You are on page 1of 5

BAB 2

PEMBAHASAN
2.1 Asas Hubungan Internasional
Menurut Hugo de Groot, dalam hubungan internasional asas persamaan derajat
merupakan dasar yang menjadi kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua
negara dengan tujuan untuk kepentingan bersama dari mereka yang menyatukan diri
didalamnya.
Ada 3 (tiga) asas dalam hubungan internasional yang satu sama lainnya saling
mempengaruhi:
1) Asas Teritorial
Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya. Menurut asas ini, negara
melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya.
Jadi, terhadap semua barang atau orang yang berada di luar wilayah tersebut berlaku
hukum asing (internasional) sepenuhnya.
2) Asas Kebangsaan
Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya. Menurut asas ini,
setiap warga negara dimanapun ia berada, tetap mendapat perlakuan hukum dari
negaranya. Asas ini mempunyai kekuatan exteritorial yang artinya hukum dari negara
tersebut tetap berlaku juga bagi warga negaranya, walaupun berada di negara asing.
3) Asas Kepentingan Umum
Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur
kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi, hukum tidak terikat pada batasbatas wilayah suatu negara.
2.2 Faktor-Faktor Penentu dalam Hubungan Internasional
Beberapa faktor yang ikut menentukan dalam proses hubungan internasional baik secara
bilateral maupun multilateral, yaitu :
1. Kekuatan nasional (national power)
2. Jumlah penduduk
3

3. Sumber daya
4. Letak geografis

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, dapat dipahami bagaimana suatu negara


mengadakan hubungan internasional.
Pertama : Jika suatu negara telah memiliki 4 faktor kekuatan tersebut dengan baik, mereka
relatif longgar untuk tidak mengadakan hubungan internasional.
Kedua : Namun bila suatu negara yang memiliki 4 faktor kekuatan tersebut lemah, mereka
harus mengadakan hubungan internasional.
Bagi bangsa Indonesia hubungan kerja sama antarnegara merupakan jalinan antarnegara yang
mengacu pada beberapa landasan hukum, yaitu :
a. Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi ... ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
b. Pasal 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan ketentuan-ketentuan
berikut :
1) PBB menciptakan perdamaian dan keamanan internasional serta berusaha
mencegah timbulnya bahaya yang mengancam perdamaian dan keamanan.
2) PBB mengembangkan persahabatan antarbangsa atas dasar persamaan dan hak
menentukan nasib sendiri dalam rangka perdamaian dunia.
3) PBB mengembangkan keraj sama internasional dalam rangka memecahkan
persoalan-persoalan ekonomi, sosial-budaya, kemanusiaan, serta menghoramti
hak-hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan suku, jenis kelamin, bahasa dan
agama.
4) PBB menjadi pusat penyelesaian-penyelesaian masalah internasional.
c. Perjanjian Internasional (traktat =treaty) adalah suatu persetujuan (agreement) yang
dinyatakan secara formal antar dua negara atau lebih mengenai penetapan serta
ketentuan tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak. Pada umumnya, traktat
ditaati oleh pihak-pihak yang berkepentingan karena adanya asas pacta sunt servanda
(persetujuan antarnegara harus dihormati)

4
d. Secara khusus terdapat dalam Deklarasi Hukum Laut Internasional. Indonesia sejak
13 Desember 1957 memperjuangkan Deklarasi Juanda yang menyatakan bahwa
Negara Kesatuan Republik indonesia dibatasi oleh garis lurus dengan jarak 12 mil
dari garis pangkal lurus yang ditarik dari titik terluar pulau-pulau terluar sebagai laut

teritorial. Deklarasi ini diakui PBB pada tanggal 10 Desember 1982 dan disahkan
oleh pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang No.17 Tahun 1985 tentang
Hukum Laut.
2.3 Sarana Hubungan Internasional
Menurut J. Frankel, sarana-sarana untuk menyelenggarakan hubungan internasional
adalah sebagai berikut.
a. Diplomasi
Dalam arti luas, diplomasi menunjuk pada seluruh kegiatan untuk
melaksanakan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan bangsa dan
negara lain, sedangkan petugas-petugas yang mewakili suatu negara di negara lain
dan berkedudukan di perwakilan diplomatik disebut diplomat.
Diplomasi mencakup berbagai macam kegiatan, seperti yang diungkapkan
oleh Sumarsono Mestoko berikut ini.
1) Menetukan tujuan dengan menggunakan semua daya dan tenaga untuk mencapai
tujuan tersebut.
2) Menyesuaikan kepetingan dari bangsa lain dengan kepentingan nasional sesuai
dengan daya dan tenaga yang ada padanya.
3) Menentukan apakah tujuan nasional sejalan atau berbeda dengan kepentingan
bangsa atau negara lain.
4) Menggunakan sarana dan kesempatan yang ada sebaik-baiknya.
Fungsi dasar Diplomat ada 3 yaitu :
a. Sebagai lambang prestise negara pengirim.
b. Sebagai wakil yuridis yang sah dari negara pengirim.
c. Sebagai perwakilan diplomatik suatu negara di negara lain dengan tugas antara
lain :
5

1) Perwakilan (Representation)
Seorang diplomat merupakan agen/pejabat komunikasi antara Departemen Luar
Negerinya dengan Departemen Luar Negeri dari negara dimana ia ditempatkan.
2) Perundingan (Negotiation)

Perundingan adalah usaha yang utama untuk mencapai persetujuan dengan jalan
kompromi dan kontak pribadi secara langsung. Diplomat adalah orang yang
melakukan perundingan dalam rangka merencanakan berbagai macam persetujuan
bilateral dan multilateral yang dituangkan dalam perjanjian-perjanjian yang
bersifat politik, ekonomi, maupun sosial.
3) Laporan (Reporting)
Seorang diplomat seharusnya seorang pelapor yang baik, karena laporan-laporan
yang ia kirimkan merupakan bahan-bahan untuk menyusun dan menetapkan
politik luar negeri. Adapun laporan-laporan tersebut meliputi hampir semua pokok
persoalan mulai dari penyelidikan teknis sampai penilaian psikologis dari bangsabangsa lain.
4) Perlindungan Kepentingan Bangsa, Negara, dan Warga Negaranya di Luar
Negeri
Seorang diplomat mempunyai kewajiban khusus yaitu membantu dan melindungi
para pengusaha dan warga negara lainnya dari negaranya sendiri., baik yang
menetap atau mempunyai kepentingan ataupun hanya mengadakan perjalanan di
negara tersebut. Seorang diplomat juga harus bisa menghindarkan dan mengoreksi
praktik-praktik negara di mana ia ditempatkan yang sekiranya bersifat
diskriminatif terhadap negara dan warga negaranya.
b. Propaganda
Propaganda adalah usaha sistematis yang digunakan untuk memengaruhi
pikiran, emosi, dan tindakan suatu kelompok demi kepentingan masyarakat umum.
Keseluruhan propaganda bersifat verbal, namun berbeda dari diplomasi
mengenai dua hal yaitu :
1) Propaganda lebih ditujukan pada rakyat negara lain daripada pemerintahannya.

6
2) Propaganda untuk keuntungan diri sendiri, benar-benar perjuangan untuk
kepentingan nasional dari negara yang membuat propaganda. Tak ada usaha disini
untuk mencari kompromiantara kepentingan-kepentingan negara yang bersaing,
tujuannya benar-benar untuk keuntungan negara yang melakukan propaganda itu.
c. Ekonomi

Sarana ekonomi memegang peranan yang cukup penting sebagai sarana


hubungan internasional. Perkembangan sarana ekonomi menuju internasionalisasi
sangat pesat. Sarana ekonomi selalu digunakan dalam berbagai suasana, baik suasana
damai maupun perang.
Bagi setiap negara, sarana ekonomi merupakan hal yang sangat vital. Misalnya
bagi negara yang kekurangan bahan-bahan mentah, maka mereka mengatasinya
melalui perdagangan internasional. Melalui perdagangan itulah negara-negara tersebut
saling mendapatkan keuntungan.
d. Kekuatan Militer dan Perang
Dalam penggunaan sarana militer, tidak bisa sebebas sarana-sarana yang lain.
Karena dibatasi oleh ketentuan-ketentuan internasional. Kepemilikan sarana militer
yang kuat dan tangguh akan berpengaruh terhadap hubungan dengan negara lain.
Semakin tangguh kekuatan militer suatu negara, maka akan semakin menambah
kepercayaan dirinya di dunia internasional.
Selain itu, kekuatan militer juga berfungsi sebagai alat pertahanan terhadap
serangan/tekanan-tekanan yang mungkin saja mengancam sebuah negara. Untuk
dapat diketahui oleh negara lain, maka kekuatan militer ini harus diperlihatkan
melalui berbagai cara, antara lain melalui demonstrasi Angkatan Laut, formasi
pasukan yang diperlihatkan saat parade hari-hari nasional, atau penempatan pasukan
di perbatasan. Cara-cara tersebut dilakukan dengan tujuan agar dijadikan bahan
pertimbangan bagi negara-negara lain jika berniat melakukan suatu seranagan.
Meskipun terkesan unjuk kekuatan, namun cara ini dirasa lebih mudah dan efektif
daripada menggunakannya dalam perang.