You are on page 1of 11

o

BERA NDA

o S EJARAH/MA NAQ IB

o T ENT ANG BLO G INI

Siapakah Shiraathal-ladzina anamta alaihim


21/04/2011 by gusdayat in firqoh, Hadits, hikmah

Siapakah yang dimaksudkan Allah dengan Shiraathal-ladzina anamta alaihim (jalan


orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka)

Yang dimaksud jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, yang pertama
secara pasti adalah para Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul atau lain-lain orang yang bukan Nabi
atau Rasul, tetapi mempunyai pendapat atau kepercayaan yang sama dengan pendapat atau
kepercayaan Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu.

Di dalam kitab hadis Shahih Ibnu Hibban, diterangkan bahwa Rasulgllah s.a.w. pernah
ditanyakan tentang jumlahnya Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu. Rasulullah menjawab:
124000 Nabi-Nabi, di antaranya 313 atau 314 orang Rasul.

Di antara Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu ada 25 orang yang diceritakan Allah kepada Nabi
Muhammad s.a.w. dalam al-Quran. Mereka itu ialah: Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, Luth,
Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, Yusuf, Syuaib, Harun, Musa, Dawud, Sulai- man, Ayyub,
ZulkifIi, Yunus, Ilyas, Ilyasa , Zakaria, yahya, Isa dan Muhammad saw.

Di antara 25 Rasul-Rasul tersebut, 5 orang mendapat julukan Ulul-Azmi, yaitu Muhammad


saw., Ibrahim as, Musa as, Isa as dan Nuh as.
Dan Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi yang paling utama, dan sebagai Nabi dan Rasul
penutup. Tidak ada Nabi dan Rasul lagi sesudah Nabi Muhammad s.a.w. Serta syariat atau
ajarannya meliputi ajaran seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul. Kitab Suci al-Quran telah
mengandung seluruh Kitab-Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul
sebelum Nabi Muhammad saw. Firman Allah:

Tidaklah Muhammad itu bapak seorang dari laki-laki kamu. tetapi ia adalah
Pesuruh Allah dan penurup segala Nabi. (al-Ahzab: 40)

Kemudian, jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, sesudah Rasul-Rasul
dan Nabi-Nabi, yang paling mulia ialah para Sahabat Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu. Dan di
antara para Sahabat Nabi-Nabi, maka Sahabat Nabi Muhammad s.a.w. yang paling banyak
jumlahnya. Berpuluh-puluh ayat al-Q,uran dan Hadis Nabi memuji para Sahabat
(maksudnya adalah sahabat baginda Nabi Muhammad saw), sehingga ijma pula para Ulama
mengatakan bahwa seluruh Sahabat Rasulullah s.a.w. masuk Syurga, dan setiap orang Islam
harus mensucikan mereka dan mencintai mereka.

Di antara sekalian Sahabat yang paling mulia sepuluh orang (termasyur dalam sejarah
dengan istilah Agnatul Kiraam), yaitu sepuluh orang yang semasa hidup mereka, telah
diberitahukan oleh Rasulullah s.a.w. bahwa mereka akan masuk Syurga. Mereka itu ialah:

1. Abu Bakar as Sidiq ra,


Khalifah Pertama sesudah Rasulullah s.a.w. Keistimewaan beliau, ialah: Laki-laki pertama
masuk Islam, tersebut di dalam al-Quran beliau sebagai.Sahabat Rasulullah s.a.w. (Surah
at-Taubah 40), dan paling besar pengorbanannya untuk Islam dan lain-lain. Meninggal
dalarn umur 63 tahun.

2. Umar ibn Khatab ra,


Yairu Khalifah kedua sesudah Rasulullah s.a.w. Keistimewaan beliau banyak sekali. Pertama,
sesudah beliau masuk Islam dalam umur 27 tahun, tahun keenarn sesudah Nabi
Muhammad s.a.w. menjadi Rasul. Dengan islamnya Umar ra, seluruh Malaikat menjadi
gembira. Di zaman pemerintahan Umar, Islam berkembang seluas-luasnya ke timur dank e
barat. Kerajaan Persia dan Rumawi Timur dapat ditaklukkan dalam satu tahun. Beliau
meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh.

Patut diketahui bahwa Rasuluilih s.a.w., Abu Bakar ra dan Umar Ibnul Khattab ra
dikuburkan berdekatan di bekas rumah Aisviah yang sekarang terletak di dalam Masjid
Nabawi di Madinah. Setiap orang islam lebih-lebih yang menunaikan ibadat haji, disunatkan
ziarah ke Madinah.

3. Usman ibn Affan ra,


Khalifah ketiga. Keistimewaan beliau banyak sekali, lebih-lebih mengenai pengumpulan
tulisan-tulisan ayat al-Quran, kernudian menyusunnya menurut susunan yang telah
ditetapkan olehRasulullah s.a.w. sehingga menjadi Kitab Suci al-Quran sebagai yang kita
dapati sekarang ini. Menurut Rasulullah s.a.w. bahwa seluruh Malaikat merasa malu kepada
Usman karena ibadatnya. Beliau meninggal dalam umur 82 atau 88 tahun dan dikuburkan
di Baqi.

4. Ali ibn Abi Thalib kwh,


Khalifah keenipat. Keistimewaan beliau banyak sekali lebih-lebih tentang keberanian, siasat
perang dan ilmu pengetahuan, setiap kata yang keluar dari mulut beliau rhengandung
maksud dan arti yang amat dalam. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun dikuburkan di
Kufah (Irak).

5. Thalhah ibn Ubaidillah ra,


Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar as-Siddiq. Turut di seluruh medan perang
selain perang Badar. Di dalam Perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah
s.a.w. sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Beliau
meninggal umur 64 tahun dalam Perang Jamal di zaman Khalifah Ali bin Abu Talib r.a.
Dikuburkan di Basrah.

6. Az-Zubair ibnul Awaam ra,


Masuk Islam umur 16 tahun dengan perantaraan Abu Bakar as- Siddiq, berhijrah 2 kali ke
Habasyah, turut dalam seluruh medan perang. Meninggal umur 63 tahun dalam perang
Jamal, dikuburkan di Basrah.

7. Saad ibn Abu Waqqas ra,


Masuk Islam umur 17 tahun dengan perantaraan Abu Bakar as-Siddiq, turut di seluruh
medan perang. Pernah tertawan lalu ditebus oleh Rasulullah s.a.w. dengan 2 orang ibu
bapaknya sendiri, yaitu dalam perang Uhud. Meninggal dalam umur 70 atau 82 tahun,
dikuburkan di Baqi.

8. Said ibn Zaid ra,


Islam sejak kecilnya. Dan turut di seluruh medan perang selain perang Badar. Beliau
bersama Thalhah pernah diperintahkan Rasulullah memata-matai gerakan musuh
(Quraisy). Beliau meninggal dalam umur 70 tahun, dikuburkan di Baqi.

9. Abdurrhahman ibn Auf ra,


Islam sejak mudanya dengan perantaraan Abu Bakar as-Siddiq. Turut berhijrah ke
Habasyah 2 kali, turut dalam seluruh medan perang bersama Rasulullah s.a.w. Meninggal
umur 72 atau 75 tahun. Dikuburkan di Baqi.
10. Abu Ubaidah Amir ibnul Jaraah:
Masuk Islam bersama Usman bin Mathuun, turut berhijrah ke Habasyah yang kedua, turut
dalarn semua medan perang bersama Rasulullah s.a.w. Meninggal tahun 18 H. di Jordan
(Syam) karena terkena penyakit menular pest. Dikuburkan juga di Jordan yang sampai
sekarang banyak diziarahi kaum Muslimin.

Sesudah Sahabat-Sahabat yang sepuluh orang di atas ini, maka yang paling mulia menurut
ijma Ulama ialah para Sahabat yang turut perang Badar. Kemudian itu yang turut perang
Uhud. Kemudian itu yang turut bersumpah di bawah pohon di Hudaibiah, yang termasyhur
dengan Baiatur Ridhwaan (Sumpah Ridhwan) yang tersebut di dalam al-Quran:

Sesungguhnya Allah ridha terhadap kaum Muminin tatkala mereka berjanji


taat (bersumpah) kepadamu di bawah pohon itu, maka Dia (Allah) tahu apa-
apa yang di hati mereka, lalu Dia turunkan ketenteraman atas mereka, dan
Dia ganjari mereka dengan kemenangan yang dekat. (al Fath:18)

Sesudah itu yang paling mulia ialah lain-lain Sahabat sampai Sahabat yang paling akhir
meninggal dunia, yaitu Abu Thufail, berdasarkan Hadis Rasulullah s.a.w. :

sebaik-haik manusia ialah yang hidup dalam qurunku.

Yang dimaksud dengan qurunku dalam hadis tersebut, ialah masa sejak Rasulullah s.a.w.
diangkat menjadi Rasul sampai meninggalnya Sahabat yang terakhir, yaitu Abu Thufail.
Lama masa ini kurang lebih 120 tahun.

Sesudah meninggalnya seluruh sahabat, maka yang paling mulia ialah golongan Tabiin yaitu
setiap Muslim yang pernah hidup bersama para Sahabat. Dan para Ulama sedikit berlainan
pendapat tentang lamanya masa Tabiin ini, apakah dua qurun atau 3 qurun sesudah qurun
hidupnya Rasulullah s.a.w. karena sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim
dan Tirmidzi dari Imraan bin Husain yang berkata: Aku lupa apakah 2 qurun atau 3 qurun
sesudah qurun Rasulullah s.a.w.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hasan bin Jabir, Rasulullah s.a.w.
pernah berkata:

Tidak akan disentuh api Neraka seorang muslim yang melihat saya atau
melihat orang yang melihat saya.
Dan manusia termulia dari golongan Tabiin menurut sebuah Hadits Rasulullah s.a.w. ialah
Said bin Musayyab dan Uwais al-Qarni. Dan sesudah golongan Tabiinyang paling mulia
ialah golongan pengikut Tabiin, kemudian golongan pengikut dari pengikut Tabiin sampai
kira-kira tahun 220 H. Umumnya para Ulama berpendapat, bahwa golongan pengikut
Tabiin yang hidup sampai tahun 220 H.

Sebaik-baik zaman adalah di zamanku (sahabat), kemudian orang sesudah


mereka (tabiin) dan kemudian orang sesudah mereka (atba tabiin). (Riwayat
Bukhari).

Bagaimana dengan masa setelah sekarang ini

Adapun sesudah zaman tabiit tabiin, mulailah muncul perselisihan-perselisihan.


Perbuatan-perbuatan yang melanggar ajaran islam semakin banyak. Muncul hadis-hadis
maudhu. Muncul golongan-golongan sempalan, semisal mutazilah. Timbullah Imam-Imam
dan Ulama-Ulama yang mengatakan al-Quran itu makhluk, dan lain sebagainya.

Akan ada perselisihan faham yang banyak, sampai 73 faham (itiqad/firqah). Dan telah
menjadi fakta sejarah yang tidak dapat dirubah lagi dan sudah menjadi pengetahuan yang
terdapat dalam buku-buku agama terutama buku-buku Ushuluddin.Dalam buku-buku
Ushuluddin itu terdapat beberapa nama firqah, antara lain; Syiah, Khawarij, Mutazilah,
Qadariyah, Jabariyah, Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah, Ahlussunnah wal
Jamaah (Sunni), dan lain-lain.

Jika pada masa sebelum baginda Nabi saw sampai dengan masa beliau, yang dimaksud
dengan jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka telah disebut dengan jelas
siapakah mereka. Itulah para Nabi-Nabi dan Rasul. Keutamaan mereka disebutkan di dalam
al Quran. Kemudian di era baginda Nabi saw dan sedikit sesudahnya, itulah para sahabat.
Siapakah mereka dan keteladanannya disebut-sebut dalam berbagai riwayat. Kemudian
masa sesudah itu juga disebut keutamaannya, namun mulai tidak disebut siapa-siapa
personnya. Namun umat islam masih dapat mengidentifikasi secara jelas karena masih
bagusnya masa itu.

Kemudian di masa sesudah tabiit tabiin tidak disebut secara jelas siapakah mereka yang
termasuk di dalam jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka. Maka kita
lebih sulit mengidentifikasi untuk masa-masa itu, apa lagi untuk masa kini.
Namun kita jangan berkecil hati. Allah dan Rasul-Nya telah menyertakan cirri-ciri yang kita
dapat mengidentifikasikannya, dan kemudian mengikutinya. Bagaimanakah ciri-cirinya,
semoga uraian berikut dapat membantu,

1. Ahlus sunnah wal jamaah. Inilah golongan yang masuk dalam jalan orang-orang yang
Engkau beri nikmat atas mereka. Inilah golongan yang mengikuti sunnah baginda Nabi saw
dan para sahabatnya, terutama khulafaur rasyidin.

Sabda Rasulullah SAW : Saya berpesan kepada kamu supaya sentiasa


bertaqwa kepada Allah Azza wajalla serta mendengar dan taat sekalipun
kepada seorang hamba yang memerinta kamu. Sesungguhnya orang-orang
yang masih hidup di antara kamu akan menyaksikan perselisihan yang
banyak. Maka hendaklah kamu berpegang kepada sunnahku dan sunnah
Khalifah Ar-Rasyiddin Al-Mahdiyyin yang beroleh petunjuk dan gigitlah ia
dengan gigi geraham kamu. Dan jauhilah kamu dari pekara-pekara yang
diadakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bidaah itu menyesatkan. (HR. Abu
Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)

Sesungguhnya Bani Israil pecah menjadi 72 golongan dan ummatku akan


pecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan,
mereka bertanya; siapakah yang satu golongan itu ya Rasulullah? Rasulullah
menjawab; mereka itu yang bersama aku dan sahabat-sahabatku. (Tirmidzy)

Dari shabat Auf r.a. berkata; Rasulullah bersabda; Demi yang jiwa saya di
tangan-Nya, benar-benar akan pecah ummatku menjadi 73 golongan, satu
masuk surga dan 72 golongan masuk neraka, ditanya siapa yang di surga
Rasulullah? Beliau menjawab; golongan mayoritas (jamaah). Dan yang
dimaksud dengan golongan mayoritas mereka yang sesuai dengan sunnah
para sahabat. (Ibnu Majah)

Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berfirqah


ummatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk surga dan yang lain masuk
neraka. Bertanya para sahabat, siapakah firqah (yang tidak masuk neraka)
itu, Ya Rasulullah? Nabi menjawab, Ahlussunnah wal Jamaah (HR
Thabrani)

Hadits yang mengandung arti dan maksud seperti terakhir ini juga terdapat dalam buku Al
Milal wan Nihal karangan Syahrastani (wafat 1127M/548H)
2. Ahlussunnah wal jamaah, menurut hadits Nabi saw dan fakta sejarah Islam
adalah golongan terbesar (mayoritas) ummat Islam yang mengikuti sistem
pemahaman Islam, baik dalam tauhid dan fiqih dengan mengutamakan dalil Al-Quran dan
Hadits.

Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul (untuk bersepakat) atas


kesesatan. Maka apabila kalian mendapati perbedaan pendapat, hendaklah
kalian mengikuti kelompok (ulama) yang terbesar (terbanyak) (HR. Ibnu
Majah)

Sesungguhnya Umatku tidak akan bersepakat atas kesesatan. Sekiranya kamu


lihat perselisihan, maka hendaklah kamu ambil As-Sawad Al-Azam[Ibnu
Majah : 3940]

Dalam menafsirkan maksud sawad azam, Kitab As-Sindi menyatakan, Maksudnya;


Jemaah yang ramai. Kerana, kesepakatan mereka lebih hampir kepada ijmak. Imam As-
Sayuti dalam menafsirkan sawad Azam; Maksudnya;Ia adalah himpunan manusia dan
kebanyakkan yang mereka bersepakat atas melalui jalan yang betul. Hadis itu menunjukkan
bahawa selayaknya beramal dengan perkataan majoritas [Hasyiah As-Sindi : 3940]

Daripada Ibnu Umar r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya


Allah tidak akan menghimpunkan umatku (atau sabda baginda) umat
Muhammad s.a.w. di atas kesesatan. Tangan Allah bersama jamaah dan
sesiapa yang berseorangan (tidak mengikut jamaah) dia akan berseorangan ke
neraka. (Tirmidzi)

Sesungguhnya akan ada setelahku kejelekan dan kerusakan. Maka barang


siapa yang melihat orang yang memisahkan diri dari jamaah (mayoritas umat
Islam) atau ingin memecah urusan (agama) umat Muhammad Saw. yang
secara nyata terjadi, maka perangilah. Sesungguhnya rahmat Allah atas
jamaah. Sesungguhnya syetan berlari bersama orang yang memisahkan diri
dari jamaah (HR. An-Nasai).

Karena itu, bukalah wawasan .. bukalah pikiran. Pelajari pendapat para ulama dari berbagai
belahan dunia. Simak ulama- ulama dari zaman ke zaman. Bukan hanya dari kelompok
anda, kampung anda, dan di era masa kini saja.

3. Ahlus sunnah waljamaah adalah pengikut para ulama.


Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak
mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu
maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian
yang banyak. (Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud)

Sebaik-baik zaman adalah di zamanku (sahabat), kemudian orang sesudah


mereka (tabiin) dan kemudian orang sesudah mereka (atba tabiin). (Riwayat
Bukhari).

Demikianlah, baginda Nabi Muhammad saw mewariskan wahyu Allah dan sunnahnya
kepada para sahabat. Para sahabat mewariskannya ke tabiin. Tabiin ke para muridnya
tabiit tabiin. Kemudian para ulama tabiit tabiin mewariskannya ke generasi berikutnya.
Ulama generasi ini mewariskannya ke ulama generasi berikutnya. Demikianlah seterusnya
sampai saat ini.

Maka tentunya ulama yang patut diikuti adalah ulama yang mewarisi ulama sebelumnya,
dari ulama sebelumnya lagi, dari sebelumnya lagi, dan akhirnya berhulu kepada baginda
Nabi Muhammad saw.

Zaman terbaik adalah zaman Nabi saw, kemudian sesudahnya (sahabat), kemudian
sesudahnya (tabiin), dan sesudahnya (tabiit tabiin). Mutu kualitas umat islam akan turun
dari zaman ke zaman. Penurunan itu menurut hemat kami adalah secara gradual, perlahan-
lahan dari zaman-ke zaman. Demikianlah sampai menjelang hari kiamat nanti disebutkan,

Rasulullah bersabda; Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai


tidak diketahui apa itu puasa, shalat, haji dan sedekat. Kitabullah dimusnahkan
dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun dan yang tersisa adalah
kakek-kakek serta nenek-nenek yang mengatakan, kami melihat orang tua
kami mengatakan la ilaaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), maka kami
pun mengatakannya.

Al-Hakim dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah mengemukakan, hadits di atas


shahih, sesuai syarat Imam Muslim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Imam Al-Bushairi
menambahkan, sanadnya shahih dan perawinya terpercaya.

Berkurangnya kualitas umat adalah akibat semakin sedikitnya ulama dibandingkan dengan
jumlah umat. Selain itu, keterbatasan sang murid yang kelak menjadi ulama sehingga tidak
menyerap seluruh warisan baginda Nabi saw yang dibawa gurunya. Bersabda baginda Nabi
saw,
Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari
manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para
ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka),
manusia mengangkat para pemimpin yang jahil. Mereka ditanya, dan mereka
pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan
(orang lain)

Berkurangnya keberadaan orang-orang sholeh di tengah kehidupan masyarakat, bertambah


sedikit jumlah orang yang mempelajari kitab Al-Quran dan terus menurunnya penyebaran
Islam menjadi pertanda akan segera berakhirnya umur dunia.

Walaupun demikian, jalan ahlus sunnah wal jamaah adalah jalan para pengikut ulama,
walaupun semakin sedikit jumlahnya. Jalannya kaum yang mewarisi ilmu ulama. Itulah
orang-orang yang mengikuti dan mengambil jalan baginda Nabi saw melalui para pewaris
Nabi. Bukan dari tulisan orientalis, bukan dari orang-orang yang tak jelas juntrungnya.

Karena itu, perhatikanlah.. Kita tak hidup di zaman Nabi saw, maka berhati-
hatilah,, simak baik-baik dari mana anda mengambil ilmu agama ini.

Dan kita tak perlu berkecil hati, karena Allah akan selalu memberikan kasih sayang-Nya
dengan tetap mempertahankan orang-orang sholeh sebagai panutan umat sepanjang zaman.
Akan tetap ada ulama panutan umat,

Akan ada segolongan ummatku yang tetap atas kebenaran sampai hari
kiamat dan mereka tetap atas kebenaran itu (HR Bukhari)

Dua hadits berikut patut diperhatikan,

Sesungguhnya aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang


teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan tersesat sepeninggalku, yang mana
yang satunya lebih besar dari yang lainnya, yaitu Kitab Allah, yang
merupakan tali penghubung antara langit dan bumi, dan itrah Ahlul BaitKu.
Keduanya tidak akan pernah berpisah sehingga datang menemuiku di telaga.
Maka perhatikanlah bagaimana kamu memperlakukan keduanya[At Tirmidzi]

Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Selama kalian tetap berpegang pada
keduanya sepeninggalku, maka kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah
dan Sunnahku. [Muwatta Imam Malik, hlm. 899 Hadits no. 1395]
Tentu saja ulama tak terbatas pada hanya keturunan baginda Nabi saw saja. Banyak ulama
dari kalangan biasa yang juga sangat alim, bahkan menjadi waliyullah. Namun, hadits di atas
pantas menjadi renungan dan pertimbangan. Tentunya kedua hadits itu satu sama lain
saling berkaitan. Al Quran tak akan terlepas dari sunnah, dan Ahlul bait yg patut dipanut
adalah ahlul bait yg mengikuti sunnah, saya kira demikian yg lebih sempurna dalam
menyatukan dua hadits tersebut. Dan Allah swt telah menetapkan adanya keturunan
baginda Nabi saw yang mengawal ajaran ini sampai menjelang kiyamat nanti,

Dari Aishah ra katanya, Rasulullah SAW telah bersabda : Al-Mahdi itu


seorang lelaki dari cucuku, ia akan berperang atas sunnahku seperti aku
berperang atas wahyu. Hadith riwayat Naim bin Hammad

Dari Said bin Al-Musaiyab dari Ummu Salmah yang berkata, Aku telah
mendengar Rasulullah SAW bersabda : Al-Mahdi itu dari keturunanku dari
anak cucu Fatimah. Hadith riwayat Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, An-
Nasai, At-Tabarani dan Al-Hakim

Peringatan

Di zaman akhir waspada lah terhadap peringatan baginda Nabi saw ini. Mereka ini tampak
seperti jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka. Namun mereka ini adalah
laknat Allah atas mereka,

Akan ada di lingkungan ummatku 30 orang pembohong yang mendakwakan


bahwa dirinya adalah Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi
sesudahku (HR Tarmidzi)

Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek.
Mereka banyak mengucapkan perkataan Khairil Bariyah (maksudnya
firman-firman Allah SWT yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak
melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai
meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa
denganmu lawanlah mereka (HR Bukhari)

Said al Khudri menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: Nanti akan


muncul di antara kamu kaum yang menghina shalat kamu dibandingkan
dengan shalat mereka, dan puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka,
amal perbuatan kamu dibandingkan dengan amap perbuatan mereka, mereka
itu membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka tidakakan melewati
kerongkongan mereka, dan mereka akan keluar dari agama sebagaimana
anak panah keluar dari busurnya (Sahih Bukhari/5058 ).

Ketika ada kelompok pengajian yang jamaahnya sedikit. Mereka mengkafir-kafirkan umat
islam di luar kelompoknya. Mereka mensesat-sesatkan amal umat islam di luar
kelompoknya. Mereka mengaku sebagai kelompok yang paling shahih.
Maka ..waspadalah.. waspadalah .. waspadalah. Ini bukan kelompok yang menempuh
jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka. Bahkan baginda Nabi saw sudah
memberi peringatan tentang mereka ini.