You are on page 1of 18

Anatomi Genitalia Wanita

Disusun oleh :
JAYA DEV
110100465

Pembimbing :
dr. Hanudse Hartono, Sp. OG (K)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN
2016
i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan
judul Anatomi genitalia wanita
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
pembimbing kami, dr. Hanudse Hartono, Sp.OG(K) yang telah meluangkan
waktunya dan memberikan banyak masukan dalam penyusunan makalah ini
sehingga penulis menyelesaikan tepat pada waktunya. Terima kasih juga penulis
ucapkan kepada mentor, dr. Widya yang telah membimbing penulis dalam
penulisan makalah laporan kasus ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan laporan kasus ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik isi maupun susunan bahasanya, untuk itu penulis
mengharapkan saran dan kritik dari pembaca sebagai koreksi dalam penulisan
laporan kasus selanjutnya.

Medan, April 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................
i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................
ii
BAB 1
PENDAHULUAN.................................................................................................................
1
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................................................
2
BAB 3
KESIMPULAN......................................................................................................................
26
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
27

iii

BAB I
Pendahuluan

Pada manusia reproduksi hanya berlangsung secara seksual.


Sistem reproduksinya dibedakan menjadi organ reproduksi pria dan
wanita. Alat kelamin pria berfungsi sebagai penghasil gamet jantan
(spermatozoa). Alat kelamin pria dibedakan menjadi alat kelamin
luar dan alat kelamin dalam. Alat kelamin luar berupa penis yang
berfungsi sebagai alat kopulasi (persetubuhan). Sedangkan organ
reproduksi dalam pada pria terdiri atas testis, saluran reproduksi
dan kelenjar kelamin.

Begitu pula dengan alat kelamin wanita

dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.


Fertilisasi
spermatozoa
Pembentukan

(pembuahan)
di

dalam

testis

spermatozoa

diawali
dan

dengan
ovum di

disebut

pembentukan
dalam

ovarium.

spermatogenesis

dan

pembentukan ovum disebut oogenesis. Sistem reproduksi juga


dapat

mengalami

gangguan

akibat

penyakit

atau

kelainan.

Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh kuman


penyakit, faktor genetik, atau hormon. 1,2

iv

BAB II
PEMBAHASAN

Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan


masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ
kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi. Saluran kelamin
wanita

memiliki

sehingga

lubang

mikroorganisme

menyebabkan

infeksi

yang

berhubungan

penyebab

kandungan.

ditularkan melalui hubungan seksual.


Organ

kelamin

dalam

dengan

penyakit

bisa

mikroorganisme

dunia

luar,

masuk

dan

ini

biasanya

jalur

(saluran

membentuk

sebuah

kelamin), yang terdiri dari:


ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur
tuba falopii (ovidak), tempat berlangsungnya pembuahan
rahim (uterus), tempat berkembangnya embrio menjadi janin
vagina, merupakan jalan lahir.

A. Organ Kelamin Luar


organ kelamin luar (vulva) dibatasi oleh labium mayor (sama
dengan skrotum pada pria). labium mayor terdiri dari kelenjar keringat
dan kelenjar sebasea (penghasil minyak); setelah puber, labium mayor
akan ditumbuhi rambut.Labium minor terletak tepat di sebelah dalam
dari labium mayor dan mengelilingi lubang vagina dan uretra.Lubang
pada vagina disebut introitus dan daerah berbentuk separuh bulan di
belakang introitus disebut forset.Jika ada rangsangan, dari saluran kecil
di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh
kelenjar bartolin. Uretra terletak di depan vagina dan merupakan
lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih. Labium minora
kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yang
merupakan penonjolan kecil yang sangat peka (sama dengan penis
pada pria). Klitoris dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut
preputium (sama dengan kulit depat pada ujung penis pria). Klitoris
sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami ereksi.
Labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk
perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara
vagina dan anus. Kulit yang membungkus perineum dan labium mayo
sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan
bisa membentuk sisik. Sedangkan selaput pada labium minor dan
vagina merupakan selaput lendir, lapisan dalamnya memiliki struktur
yang sama dengan kulit, tetapi permukaannya tetap lembab karena
adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang
lebih dalam. Karena kaya akan pembuluh darah, maka labium minora
dan vagina tampak berwarna pink. Lubang vagina dikeliling oleh himen
(selaput dara). kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena
itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa
robek atau bisa juga tidak.1,2

B. Organ Kelamin Dalam

vi

Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan


belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina
kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama
melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina
memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm. Sepertiga bagian bawah vagina
merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. dua pertiga
bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang.
Serviks (leher rahim) terletak di puncak vagina. Selama masa
reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerutkerut. sebelum pubertas dan sesudah menopause, lapisan lendir
menjadi licin. Rahim merupakan suatu organ yang berbentuk seperti
buah pir dan terletak di puncak vagina. Rahim terletak di belakang
kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen. Rahim
terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim).
Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah
vagina. Korpus biasanya bengkok ke arah depan. Selama masa
reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. Korpus
merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan
janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga
bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina.
Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma
masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanya
merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa
menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di
dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama
kehamilan

janin

tidak

dapat

melewatinya.

Tetapi

pada

proses

persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya.


Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir. Lendir ini tebal
dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum
terjadinya ovulasi. Pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah
sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan

vii

(fertilisasi). Selain itu, pada saat ovulasi, kelenjar penghasil lendir di


serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2-3 hari.
Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan
masuk ke tuba falopii untuk membuahi sel telur. Karena itu, hubungan
seksual yang dilakukan dalam waktu 1-2 hari sebelum ovulasi bisa
menyebabkan

kehamilan.

Lapisan

dalam

dari

korpus

disebut

endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi, endometrium


akan menebal. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan
dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengan siklus
menstruasi. Tuba falopii membentang sepanjang 5-7,6 cm dari tepi
atas rahim ke arah ovarium.1,2
Ujung dari tuba kiri dan kanan membentuk corong sehingga
memiliki lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnye
ketika dilepaskan dari ovarium. Ovarium tidak menempel pada tuba
falopii tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen.
Sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia
(rambut getar) dan otot pada dinding tuba. Jika di dalam tuba sel telur
bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka sel telur yang telah
dibuahi ini mulai membelah. Selama 4 hari, embrio yang kecil terus
membelah sambil bergerak secara perlahan menuruni tuba dan masuk
ke dalam rahim. Embrio lalu menempel ke dinding rahim dan proses ini
disebut implantasi.
Setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu memiliki 6-7
juta oosit (sel telur yang sedang tumbuh) dan ketika lahir akan
memiliki 2 juta oosit. Pada masa puber, tersisa sebanyak 300.000400.000 oosit yang mulai mengalami pematangan menjadi sel telur.
Tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang dilepaskan selama masa
reproduktif wanita, biasanya setiap siklus menstruasi dilepaskan 1
telur. Ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan secara
bertahap akan hancur dan akhirnya seluruh sel telur akan hilang pada
masa menopause. Sebelum dilepaskan, sel telur tertidur di dalam

viii

folikelnya. Sel telur yang tidur tidak dapat melakukan proses perbaikan
seluler seperti biasanya, sehingga peluang terjadinya kerusakan pada
sel telur semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia
wanita. Karena itu kelainan kromosom maupun kelainan genetik lebih
mungkin terjadi pada wanita yang hamil pada usianya yang telah
lanjut.2,3

C. Anatomi dan Fisiologi Alat Reproduksi Wanita


Alat reproduksi wanita terdiri atas alat/organ eksternal dan internal, dan
sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Eksternal (sampai vagina)
memiliki fungsi kopulasi dan bagian Internal memiliki fungsi ovulasi, fertilisasi
ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.3
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormonhormo gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus hipothalamus
hipofisis

adrenal

ovarium.

Selain

itu

terdapat

organ/system

ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi: payudara,


kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.4
1. Genitalia Eksternal
a. Vulva
vulva ini terdiri dari beberapa organ wanita yaitu eksternal. Hal ini
termasuk pad, kecil bulat lemak yang melindungi tulang kemaluan.
Menjangkau ke hampir ke dubur adalah dua lipatan jaringan lemak,
yang disebut "bibir lebih besar," untuk melindungi alat kelamin bagian
dalam. Hanya dalam dua "bibir kecil", yang menyertakan pembukaan
uretra (yang turun dari kantong tersebut) dan vagina. Pada ujung atas,
adalah proyeksi kecil, disebut kulup yang melindungi clitoris
b. Mons pubis/mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa
pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.

ix

c. Labia mayor

labia utama (tunggal, labium) melampirkan dan melindungi organorgan lain reproduksi eksternal. Mereka sesuai dengan skrotum pada
laki-laki dan terutama terdiri dari lipatan bulat dari jaringan adiposa
tertutup oleh kulit. Pada kulit luar termasuk rambut banyak, kelenjar
keringat, kelenjar andsebaceous, sementara di dalamnya yang tipis
dan berbulu. Labia utama terletak dekat bersama dan memanjang
dipisahkan oleh celah yang mencakup urethral dan pembukaan vagina.
Di depan, labia bergabung untuk membentuk ketinggian bulat dari
jaringan lemak yang disebut "mons pubis," yang ignimbrit simfisis
pubis.

Di

belakang,

dekat

anus,

labia

agak

meruncing

dan

menggabungkan ke dalam labia minor.

d. Labia minora
Labia (tunggal, labium) kecil ini diratakan memanjang ke lipatan
terletak dengan celah antara labia besar. Lipatan ini memperpanjang
sepanjang kedua sisi ruang depan. Mereka terdiri dari jaringan
penghubung yang kaya disertakan dengan pembuluh darah, yang
menyebabkan penampilan merah muda. Di belakang, dekat anus, labia
minor bergabung dengan labia besar, sementara di depan mereka
berkumpul untuk membentuk sebuah tudung seperti meliputi antara
lain sekitar klitoris.

e. Clitoris
Klitoris adalah tonjolan kecil di bagian depan vulva antara labia minor.
Meskipun sebagian besar tertanam di sekitar jaringan, biasanya sekitar
2 cm dan 0,5 cm diameter. Clitoris sesuai dengan penis pada pria dan
agak mirip struktur. Hal ini terdiri dari dua kolom jaringan ereksi, yang
dipisahkan oleh septum dan dikelilingi oleh meliputi dari padat,
jaringan ikat berserat. Pada akar klitoris, kolom jaringan berbeda untuk

membentuk

"krura,"

lengkungan

kemaluan.

yang
Di

pada

gilirannya

depan,

massa

melekat

kecil

pada

jaringan

sisi

ereksi

membentuk "kelenjar," yang kaya dengan disertakan dengan serat


saraf sensorik.

f.

Vestibulum

Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral
labia minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/orificium,
yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae
Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan
vagina terdapat fossa navicularis.
Introitus/orificium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup
lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara/hymen, utuh tanpa robekan.
Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi,
dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau
fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan
bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya
berbentuk

fimbriae).

Bentuk

himen

postpartum disebut parous.

Corrunculae myrtiformis adalah sisa-sisa selaput dara yang robek yang


tampak pada wanita pernah melahirkan/para.Hymen yang abnormal,
misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total
lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di
rongga genitalia interna.

g. Vagina
vagina adalah bagian otot yang merupakan bagian dari organ seks
wanita dan yang menghubungkan leher rahim (serviks) dengan alat
kelamin eksternal. Vagina, yang kira-kira dua dan satu setengah
sampai empat inci, memiliki dinding berotot yang disertakan dengan

xi

banyak pembuluh darah. Dinding ini menjadi tegak saat seorang


wanita terangsang sebagai tambahan darah dipompa ke dalam kapal.
Vagina memiliki tiga fungsi: sebagai wadah untuk penis selama
bercinta; sebagai outlet untuk darah selama menstruasi, dan sebagai
jalan bagi bayi untuk melewati saat lahir.

Fungsi vagina: Untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid,


untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).

Bagian

atas

vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis.


Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis
di sekitar cervix uteri. Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik
daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif
terhadap stimulasi orgasmus vaginal.

h. Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otototot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma
urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan
vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong
(episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

2. Genitalia Internal
a. Uterus
Uterus atau rahim adalah organ yang berongga, otot di mana telur
(zigot) dibuahi, menjadi tertanam dan di mana telur diberi makan dan
dibiarkan berkembang sampai kelahiran.

Terletak dalam rongga

panggul di belakang kandung kemih dan di depan usus besar. Rahim


biasanya miring ke depan pada sudut sembilan puluh derajat ke
vagina, meskipun pada sekitar 20% dari perempuan miring ke

xii

belakang. Rahim dilapisi dengan jaringan yang berubah selama siklus


menstruasi. Membangun jaringan ini di bawah pengaruh hormon dari
ovarium. Ketika hormon menarik setelah siklus menstruasi, pasokan
darah dipotong dan jaringan dan telur yang tidak dibuahi sebagai
limbah.

Uterus terdiri dari :


1) fundus uteri ( dasar rahim ) bagian uterus yang terletak antara
kedua pangkal saluran telur.
2) korpus uteri. Bagian uterus yang terbesar pada kehamilan,
bagian ini berpungsi sebagai tempat janin berkembang. Rongga
yang terdapat pada korpus uteri disebut kavum uteri atau
rongga rahim.
3) servik uteri. Ujung servik yang menuju puncak vagina disebut
porsio, hubungan antara kavum uteri dan kanalis servikalis di
sebut,ostium,uteri,internum.
Dinding uterus terdiri dari :
1) endromentium ( epitel, kelenjar, jaringan dan pembuluh darah )
merupakan lapisan dalam uterus yang mempuyai arti penting
dalam siklus haid. Seorang wanita pada reproduksi, pada
kehamilan

endomentrium

akan

menebal,

pembuluh

darah

bertambah banyak hal ini diperlukan untuk memberi makanan


pada janin
2) miometrium ( lapisan otot polos ) tersusun sedemikian rupa
hingga dapat mendorong isinya keluar pada waktu persalinan.
Sesudah plasenta lahir akan mengalami pengecilan sampai
keukuran normal sebelumnya.
3) lapisan serosa (peritonium verisal) terdiri atas ligamentum yang
mengguatkan uterus yaitu:
a. ligamentum kardinale kiri dan kanan, mencegah supaya
uterus tidak turun.

xiii

b. ligamentum sakro uterinum kiri dan kanan, menahan uterus


supanya tidak banyak bergerak.
c. ligamentum rotundum kiri dan kanan, menahan uterus agar
tetap dalam keadaan antlovleksi.
d. ligamentum latum kiri dan kanan, ligamentum yang meliputi
tuba.
e. ligamentum infundibulo pelvikum ligament yang menahan
tuba falopi.
Fungsi uterus:
untuk

menahan

ovum

yang

telah

dibuahi

selama

perkembangan, sebutir ovum yang telah keluar dari ovarium


dihantarkan melalui tuba uterine keuterinis, pembuahan secara
normal terjadi didalam tuba uterina, endromentium disiapkan
untuk menerima ovum yang telah dibuahi dan ovum tertanam
dalam endromentrium, pada waktu hamil uterus bertambah
besar dindingnya menjadin tipis tetapi kuat dan besar sampai
keluar pelvis masuk kedalam rongga abdomen pada masa
pertumbuhan janin. Pada saat melahirkan uterus berkondraksi
mendorong bayi dan plasenta keluar.

b. Serviks uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan /
menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari
3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan
glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu
portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum
(luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan
ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan
(nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah
pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis
melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina
ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks

xiv

yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan


berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas
lendir serviks dipengaruhi siklus haid.

c. Corpus uteri
Terdiri dari: paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada
ligamentum

latum

uteri

di

intraabdomen,

tengah

lapisan

muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam


arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam
lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan
runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium.
Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus
uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi ukuran corpus terhadap
isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan
perkembangan wanita.

d. Ligamenta penyangga uterus


Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum
cardinale,

ligamentum

ligamentum

ovarii,

ligamentum

infundibulopelvicum,

sacrouterina

ligamentum

propium,

vesicouterina,

ligamentum rectouterina.
Vaskularisasi uterus
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna,
serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
e. Salping / Tuba Falopii
Tabung

fallopi memanjang dari uterus ke ovarium.

Tabung ini

membawa telur dan sperma dan adalah tempat fertilisasi telur, atau
"ovum" terjadi. Saluran telur terletak di bagian panggul dari rongga
perut dan setiap tabung mencapai dari indung telur untuk menjadi
bagian atas rahim. Ini tabung berbentuk corong adalah sekitar tiga inci

xv

panjangnya. Akhir lebih besar dari saluran dibagi menjadi berbulu, jariproyeksi seperti yang terletak dekat dengan ovarium. Memukul
proyeksi ini, bersama dengan kontraksi otot, memaksa sel telur ke
saluran akhiri kecil, yang membuka ke dalam rahim. Setelah hubungan
seksual, sperma berenang ini saluran dari uterus. Lapisan tabung dan
sekresi yang mempertahankan baik telur dan sperma, mendorong
pemupukan dan bergizi telur sampai mencapai rahim.
Tuba falopi terdiri atas :

a) Parst. Interstitialis, bagian yang terdapat di dinding uterus.


b) Parst. Ismika/ismus, merupakan bagian medial tuba yang sempit
seluruhnya.
c) Parst. Ampularis, bagian yang terbentuk saluran leher tanpak konsepsi
agak lebar.
d) Infundibulum. Bagian ujung tuba yang terbuka diseut frinbia untuk
menangkap telur kemudian menyalurkan telur kedalam tuba.
Fungsi tuba uterine. Mengantarkan ovum dari ovarium k eke uterius.
Menyediakan tempat untuk pembuahan, perjalanan ovum dibuahi
maka terjadi kehamilan ektropik, karena ovum tidak dapat bergerak
terus maka ovum tertanam dalam tempat yang abnormal, hal ini bisa
berakhir 8-10 minggu.
f.

Pars isthmica (proksimal/isthmus)

Merupakan

bagian

dengan

lumen

tersempit,

terdapat

sfingter

uterotuba pengendali transfer gamet.


g. Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat

yang

sering

terjadi

fertilisasi

adalah

daerah

ampula

infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi


implantasi

di

dinding

tuba bagian ini. Pars infundibulum (distal)

Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada


ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi
menangkap ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium,
dan membawanya ke dalam tuba.

xvi

h. Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
i.

Ovarium

Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum,


sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan
jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel
menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar
epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan
sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel,
progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan
pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae
menangkap ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium
terfiksasi

oleh

ligamentum

ovarii

proprium,

ligamentum

infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari


cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis. 3,4,5

BAB III
KESIMPULAN
Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda. Pada reproduksi
pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan sperma,
kematangan sel sperma di tandai dengan mimpi basah pada usia
pubertas Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan
ovarium untuk menghasilkan ovum. Kematangan sel telur atu ovum
ditandai menarche pada usia antara 13-16 tahun. Apabila terjadi
pertemuan antara sel sperma dan sel ovum akan terjadi kehamilan
yang akan berkembang menjadi janin.

xvii

DAFTAR PUSTAKA
1 Jati, wijaya. 2007. Aktif biologi. Ganeca Exact, Jakarta
2 D. A. Pratiwi, dkk. 2007. Biologi jilid 2. Erlangga, Jakarta
3 Human Anatomy Online http ://www.innerbody.com/index.html
4 http://fkunhas.com/penyakit-pada-sistem-reproduksi-20100722410.html
5 http://www.kuliahbidan.wordpress.com

xviii