You are on page 1of 5

Anatomi Fisologi Kulit

Anatomi Kulit
Kulit dalam bahasa Latin disebut cutis dan di bagian bawahnya terdapat lapisan bernama
subcutis. Kulit terdiri dari beberapa lapisan. Kulit manusia mempunyai ketebalan bervariasi,
dari 0,5 mm sampai dengan 5 mm. luas permukaan kulit berkisar 2 m 2 dan beratnya sekitar 4
kg.

Gambar 1. Struktur Kulit

Lapisan kulit manusia terdiri dari 2 lapisan. Bagian luar disebut lapisan epidermis dan bagian
dalam disebut dermis. pada beberapa sumber lain ada pula yang mengatakan bahwa ada lagi
lapisan kulit yang paling dalam yang disebut hypodermis.

a.Epidermis
Epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit. Merupakan epitel gepeng (skuamosa) berlapis,
dengan beberapa lapisan yang terlihat jelas. Epidermis memiliki 4 macam sel, yakni sel
keratinosit, sel melanosit, sel langerhans, dan sel taktil.

Selain itu epidermis juga memiliki beberapa lapisan, yang tersusun dari 5 stratum, adalah
sebagai berikut:

1) Stratum korneum

Lapisan ini bisa dikatakan kulit mati atau selnya sudah mati, tidak mempunyai inti sel (inti
selnya sudah mati) dan mengandung zat keratin.

2) Stratum lusidum
Selnya pipih, berbeda dengan stratum granulosum karena sel-sel sudah banyak yang
kehilangan inti dan butir-butir sel telah menjadi jernih sekali sehingga tembus sinar.
3) Stratum granulosum
Stratum ini terdiri dari sel-sel pipih seperti kumparan yang terdiri dari 2-3 lapis dan sejajar
dengan permukaan kulit.

4) Stratum spinosum/stratum akantosum


Lapisan ini merupakan lapisan yang paling tebal yang dapat mencapai 0,2 mm terdiri dari 5-8
lapisan. Sel-selnya disebut spinosum kaarena jika kita lihat di bawah mikroskop sel-selnya
terdiri dari sel yang bentuknya poligonal (banyak sudut) dan mempunyai tanduk (spina).

5) Stratum basale/germinativum
Disebut stratum basal karena sel-selnya terletak di bagian basal. Stratum ini menggantikan sel-
sel yang di atasnya dan merupakan sel-sel induk. Bentuknya silindris (tabung) dengan inti yang
lonjong. Di dalamnya terdapat butir-butir yang halus disebut butir melanin warna yang
memberikan pigmen kulit.

Gambar 2. Lapisan Epidermis


(Soane 2004)

b. Dermis
Dermis adalah lapisan yang terdiri dari kolagen jaringan fibrosa dan elastin. Merupakan lapisan
superficial yang menonjol ke dalam epidermis berupa sejumlah papilla kecil (John Gibson,
2002).

Dermis merupakan lapisan kedua dari kulit yang terdiri dari dua lapisan, yaitu pars papilaris
(stratum papilar) di bagian atas dan pars retikularis (stratum retikularis) di bagian bawah. Pars
papilaris terdiri dari syaraf dan pembuluh darah. Sedangkan pars retikularis terdiri dari jaringan
ikat longgar yang tersusun dari serabut-serabut kolagen, serabut elastis dan serabut retikulis.

Fisiologi Kulit

Menurut Sloane (2004) Fungsi sistem integumen terbagi menjadi 6 fungsi dasar antara
lain:
1) Proteksi
Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap trauma fisik misalnya gesekan, tarikan,
ataupun trauma kimiawi yang dapat menimbulkan iritasi (misalnya lisol, karbol dan asam
kuat).

2) Termoregulasi
Suhu tubuh tetap stabil meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan. Hal ini karena
adanya adaptasi antara panas dalam tubuh yaitu suhu viseral 36-37,5 0C untuk suhu kulit lebih
rendah. Kontrol persarafan dan vasomotorik dari arterial kutan ada dua cara yaitu vasodilatasi
(kapiler melebar, kulit menjadi panas dan kelebihan panas dipancarkan ke kelenjar keringat
sehingga terjadi evaporasi cairan pada permukaan tubuh) dan vasokonstriksi (pembuluh darah
mengerut, kulit menjadi pucat dan dingin, hilangnya keringat dibatasi, dan panas suhu tubuh
tidak dikeluarkan).

3) Ekskresi
Kelenjar kulit mengeluarkan zat sisa metabolisme dalam tubuh berupa NaCl, urea, asam
urat, dan amonia.

4) Persepsi
Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Respons terhadap
rangsangan panas diperankan oleh dermis dan subkutis, terhadap dingin diperankan oleh
dermis, perabaan diperankan oleh papila dermis dan markel renvier, sedangkan tekanan
diperankan oleh epidermis. Serabut saraf sensorik lebih banyak jumlahnya di daerah yang
erotik.

5) Pembentukan pigmen
Sel pembentuk pigmen (melanosit) terletak pada lapisan basale dan sel ini berasal dari rigi
saraf. Melanosit membentuk pigmen warna kulit. Pigmen disebar ke epidermis melalui serabut
dendrit sedangkan lapisan di bawahnya oleh melanofag. Warna kulit tidak selamanya
dipengaruhi oleh pigmen kulit melainkan juga oleh tebal tipisnya kulit, reduksi Hb dan karoten.

6) Metabolisme
Melalui bantuan radiasi sinar matahari atau sinar UV, proses sintesis vitamin D yang
sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang, dimulai dari sebuah molekur
prekursor (dehidrokolesterol-7) yang ditemukan di kuit.
Fungsi dari sistem integument tersebut pada umumnya telah mewakili fungsi kulit itu
sendiri. Dalam hal pengaturan suhu tubuh kulit memiliki mekanisme sendiri dengan adanya
bantuan dari kelenjar yang terdapat pada kulit. Kelenjar tersebut adalah:

a.Kelenjar keringat
Kelenjar keringat pada tubuh manusia diabgi menjadi dua, yakni kelenjar keringat ekrin
dan kelenjar keringat apokrin.
Kelenjar keringat ekrin penting dalam pengaturan suhu. Manusia mempunyai sekitar dua
sampai tiga juta kelenjar keringat ekrin yang hamper menutupi seluruh permukaan tubuh.
Kelenjar ekrin banyak terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki. Kelenjar ekrin
mensekresi air, elektrolit, laktat, urea, dan ammonia (Robin G.B, 2005).
Kelenjar keringat apokrin banyak ditemukan pada daerah aksilaa dan anogenital. Kelenjar
apokrin aktif saat pubertas dan sekresinya dikontrol oleh serabut saraf adrenergic (Robin G.B,
2005).

b. Kelenjar Sebasea
Kelenjar sebasea atau bisa disebut kelenjar minyak terdapat juga pada kulit kecuali pada
telapak tangan dan telapak kaki. Kelenjar sebasea terletak diantara folikel rambut dan musculus
erector pili. Kelenjar ini menghasilkan sebum, yaitu hasil dari degenerasi lemak. Produk ini
(sebum) dikeluarkan setiap terjadi kontraksi musculus erector pili. Fungsi dari sebum adalah
melindungi dan melumasi kulit dan rambut (John Gibson, 2002).
Definisi

Kista

Kista pada kulit adalah rongga berlapis epitel yang mengandung cairan atau bahan padat. . Kista
terjadi akibat pembentukan cairan antara lapisan sisa-sisa epitel luar dan dalam atau antara
lapisan organ

Klasifikasi kista

a. Kista epidermal (epidermoid) sering terjadi dan dapat digambarkan sebagai tumor yang
tumbuh lambat, kencang dan tinggi ditemukan paling sering di wajah, leher bagian atas,
dan punggung. Kista epidermal memiliki epidermis yang benar-benar matang berisi
lapisan granular.

b. Milia
Merupakan kista keratin yang sangat sering ditemukan, bisa timbul spontan atau sesudah
terjadinya trauma atau lepuhan. Pada beberapa keluarga ada kecenderungan bawaan untuk
terbentuknya segerombol milia di daerah pipi dan di sekitar mata.
c.

Kista pilar (kista trichilemmal). Awalnya disebut kista sebaceous, paling sering ditemukan pada
kulit kepala. Mereka rupanya berasal dari bagian tengah folikel rambut dan membentuk tempelan
selubung akar luar. Pengobatan pengangkatan operasi

Tumor benigna