You are on page 1of 2

Agonis beta-2 kerja lama

Termasuk di dalam agonis beta-2 kerja lama inhalasi adalah salmeterol dan formoterol
yang mempunyai waktu kerja lama (> 12 jam). Seperti lazimnya agonis beta-2 mempunyai efek
relaksasi otot polos, meningkatkan pembersihan mukosilier, menurunkan permeabiliti pembuluh
darah dan memodulasi penglepasan mediator dari sel mast dan basofil. Kenyataannya pada
pemberian jangka lama, mempunyai efek antiinflamasi walau kecil. Inhalasi agonis beta-2 kerja
lama yang diberikan jangka lama mempunyai efek protektif terhadap rangsang
bronkokonstriktor. Pemberian inhalasi agonis beta-2 kerja lama, menghasilkan efek
bronkodilatasi lebih baik dibandingkan preparat oral.

Perannya dalam terapi sebagai pengontrol bersama dengan glukokortikosteroid inhalasi


dibuktikan oleh berbagai penelitian, inhalasi agonis beta-2 kerja lama sebaiknya diberikan ketika
dosis standar glukokortikosteroid inhalasi gagal mengontrol dan, sebelum meningkatkan dosis
glukokortikosteroid inhalasi tersebut (bukti A). Karena pengobatan jangka lama dengan agonis
beta-2 kerja lama tidak mengubah inflamasi yang sudah ada, maka sebaiknya selalu
dikombinasikan dengan glukokortikosteroid inhalasi (bukti A).
Penambahan agonis beta-2 kerja lama inhalasi pada pengobatan harian dengan
glukokortikosteroid inhalasi, memperbaiki gejala, menurunkan asma malam, memperbaiki faal
paru, menurunkan kebutuhan agonis beta-2 kerja singkat (pelega) dan menurunkan frekuensi
serangan asma (bukti A).
Berbagai studi menunjukkan bahwa penambahan agonis beta-2 kerja lama inhalasi
(salmeterol atau formoterol) pada asma yang tidak terkontrol dengan glukokortikosteroid inhalasi
dosis rendah atau tinggi, akan memperbaiki faal paru dan gejala serta mengontrol asma lebih
baik daripada meningkatkan dosis glukokortikosteroid inhalasi 2 kali lipat (bukti A). Berbagai
penelitian juga menunjukkan bahwa memberikan glukokortikosteroid kombinasi dengan agonis
beta-2 kerja lama dalam satu kemasan inhalasi adalah sama efektifnya dengan memberikan
keduanya dalam kemasan inhalasi yang terpisah (bukti B); hanya kombinasi dalam satu kemasan
(fixed combination) inhaler lebih nyaman untuk penderita, dosis yang diberikan masing-masing
lebih kecil, meningkatkan kepatuhan, dan harganya lebih murah daripada diberikan dosis yang
ditentukan masing-masing lebih kecil dalam 2 kemasan obat yang terpisah.
Agonis beta-2 kerja lama inhalasi dapat memberikan efek samping sistemik (rangsangan
kardiovaskular, tremor otot rangka dan hipokalemia) yang lebih sedikit atau jarang daripada
pemberian oral. Bentuk oral juga dapat mengontrol asma, yang beredar di Indonesia adalah
salbutamol lepas lambat, prokaterol dan bambuterol. Mekanisme kerja dan perannya dalam
terapi sama saja dengan bentuk inhalasi agonis beta-2 kerja lama, hanya efek sampingnya lebih
banyak. Efek samping berupa rangsangan kardiovaskular, ansieti dan tremor otot rangka.

Sumber:

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2003. Pedoman Diagnostik dan Penatalaksanaan Asma di
Indonesia. http://www.klikpdpi.com/konsensus/asma/asma.pdf