You are on page 1of 12

TUGAS PROMKES 3

1. Apa individu itu?

individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam
kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik
jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek
tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak
aspek lainnya.

2. Apakah individu itu dinamis?

Dinamis adalah pergerakan, yang dapat di artikan dapat mengikuti suatu


perkembangan. Sehingga bila dikatakan invidu itu dinamis, karena selalu
mengupdate sesuatu yang baru di lingkungannya.

3. Sebutkan alasan anda menilai hal tersebut?


Individu (manusia) adalah sosok yang tidak pernah puas dan selalu ingin
menjadi yang terbaik dengan mengikuti perubahan sekecil apapun yang ada
dilingkungannya. Jadi di katakan individu dinamis memang benar, karena
setiap individu berusaha mengupdate dirinya sendiri untuk jadi lebih baik
dengan pergerakan dari lingkungannya.
Contoh : Pada jaman dahulu, HP ukuran sangat lebar dan berat. Seiring
perkembangan zaman HP berubah menjadi ukuran kecil dan ringan dan
sampai sekarang kembali seperti semula. Seiap individu akan mengikuti
pergerakan tersebut dan menyesuaikan dengan pergerakan itu.

4. Sebutkan tahapan perkembangan individu?


Tahap tahap perkembangan manusia dalam buku Life-Span Development oleh John
Santrock:
A. Periode prakelahiran (prenatal period) ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran.
Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga
menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang
dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.
B. Masa bayi (infacy) ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga
18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa.
Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa,
pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.
C. Masa awal anak anak (early chidhood) yaitu periode pekembangan yang merentang
dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan
periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan
menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah
(mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam

untuk bermain dengan teman teman sebaya. Jika telah memasuki kelas satu sekolah
dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.
D. Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood) ialah periode
perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang
kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan
tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca,
menulis, dan berhitung telah dikuasai. Anak secara formal berhubungan dengan dunia
yang lebih luas dan kebudayaan. Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia
anak dan pengendalian diri mulai meningkat.
E. Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak
hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan
berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan
fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk
tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada,
perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini,
pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis,
abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
F. Masa awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada
akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia
tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi,
masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar
hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
G. Masa pertengahan dewasa (middle adulthood) ialah periode perkembangan yang
bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia
enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung
jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang
berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.
H. Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada
usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa
penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali
kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.
5. Apa saja tugas perkembangan individu?
Tugas - Tugas Perkembangan Pada Setiap Fase.
1. Tugas tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak kanak (0
6 tahun)

Belajar berjalan.

Belajar memakan makanan padat.


Belajar berbicara.

Belajar buang air kecil dan buang air besar.

Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.

Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.

Membentuk konsep konsep (pengertian) sederhana kenyataan


sosial dan alam.

Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang orang


disekitarnya.

Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk, yang berarti


mengembangkan kata hati.
Menurut beberapa ahli psikologi lainnya tentang tugas perkembangan
disetiap fase fase perkembangan 0 6 tahun :
1. Charlotte Buhler (1930) dalam bukunya yang berjudul The
first tear of life :
a)
Fase pertama (0 1 tahun)
Belajar menghayati berbagai objek diluar diri sendiri, melatih fungsi
fungsi motorik.
b)
Fase kedua (2 4 tahun)
Belajar mengenal dunia objektif diluar diri sendiri, disertai dengan
penghayatan yang bersifat subjektif. Misalnya anak bercakap cakap
dengan bonekanya atau berbincang bincang dan bergurau dengan
binatang kesayangannya.
c)
Fase ketiga ( > 5 tahun)
Belajar bersosialisasi. Anak mulai memasuki masyarakat luas
(pergaulan dengan teman sepermainan (TK) dan sekolah dasar.
Menurut Soeoed (dalam Ihromi, ed., 1999 : 30) syarat penting untuk
berlangsungnya proses sosialisasi adalah interaksi sosial. A. Gosin
(Soeoed, dalam Ihromi, ed., 1999 : 30) : sosialisasi adalah proses
belajar yang dialami oleh seseorang untuk memperoleh pengetahuan,
keterampilan, nilai nilai dan norma norma agar dia bisa
berpartisipasi sebagai anggota dalam masyarakatnya.
2. Elizabeth B. Hurlock (1978) dalam bukunya Developmental
Psychology :
a. Prenatal, yaitu masa konsepsi anak sampai umur 9 bulan
dikandungan ibu.
b. Masa natal :

Infancy atau neonatus (dari lahir sampi usia 14 hari),


penyesuaian terhadap lingkungan

Masa bayi (2 minggu sampai 2 tahun), bayi tidak berdaya dan


sangat tergantung pada lingkungan dan kemudian (karena
perkembangan) anak mulai berusaha menjadi lebih independen.

Masa anak ( > 2 tahun), Anak belajar menyesuaikan diri dengan


lingkungan, sehingga dia merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari
lingkungan yang ada.
3. Erik Erickson (1963) dalam bukunya Chilhood and Society :


Masa bayi (0 1,5 tahun), anak belajar bahwa dunia merupakan
tempat yang baik baginya, dan ia belajar menjadi optimis mengenai
kemungkinan kemungkinan mencapai kepuasan.

Masa Toddler (1,5 3 tahun)


Anak belajar menggunakan kemampuan bergerak sendiri untuk
melaksanakan dua tugas penting, yakni pemisahan diri dari ibu dan
mulai menguasai diri, lingkungan, dan keterampilan dasar untuk hidup.

Awal masa kanak kanak ( > 4 tahun)


Anak belajar mencontoh orang tuanya, pusat perhatian anak berubah
dari benda ke orang.
2. Tugas tugas perkembangan pada masa sekolah (6 12
tahun)
Menurut Robert J. Havighurst (Monks, et al., 1984, syah, 1995;
Andrissen, 1974; Havighurst, 1976) tugas tugas perkembangan masa
ini adalah :

Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan


permainan : bermain sepak bola, loncat tali, berenang.

Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri


sebagai makhluk biologis.

Belajar bergaul dengan teman teman sebaya.

Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.

Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan


berhitung

Belajar mengembangkan konsep sehari hari.

Mengembangkan kata hati

Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi

Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial dan


lembagalembaga.
Menurut ahli psikologi lain tentang tugas tugas perkembangan fase
anak 6 12 tahun :
1. Charlotte Buhler (1930) dalam bukunya yang berjudul The first tear
of life :

Fase ketiga (6 8 tahun)


Anak belajar bersosialisasi dengan lingkungannya.

Fase keempat (9 12 tahun)


Anak belajar mencoba, bereksperimen,bereksplorasi, yang distimulasi
oleh dorongan dorongan menyelidik dan rasa ingin tahu yang besar
2. Elizabeth B. Hurlock (1978) dalam bukunya Developmental
Psychology :

Masa anak (6 11 tahun).


Anak belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Masa praremaja (11 12 tahun).


Anak belajar memberontak yang ditunjukkan dengan tingkah laku
negatif.
3. Erik Erickson (1963) dalam bukunya Chilhood and Society :


Awal masa kanak kanak (6 7 tahun)
Anak belajar menyesuaikan diri dengan teman sepermainannya, ia
mulai bias melakukan hal hal kecil (berpakaian, makan) secara
mandiri.

Akhir masa kanak kanak (8 11 tahun)


Anak belajar untuk membuat kelompok dan berorganisasi.

Awal masa remaja (12 tahun)


Anak belajar membuang masa kanak kanaknya dan belajar
memusatkan perhatian pada diri sendiri.
3. TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA (adolescence)
Masa ini merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada
perkembangan masa dewasa yang sehat (Konopka, dalam Pikunas,
1976 ; Kaczman & Riva, 1996). Remaja merupakan masa
berkembangnya identity (identitas) (Erik Erickson (Adams & Gullota,
1983 : 36 37; Conger, 1977 : 92 93)). Identity adalah suatu
pengorganisasian dorongan dorongan (drives), kemampuan
kemampuan (abilities), keyakinan keyakinan (beliefs), dan
pengalaman pengalaman individu kedalam citra diri (images of self)
yang konsisten (Anita E. Woolfolk). Lustin Pikunas (1976 : 257 259),
masa remaja akhir ditandai oleh keinginan yang kuat untuk tumbuh dan
berkembang secara matang agar dapat diterima oleh teman sebaya,
orang dewasa, dan budaya.
Menurut beberapa ahli tugas tugas perkembangan pada masa ini
adalah :
1. William Kay

Menerima fisiknya sendiri beriku keragaman kualitasnya.

Mencapai kemandirian emosional dari orangtua atau figur figur


yang menjadi otoritas.

Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan


belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang lain baik secara
individual maupun kelompok.

Menemukan manusia model untuk dijadikan identitasnya.

Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap


kemampuannya sendiri.

Memperkuat kemampuan mengendalikan diri atas dasar prinsip


atau falsafah hidup.

Mampu meninggalkan masa kanak kanaknya.


2. Robert J. Havighurst (1961)

Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman


sebaya.

Mencapai peranan sosial sebagai pria atau wanita.

Menerima keadaan fisiknya dan menggunakannya secara


efektif.

Mencapai kemadirian emosional dari orang tua dan orang


dewasa lainnya.

Mancapai jaminan kemandirian ekonomi.

Memilih dan mempersiapkan karir (pekerjaan).

Belajar merencanakan hidup berkeluarga.


Mengembangkan keterampilan intelektual.

3. Secara Umum Tugas tugas Remaja

Mampu menerima keadaan fisiknya.


Pada periode pra remaja, anak tumbuh demikian cepat mengarahkan
pada bentuk orang dewasa, yang dibarengi oleh perkembangan sikap
dan citra diri. Remaja diharapkan dapat menerima keadaan diri
sebagaimana adanya keadaan diri mereka sendiri, bukan hayalan dan
impian.

Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa.


Dalam masa remaja diharapkan mereka menerima keadaan diri sebagai
pria atau wanita dengan sifat dan tanggung jawab kaumnya masingmasing. Sering kali terjadi ada remaja yang menyesali diri sebagai pria
atau wanita, terutama jika bentuk tubuh mereka tidak memuaskan.

Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang


berlainan jenis.
Akibat adanya kematangan seksuil yang dicapai sejak awal masa
remaja, para remaja mengadakan hubungan sosial yang terutama
ditekankan pada hubungan antara dua jenis kelamin yang merupakan
suatu kewajaran remaja saling mencari pasangan. Sangat penting
dalam hal ini, bahwa seorang remaja haruslah mendapat penerimaan
dari kelompok teman sebaya lawan jenis atau sesama jenis agar
memperoleh rasa dibuthkan dan rasa berharga.

Mencapai kemandirian emosional.


Tugas perkembangan yang dihadapkan bagi remaja adalah bebas dar
ketergantungan emosional seperti dalam masa kanak-kanak mereka.
Pada masa kanak-kanak, anak sangat bergantung emosinya pada orang
tua atau orang dewasa lain. Dalam masa remaja, seseorang dituntut
untuk tidak lagi mengalami perasaan bergantung semacam itu.

mencapai kemandirian ekonomi.


Kesanggupan berdiri sendiri dalam hal yang berhubungan dengan
ekonomi merupakan tugas perkembangan remaja yang penting, karena
mereka akan kelak hidup sebagai orang dewasa.

Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang


sangat diperlakukan untuk melakukan peran sebagai anggota
masyarakat.
Sebagai hasil dari perpaduan unsur-unsur pertumbuhan biologis dan
keragamn pengalaman dengan lingkungan, remaja dapat
mengembangkan kemampuan mentalnya. Remaja sudah memiliki
kemampuan untuk berfikir atau nalar tentang sesuatu yang berada di
luar pengalamannya atau sisitem nilai yang dimilikinya. Dengan kata
lain , remaja sudah dapat memikirkan atau menduga hal-hal apa yang
akan atau mungkin terjadi berdasarkan sesutau yang abstrak dan
memikirkan semua kemungkinan secara sistematis utnuk memecahkan
suatu persoalan atau masalah.

Memahami dan menginternalisasi nilai-nilai orang dewasa dan


orang tua


Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan
untuk memasuki dunia dewasa
Proses pengikatan individu kepada kelompok sosialnya telah
berkembang sejak lahir. Proses ini diperluas selama masa anak dan
remaja. Remaja yang mengikuti kegiatan keagamaan akan dapat
mengembangkan sikap batin atau sikap keterikatan sosialnya terhadap
orang lain. Pada usia remaja akhir, para remaja sudah dapat mencapai
sikap altruistik yang tinggi.

Mempersiakan diri untuk memasuki perkawinan.


Sikap remaja terhadap pernikahan ternyata beragam, sebagian remaja
bersifat antagonistik (menentang dan merasa takut) dan sebagian
lainnya menerimanya dengan sikap positif.

Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab


kehidupan keluarga.
Tugas-tugas fase perkembangan fase remaja ini amat berkaitan dengan
perkembangan kognitifnya, yaitu fase operasional formal. Kematangan
pencapaian fase kognitif akan sangat membantu kemampuan dalam
melaksanakan tugas-tugas perkembangannya itu dengan baik. Agar
dapat memenuhi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan,
diperlukan kemampuan kreatif remaja. Kemampuan kreatif ini banyak
diwarnai oleh perkembangan kognitifnya.
4. TUGAS TUGAS PERKEMBANGAN MASA DEWASA AWAL
Masa dewasa tidak kalah pentingnya dengan masa-masa yang lain
dalam kehidupan. Di masa inilah, segala kematangan dalam kehidupan
diperoleh. Sedangkan tugas-tugas perkembagan masa dewasa awal
adalah sebagai berikut:

Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau calon istri)


Dewasa awal sadar bahwa dirinya ada rasa simpati, rasa tertarik untuk
selalu bersama-sama dengan lawan jenisnya. Tetapi mereka umumnya
masih ada rasa ragu dan malu untuk saling mendekat dan saling
bergaul pada mulanya.

Belajar hidup bersama dengan suami atau istri

Mulai hidup dalam keluarga

Belajar mengasuh anak-anak

Mengelola rumah tangga

Mulai bekerja dalam suatu jabatan

Mulai bertanggung jawab sebagai warganegara secara layak

Memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai-nilai


pahamnya
5.

TUGAS PERKEMBANGAN MASA SETENGAH BAYA

Pada masa setengah baya, tanggung jawab sebagai manusia dewasa


menjadi lebih besar. Tugas-tugas perkembangan pada masa ini, yaitu:


Memperoleh tanggung jawab sebagai orang dewasa yang
berwarga negara dan hidup bermasyarakat.

Menetapkan dan memelihara suatu standart kehidupan ekonomi


bagi kehidupannya.

Membantu anak-anak remajanya untuk menjadi orang dewasa


yang bertanggung jawab dan bahagia.

Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang


yang sesuai dengan orang dewasa.

Menciptakan hubungan diri dengan suami atau istri sebagai


pribadi.

Menerima dan menyesuaikan diri sehubungan dengan adanya


perubahan-perubahan pisiologis dalam masa setengah baya.

Menyesuaikan diri dengan kehidupan orang tua yang sudah lanjut


usia.
6.

TUGAS PERKEMBANGAN MASA TUA

Pada umumnya pada masa ini manusia banyak mengalami degradasi,


terutama pada aspek fisik. Tugas-tugas pada masa ini ialah:

Menyesuaikan diri pada keadaan berkurangnya kekuatan fisik dan


kesehatan.

Menyesuaikan diri dalam masa pensiun dan pendapatan yang


berkurang.

Menyesuaikan diri dalam keadaan meninggalnya suami atau istri.

Menjalin hubungan yang rapat dengan teman-teman seusia.

Memenuhi kewajiban-kewajiban sebagai warga negara dan


kewajiban dalam hidup bermasyarakat.

Menyusun keadaan hidup yang memuaskan dalam hal fisik.

6. Mengapa kita perlu tahu hal tersebut?


Untuk mengontrol apakah setiap fase yang kita lewatti sudah tepat dan
sudah baik dengan tugas-tugas perkembangan yang menjadi tanggung
jawab dan keharusan yang wajib kita jalani. Sehingga apabila ada
keganjalan atau ada yang terlewatkan kita bisa mengevaluasi apa yang
harus kita lakukan kedepannya dan bisa mengintropeksi pribadi.

TUGAS PROMKES 4

1. Apa yang di maksud dengan keluarga?


Pengertian atau definisi keluarga menurut Tor Bett (1977), keluarga adalah keluarga
yang terdiri dari dua orang atau lebih yang ada keterkaitan darah, perkawinan atau
adposi yang tinggal dalam suatu rumah tangga, menciptakan dan memperkenalkan
kebudayaan dan mendapatkan interaksi antara satu dengan yang lain melalui
peranannya masing-masing.
2. Ada berapa tipe keluarga?
TIPE-TIPE KELUARGA
Keluarga yang memerlukan pelayanan kesehatan berasal dari berbagai macam pola
kehidupan. Sesuai dengan perkembangan sosial maka tipe keluarga berkembang
mengikutinya. Agar dapat mengupayakan peran serta keluarga dalam meningkatkan
derajat kesehatan maka perawat perlu mengetahui berbagai tipe keluarga.
Tipe keluarga tradisional
a)

The Nuclear family (Keluarga inti) yaitu keluarga yang terdiri dari suami istri dan

anak (kandung atau angkat).


b) The dyad family , suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak.
c) Keluarga usila, Keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah usia lanjut, sedangkan
anak sudah memisahkan diri.
d) The childless, Keluarga tanpa anak karena telambat menikah, bisa disebabkan karena
mengejar karir atau pendidikan.
e) The Extended family , keluarga yang terdiri dari keluarga inti ditambah keluarga lain,
seperti paman, bibi, kakek, nenek dan lain-lain.
f)

Single parent yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak(kandung

atau angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian).
g) Commuter family, kedua orang tua bekerja diluar kota, dan bisa berkumpul pada hari
minggu atau libur saja.
h) Multigeneration family, Beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama
dalam satu rumah.
i)

Kin-network family, beberapa keluarga yang tinggal bersama atau saling berdekatan

dan menggunakan barang-barang pelayanan seperti dapur, sumur yang sama.


j)

Blended family, keluarga yang dibentuk dari janda atau duda dan membesarkan anak

dari perkawinan sebelumnya.

k)

Single adult living alone yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang

dewasa.
Tipe keluarga non tradisional
a) The unmarried teenage mother, Keluarga yang terdiri dari satu orang dewasa terutama
ibu dengan anak dari hubungan tanpa nikah.
b) The Step parent family, keluarga dengan orang tua tiri.
c) Commune family, yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah yang hidup serumah.
d)

The non marrital heterosexual cohabiting family, keluarga yang hidup bersama,

berganti-ganti pasangan tanpa nikah.


e) Gay and lesbian family, seorang yang mempunyai persamaan sex tinggal dalam satu
rumah sebagaimana pasangan suami istri.
f)

Cohabitating couple, orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan

karena alasan tertentu.


g)

Group marriage family, beberapa orang dewasa yang telah merasa saling menikah,

berbagi sesuatu termasuk sex dan membesarkan anak.


h)

Group network family, beberapa keluarga inti yang dibatasi oleh norma dan aturan,

hidup berdekatan dan saling menggunakan barang yang sama dan bertanggung jawab
membesarkan anak.
i)

Foster family, keluarga yang menerima anak yang tidak ada hubungan saudara untuk

waktu sementara.
j)

Homeless family, keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang permanen karena

keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental.


k)

Gang, Keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari ikatan

emosional, berkembang dalam kekerasan dan kriminal


3. Sebutkan ciri ciri keluarga di Indonesia?
Ciri-ciri keluarga yaitu :

Keluarga meupakan hubungan perkawinan.

Keluarga berbentuk suatu kelembagaa yang berkaitan dengan hubungan perkawinan

yang disengaja dibentuk atau dipelihara.

Keluarga mempunyai system, tata nama (nomenclatur) termasuk perhitungan garis

keturunan.

Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggotanya

berkaitan dengan kemampuan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan anak.

Keluarga merupakan tempat tinggal keluarga, rumah atau rumah tangga.


Ciri-ciri keluarga Indonesia. Diantaranya yaitu :

Mempunyai ikatan yang sangat erat dengan dengan dilandasi semangat gotong royong

Dijiwai oleh nilai kebudayaan ketimuran.

Umumnya dipimpin oleh suami meskipun proses pemutusan dilakukan secara

musyawarah.(Setiadi. 2008
4. Apa yang di haruskan petugas kesehatan apabila berhadapan dengan
masyrakat?
Petugas kesehatan harus bisa mengikuti adat, aturan, pola pikir, kebiasaan dan
keyakainan yang berkembang pada masyarakat tersebut dan tidak hanya dengan
sehomogen tetapi heterogen karena masyrakat pencakupannya luas dan tidak mungkin
dengan satu latar belakang tetapi dengan bermacam macam latar belakang.
Dengan begitu petugas kesehatan lebih bisa masuk ke dalam wilayah tersebut dan
melakukan tuntutan tugas yang menjadi kewajibannya dengan mudah tanpa hamabatan
ataupun kurangnya antusias masyarakat sendiri dengan kedatangan petugas kesehatan.
5. Masyarakat menurut wilayahnya dibedakan atas apa saja?
1.
Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan
berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang
tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda
dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya bebas dari realitas alam.
2.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah
perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab
beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
3.
Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas
perkotaan.
4.
Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan
dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya
berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
5.
Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan
psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat
perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya
heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa,
penduduk di kota lebih heterogen.
6.
Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya
derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.

7. Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk
piramida terbalik yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas
menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.