You are on page 1of 7

ANATOMI GANGLIA BASALIS

Basal Ganglia terdiri dari


striatum (nukleus kaudatus dan
putamen),

globus

(eksterna

dan

palidus
interna),

substansia nigra dan nukleus


sub-thalamik.

Nukleus

pedunkulopontin tidak termasuk


bagian

dari

basal

ganglia,

meskipun dia memiliki koneksi


yang signifikan dengan basal ganglia. Korpus striatum terdiri dari nukleus kaudatus,
putamen dan globus palidus. Striatum dibentuk oleh nuldeus kaudatus dan putamen.
Nukleus lentiformis dibentuk oleh putamen dan kedua segmen dari globus palidius. Tetapi
letak anatomis perdarahan basal ganglia yang dibahas disini hanya meliputi nukleus
kaudatus dan nukleus lentiformis. Kapsula interna terletak diantara nuleus kaudatus dan
nukleus lentiformis. Kapsula intema adalah tempat relay dari traktus motorik volunter,
sehingga jika ada lesi pada lokasi ini akan menyebabkan gangguan motorik seperti
hemiparesis ataupun gangguan motorik lain
Vaskularisasi yang mendarahi basal ganglia adalah cabang-cabang arteri yang
berasal dari arteri serebri anterior (ACA), serebri media (MCA), choroidal anterior,
posterior communicans (P-commA), serebri posterior (PCA) dan serebelar superior.
Cabang dari MCA, yang disebut Lenticulostriata lateral, adalah yang terbanyak mendarahi
striatum dan lateral dari pallidum. Perdarahan pada basal ganglia yang tersering adalah
dikarenakan ruptur arteri lenticulostriata media. Arteri Heubner, disebut juga arteri striata
media, berasal dari A2, yaitu segmen dari ACA, memperdarahi putamen dan kepala dari
nukleus caudatus. Arteri choroidalis anterior memperdarahi sebagian dari globus palidus
dan putamen, juga ekor dari nukleus caudatus. Arteri posterior communicans
memperdarahi bagian medial dari pallidum, medial substansia nigra dan sebagian nukleus
subthalamikus. Thalamo perforata dari PCA adalah yang terbanyak memperdarahi

substansia nigra dan sebagian dan STN. Cabang dari SCA memperdarahi bagian lateral
dari substatia nigra.

GANGLIA BASALIS DAN FUNGSI MOTORIKNYA


Ganglia basalis, seperti serebellum membentuk system asesori motorik lain yang
biasanya berfungsi tidak sendirinya tetapi berkaitan erat dengan korteks serebri dan system
pengatur motorik kortikospinal. Pada kenyataannya sebenarnya ganglia basalis menerima
sebagian besar input dari korteks serebri itu sendiri dan juga mengembalikan hamper
seluruh sinyal outputnya ke korteks juga.
Sirkuit Neuronal Ganglia Basalis

Hubungan anatomis antara ganglia basalis dan elemen-elemen otak lain yang
menyediakan pengaturan motorik bersifat kompleks. Ada dua sirkuit utama pada ganglia
basalis yaitu sirkuit putamen dan sirkuit kaudatus.
Fungsi Ganglia Basalis dalam Melaksanakan Pola-pola Aktivitas Motorik (sirkuit
Putamen)
Berkaitan dengan sistem kortikospinal mengatur pola-pola aktifitas motorik yg kompleks.
Contoh :
-

menulis huruf, bila terjadi kerusakan terhadap ganglia basalis, system kortikal, maka
tulisan menjadi kasar.
memotong kertas dengan menggunakan gunting
Memotong kuku
Memasukkan bola basket dengan melompat
Menendang bola kaki
Memukul bola kasti
Gerakan mata terkendali
Aspek vokalisasi
Merupakan aktifitas yang dilakukan di bawah sadar.
Pada gambar 10 di atas, memperlihatkan jaras-jaras yang diawali di area suplementer dan
premotor korteks motorik dan di area somatosensorik korteks sensorik. Kemudian jaras
menuju putamen melintasi nucleus kaudatus, kemudian ke bagian internal globus palidus,
kemudian ke nuclei ventroanterior dan ventrolateral thalamus dan akhirnya ke korteks
motorik primer dan area premotorik serta area suplementer yang berkaitan erat dengan
korteks motorik primer.

Fungsi Ganglia Basalis dalam Pengaturan Kognitif terhadap pola gerakan Motorik yang
berurutan (sirkuit kaudatus)
Kognisi adalah proses berpikir pada otak dengan menggunakan input sensoris yang
menuju otak ditambah informasi yang tersimpan dalam ingatan. Sebagian besar kerja
motorik akibat pemikiran yang dibentuk dalam benak otak dan Nukleus Caudatus
berperanan dalam pengaturan kognitif tersebut.

Pada gambar 11 di atas sambungan neural antara nucleus kaudatus dan system
pengatur motorik kortikospinal sedikit berbeda dengan yang terdapat pada sirkuit
putamen. Nucleus kaudatus meluas ke seluruh lobus pada serebrum mulai dari anterior
lobus frontalis kemudian berjalan di sebelah posterior melalui lobus parietal dan oksipitalis
setelah itu akhirnya berbelok ke depan ke dalam lobus temporalis. Selanjutnya nucleus
kaudatus menerima sejumlah besar input dari area asosiasi korteks serebri yang menutupi
nucleus kaudatus terutama area yang juga mengintegrasikan berbagai jenis informasi
sensorik maupun motorik ke dalam pola pikir yang dapat digunakan.
Setelah sinyal berjalan dari korteks serebri ke nucleus kaudatus sinyal tersebut
kemudian dijalarkan ke thalamus ventroanterior dan ventrolateral, dan akhirnya kembali ke
area motorik prefrontal, premotorik dan suplementer korteks serebri, tetapi hampir tidak
ada sinyal kembali yang berjalan secara langsung ke korteks motorik primer. Sebaliknya
sinyal kembali tersebut berjlan ke regio motorik asesoris dalam area premotor dan motorik
suplementer . Contoh : seseorang melihat seekor singa mendekat kemudian memberi
respon secara cepat dan otomatis yaitu dengan (1) berbalik membelakangi singa, (2) mulai
berlari, (3) berusaha memanjat pohon. Tanpa fungsi kognitif seseorang tidak memiliki
pengetahuan instinktif untuk berespon secara cepat dan sesuai.
Fungsi Ganglia Basalis untuk mengubah Penentuan Saat bergerak dan skala intensitas
gerakan.
Dua kemampuan otak yang penting untuk mengatur gerakan adalah (1) menentukan
seberapa cepat suatu gerakan dilakukan, dan (2) mengatur seberapa luas gerakan yang akan
terjaadi. Contoh menulis huruf a secara cepat atau lambat, menulis huruf a dengan ukuran
kecil pada kertas atau huruf a dengan ukuran besar pada papan tulis.
Fungsi Ganglia Basalis yang saling berkaitan
Ganglia basalis merupakan pengatur motorik penting yang seluruhnya berbeda dengan
yang terdapat pada serebellum. Sebagian besar fungsi yang penting adalah (1) membantu
korteks melakukan pola gerakan-gerakan bawah sadar tetapi yang telah dipelajari dan (2)
membantu merencanakan pola gerakan yang parallel dan berurutan ketika pikiran harus
melakukannya bersama-sama untuk menyempurnakan kerja yang bertujuan penuh.

Jenis pola motorik yang memerlukan ganglia basalis antara lain pola menulis semua
macam huruf yang berbeda-beda, untuk melempar bola dan untuk mengetik. Ganglia
basalis juga diperlukan untuk memodifikasi pola ini untuk menulis huruf berukuran kecil
atau besar, jadi mengendalikan dimensi pola tersebut.