You are on page 1of 1

Penerapan Ilmu Fisika pada Teknik Pemeriksaan Penyakit Stroke dengan

Menggunakan Tomografi Terkomputasi

Abstrak : Ilmu fisika sejak dahulu telah diterapkan dalam dunia kesehatan,
terutama untuk pemeriksaan medis. Para ahli mengungkapkan gejala-gejala dalam
dunia medis menggunakan pembelajaran fisika. Tingginya tingkat penyakit di
Indonesia, mendorong adanya peningkatan dalam teknik pemeriksaan medis
terutama di era perkembangan teknologi sekarang ini. ilmu fisika berperan penting
dalam meningkatkan ketelitian dan kepekaan untuk mempermudah mendiagnosis
berbagai penyakit termasuk penyakit stroke yang mematikan. Stroke dapat
disebabkan oleh pembuluh darah otak yang pecah akibat tidak kuat menahan
tekanan darah yang sangat tinggi. Stroke dapat mengakibatkan kelumpuhan
sebagian organ, koma sampai kepada kematian.Pada saat ilmu fisika belum
banyak diterapkan dalam bidang medis, pada awal gejala, penderita stroke
mayoritas tidak mengetahui bahwa mereka telah mengidap penyakit mematikan
tersebut. Tomografi Terkomputasi atau dalam bahasa Inggris disebut Computed
Tomography (CT) adalah sebuah metode penggambaran medis menggunakan
tomografi di mana pemrosesan geometri digunakan untuk menghasilkan sebuah
gambar tiga dimensi bagian dalam sebuah objek dari satu seri besar gambar sinarX dua dimensi diambil dalam satu putaran "axis". Tomografi Terkomputasi terdiri
atas beberapa bagian yaitu sumber sinar-x, sistem kontrol, detektor dan akusisi
data. Prinsip kerja dari tomografi terkomputasi ini yaitu mengindentifikasi
intensitas sinar-x yang telah melewati obyek pemeriksaan. Detektor pada alat
tomografi terkomputasi berfungsi untuk mengubah besaran fisik dalam hal ini
yaitu radiasi menjadi besaran listrik Dengan membandingkan intensitas pada
sumbernya, maka atenuasi yang diakibatkan oleh propagasi pada obyek dapat
ditentukan. Dengan menggunakan sistem akusisi data maka data data dari detektor
dapat dimasukkan dalam komputer dalam bentuk citra/gambar. Tomografi
terkomputasi mampu mendiagnosis adanya penggumpalan dalm pembuluh darah
maupun pendarahan di dalam otak sehingga mampu dimanfaatkan sebagai metode
pemeriksaan medis terhadap penyakit stroke. Tomografi terkomputasi ini
memiliki kelebihan yaitu informasi citra yang ditampilkan oleh Tomografi
Terkomputasi tidak tumpang tindih (overlap) sehingga dapat memperoleh citra
yang dapat diamati tidak hanya pada bidang tegak lurus berkas sinar (seperti pada
foto rontgen), citra Tomografi terkomputasi dapat menampilkan informasi
tampang lintang obyek yang diinspeksi. Oleh karena itu, citra ini dapat
memberikan sebaran kerapatan struktur internal obyek sehingga citra yang
dihasilkan oleh Tomografi terkomputasi lebih mudah dianalisis daripada citra
yang dihasilkan oleh teknik radiografi konvensional.
Kata Kunci : Tomografi Terkomputasi, Stroke, Sinar-X