You are on page 1of 6

1.

1 Anatomi Fisiologis Tulang Belakang


Tulang belakang adalah pilar yang kuat melengkung dan dapat bergerak yang
menopang tengkorak, dinding dada, ekstremitas atas, menyalurkan berat badan ke
ekstremitas bawah, dan melindungi medulla spinalis. Tulang belakang terdiri dari
sejumlah vertebra, yang dihubungkan oleh discus invertebralis dan beberapa
ligamentum. Setiap vertebra terdiri dari tulang spongiosa yang terisi dengan sumsum
tulang merah dan dilapisi oleh selapis tipis tulang padat (Gibson, 2002).

Gambar 1. Tulang
Columna Vertebralis

(Gibson, 2002).
Gambar 2. Tulang Belakang (Anonim, 2010).
1.1.1 Servikal
Vertebra servikalis adalah bagian bawah kepala dengan ruas-ruas
tulang leher yang berjumlah 7 buah (CV I CV VII). Vertebra servikalis
merupakan bagian terkecil di tulang belakang. Secara anatomi vertebra
servikalis dibagi menjadi dua daerah yaitu daerah servikal atas (CV1 dan
CV2) dan daerah servikal bawah (CV3 sampai CV7). Diantara ruas-ruas
tersebut, ada tiga ruas servikal yang memiliki struktur anatomi yang unik.
Ketiga ruas telah diberi nama khusus, antara lain CV1 disebut atlas, CV2
disebut axis, dan CV7 disebut prominens vertebra (Sitepu, 2008).
1. Atlas (Vertebra Cervicalis Pertama)
CV1 dianggap berbeda karena tidak mempunyai corpus, hanya
sebuah arcus transversus tulang di bagian depan. Selain itu, facies
articularis pada bagian dalam arcus transversus ini untuk processus
odontoid pada axis dan facies articularis di bagian atas untuk artikulasi
dengan permukaan inferior os occipital (Gibson, 2002).

Gambar 3. Vertebra
Cervicalis Pertama Tampak Atas
(Gibson, 2002).
2. Axis
Vertebra servikal II juga disebut aksis, berbeda dengan vertebra
servikal ke-3 sampai ke-6 karena adanya dens atau processus odontoid.
Pada permukaan cranial corpus aksis memiliki tonjolan seperti gigi, dens
yang ujungnya bulat, aspek dentis (Syaiffudin, 2006). Processus
odontoid ini dalam perkembangannya merupakan corpus atlas yang telah
dialihkan pada axis. Processus ini difiksasi oleh ligamentum-ligamentum
pedek yang menghubungkannya dengan atlas dan pada sisi foramen
magnum os occipital (Gibson, 2002).

Gambar 4. Axis dilihat dari depan, atlas dan axis (bawah) dilihat dari

belakang (Gibson, 2002).


3. Vertebra servikal III-V processus spinosus bercabang dua. Foramen
transversarium membagi processus transversus menjadi tuberculum
anterior dan posterior. Lateral foramen transversarium terdapat sulcus
nervi spinalis, didahului oleh nervi spinalis (Syaifuddin, 2006).

Gambar 5. C1-C4 Postsuperior View (Anonim, 2010).


4. Vertebra servikal VI perbedaan dengan vertebra servikal I sampai
dengan servikal V adalah tuberculum caroticum, karena dekat dengan
arteri carotico (Syaiffudin, 2006).
5. Vertebra servikal VII adalah ruas yang pertama yang mempunyai
prosesus spinosus tidak terbelah. Prosesus ini mempunyai turbekel
(benkolan) pada ujungnya. Membentuk gambaran yang jelas di tengkuk
dan tampak pada bagian bawah tengkuk. Karena ciri khususnya ini maka
tulang ini disebut vertebra prominens (Evelyn, 2008).
Gambar 6. C4 dan C7 Superior View (Anonim, 2010).
1.1.2 Torakal
Vertebra thorakalis atau ruas tulang punggung lebih besar daripada yang
servikal dan sebelah bawah lebih besar. Ciri khas vertebra thorakalis adalah
sebagai berikut (Evelyn, 2008).
a. Badannya berbentuk lebar lonjong (bentuk jantung) dengan faset atau
lekukan kecil di setiap sisi untuk menyambung iga, lengkungnya agak
kecil, prosessus spinosus panjang dan mengarah ke bawah.
b. Sedangkan prosessus tranversus, yang membantu mendukung iga adalah
tebal dan kuat serta memuat faset persendian untuk iga
Gambar 7. Vertebra torakalis dari atas (Evelyn, 2008).

Gambar 8. Vertebra torakalis dari samping (Evelyn, 2008).


1.1.3 Lumbal
Vertebra lumbalis atau ruas tulang pinggang adalah yang terbesar.
Badannya sangat besar dibandingkan dengan badan vertebra lainnya dan
berbentuk seperti ginjal. Prosessus spinosusnya lebar dan berbentuk kapak
kecil. Prosesus transversusnya panjang dan langsing. Ruas kelima
membentuk sendi dengan sacrum pada sendi lumbo sacral (Evelyn, 2008).
Vertebra lumbalis terdiri atas 5 tulang yang merupakan bagian paling
tegap konstruksinya dan menanggung beban terberat dari tulang yang
lainnya. Bagian ini memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi tubuh dan
beberapa gerakan rotasi dengan derajat yang kecil.

Gambar 9. Lumbar Vertebrae (L1-L5) Left Lateral View (Anonym, 2010).


1.1.4 Sakrum
Sacrum dibentuk oleh lima vertebra yang berfungsi menjadi satu.
Tulang ini berbentuk baji yang melengkung, dengan ciri (Gibson, 2002):
1. Permukaan konkaf yang licin di bagian anterior, yang membentuk
bagian belakang rongga panggul
2. Permukaan konveks yang kasar di bagian posterior yang merupakan
tempat pelekatan ligamentum dan sebagian musculus erector spinae
dan musculus gluteus maximus
3. Facies articularis pada tiap sisi untuk artikulasi dengan os ilium
4. Facies artikularis kecil di bagian bawah untuk artikulasi dengan os
coccygeus
5. Empat foramen sacralis anterior dan empat posterior yang dilalui oleh
cabang anterior dan posterior nervus sacralis.
Gambar 10. Os Sacrum dilihat dari depan dan samping (Gibson, 2002).

1.1.5 Coccygeal
Os coccygeus adalah tulang kecil berbentuk segitiga, dibentuk dari
empat os coccygeus yang bergabung menjadi satu. Tulang ini berartikulasi
dengan sacrum dan membentuk sebagian dinding posterior pelvis (Gibson,
2002).

Sumber:

Evelyn C.Pearce. 2008. Anatomi dan fisiologi untuk para medis. Jakarta: PT Gramedia.

Sitepu S. 2008. Anatomi kepala leher, thorax, abdomen, pelvis. Medan: Diktat Kuliah FK
USU.

Syaifuddin, H., 2006. Anatomi dan Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Edisi 3.
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Gibson, John. 2002. Fisiologi dan Anatomi Modern Untuk Perawat. Jakarta: EGC.

Wahjoepramono EJ. 2007. Medula spinalis dan tulang belakang. Jakarta: Suburmitra Grafi
stama.

Anonim. 2010. Osteologi, thorax, Truncus dan Pelvis. Departemen Anatomi FK USU