputusan paling lama 27 mei mendatang.
" Yang jelas tadi ada dua tuntutan, soal status dan soal penunggakan pembayaran gaji oleh
perusahaan. Jadi kita tunggu dan beri waktu hingga 27 mei mendatang, apa keputusan. Dan
akan kita rapatkan lagi," ucapnya.
Sumber :
http://bangka.tribunnews.com/2016/05/20/karyawan-pt-sarana-marindo-sudah-tidak-digajitujuh-bulan