You are on page 1of 2

Rheza Arista Pratama

P3.73.26.1.13.036

ABSTRAK
Nyeri punggung bawah miogenik merupakan nyeri di sekitar punggung bawah
yang disebabkan karena gangguan atau kelainan pada unsur otot dan tendon
tanpa disertai gangguan neurologis. NPB miogenik dapat mengakibatkan nyeri,
spasme otot dan imbalance muscle, sehingga stabilitas otot perut dan punggung
bawah mengalami penurunan, mobilitas lumbal terbatas, mengakibatkan
penurunan aktivitas fungsional. Latihan yang biasa diberikan di rumah sakit
berupa SWD dikombinasi dengan williams flexion exercise (WFE). Adanya
metode baru core stability exercise (CSE) sangat penting bagi pasien NPB
miogenik. CSE berfungsi mengaktivasi gerakan yang harmonis antara keempat
group otot inti. Aktivasi keempat otot inti ini akan memberikan satabilitas pada
punggung bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui core stability exercise
lebih baik meningkatkan aktivitas fungsional dari pada williams flexion exercise
pada pasien nyeri punggung bawah miogenik. Penelitian ini mengunakan
rancangan quasi eksperimental dengan pre-test and post-test control group
design. Penelitian dilaksanakan di klinik di daerah Denpasar. Subjek sebanyak 28
pasien yang memenuhi kriteria yang ditetapkan peneliti. Peningkatan aktivitas
fungsional diukur dengan oswestry disability index (ODI) sebelum dan sesudah
pelatihan. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan
diberikan SWD dan CSE tiga kali seminggu dan kelompok kontrol diberikan SWD
dan WFE tiga kali semingu. Hasil uji statistik didapatkan, terjadi penurunan skor
ODI pada kelompok
I dengan nilai p=0,001 dan pada kelompok II dengan nilai p=0,001. Ini berarti
kelompok I dan kelompok II sama-sama dapat meningkatkan aktivitas fungsional
secara bermakna. Dari uji komparasi data dengan t-test menggunakan data
selisih pada kedua kelompok didapatkan nilai p=0,001, yang berarti secara
bermakna. Nilai selisih rerata ODI pada kelompok I sebesar 28,86% sedangkan
selisih rerata ODI pada kelompok II sebesar 15,14%. Dari hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa core stability exercise lebih meningkatkan aktivitas
fungsional dari pada williams flexion exercise pada pasien nyeri punggung
bawah miogenik. Penelitian diharapkan bermanfaat pada pasien nyeri punggung
bawah miogenik dalam meningkatkan aktivitas fungsional.
Rheza Arista Pratama
P3.73.26.1.13.036

Review
Nyeri punggung bawah (NPB) miogenik adalah nyeri di area punggung bagian
bawah yang disebabkan oleh gangguan pada otot atau tendon otot pada trunk
dan tidak menyebabkan gangguan pada sistem saraf. NPB miogenik
menyebabkan nyeri dan spasme sehingga dapat terjadinya muscle imbalance
dan gangguan stabilitas antara otot fleksor dan ekstensor trunk. Gangguan
tersebut mengakibatkan penurunan kualitas gerak pasien penderita NPB. Latihan
yang biasa digunakan di lapangan adalah william flexion exercise (WFE) dengan
penambahan SWD. Adapun metode baru yang dapat digunakan dalam penganan
pasien NPB yaitu metode latihan core sstability exercise (CSE). CSE dapat
menangani NPB dengan caa mengaktivasi otot-otot core untuk menciptakan
gerakan yang baik dan fungsional. Tujuan dari penelitian ini untuk
membandingkan efektivitas dari penggunaan latihan CSE dan WFE dalam
menangani pasien NPB miogenik. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan
rancangan quasi experimental. Penelitian ini dilaksanakan di klinik daerah
Denpasar. Sampel pada penilitan ini sebanyak 28 orang yang sesai dengan
inklusi yang akan diteliti. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan oswestry
disability index (ODI), pengukuran dilakukan sebeum dan sesudah dilakukannya
latihan. Subjek dijadikan dua kelompok yaitu kelompok perlakuan diberikan CSE
dan SWD sementara kelompok kontrol diberikan WFE dan SWD sebanyak tiga
kali seminggu. Setelah diuji statistik maka didapatkan penurunan skor ODI pada
kedua kelompok. Nilai selisih dari skor ODI kelompok perlakuan sebesar 28,86%
dan pada kelompok kontrol sebesar 15,14%. Dari hasil penelitian ini terbukti
bahwa pemberian CSE dan SWD lebih baik dalam meningkatkan kualitas gerak
dungsional dibandingkan dengan pemberian WFE dan SWD pada pasien NPB
miogenik.