You are on page 1of 2

Abstract

Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah energi mekanis
menjadi energi listrik. Secara umum generator DC tidak berbeda dengan motor DC kecuali pada arah
aliran daya. Berdasarkan cara memberikan fluks pada kumparan medannya, generator arus searah DC
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu generator berpenguatan bebas dan generator berpenguatan
sendiri.
Dalam kehidupan kita sehari hari Generator DC dapat berfungsi sebagai salah satu pembangkit arus
searah di bengkel bengkel atau pabrik, sebagai pengisi accu pada perusahaan pengisi accu, sebagai
pengisi accu mobil, bahkan dipusat pusat tenaga listrik berfungsi sebagai penguat maknit (exiciter )
pada generator utama.
Generator DC terdiri dua bagian,yaitu stator, yaitu bagian mesin DC yang diam, dan bagian rotor,
yaitu bagian mesin DC yang berputar. . Bagian stator terdiri dari: rangka motor, belitan stator, sikat
arang, bearing danterminal box. Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas
rotor dan poros rotor.

2.1 Fakta penggunaan implementasi generator DC di lapangan


1. Alternator Mobil
Alternator mobil merupakan salah satu aplikasi dari generator dc.Sistem pengisian pada
kendaraan mempunyai 3 rangkaian komponen penting yaitu Aki, Alternator dan
Regulator.Alternator sendiri terdiri dari komponen-komponen seperti gabungan kutub
magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat kumparan kawat magnet yang
dinamakan stator.
Alternator mulai berfungsi untuk menghasilkan listrik/pembangkit listrik ketika mesin
dihidupkan untuk disalurkan ke aki dengan mengkonversi / mengubah tegangan AC
menjadi tegangan DC.Sedangkan regulator punya fungsi sebagai alat pengatur dan
pembatas voltase yang terdiri dari sebuah rangkaian dioda yang dinamakan rectifier serta
dua kipas dalam (internal Fan) untuk menghasilkan sirkulasi udara.
2. Model Alternator
Model alternator untuk setiap jenis mobil itu berbeda-beda, tapi kebanyakan alternator
mempunyai regulator yang berada didalamnya ( IC built In), namun untuk tipe yang lama

mempunyai regulator diluar. Tidak seperti model yang lama, tipe yang punya IC bulit in
ini dapat dengan mudah diperbaiki dengan membuka tutup bagian atasnya.
Tipe lainnya adalah model pulley alternator yang diikat/dikencangkan ke bagian sumbu
rotor.Alternator dengan tipe ini tidak mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari
pulley-nya namun sudah mempunyai 2 kipas dalam untuk sirkulasi udara pendingin, tidak
seperti jenis alternator lama yang menggunakan kipas luar untuk pendinginan.
3. Antara Aki dengan Alternator
Besaran daya yang terdapat alternator beragam, mulai dari yang paling kecil yang
mempunyai daya 35 A hingga yang terbesar yang beredar dipasaran yaitu 220 A. Karena
berfungsi sebagai pembangkit daya listrik ke aki, apabila ada penambahan perangkat atau
aksesoris mobil yang membutuhkan beban listrik yang besar / banyak, cukup dengan
mengganti alternatornya bukan aki. Karena bila memperbesar daya listrik di aki tapi
penyaluran tenaganya lebih kecil, maka aki akan tetap tekor. Jadi makin besar beban
listrik yang dipakai, makin besar juga daya dari alternator yang harus dipergunakan.