You are on page 1of 8

ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG

A. Anatomi Kasar
Berikut anatomi jantung (Sloane, 2003).
1. Bentuk dan Ukuran
a. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara
kedua paru-paru di bagian tengah rongga thoraks. Dua pertiga jantung terletak
di sebelah kiri garis midsternal. Jantung dilindungi oleh mediastinum.
b. Besar jantung kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Bentuknya
seperti kerucut tumpul, ujung atas yang lebar yang menjadi dasarnya
mengarah ke bahu kanan, ujung bawah mengerucut atau yang disebut apeks
mengarah ke panggul kiri.
2. Pembungkus
a. Perikardium merupakan kantung pelindung ganda yang dapat membesar dan
mengecil, membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Kantung ini
melekat pada diafragma, sternum, dan pleura yang membungkus paru-paru.
Bagian ini memiliki dua lapisan antara lain sebagai berikut.
1. Lapisan fibrosa luar, dimana lapisan ini tersusun dari serabut kolagen yang
membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung.
2. Lapisan serosa dalam, dimana lapisan ini memiliki dua lapisan antara lain:
a. Membran serosa (Epikardium) yang menutup permukaan jantung.
b. Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa
pericardium.
b. Rongga pericardial adalah ruang potensial antara membrane visceral dan
parietal. Ruang ini mengandung cairan pericardial yang disekresi lapisan
serosauntuk melumasi membrandan mengurangi friksi.
3. Dinding Jantung
Bagian ini tersusun atas tiga lapisan antara lain:
a. Epikardium luar tersusun dari sel-sel mesotelial yang berada di atas jaringan
ikat.
b. Miokardium tengah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk
memompa darah. Ketebalannya bervariasi, dari satu ruang jantung ke ruang
jantung lainnya. Serabut otot yang tersusun dalam berkas-berkas spiral
melapisi ruang jantung.
c. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas
jaringan ikat. Lapisan ini melapisi jantung, katub dan menyambung dengan
lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan
meninggalkan darah.

B. Ruang Jantung
Jantung merupakan alat pompa dengan empat ruang jantung (Gartner & Hiatt, 2007).
1. Terdapat empat ruang jantung, atrium kanan dan kiri atas yang dipisahkan oleh
septum intratrial; ventrikel kanan dan kiri bawah yang dipisahkan oleh septum
interventrikular.
2. Dinding atrium relatif tipis. Atrium menerima darah dari vena yang membawa
darah kembali ke jantung.
a. Atrium kanan terletak dalam bagian superior kanan jantung, menerima darah
dari seluruh jaringan kecuali paru-paru.
1) Vena cava superior dan inferior membawa darah yang tidak mengandung
oksigen dari tubuh kembali ke jantung.
2) Sinus coroner membawa kembali darah dari dinding jantung itu sendiri.
3) Atrium kiri di bagian superior kiri jantung, berkuran leih kecil dari atrium
kanan, tetapi dindingnya lebih tebal. Atrium kiri menampung empat vena
pulmonalis yang mengembalikan darah dari paru-paru yang teroksigenasi.
b. Ventrikel berdinding tebal. Bagian ini mendorong darah keluar jantung menuju
arteri yang membawa darah meninggalkan jantung.
1) Ventrikel kanan terletak di bagian inferior kanan pada apeks jantung.
Darah meninggalkan ventrikel kanan melalui trunkus pulmonary.
2) Ventrikel kiri terletak di bagian inferior kiri pada apeks jantung. Tebal
dindingnya tiga kali tebal dinding ventrikel kanan. Darah meninggalkan
ventrikel kiri melalui aorta dan mengalir ke seluruh bagian tubuh kecuali
paru-paru.
3) Trabeculae carnae adalah bubungan otot bundar atau tidak teratur yang
menonjol dari permukaan bagian dalam kedua ventrikel ke rongga
ventrikular.
a) Otot papilaris adalah penonjolan trabeculae carnae ke tempat
perlekatan korda kolagen katub jantung (chordae tendineae).
b) Pita moderator (trabekula septomarginal) adalah pita lengkung otot
pada ventrikel kanan yang memanjang kea rah transversal dari septum
intraventrikular menuju otot papilaris anterior. Otot ini membantu
penghantaran impuls untuk kontraksi jantung.

C. Katub Jantung
Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke atrium ke
ventrikel ke arteri. Adanya katub jantung satu arah ini memastikan darah mengalir ke
satu arah (Sherwood, 2012). Berikut pembagiannya.
1. Katub tricuspid
Katub ini terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Katub ini memiliki
tiga daun katub (kuspis) jaringan ikat fibrosa irregular yang dilapisi endokardium.
a) Bagian ujung daun katub yang mengerucut melekat pada korda jaringan ikat
fibrosa, chordae tendineae (herat string), yang melekat pada otot papilaris.
Chordae tendineae mencegah pembalikan daun katub ke arah belakang
menuju atrium.
b) Jika tekanan darah atrium kanan lebih besar dari pada tekanan darah di atrium
kiri, daun katub tricuspid terbuka dan darah mengalir dari atrium kanan ke
ventrikel kanan.
c) Jika tekanan darah dalam ventrikel kanan lebih besar ari tekanan darah dalam
atrium kanan, daun katub akan menutup dan mencegah aliran balik ke dalam
atrium kanan.
2. Katub bicuspid (mitral) terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Katub ini
melekat pada chordae tendineae dan otot papilaris dimana fungsinya sama dengan
fungsi katub tricuspid.
3. Katub semilunar aorta dan pulmonal terletak di jalur keluar ventricular jantung
sampai ke aorta dan trunkus pulmonary. Katub semilunar terdiri dari tiga kuspis
berbentuk bulan sabit, yang tepi konveksnya melekat pada bagian dalam
pembuluh darah. Tepi bebasnya memanjang ke dalam lumen pembuluh.

D. Aliran Darah ke Jantung


Bagian jantung sebelah kanan adalah bagian yang akan memompa darah menuju
paru-paru, sedangkan bagian jantung sebelah kiri akan memompa darah ke seluruh
tubuh (Mader, 2000). Berikut pembagian dan penjelasannya.
1. Sirkuit pulmonar.
Sisi kanan jantung menerima darah terdeoksigenasi dari tubuh dan
mengalirkannya ke paru-paru untuk dioksigenasi. Darah yang sudah teroksigenasi
akan kembali ke sisi kiri jantung. Darah yang banyak mengandung CO2 dari
atrium kanan melalui katub tricuspid menuju ventrikel kanan lalu melaui katub
semilunar masuk ke trunkus pulmonar dibawa arteri pulmonar kanan dan kiri
menuju kapiler paru lalu darah yang kaya O2 kembali dibawa vena pulmonar
masuk ke atrium kiri.

2. Sirkuit sistemik
Sisi kiri jantung menerima darah teroksigenasi dari paru-paru dan mengalirkannya
ke seluruh tubuh. Berikut penjelasannya.
Darah yang kaya akan O2 dari atrium kiri melewati katub bicuspid lalu masuk ke
ventrikel kiri dan melalui katub semilunar darah menuju trankus aorta mengalir ke
seluruh tubuh lalu kembali ke jantung.
E. Sirkulasi Koroner
Sirkulasi ini terjadi dalam fungsinya untuk mempperdarahi dinding jantung (Sloane,
2003). Berikut pembagian arteri koroner di jantung.
1. Arteri koroner kanan dan kiri
Merupakan cabang aorta tepat di atas katub semilunar aorta. Arteri ini terletak di
atas sucus koroner.
Cabang utama dari arteri coroner kiri adalah :
a. Arteri intraventrikular anterior (desenden), yang mensuplai darah ke bagian
anterior ventrikel kanan dan kiri serta membentuk satu cabang arteri
marginalis kiri yang mensuplai darah ke ventrikel kiri.
b. Arteri sirkumfleksa mensuplai darah ke atrium kiri dan ventrikel kiri. Di sisi
posterior, arteri sirkumfleksa menyatu dengan arteri coroner kanan.

Cabang utama dari arteri coroner kanan adalah:

a. Arteri interventrikular posterior (desenden), yang mensuplai darah untuk


kedua dinding ventrikel.
b. Arteri marginalis kanan yang mensuplai darah untuk atrium kanan dan
ventrikel kanan.
2. Vena jantung (besar, sedang, dan oblik) mengalirkan darah dari miokardium ke
sinus coroner, yang kemudian bermuara di atrium kanan.

Darah mengalir melalui arteri coroner terutama saat otot-otot jantung berelaksasi
karena arteri coroner juga tertekan pada saat kontraksi berlangsung. Ada beragam
sirkulasi coroner pada manusia. Sebagian besar orang memiliki sirkulasi coroner yang
seimbang, tetapi ada orang tertentu yang memiliki dominan coroner kanan atau
dominan coroner kiri.

F. Aktivitas listrik Jantung


Untuk memastikan rangsangan ritmik dan sinkron, serta kontraksi otot jantung,
terdapat jalur konduksi khusus dalam miokardium. Jaringan konduksi ini memiliki
sifat sebagai berikut (Price, 2002).
Otomatisasi : kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan.
Ritmisasi : pembangkitan impuls yang teratur.
Konduktivitas : kemampuan mengahantarkan impuls.
Daya rangsang : kemampuan berespon terhadap stimulasi.

Berikut akan dijelaskan bagaimana system pangaturan jantung Sloane (2003).

1. Sistem pengaturan jantung


Serabut ini adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar impuls
dengan lima kali lipat kecepatan hantaran serabut otot jantung. Hantaran yang
cepat di sepanjang sistem perkinje memungkinkan atrium berkontraksi bersamaan,
kemudian diikuti dengan kontraksi ventrikular yang serempak, sehingga terbentuk
kerja pemompaan darah yang terkoordinasi.

2. Nodus Sinoatrial (Nodus S-A)


a. Lokasi
Noduss S-A adalah suatu massa jaringan otot jantung khusus yang terletak di
dinding posterioratrium kanan di bawah pembukaan vena kava superior.
b. Nodus S-A melepas impuls sebanyak 72 kali permenit, frekuensi irama yang
lebih cepat dibandingkan dalam atrium (40-60 kali permenit), dan ventrikel
(20 kali permenit). Nodus ini dipengaruhi saraf simpatis dan para simpatis
system saraf otonom, yang akan mempercepat dan memperambat iramanya.
c. Nodus S-A mengatur frekwensi kontraksi irama, sehingga disebut pemacu
jantung.
3. Nodus atrioventrikular (A-V)
a. Lokasi.
Impuls menjalar disepanjang pita serabut purkinje pada atrium, menuju nodus
A-V yang terletak di bawah dinding posterior atrium kanan.
b. Nodus A-V menunda impuls seperatusan detik, sampai ejeksi darah atrium
selesai sebelum terjadi kontraksi ventrikel.
4. Berkas A-V (Berkas His)
a. Lokasi.
Berkas A-V adalah sekelompok besar serabut purkinje yang berasal dari nodus
A-V dan membawa impuls di sepanjang septum intraventrikular menuju
ventrikel. Berkas ini dibagi menjadi percabangan berkas kanan dan kiri.
b. Percabangan berkas kanan memanjang di sisi dalam ventrikel kanan. Serabut
bercabang menjadi serabut-serabut purkinje kecil yang menyatu dalam serabut
otot jantung untuk memperpanjang impuls.
c. Percabangan berkas kiri memanjang di sisi dalam ventrikel kiri dan bercabang
ke dalam serabut otot jantung kiri.
DAFTAR PUSTAKA

Gartner, L., Hiatt, J. (2014). Buku Ajar Histologi. Singapore: Elsevier SAUNDERS.

Mader, S. (2000). Human Biology. USA: MCGraw-Hill Companies.

Price, A.,S. (2005). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta:


EGC.

Sherwood, L. (2012). Human Physiology: From Cell to System, 6 th Ed. Singapore:


CENGAGE Learning.

Sloane, E. (2003). Anatomy and Physiology: An Easy Learner. Jakarta: EGC.

Syaifudin, H. (2009). Anatomi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan.


Jakarta: Salemba Medika.
LAPORAN TUGAS MANDIRI
KEPERAWATAN DEWASA IV

OLEH
MELIUS MAULOKO
NPM: 1506800716
PROGRAM SUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2015