You are on page 1of 7

er, partikelberat

(pengotor) akan mengendap sedang batubara akan mengapung dan


terbawaaliran air.
7,5mm.
Flotasi : Dengan bantuan Collector, frother, Modifier dengan adanya
gelembungudara
batubara dapat dipisahkan dari pengotornya. Dapat mengurangi
jumlahpirit dan
batubara halus dapat juga terambil.Dalm pencucian Batubara
ukuran memegang
peranan penting, adaketerkaitan antara ukuran dan metode pencucian.
Apabila ukuran
tidak sesuai makaproses pencucian tidak akan optimal
Sebelum batubara dicuci lebih dulu dilakukan Studi ketercucian batubara
( washibility test ).
Tes ini dilakukan pada saat eksplorasi batubara sehingga diketahuiapakah
batubara yang akan
ditambang perlu dilakukan studi ketercucian atau tidak.Tujuan dilakukan
Studi Ketercucian
Batubara adalah :
Mendapatkan gambaran mengenai kelakuan berbagi fraksi batubara
apabiladilakukan
pencucian dengan memakai medium yang beda beda.
Mengetahui perolehan batubara untuk fraksi tertentu.
Mendapatkan Berat Jenis media yang paling baik, sehingga
didapatkanmedium yang
paling baik untuk media pencucian dalam menapai persyaratantertentu.
Meramalkan kesulitan yang mungkin dialami pada proses pencucian,
denganmemakai
media tertentu dan untuk mengetahui Bj pencucian yang
palingbaik.Langkah
langkah yang dilakukan dalam studi ketercucian batubara adalah sbb :
Mengambil contoh yang representative

Mengayak conto untuk mendapatkan fraksi fraksi tertentu,


fraksi
fraksitersebut adalah ;
Egg coal Ukuran butir -2 inch +1 inch
Nut Coal -1 inch +0,5 inch
Pea Coal -0,5inch +0,25 inch
Slag danFine ukurannya -0,25 inch
Melakukan uji endap apung ( Sink & Float ) masing masing fraksi.
Menentukan kadar abu dan belerang pada masing masing fraksi dan Bj.
Mengolah data dengan tabulasi terhadap data yang didapat.
Membuat kurva ketercucian
Menginterpretasikan data dan kurva.
Cairan berat yag dipakai pada studi ketercucian saat uji endap apung
antaralain Bromoform,
Carbon Tetra Clorida, Calcium Tetra Clorida.Test Sink & Float, alatnya beker
gelas 1 2
liter prosesnya :- Siapkan batubara dengan ukuran dan cairan berat dengan
SG tertentu
(bedaSG 0,1 )
Bila digunakan media mulai dari kecil besar, maka pada saat
batubaradimasukkan kedalam
bekergelas dengan cairan berSG 1,3 terdapat batubarayang mengendap dan
mengapung.
- Batubara yang mengendap dan mengapung dihitung.
- Batubara dengan SG > 1,3 kemudian dimasukkan kedalam media dengan
SG1,35 hasilnya
terlihat batubara yang mengendap dan mengapung.
- Bagian yang mengendap dimasukkan kedalam media dengan SG
1,4,demikian seterusnya.
- Hasil endap apung bagian yang mengendap dan mengapung pada masing
masing sort,

sebelum penimbangan diambil perconto untuk uji sulfur dan abu.


- Didapatkan data dalam bentuk tabel
- Didapatkan kesimpulan bahwa semakin baik batubara SGnya semakin
kecil.Batubara hasil
tambangDiremuk Diayak Peremuk KeduaPengayakanPencucianBatubara
bersih Batubara
kotor
ANALISA BATUBARA
Dalam kaitannya dengan kualitas batubara perlu diketahui bermacam
analisadan pengujian
yang dapat menunjukka parameter kualitas batubara padapemanfaatannya.
1. Analisa Proksimat.
Serangkaian pengujian ini dimaksud untuk menguji property secara fisik
daribatubara dan
akan memberi gambaran dari kelakuan batubara didalam
tugku.Prosedurnya relative
sederhana dan parameter parameter yang diukur adalahpresentase abu,
kandungan air, zat
terbang, dan karbon tetap.a.
Pengukuran kandungan Air
Kandungan Air mempengaruhi pembakaran dan kapasitas
penangananbatubara. Makin tinggi
kandungan air makin mahal biaya penanganannya.Kandungan air ini
didefinisikan sebagai
Kandungan udara kering dan dapatdijelaskan sebagai kandungan
air yang hilang dari
pengeringan parsial batubarauntuk membawanya mendekati
kesetimbangan dengan
kandungan air diruanglaboratorium. Ringkasannya sbb :
Sample mula mula dibiarkan setimbang dengan suasanalaboratorium.
Berat sample 1 gram denganketelitian 0,1 mg ditempatkandalam
wadah yang telah
dikeringkan dalam suhu 105 - 110 C dan ditiupdengan nitrogen untuk
jangka waktu 1,5 3

jam.
Sampel dipindahkan dari oven dan didinginkan pada suhuruang dan
ditimbang kembali dan
kandungan air dihitung.
b. Zat Terbang (Volatil Matter)
Zat terbang menyatakan kuantitas bahan baker gas yang terdapat
danmengakibatkan
mekanisme pembakaran. Untuk batubara dengan kandungan zatterbang
rendah akan menyala
jelek dan membutuhkan waktu baker yang lebih lama
yang akan mempengaruhi volume tungku, zat terbang ini juga
mempengaruhipengaturan
permukaan pemanas yang dibutuhkan. Zat terbang adalah bagian
daribatubara yang terbang
dalam bentuk gas bilamana batubara ditutup dengan wadahsilica
(crucible) dipanaskan
sampai suhu 900 C selama 7 menit dalam tungku.Crusible yang digunakan
untuk analisa
sebelumnya harus dikeringkan dandibersihkan. Kemudian sample di
pindahkan dari tungku
dan dikeringkan dandidinginkan dalam suatu desikator.
c. Kandungan Abu
Abu adalah bahan yang tidak dapat terbakar bila batubara dibakar
seluruhnya.Abu adalah
bahan tidak murni. Kandungan abu tinggi akan menambah
biayapenanganan serta
mengurangi kapasitas pembakaran batubara dan
menambahperawatan dan pembuangan.
Analisa abu dilakukan dengan menimbang sample 1 gdengan ketelitian
sampai 1 mg dalam
wadah yang telah dikeringkan dan dibersihkan,Kemudian sample
dipanaskan. Prosesnya
sampai selesai 3 jam. Kemudian sampledidinginkan pada suhu ruang pada
desikator dan

ditimbang. % Abu = 100 x massaabu / massa sample.


d. Karbon Tetap
Karbon tetap adalah residu yang dapat dibakar dan tertinggal setelah
zatterbang dihilangkan.
Presentase karbon tetap dihitung dengan mengurangi persenkandungan
air, abu dan zat
terbang dari angka 100.
2. Analisa Ultimate
Pengujian ini akan memberikan komposisi kimia batubara dengan
tepat,parameter yang
diukur adalah :
a. Analisa Karbon, Hidrogen dan Nitrogen
Unsur unsure ini bagian dari analisa ultimate dan dipakai
dalamperhitungan pembakara.
Karbon dan Hidrogen dapat ditetapkan dalam batubaradengan
memanfaatkan metode
pembakaran suhu tinggi. Pada metode ini samplebatubara dioksidasikan
pada suhu 1350C.
Oksida oksida klorida dan sulfur dibersihkan dengan perak. Hasil air
karbondioksida yang
dihasilkan oleh oksidadiserap oleh ascarite dan magnesium perchloride dan
secara gravietris
ditetapkan.
Nitogen dapat ditetapkan dengan metode Kjeldahl.Prosedur ini
melibatkanpercernaan sample
oleh pendidihan dengan menggunakan asam sulfat pekat, denganhadirnya
katalis selenium.
Zat zat organik dihancurkan dan Nitrogen dihancurkanmenjadi ammonium
sulfat. Amoniak
kemudian dilepas oleh penambahan sodiumhidroksida yang berlebihan dan
uap disulingkan
kedalam larutan asam boric, dandititrasi dengan asam sulfat.

b. Kandungan Sulfur
Sulfur dalam batubara ditentukan oleh daerah terbentuknya.
KandunganSulfur yang tinggi
dalam batubara menyebabkan korosi dalam bunker, cerobong.Dapat
menyebabkan oksidasi
dalam penyimpanan, dapat menyebabkan pembakaranspontan.
Dapat menyebabkan
pergerakan (slaging). Dan dapat menyebabkan polusiudara. Metode untuk
menetapkan sulfur
dalam batubara antara lain :Metode Bomb Oksigen Kalorimeter :
1 Gram sample dibakar dalam bomb oksigen, dicuci bersih dengan
aquadest.
Netralisir dengan larutan Na2CO30,0709 N. tambahkan 1 ml
NH4OH pekat,panaskan
sampai mendidih, lalu disaring.
Cuci endapan dengan air panas, tambahkan sampai 250ml. Netralisir
denganHCL pekat.
Saring dan cuci dengan air panas sampai bebas klorida. Panaskan
kertassaring dan endapkan
pada suhu 925C sampai berat konstan.
3. Analisa Lainnya.a. Analisa Nilai Kalor
Membeli batubara sama juga membeli satuan energi kalor. Nilai kalor
adalahpanas yang
dihasilkan oleh pembakaran sample dalam linngkungan yang terkendali.Nilai
kalor dapat
dihitung dengan bomb calorimeter dimana sample ditutup dandiberi
tekanan oksigen antara
20 30 atm.bomb dikelilingi air dan sample dibakar.Suhu diukur
dan kenaikan suhu
sebanding dengan kandungan panas. Data yangdidapat dihitung sebagai
kalor.
b. Suhu Leleh Abu
Suhu leleh abu mempengaruhi jenis dasar tungku yang dibutuhkan
danmenunjukkan tendensi

untuk terjadinya klinker dan pergerakan. Pengujian fusi abudiukur dengan


memanaskan
kerucut dari abu batubara dalam suatu tungku yangsecara umum diatur
dengan suasana
reduksi. Dapat pula diuji dengan memakai AshFusion Determinator.
c. Analisa Kandungan Abu
Abu yang terjadi pada pembakaran batubara akan membentuk oksida
oksida, SiO2, Fe2O3,
TiO2, CaO, MgO. Analisa kandungan abu dilakukan denganmengabukan abu,
kemudian
dilarutkan dalam HCl. Hasil tersebut kemudian dianalisadengan AAS (Atomic
Absorbsion
Spectofotometri). Bisa juga dengan caraGrafimetri.
d. Hardgrove Grindability Index
adalah bilangan yang menyatakan mudah tidaknya batubara
digerus.Denganrumus : HGI =
13,6 + 6,93W, dengan W adalah berat batubara lolos 200 mesh.
Carapengujiannya adalah sbb
:
Keringkan sample lolos 4 mesh pada suhu 35C kurang dari 48 jam
sebanyak 1000 gram.
Ambil sample 200 gram.
Masukkan dalam BiiMill diputar sebanyak 60 putaran.
Kemudian diayak dengan lolos 200 mesh timbang yang lolos dan tertahan.
Kadar (Grade) adalah Kuantitas kandungan unsur atau senyawa dalam
dalamsuatu bahan
galian, hasil pengolahan atau pemurnian