You are on page 1of 2

Abstract

Jumlah penderita Diabetes melitus di Puskesmas Purwodadi I Kabupaten Grobogan berdasarkan


data yang diperoleh pada tahun 2006 sebanyak 1537 orang dan tahun 2007 sebanyak 2914 orang.
Seiring meningkatnya pengidap diabetes, meningkat pula kejadian komplikasi, terutama luka
kaki diabetik. Komplikasi yang paling sering dialami pengidap diabetes adalah komplikasi pada
kaki (15 %) yang kini disebut kaki diabetes. Upaya pencegahan dilakukan dengan beberapa cara,
diantaranya: peningkatan kesehatan, menjaga status gizi yang baik, pemeriksaan berkala DM,
pemeriksaan berkala kaki penderita, pencegahan atau perlindungan terhadap trauma dengan
sepatu khusus, higiene personal termasuk kaki, menghilangkan faktor biomekanis yang mungkin
menyebabkan ulkus. Salah satu cara peningkatan pengetahuan adalah dengan penyuluhan
kesehatan bagi penyandang diabetes dan keluarganya. Senam kaki diabetes dapat membantu
memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kalainan
bentuk kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap
peningkatan pengetahuan pasien diabetes melitus tentang senam kaki diabetes di wilayah kerja
Puskesmas Purwodadi I Kabupaten Grobogan. Metode Penelitian merupakan penelitian
deskriptif dengan metode penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah
kerja Puskesmas Purwodadi I Kabupaten Grobogan terhadap 60 pasien diabetes melitus yang
terdiri dari 30 orang diabetes melitus yang diberikan penyuluhan dan 30 orang diabetes melitus
yang tidak diberikan penyuluhan kesehatan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive
sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data menggunakan uji paired
sampel t test, dengan bantuan program komputer SPSS versi 10. Hasil uji hipotesis menunjukkan
bahwa nilai dari pre test ke post test pada kelompok eksperimen maupun kontrol mempunyai
tingkat kemaknaan yang sama karna nilai p<0,5% bermakna tentang senam kaki diabetes. Ratarata nilai pengetahuan tentang senam kaki diebetes pada kelompok eksperimen sesudah
penyuluhan kesehatan (Post test) adalah 17,63 dan pada kelompok kontrol adalah 14,20. Hasil uji
statistik memperoleh nilai thitung = 5,953 dengan p = 0,000 diterima pada taraf signifikansi 5%
(p <0,05) hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan
pasien diabetes melitus tentang senam kaki diabetes.

ABSTRAK
Latar Belakang Masalah: Diabetes Mellitus (DM) dan proses menuju penyakit menunjukkan
gejala yang sangat biasa dengan akibat yang sangat serius dan merupakan salah satu dari sekian
banyak masalah kesehatan yang kini menjadi trend sepanjang masa dan serasa tidak pernah ada
ujungnya.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien diabetes mellitus tipe-2 dalam
mengendalikan kadar gula darah di Wilayah Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta.

Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional.
Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan
adalah Chi-Square yang menghitung 2 variabel yaitu variabel berskala nominal dan nominal.
Hasil Penelitian: Dari hasil perhitungan statistik diperoleh nilai t hitung 1,094 dan nilai t tabel
(0,05)=3,481, karena nilai t hitung 1,094< t tabel 3,481 sedangkan nilai signifikansi (P)=0,296 yang
dibandingkan dengan nilai =5% dimana nilai P>0,05, maka H0 diterima.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan terkendalinya kadar gula
darah dan sebagian pasien DM tipe 2 yang bertempat tinggal di Wilayah sorosutan Umbulharjo
Yogyakarta tidak patuh dalam upaya pengendalian kadar gula darah danmemiliki kadar gula
darah yang tidak terkendali.
Kata kunci: Diabetes Mellitus, tingkat kepatuhan, kadar gula darah.
Ingin dapat lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda