You are on page 1of 1

Anatomi dan Fisiologi Rektum & Anus

Rectum dan anus merupakan susunan saluran pencernaan yang paling akhir.
Rectum terletak di bawah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor
dengan anus, terletak dalam rongga pelvis di depan os sakrum dan os. Koksigis.
Sedangkan anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan
rectum dengan dunia luar (udara luar). Terletak di dasar pelvis, dindingnya
diperkuat oleh 3 sfingter, yaitu:
Sfingter ani internus (sebelah atas), bekerja tidak menurut kehendak.
Sfingter levator ani, bekerja juga tidak menurut kehendak.
Sfingter ani eksternus (sebelah bawah), bekerja menurut kehendak.
(Syaifuddin, 1997)
Defekasi (buang air besar). Bila rectum bagian atas diregangkan oleh isinya,
reseptor tekanan merangsang sensasi defekasi yang mendesak. Aksi defekasi
dimulai secara voluntar: otot longitudinal rectum berkontraksi, kedua otot
sfingter anal bagian dalam dan luar dan otot puborektal relaksasi; rectum
memendek; dan isi tersebut ditekan oleh kontraksi anular dibantu oleh
peningkatan tekanan abdomen.
Frekuensi defekasi sangat bervariasi, dari tiga kali sehari, sampai tiga kali
seminggu, dan tergantung pada bagian terbesar kandungan makanan (serat,
terutama selulosa). Selulosa dimetabolisis oleh bakteri usus menjadi metada dan
gas lainnya yamg menimbulkan flatus menyertai, misalnya kacang-kacangan.
Diare (> 200 gr feses / hari), bila bila berlebihan dapat , dan gangguan asam
basa.mengakibatkan bahaya kehilangan air dan K
(Silbernagl, 2000)

Rectum dan anus merupakan lokasi dari penyakit-penyakit yang sering


ditemukan pada manusia. Penyebab umum konstipasi adalah kegagalan
pengosongan rectum saat terjadi peristaltic massa. Bila defekasi tidak sempurna,
rectum relaksasi dan hasrat untuk defekasi hilang. Air tetap harus diabsorpsi dari
massa feses, menyebabkan feses menjadi keras, sehingga defekasi selanjutnya
menjadi lebih sukar. Akibat tekanan feses berlebihan menyebabkan kongesti
vena hemoroidalis interna dan eksterna yang merupakan salah satu penyebab
vena varikosa rectum. Inkontinensia feses dapat diakibatkan oleh kerusakan otot
sfingter ani atau kerusakan medulla spinalis. Daerah anorektal sering merupakan
tempat abses dan fistula. Kanker kolon dan rectum merupakan kanker saluran
cerna yang sering terjadi. Malformasi anorektal adalah kondisi dimana tidak
terdapat anus atau anus abnormal.
(Price, 1995)