You are on page 1of 3

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXV HFI Jateng & DIY 111

Pengujiaan dan Pengembangan Akuisisi Data Extensometer Untuk


Monitoring Kondisi Lereng
Andi Setiono, Prabowo Puranto dan Bambang Widiyatmoko
Group THz-Photonics, Puat Penelitian Fisika LIPI
Komplek PUSPIPTEK, Setu Tangerang Selatan
Email: andisetiono@gmail.com

Abstrak Bencana tanah longsor merupakan bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia dimana yang tidak jarang
memakan korban baik jiwa maupun harta dalam jumlah yang tidak sedikit. Tanah longsor adalah peristiwa gerakan tanah
atau batuan dalam jumlah massa tertentu dengan berbagai tipe dan jenis seperti longsoran translasi, longsoran rotasi, dan
rayapan tanah. Tanah longsor dapat terjadi jika gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya
pendorong diakibatkan oleh besarnya sudut kemiringan lereng, kandungan air, beban serta berat jenis tanah batuan,
sedangkan penyebab gaya penahan adalah kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Melihat kondisi yang demikian maka
sangat dibutuhkan alat deteksi longsor guna meminimalisir korban yang diakibatkan oleh bencana tanah longsor. Telah
dibuat dan diujicoba sistem exstensometer yaitu perangkat elektronik yang berfungsi sebagai sensor untuk mendeteksi
pergeseran tanah dalam orde milimeter beserta sistem akusisi data. Karakterisasi sensor dilakukan dengan mengukur
perubahan tegangan luaran terhadap pergeseran yang diberikan. Dari hasil pengukuran diperoleh sensitivitas ekstensometer
rata-rata sebesar 105,24 mV. Sistem ini telah diujicoba di Karangsambung, Kebumen dengan memasang titik reference dan
titik bergerak yang berjarak 30 m. Data yang terekam selama 5 hari yaitu tanggal pada 20 s/d 24 November 2010
menunjukkan bahwa tidak terjadi pergeseran tanah dalam daerah yang diujicobakan. Sistem akuisisi data dikembangkan
dengan memberikan sistem transmisi data melalui jaringan GSM dalam bentuk SMS.

Kata kunci : ekstensometer, akuisisi data, tanah longsor.

I. PENDAHULUAN tanah. Penelitian ini fokus pada parameter pergeseran tanah


Indonesia merupakan Negara yang dijuluki zamrud yang dihasilkan dari ekstensometer elektronik.
khatulistiwa hanya memiliki 2 musim dalam satu tahun Ekstensometer elektronik adalah perangkat elektronika
yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Bentuk yang berfungsi untuk menghasilkan parameter pergeseran
geografis yang berupa pegunungan dan perbukitan tanah. Ekstensometer ini menggunakan potensiometer
menimbulkan ancaman bencana tanah longsor, selain multitone sebagai komponen utama, disertai rangkaian
bencana-bencana lain yang tidak jarang terjadi seperti penguat dan pengkondisian sinyal. Dengan mekanik roda
banjir, gunung meletus, gempa bumi sampai dengan dan pegas pembalik, gerakan radial potensiometer
ancaman Tsunami. Bencana tanah longsor merupakan dikonversi menjadi gerakan translasi oleh seutas tali
bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia, pancing. Tali ini kemudian diikatkan pada tiang pancang
khususnya pada musim penghujan dimana bencana ini tidak diatas lereng yang akan dimonitor/dipantau pergerakan
jarang memakan korban baik jiwa maupun harta dalam tanahnya. Foto ekstensometer elektronik ditunjukkan pada
jumlah yang tidak sedikit. Minimalisasi korban dapat Gambar 1.
dilakukan bila perubahan alam tersebut dapat diprediksi
secara akurat dengan sistem monitoring yang berkelanjutan.
Sistem monitoring membutuhkan sistem akuisisi data yang
memuat data-data mengenai faktor penyebab bencana.
Namun demikian beberapa permasalahan diantaranya
adalah masih mahalnya peralatan untuk mengukur dan
menganalisa serta memantau kejadian tersebut dan belum
ada yang dapat dibuat sendiri sehingga tidak banyak
dipasang di Indonesia, khususnya daerah-daerah yang
sebetulnya sangat memerlukan peralatan tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Group Terahertz
Gambar 1. Foto ekstensometer elektronik.
Photonics Pusat Penelitian Fisika LIPI merancang sistem
data akuisisi yang dimaksudkan untuk keperluan monitoring Selain beberapa sensor yang telah disebutkan diatas,
kondisi lereng di Indonesia. Group Terahertz Photonics Group Terahertz Photonic juga telah merancang sistem
telah mengembangkan sensor strain tanah berbasis fiber akuisisi data berupa data logger berbasis mikrokontroler
bragg grating [1]. Beberapa sensor pergeseran diantaranya Atmega32 (ditunjukkan pada Gambar 2). Parameter
adalah ekstensometer berbasis elektronik dan optik, serta pergeseran tanah diakuisisi oleh data logger dengan cara
inklinometer yang berfungsi untuk mendeteksi kemiringan menyimpannya di dalam memory card.

ISSN 0853-0823
112 Prosiding Pertemuan Ilmiah XXV HFI Jateng & DIY

DATA MODEM
EKSTENSOMETER LOGGER GSM HANDPHONE

Gambar 4. Blok diagram sistem monitoring data.

Sistem telemetri adalah sebuah teknologi yang


Gambar 2. Foto data logger sebagai sistem akuisisi data. memungkinkan untuk melakukan pengukuran jarak jauh
dan mengumpulkan informasi tertentu [2], dalam hal ini data
pergeseran tanah. Mikrokontroler Atmega32 yang menjadi
Data logger ini dapat dikembangkan dengan roh data logger mengirimkan data ke modem GSM
menambahkan sistem transmisi GSM dimana data-data melalui komunikasi RS232. IC MAX232 merupakan chip
mengenai pergeseran tanah dapat dikirim melalui jaringan yang sangat popular sebagai solusi interface RS-232 [3].
GSM dalam bentuk SMS. SMS yang dikirim oleh data Secara teknis, data yang diberikan berupa AT Command
logger diterima oleh handphone. yang diikuti nomor tujuan dan isi pesan yang dikirimkan.

II. METODOLOGI III. HASIL DAN PEMBAHASAN


Penelitian ini menggunakan sistem akuisisi berupa data Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa prinsip kerja
logger yang bekerja dengan cara mendeteksi perubahan data logger ini mendeteksi perubahan tegangan keluaran
tegangan sensor. Dalam hal ini sensor yang digunakan sensor. Prinsip ini sama dengan prinsip kerja dalam
adalah ekstensometer elektronik. Di dalam laboratorium, voltmeter. Kenaikan tegangan keluaran sensor diatur oleh
ekstensometer dihubungkan titik acuan yang dapat digeser mikrometer dengan range pergeseran tiap 1 mm. Hasil
menggunakan mikrometer. Dengan menggunakan perbandingan pembacaan tegangan keluaran sensor
mikrometer maka pergeseran tali pada ekstensometer dapat ekstensometer oleh data logger dan multimeter ditunjukkan
diatur secara presisi. Pengujian sistem akuisisi data oleh grafik pada Gambar 5. Melihat kedua gambar grafik
dilakukan dengan cara membandingkan hasil pembacaan tersebut, terlihat bahwa kedua persamaan memiliki gradient
data logger dengan hasil pembacaan multimeter karena pada kemiringan yang hampir sama, yaitu 0,098 dan 0,097. Hal
prinsipnya cara kerja data logger sama dengan voltmeter. ini mengindikasikan bahwa sistem akuisisi ini memiliki
Multimeter yang digunakan tentunya yang sudah kemampuan pembacaan yang cukup baik.
terkalibrasi. Skema pengujian ini ditunjukkan seperti
Gambar 3.

DATA LOGGER

MIKROMETER EKSTENSOMETER

MULTIMETER

Gambar 3. Skema pengujian sistem akuisisi data.

Implementasi dari sistem data akuisisi ini adalah


pemantauan kondisi lereng. Konsekuensinya adalah akses
mendapatkan data rekaman data menjadi sulit walaupun
masih bisa dijangkau. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa
data yang diakusisi disimpan dalam memory card yang
tertanam dalam data logger. Oleh karena itu pengembangan Gambar 5. Gambar grafik perbandingan pembacaan ekstensometer
selanjutnya adalah pengiriman data jarak jauh (telemetri). oleh data logger dan multimeter.
Group Terahertz Photonics merancang pengiriman data
jarak jauh melalui jaringan GSM. Prinsip kerjanya, data Sistem telemetri memudahkan pengguna untuk
dikirim dalam bentuk SMS ke handphone selain disimpan mendapatkan data. Dengan demikian monitoring pergeseran
dalam memory card. Blok diagram sistem monitoring data tanah dapat dilakukan melalui jarak jauh. Analisis data perlu
ditunjukkan pada Gambar 4. dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya potensi bencana

ISSN 0853-0823
Prosiding Pertemuan Ilmiah XXV HFI Jateng & DIY 113

tanah longsor. Foto bentuk SMS yang diterima melalui terlaksananya penelitian ini. Penelitian ini didanai oleh
handphone ditunjukkan pada Gambar 5. DIPA Pusat Penelitian Fisika LIPI dan Kompetitif LIPI.
PUSTAKA
[1] Widiyatmoko, Bambang; Tresna, Wildan P; Hanto, Dwi; Puranto,
Prabowo. Pengembangan Sensor Strain Tanah Berbasis Fiber Bragg
Grating untuk Deteksi Longsor. Prosiding Seminar Nasional
Astechnova Vol 1 pp III41-48. 2009.
[2] Barculo, Diana.. Telemetry: Research, Technology and Applications.
Nova Science Publishers, 2009.
[3] J. Axelson. The Microcontroller Idea Book : Circuits, Programs, &
Applications featuring the 8052 BASIC Microcontroller. Lakeview
Research. Madison, 1997.

TANYA JAWAB

M. Sudibyo
? Bagaimana perbandingan kinerja ekstensometer ini dengan
pengukur gerakan lereng lainnya seperti total station?

Gambar 5. Foto bentuk SMS yang diterima. B. Widyatmoko


@ Pemasangan alat di lapangan (Karangsambung) memang
Sistem akusisi data ini telah diuji coba di daerah untuk membandingkan kinerja alat dengan alat yang telah
Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. dipasang. Jadi sudah di perbandingkan.
Gambar grafik yang didapatkan dari kondisi lapangan
ditunjukkan pada gambar 6. Berdasarkan grafik tersebut, Kartika Sari (UNSOED)
data yang terekam selama 5 hari yaitu tanggal pada 20 s/d ? Posisi alat yang permanen atau bisa dipindah-pindah?
24 November 2010 menunjukkan bahwa tidak terjadi ? Letaknya di permukaan atau di dalam tanah?
pergeseran tanah dalam daerah yang diujicobakan.
B. Widyatmoko
@ Alat dipasang permanen, tapi bila pengamatan telah
selesai bisa dipindahkan.
@ Untuk ekstensometer diletakkan di permukaan dengan
perlindungan, sedang sensor inklinometer dan strain
dipasang dalam tanah (dengan pengeboran).

Udi Harmoko (UNDIP)


? Bagaimana membedakan sumber usikan longsoran dengan
aktivitas lingkungan?
? Alasan memilih Karangsambung?
? Bagaimana pola pergeseran yang mengindikasikan akan
Gambar 6. Bentuk grafik data lapangan di Karangsambung. terjadi tanah longsor?
IV. KESIMPULAN DAN SARAN B. Widiyatmoko
Pada penelitian ini telah diujicoba sistem akuisisi data @ Dalam alat ini ada kompensasinya sehingga dapat meng-
untuk monitoring kondisi lereng. Sistem ini mampu cancel perubahan di luar yang bukan deteksi utamanya.
membaca pergeseran tanah dari ekstensometer elektronik @ Karangsambung mempunyai struktur tanah bergerak dan
dalam orde milimeter. Berdasarkan pengujian lapangan di telah di pasang alat lain sebagai referensi.
daerah karangsambung selama 5 hari yaitu tanggal pada 20 @ Perubahan signifikan yang didapat dari simulasi adalah
s/d 24 November 2010 menunjukkan bahwa tidak terjadi bahwa tanah akan longsor bila ada perubahan mendadak
pergeseran tanah. yang ditandai dengan perubahan slope.
Penelitian perlu dikembangkan lagi terutama pada sistem
telemetri. Solusi SMS gateway akan mejadi fitur yang Slamet S (LAPAN)
memudahkan untuk melihat kondisi lereng melalui sistem ? Bagaimana cara menentukan lokasi pemasangan alat?
online. Apakah lokasi tersebut memang rawan longsor atau tidak?
UCAPAN TERIMA KASIH B. Widiyatmoko
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Group @ Alat dipasang berdasarkan survei geologi sehingga dapat
Terahertz Photonic yang telah banyak membantu diprediksi pergerakan tanahnya.

ISSN 0853-0823