You are on page 1of 4

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN


3.1 Kerangka Konseptual Penelitian
Kemampuan sosialisasi dan kemandirian merupakan
suatu manifestasi dari perilaku yang timbul sebagai respon
terhadap adanya stimulus-stimulus baik dari luar maupun
dari

dalam

kemandirian

diri
dan

anak

(Notoatmodjo,

sosialisasi

pada

2007).
anak

Perilaku

prasekolah

merupakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya


sendiri dan berinteraksi dengan lingkungan (Soetjiningsih,
2007). Faktor yang mempengaruhi kemampuan sosialisasi
dan kemandirian pada anak itu sendiri meliputi; Stimulasi,
lingkungan, karakteristik sosial, cinta dan kasih sayang,
kualitas interaksi anak dan orang tua, pendidikan orang tua,
kecerdasan anak dan kesehatan anak.
Stimulasi

merupakan

salah

satu

faktor

yang

mempengaruhi perilaku, yang akan terjadi apabila diberikan


suatu reaksi atau perilaku, sehingga stimulasi tersebut akan
menghasilkan suatu perilaku yang diharapkan (Notoatmodjo,
2007). Stimulasi orang tua dalam penelitian ini dilakukan
pada anak usia 5-6 tahun yaitu meliputi; berkomunikasi
dengan anak, mengarahkan anak berteman dan bergaul,
mematuhi peraturan keluarga dan stimulasi yang perlu
dilanjutkan meliputi; mendorong anak agar berpakaian
sendiri, menyimpan mainannya sendiri serta membantu
33

34

kegiatan dirumah, mengaajak anak berbicara tentang apa


yang dirasakannya, merencanakan kegiatan keluar seringsering serta memberi kesempatan anak untuk mengunjungi
tetangga,

teman

kesempatan

atau

anak

saudara

untuk

sendiri

memilih

dan

acara

memberi

tv

sendiri,

mendampingi saat anak menonton tv serta membatasi anak


saat menonton tv (DEPKES RI, 2010).
Stimulus diatas diberikan atau mempengaruhi anak
prasekolah usia 5-6 tahun dengan beberapa kriteria stimulus
yang

diberikan

seperti

diatas,

yang

diharapkan

anak

memiliki kemampuan sosialisasi dan kemandirian. Anak


prasekolah

adalah

anak

usia

3-6

tahun

yang

belum

menempuh sekolah dasar (DEPKES RI, 2007). Hurlock


(2006) menyatakan bahwa kurun usia prasekolah merupakan
masa keemasan pada anak. Pada usia ini anak mengalami
banyak

perubahan

baik

fisik

dan

mental,

dengan berbagai karakteristik. Ciri-ciri anak prasekolah itu


sendiri meliputi; ciri fisik, ciri sosial, ciri emosional, ciri
kognitif dan ciri motorik. Pemberian stimulus orang tua yang
baik diharapkan memiliki hubungan yang signifikan dengan
timbulnya perilaku kemampuan sosialisasi dan kemandirian
secara optimal.. Sebagaimana di rangkum dalam sebuah
Kerangka konsep pada Gambar 3.1

35

Faktor yang
mempengaruhi
perilaku:
1. Eksternal
Sosial
Karakteristik
Stimulus
budaya
Ekonomi
Politik
Stimulus

2. Internal
Perhatian
Motivasi
Persepsi

Stimulasi orang tua:


Berkomunikasi dengan anak
Mengarahkan anak berteman
dan bergaul
Mengajarkan anak mematuhi
peraturan keluarga
Mendorong anak berpakaian
sendiri
Mengajak anak berbicara
tentang perasaannya
Anak prasekolah 5-6
Merencanakan kegiatan
tahun:
diluar rumah dengan anak
Sangat aktif

Faktor-faktor yang
mempengaruhi
kemampuan
sosialisasi dan
kemandirian:
1. Lingkungan
2. Karakteristik
sosial
3. Cinta dan kasih
sayang
4. Kualitas interaksi
anak dan orang

Mudah bersosialisasi
Cenderung

mengekspresikan
emosinya
Terampil berbahasa

Kemampuan
sosialisasi dan
kemandirian

Indikator:
anak mampu mengutarakan
Berkomunikasi
perasaannya
Berteman dan bergaul
Anak bersedia melakukan
Mematuhi peraturan keluarga
kegiatan diluar rumah
Anak mampu berpakaian sendiri
Anak mampu memilih acara
tv sendiri dan

Keterangan:
: diteliti

36

: tidak diteliti
Gambar 3.1. kerangka konsep hubungan antara stimulasi
orang tua dengan tingkat kemandirian personal sosial
anak prasekolah.
3.2 Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian adalah suatu jawaban yang bersifat
sementara

terhadap

permasalahan

penelitian,

sampai

terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2008).


Hipotesis dalam penelitian ini adalah Ada hubungan
stimulasi orang tua dengan kemampuan sosialisasi dan
kemandirian

prasekolah

di

TK

AL

IRSYAD

Kelurahan

Dawuhan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo.